Raluna

Raluna
Aku Mohon Jangan Tinggalkan Aku


__ADS_3

Raka berjalan mondar mandir dengan wajah cemasnya menunggu dokter keluar dari dalam.


"Kenapa lama sekali," gumam Raka, melirik gadis yang hanya duduk dan menangis dalam diamnya.


Raka kembali duduk disebelahnya, menyandarkan kepala gadis itu dibahunya, "Tenanglah semua baik-baik saja, tidak akan terjadi apapun, percaya padaku."


"Raka aku takut Raka, aku takut terjadi apa-apa dengan mama, bagaimana jika mama..."


"Suttt jangan berkata seperti itu, aku akan lakukan apapun yang aku bisa untuk menyelamatkan mamamu Aluna, aku janji."


Ya yang tertabrak bukan Aluna tetapi Ayunda yang saat itu ingin datang kerumah Raka untuk kembali bertemu Aluna, mencoba peruntungannya berharap Aluan bisa memafkan dirinya.


Flasback


"Aluna awas," teriak Raka dengan kencang, dan berlari menghampiri Aluna.


Aluna yang kaget mendengar teriakan Raka, malah berhenti melangkah dan menatap kearah dimana sedikit lagi mobil itu akan menghantam dirinya.


Aluna tau harusnya dia berlari dan menyingkir, tapi entah kenapa, kakinya terasa lemas plastik belanjaannya sudah jatuh mengeluarkan isi pembalut yang ia beli tadi.


"Apakah ini akhir hidupku, jika ia maafkan aku papah aku yang harus lebih dulu meninggalkan dunia ini, mamah aku sudah memaafkanmu," bisik Aluna bicara didalam hatinya.


Aluna sudah pasrah dia menutup matanya, menunggu ajal menjemput.


Brakkk suara tabrakan itu begitu kencang, "Awww," ucap Aluna merasakan sakit pada sikunya karena terlempar keluar jalan.


"Awww," ringis Aluna lagi memeriksa sikunya yang terluka, "Tunggu jika aku disini, maka yang tertabrak," deg Aluna sudah merasa ketakutan bahwa yang tertabrak adalah Raka, karena hanya Raka yang berlari kearahnya.


Aluna mengedarkan penglihatannya, dan mendapati seorang wanita paruh baya dengan baju kemeja kotak-kotaknya terbaring disisi jalan.


Kenapa Aluna seperti tahu baju itu, tidak, tidak mungkin wanita itu, baju itu sangat banyak dijual di mall, tidak mungkin itu baju yang sama yang Aluna berikan saat mamah nya ulang tahun.


Dengan kaki bergerar Aluna melangkah menuju tubuh yang tergeletak tidak jauh darinya.


"Aluna.. maafkan mamah... maafkan mamah," racau Ayunda, ditengah rasa sakit yang mendera tubuhnya.


Tangisan Aluna turun saat mendengar kata maaf yang terucap darinya, tanpa menunggu lama Aluna berlari dan merengkuh tubuh yang sudah tidak berdaya.

__ADS_1


"Mamah... mamah.. tolong.. tolong," kenapa rasanya Aluna seperti mengulang saat-saat terpuruk didalam hidupnya.


"Aluna, kau tidak papa," tanya Raka dengan cepat setelah sampai disamping Aluna.


"Raka tolong mamah.. Raka tolong mamah," Aluna sudah menangis dengan histeris, dia sangat takut kehilangan mamahnya.


"Aluna maafkan mamah.. maaf, ehek ehek," Ayunda mengusap pipi Aluna meninggalkan noda darah dipipi anaknya yang putih bersih.


"Jangan bicara dulu... aku tidak akan memaafkanmu sampai kau meninggalkanku.. mamah dengar mamah harus hidup.. aku akan benci mamah jika meninggalkan aku lagi."


"Aluna minggir," Raka menyampirkan tubuh Aluna dan membopong tubuh Ayunda, berjalan cepat memasukkan Ayunda kemobilnya.


Melihat Aluna yang masih diam karen shock membuat Raka berteriak prustasi "Aluna cepat masuk mobil," Teriak Raka yang menyadarkan Aluna.


Aluna yang tersadar langsung bangun dan berlari kearah mobil Raka, Aluna duduk dikursi penumpang memangku kepala mamahnya yang sudah dipenuhi oleh darah.


Flasback off


"Raka bagaimana jika mamah tidak selamat Raka."


"Jangan berkata seperti itu, mamahmu orang yang kuat aku yakin dia akan berusaha untuj selamat demi dirimu," ucap Raka menenangkan.


