Raluna

Raluna
Pengampunan Raka


__ADS_3

"Akhir nya Aku menemukan mu.... SAYANG"


Tubuh Aluna membeku, apakah pendengaran nya tidak salah, Raka memanggil nya dengan sayang.


Aluna mengendus bau badan Raka siapa tau saja laki-laki yang sedang memeluk nya ini sedang mabuk.


Nihil hanya ada bau maskulin yang menyapa indra penciuman Aluna, bau yang seakan membuat Aluna ingin lebih lama menenggelamkan kepala nya di dada Raka.


"Akhir nya Aku menemukan mu" lagi-lagi kata itu terucap dari mulut Raka.


Setelah Aluna mampu mengendalikan dirinya, ia berusaha melepaskan dekapan Raka.


"bapak... lepas... ini di kantor saya mohon" pinta Aluna dengan berusaha mendorong tubuh Raka.


"jangan.. jangan... Aku tidak akan melepas kan mu.. jangan meminta itu Aku mohon"


Aluna merasakan bahu nya basah, Raka menangis tapi kenapa, apa dia sedang ngelindur, sehingga melihat wajah ku seperti wajah gadis yang dia cintai.


Kalau begitu aku akan menyadar kan dirinya "pak Raka, maaf bapak salah orang saya Aluna pak bukan pacar bapak" ucap Aluna dengan tetap berusaha melepaskan pelukan Raka.


"kau Dira ku... kau Dira ku.. hiks.. hikss" Raka menangis, baru kali ini Aluna melihat Raka serapuh ini, meski masih ada rasa sakit saat Raka mengira aku adalah gadis nya, tapi entah kenapa rasa sakit hati ku kalah.


Aku menepuk-nepuk pelan punggung Raka berusaha menenangkan diri nya "sutttt tenanglah Raka".


syukurlah usaha ku berhasil kini suara tangis nya tak terdengar lagi.


tapi kenapa dia belum juga melepaskan pelukan nya padaku "emm... maaf pak boleh lepaskan pelukan nya, saya bukan Dira saya Aluna pak" ucap Aluna mencoba meluruskan keadaan.


Perlahan Raka melepaskan pelukan nya dari Aluna, dengan tetap kedua tangan berada di bahu Aluna.


Raka menatap intens wajah yang sangat dirindukan nya, sedangkan Aluna yang ditatap seperti itu merasa serba salah "mungkin sekarang dia berusaha mengenali wajah ku, bahwa aku bukan Dira" pikir Aluna.


"Kau lihat bukan pak saya bukan Dira, lihat kan bisakah bapak lepaskan saya,, saya harus bekerja lagi pak" Aluna berusaha melepaskan diri nya dari suasana canggung ini.


"Dira.. gadis kecil yang menangis di tempat hiburan anak-anak, menangis karena kehilangan kedua orang tuanya"

__ADS_1


kenapa Raka ini, apa dia sedang menceritakan gadis nya, apa dia saat ini sedang prustasi dan mencurahkan isi hatinya.


kalau begitu baiklah, Ayo kita dengar kan Aluna, dengan begitu mungkin saja kau tak jadi dipecat.


Akhirnya Aluna mengganggukkan kepala nya meski tak mengerti apa yang Raka bicarakan.


"dia sangat lucu, aku langsung jatuh hati saat melihat mata nya apalagi senyum nya yang tulus, Aku jatuh cinta saat umur ku berusia 5 tahun" sambung Raka.


Lalu apa hubungan nya dengan ku, apa dia ini tak menghargai perasaan ku, meskipun sudah sangat lama kami tak bertemu, tapi apa dia tidak berpikir bahwa aku masih mencintai nya, apa dia tidak takut, jika aku kembali menjadi dulu yang akan membully gadis nya?


"emm Raka..."


"suutttt dengar kan cerita ku" ucap Raka dengan menaruh jari telunjuk nya di bibir ku.


