Raluna

Raluna
Tidak Memaafkan


__ADS_3

..."Please temen-temen tinggalkan like dan komennya untuk membuat author semangat menulisnya"๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ...


...******...


"Aku bilang jangan sentuh tubuhku.." Bentak Aluna kembali menyentakkan tangan Ayunda dengan keras.


"Nak maaf kan mama nak.. maafkan mama," ucap Ayunda berulang kali mengatupkan kedua tangannya memohon pengampunan Aluna.


"Maaf.. maaf katamu apa sekarang kamu sudah dibuang oleh laki-laki yang kamu kejar dulu," ucap Aluna dengan nada yang sangat tajam tanpa memikirkan sopan dan santu.


"Sayang mama mohon maafkan mama nak mama menyesal.."


"Enyah dari hadapanku sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan apa yang kau lakukan padaku dan papa..,"


"Apa kau tidak ingat dengan kejamnya kau tinggalkan aku dan papa saat papa sedang sekarat.. pernahkah kau berbalik saat itu untuk melihat keadaan kami.. pernahkah hah.."


"Jawabannya tidak bukan.. dengan kejamnya kau terus berjalan menutup telingamu saat aku berteriak meminta pertolonga" Aluna mengeluarkan segala kepedihan dan kekecewaannya terhadap wanita yang telah melahirkannya.


"Mama menyesal sungguh Aluna mama menyesal.." Ayunda duduk bersimpuh berharap dengan begitu Aluna bisa memaafkan semua kesalahan dirinya.


"Aku sudah bilang aku tidak mau memaafkan.." Bentak Aluna dengan kencang.. tak perduli disana ada Diana Bundanya Raka yang melihat Aluna dengan tatapan sedih.


Melihat seberapa bencinya Aluna terhadap wanita yang sedang bersimpuh dihadapannya, membuat Diana mengerti gadis dihadapannya ini terlalu dalam merasakan rasa sakit dan kecewa.


Pantas saja saat Diana memeluknya dengan hangat kemarin Aluna menangis sesegukan, karena ini.. karena jauh dilubuk hatinya yang terdalam ia begitu merindukan Ibunya.


Meski semua rasa rindu itu harus tertutup dengan rasa marah dan kecewa.


"Raka lepaskan tanganku.. aku sudah muak melihat wajahnya..," Aluna kembali berusaha melepaskan genggaman tangan Raka darinya.


"Heeee," suara helaan nafas Raka terdengar begitu berat.


"Tante maaf.. nanti lagi ya bicara dengan Aluna," ucap Raka dengan memandang sedih wajah Alyunda yang penuh dengan tangisan.


Setelah mengatakan itu Raka kembali membawa Aluna masuk kedalam kamarnya.


"Lepaskan aku breng*ek lepaskan," Teriak Aluna yang melampiaskan rasa marahnya pada Raka dengan memukul dada Raka dengan kencang.


"Hiksss lepaskan.. hiksss lepaskan,"

__ADS_1


Tumpah sudah tangisan yang sejak tadi Aluna tahan,, perlahan pukulan Aluna di dada Raka melemah menyisakan suara tangis yang begitu menyayat hati Raka.


"Lepas.. lepaskan aku.."


Raka merengkuh tubuh Aluna kedalam dekapannya menepuk pelan punggung Aluna memberikan kenyamanan dan ketenangan berharap tangis Aluna segera mereda.


Tidak lama dari itu suara tangis Aluna perlahan mereda, dilihat Raka wajah Aluna matanya tertutup, sepertinya lelah menangis dan berpikir terlalu keras membuat Aluna tertidur dalam dekapan Raka.


Diangkat Raka tubuh Aluna dan dibarangkannya di atas kasur nya yang empuk dan nyaman, dipandanginya wajah damai Aluna daat tertidur.


"Kau tidak sendirian aku selalu disini untukmu," ucap Raka pada Aluna yang sudah samapai di alam mimpinya.