"Tidak sayang ini bukan salahmu, semua sudah takdir.. percaya padaku mamahmu akan baik-baik saja."


"Raka apa yang terjadi," Diana dan Hanung datang setelah mendapat kabar calon besannya mengalami kecelakaan.


"Mamah Aluna tertabrak mobil Bunda," jawab Raka dengan lirih.


Sedangkan Aluna masih saja meracau menyalahkan dirinya sendiri, Diana yang melihatnya tidak tega langsung menyingkirkan Raka dan duduk menggantikan Raka disamping Aluna.


"Sayang tenangnya,,, jangan menyalahkan dirimu sendiri... tidak ada yang salah disini nak... semua orang tua pasti akan melakukan apapun untuk melindungi putrinya.. jangan menangis ya," Diana memeberikan pelukan hangatnya pada Aluna.


"Jangan menangis lagi kau harus kuat.. mamahmu akan sedih melihatmu begini,,, jika kamu kuat mamahmu didalam juga pasti akan kuat melewati semuanya,,, jadi tenanglah,, kita berdo'a pada Tuhan meminta supaya mamahmu diselamatkan..."


"Hanya itu yang bisa kita lakukan sayang... jika kamu menangis seperti ini siapa yang akan mendoakan mamahmu didalam hmm," lanjut Diana berharap kata-kata nya manjur untuk menenangkan Aluna yang masih menangis histeris dalam pelukannya.


Benar kata Bunda Raka Aluna tidak boleh seperti ini, dia harus kuat untuk mamahnya, Aluna bersyukur, Allah kirimkan keluarga Raka untuknya, jika dulu ada bik surti yang menemani kesedihannya, sekarang ada tiga orang yang menguatkan dirinya, Aluna merasa dia memiliki keluarga yang utuh sekarang.

__ADS_1


"Terima kasih Bunda.. sudah menguatkan Aluna," ucap Aluna menenggelamkan wajahnya dalam dekapan Diana.


"Sayang tidak perlu berterima kasih kau adalah anakku."


"Raka bagaimana mungkin ini terjadi, tidak ada kendaraan yang melaju kencang didaerah kompleks kita, mereka akan memelankan lajunya, kecuali ada orang yang sengaja sudah mengincar Aluna," tanya Hanung yang merasa ada yang janggal dari kecelakaan ini.


"Aku tidak tahu yah, mobil itu tidak pernah kulihat pernah melewati kompleks kita," jawab Raka yang merasa tidak mengenali mobil itu.


"Kau tenang saja Ayah yang akan menyelidikinya, fokuslah pada Aluna dia pasti sangat terpukul dengan kejadian ini," sahut Hanung melirik Aluna yang sudah mulai berhenti menangis.


Bagaimanapun juga Hanung berhutang nyawa dengan Aluna, jika malam itu Aluna tidak berteriak menghentikan penjahat itu, Hanung sudah tertanam didalam tanah, menjadi santapan cacing-cacing.


Setelah menunggu lama akhirnya doter keluar, "Bagaimana dokter keadaannya," tanya Raka cepat mewakili Aluna.


"Maaf anda siapanya."


"Saya anaknya dokter, katakan pada saya mamah saya baik-baik saja kan,,, mamag saya selamat kan dokter," serobot Aluna yang sudah berdiri disebelah Raka.


"Keadaannya kritis, lukanya cukup parah sehingga darahnya tidak berhenti mengalir, kemungkinan pembuluh darahnya ada yang pecah kita harus cepat melakukan operasi untuk menghentikan pendarahannya."


"Operasi.. dokter mamah saya akan selamatkan,"


"Kami akan melakukan semua yang kami bisa.. jadi tolong urus semua berkasnya.. hari ini juga mamahmu harus kami operasi."


"Lakukan apapun dokter.. selamatkan wanita yang didalam," ucap Raka cepat.


"Baik kalau begitu saya permisi dulu,"


"Bunda tolong jaga Aluna disini aku akan mengurus administrasinya,,"


"Heii tenanglah setelah operasi mamahmu akan baik-baik saja," setelah mengatakan itu Raka bergegas mengurus semuanya agar operasi bisa langsung dilakukan.


***


Hallo semua terima kasih sudah membaca ingat tinggalkan jejak ya like dan komen.


Hari ini hari senin lo kalau berkenan berikan vote dan ratingnya ya!!!

__ADS_1


Terima kasih🙏🙏🙏😉😉


__ADS_2