"Aku berpisah dari nya, janji ku pada nya adalah aku akan menjaga nya selalu, bertahun-tahun aku mencari diri nya tapi dia hilang bagai di telan bumi"


Raka benar-benar tidak punya hati, dada ku rasa nya sudah panas mendengar cerita nya, ingin sekali aku menendang laki-laki didepan ku ini lalu kabur begitu saja.


status nya sebagai pemilik perusahaan ini membuat ku mengurung kan niat, saat ini saja aku sedang ada di ujung pemecatan, bagaimana apabila hal itu terjadi, maka saat itu juga aku akan di tendang dari perusahaan ini.


"aaaa.. begitu kah bapak sabar saja,, mungkin nanti ketemu" jawab ku asal dengan senyum terpaksa.


"jangan di gigit" ucap nya yang berpindah mengusap dengan pelan bibir ku.


Adegan apa ini, kenapa Aku merasa kami berdua seperti sepasang kekasih yang hendap berciuman.


"bapak maaf bisa lebih mundur sedikit" pinta ku saat kurasa Raka makin merapat kan tubuh nya hingga nafas nya benar-benar terasa oleh ku.


"Kau tau saat aku bertemu dengan nya kembali aku tak mengenali nya, Aku tak menepati janji ku pada nya yang pasti akan mengenali dirinya, kau tau aku bahkan menyakiti nya terlalu dalam" Raka tak mengindahkan permintaan Aluna ia malah kembali bercerita dengan tetap mengusap sayang pipi Aluna.


"hingga akhir nya dia pergi kembali, baru aku tahu dia adalah gadis yang aku cari,, Apa menurut mu ketika aku bertemu dengan nya dia akan memaafkan aku" tanya Raka dengan tatapan lembut nya.


"kenapa tanya aku" ucap Aluna menunjuk diri nya sendiri, namu setelah itu Aluna kembali membuang wajah nya saat mendapati tatapan intens Raka.


"aaaaa maksud saya bapak harus berusaha minta maaf pada nya,, saya yakin dia akan memaaf kan bapak hehehe" ucap Aluna sambil tertawa paksa.

__ADS_1


"benarkah dia akan memaafkan diriku" tanya Raka memastikan pendengaran nya.


"tentu gadis yang bapak cintai pasti gadis yang baik, pasti dia akan memaafkan bapak, asal bapak menunjukkan kesungguhan bapak" jawab ku sok ceria, padahal hati ku sedang sakit, mendengar nya mematahkan hati ku, sebegitu cinta nya Raka pada gadis itu sampai terlihat sehancur tadi.


"jadi kau memaafkan aku" tanya Raka yang sudah mulai mengembangkan senyum nya.


"ehhh maksudnya"


"ya kau mau memaafkan aku, Dira" ulang Raka lagi.


"hahahaha bapak ini sedang bercanda ya hahahaha" Aluna tertawa dengan sekali-kali memukul pelan lengan Raka.


"bapak tau jantung saya hampir copot tadi hahaha bapak ini lucu sekali" ucap Aluna lagi.


melihat Raka yang tak merespon tawa nya malah mengernyit kan dahi membuat Aluna menghentikan tawa.


"aahhh maaf pak saya kelepasan" kata Aluna yang kembali gugup.


"Bodoh apa yang aku lakukan, lancang sekali aku memukul lengan nya, bodoh Aluna, bodoh" rutuk Aluna dalam hatinya


"kenapa kau tertawa apa yang lucu dari permintaan maaf ku" tanya Raka heran.


"tentu saja lucu pak, bapak ini, saya bukan Dira saya Aluna pak, hahaha bapak patah hati nya keterlaluan masa saya disamakan dengan gadis pujaan bapak" ucap Aluan menjelas kan mengapa ia tertawa.


"kau tidak tahu siapa gadis yang aku ceritakan" tanya Raka kembali.


"tentu aku tahu dia gadis yang bapak cintai namanya... aaaa siapa tadi namanya.. sebentar... emmm Dira ya nama nya dira"


"kau tahu Dira itu siapa"


"siapa" tanya Aluna balik.


"kau sungguh tak ingat dengan nama dira"


Aluna menggelengkan kepala nya, sambil mengingat kalau-kalau ia mempunyai kenalan atau teman yang bernama Dira, namun nihil Aluna tak merasa pernah mengenal dira.

__ADS_1


"Putri Aluna Dirandra.... Dira... adalah dirimu Aluna" ucap Raka dengan lantang


"heeehhh"


__ADS_2