Raluna

Raluna
Akhirnya....


__ADS_3

Rasanya pagi ini Aku mempunyai semangat yang baru, ternyata satu hari pergi keluar bisa memberikan semangat yang baru.


Aku sudah siap ingin berangkat ke kantor pak suhe pun sudah ada dirumah "papa Aluna berangkat kerja dulu ku" ucap Aluna sambil menyalimi papa nya.


"pak suhe Aluna titip papa ya" sambung Aluna.


"iya nak tenang saja, papa mu aman bersama bapak" balas pak suhe.


Aku langsung berjalan ke luar menuju halte.


Tiin.. tinnn.. tinn bunyi klakson motor membuat langkah ku berhenti.


"loh kak Ryan belum balik ke jakarta" Tanya ku langsung.


"ntar siang balik nya, yukk naik aku antar ke kantor" ucap kak Ryan dengan menyerahkan helm pada ku.


"ehhh gak ngerepotin nih, kak Ryan nanti capek katanya siang mau balik ke jakarta" balas ku takut ia kelelahan saat di jalan pulang ke jakarta nanti.


"yang pertama Aku suka di repotin sama kamu, yang kedua aku bisa istirahat setelah anter kamu ke kantor" jawab nya dengan menaruh kepala diatas helm.


"hahaha okey kalau suka aku repotin aku bisa apa" kata ku sambil menunjukkan eskpresi mengembungkan kedua pipi.


Aku salah menunjukkan eskpresi itu, karena sedetik kemudian pipiku terasa agak sakit akibat cubitan kak Ryan.


"kak Ryan ihh sakit" rengekku dengan mengusap kedua pipi ku yang terasa sakit.


"salah nya lucu, kan aku gemes" kata nya dengan seenak jidad nya, dia pikir aku boneka apa yang di cubit seenak nya.


"udahh ah gak usah ngambek masih pagi, mending buruan naik, nanti kesiangan lo ngantor nya"


****


"Alex, buat kan jadwal ku siang nanti untuk sidak ke semua divisi, tapi jangan sampai hal ini bocor ke karyawan lainnya aku ingin tahu bagaimana kinerja karyawan ku" ucap Raka pada Alex asisten pribadi nya dengan santai sambil menyeruput kopi susu nya


"baik, pak setelah jam makan siang akan saya ingat kan" jawab Alex sopan.


"lalu apa saja jadwal ku hari ini" tanya Raka kembali"


"jam 8-9.30 bapak akan menandatangani dokumen lalu jam 10-12 akan ada rapat dengan klien kita yang dari Malaysia, setelah itu harus nya bapak survei melakukan survei lapangan bersama bapak chen lien tapi akan saya atur untuk itu" jelas Alex secara rinci.

__ADS_1


"bagus, kau sarapan lah juga Alex, makanan ini terlalu banyak untuk ku makan sendiri" Raka berkata dengan mendorong roti yang ada dihadapan nya.


"terima kasih pak" Alex dengan pelan menarik kursi dan duduk disebelah Raka, terkadang memang seperti ini, Raka akan menawari nya sarapan bersama, pernah sekali Alex menolak, tapi yang terjadi Raka sangat marah dari sanalah Alex langsung menerima ketika Raka mengajak nya makan bersama.


****


Siang ini Aku dan Nola baru saja selesai melakukan survey pasar dengan beberapa suplayer perusahaan mereka, rasa nya ahh mantap begitu lelah.


"La lu ke ruangan aja dulu aku mampir dulu di kantin kantor beli minuman"


"tapi aku titip tas ku ya" sambung ku.


"okey.. siniin tas nya, Aku udah gak kuat pengen duduk selonjoran, kalau bisa tiduran" ucap nya lemas.


hari ini memang benar-benar menguras tenaga cuaca yang sangat panas, serta mobil kantor yang sedang diperbaiki, membuat kami berdua terpaksa naik motor di tengah terik nya matahari.


"yaudah nih, kamu mau titip minuman apa" tanya ku kembali


"terserah.." ucap nya lemas sambil berjalan menuju ruangan.


sembari menunggu minuman ku jadi aku memilih makanan ringan sebagai teman untuk minum, untung lah tidak terlalu lama minuman pesanan ku telah jadi.


"La nih minuman nya" tanpa melihat sekeliling aku langsung menghampiri Nola dan dengan santai nya mengeluarkan makanan yang aku beli.


"lun huss husss duduk" Ucap Nola berbisik sambil menunduk.


Ada apa dengan Nola kenapa sikap nya aneh sekali, bukan kah dia bilang tadi dia capek, kenapa malah berdiri bukan nya duduk.


"apa sih La, nih udah minum aus kan" kata ku dengan menggoyang minuman ke hadapan nya.


dahi ku mengkerut heran, apa sih kenapa dia malah menggeleng dan seperti memberikan isyarat tapi apa.


"bagus... jadi ini anggota tim pemasaran, sudah telat selama 1 jam dan apa ini membawa makanan"


"apa waktu 1 jam untuk istirahat tidak cukup membuat mu kenyang hah" bentak Axel dengan menggebrak meja dengan keras.


Aluna terpaku, bukan karena ia telat datang ke kantor bukan, kalau itu ia bisa menjelaskan bahwa ia telat karena urusan pekerjaan.


Tapi ini suara Raka, itu berarti Raka berada tepat di belakang nya.

__ADS_1


kenapa tidak ada yang memberitahu dirinya jika hari ini ceo akan sidak, jika tau seperti itu aku akan ambil cuti, yang sebelum nya belum pernah dia ambil.


Aku sungguh tak mampu membalik kan tubuh ku rasanya aku ingin kabur dari ruangan ini.


"Apa seperti ini sopan santun mu bicara dengan atasan" bentak Raka kembali.


Aku hanya diam tak menjawab tidak pula berbalik badan.


"Apa kau tuli, hah jawab aku" tanya Raka dengan nada yang berada di Do tinggi.


"Lun balik badan" ucap Nola berbisik supaya Aluna membalik kan tubuh nya.


Aluna menggelengkan tubuh nya ia sungguh tidak bisa, mata nya sudah berkaca-kaca siap untuk menangis.


"ku hitung sampai tiga, balikkan tubuh mu" titah Raka yang sudah mulai kesal.


kenapa Raka bicara kasar sekali, walaupun dulu pada nya ia sering berkata kasar, tapi Aluna sangat tahu Raka selalu bersikap hangat dan berbicara lembut dengan orang lain apa lagi dia seorang wanita, sikap nya itu yang membuat Aluna jatuh cinta pada Raka dulu.


"satu... duaa...." Raka mulai berhitung dengan tangan yang bersilang di dada.


"ti..." belum sampai Raka berhitung sampai tiga Aluna perlahan membalikkan tubuh nya dengan menunduk sehingga wajah nya tertutupi oleh rambut yang terjuntai ke bawah.


"bagus... setidak nya kau masih mau menurut walau pun hanya sedikit" Raka menelisik wajah yang tertutupi oleh rambut.


"angkat wajah mu" perintah Raka kembali.


Aluna tetap tak bergeming ia tetap mempertahan kan posisi menunduk nya.


"ku bilang angkat wajah mu sialan" Raka sudah mulai kehilangan kesabaran nya.


bentakan dari Raka membuat Aluna memejam kan mata nya, apa yang harus ia lakukan sekarang, dia seperti sudah terpojok dan tak bisa menghindar lagi.


apa ini sudah saat nya, apa Tuhan tak mengizin kan ia untuk lolos lagi kali ini.


"kau akan menyesal kalau aku yang datang menghampiri mu dan menegakkan kepala mu" ancam Raka penuh penekanan dalam setiap kata-kata nya


Raka tak main-main langkah kaki nya mulai terdengar mendekat ke arah Aluna, denga menarik nafas panjang Aluna memberanikan diri mengangkat wajah nya perlahan.


Langkah Raka terhenti, jantung nya berdegub dengan kencang.

__ADS_1


"Aluna..."


__ADS_2