Dikecup Raka kening Aluna dengan sayang, setelah menyelimuti tubuh Aluna, Raka keluar kamar, ingin kembali menemui mamanya Aluna.


***


Diruang tamu Ayunda sudah duduk kembali diatas sofa dengan Diana disebelahnya yang mencoba menenangkan Ayunda yang menangis meratapi kesalahannya.


"Sabarlah Ayunda aku yakin Aluna anak yang baik dia pasti akan memaafkanmu," ucap Diana memegang tangan Ayunda menyalurkan kekuatan padany.


"Dia begitu membenciku.. aku memang layak dibenci olehnya,,, aku meninggalkan mereka diana,,,"


"Jangan khawatir.." Balas Diana yang kembali meyakinkan Ayunda.


"Hikksss aku memang salah.. aku salah Ayunda.."


"Ekhmm..." suara deheman Hanung membuat kedua wanita yanng sedang diatas sofa mengalihkan perhatiannya menatap Hanung.


"Bukankah itu wanita yang kutemui tadi, untuk apa dia datang kerumahku" ucap Hanung dalam hatinya dengan menatap tajam Ayunda yang sedang menangis.


"Sayang kau sudah pulang.." Diana dengan cepat menghampiri suaminya yang berdiri tidak jauh dari tempat duduk mereka.


"Sayang jangan tatap dia seperti itu.. dia ibu kandungnya Aluna.. ayoo lembutkan sedikit tatapanmu," Bisik Diana yang memerintahkan suaminya agar tidak menatap Ayunda dengan garang.


"Untuk apa dia kemari," Tanya Hanung dingin.


Pukk Diana memukul lengan suaminya, apa suaminya ini tidak bisa bicara dengan berbisik, sungguh tidak enak jika didengar oleh Ayunda, bisa-bisa dia mengira bahwa Hanung mengusirnya.


"Jangan bicara begitu.. dia sedang mencari Aluna makanya dia datang kemari.. aku juga tidak tahu dari mana dia mengetahui hubungan Raka dengan Aluna.."

__ADS_1


Pasti karena kejadian tadi mangkanya wanita ini kemari, pikir Hanung.


"Tente.." ucap Raka yang kembali muncul keruang tamu setelah menenangkan Aluna.


"Raka Aluna.." Tanya Ayunda menanyakan keadaan putrinya.


"Dia baik-baik saja tante sekarang sedang tidur.. tante ayo ikut Raka.. Raka akan membawa tante ke suatu tempat.." ajak Raka langsung.


"Kemana.. tante mau bertemu Aluna lagi,"


"Jangan sekarang tante Aluna akan kembali mengamuk jika tante menamuinya sekarang.. lebih baik sekarang tante ikut dengan Raka.. Raka akan carikan tempat dimana tante bisa merenung dan menebus segala kesalahan tante dimasa lalu,"


"Raka.." teriak Diana tak suka mendengar Raka bicara seperti itu, karena Raka tidak berhak menghukum Ayunda.


"Mah biarlah.. biarkan itu menjadi urusan Raka jangan ikut campur.. lebih baik kau ikut masuk denganku.. tubuhku lelah sekali.. aku ingin berendam," ucap Hanung dengan memegang lehernya seperti memijat.


Diana yang mendengar itu memicingkan mata kesal pada suaminya, bisa-bisanya dia memikirkan hal itu saat ada kejadian genting seperti ini.


"Apa.." Tanya Hanung mengangkat sebelah Alisnya.


"Kau pikir aku tidak tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan.. sana masuklah sendiri.. kau ingin berendamkan sana berendam tinggal nyalakan air dan tuangkan sabun kedalam bathup" Bisik Diana dengan tegas ditelinga suaminya.


"Hahaha ternyata kau ini pintar sekali sayang.. aku butuh vitamin kau tahu seharian ini aku menyelesaikan masalah yang dibuat oleh anakmu itu.."


"Jatuh cinta ternyata membuat anak kita seperti orang gila.. ck ck ck.." ejek Hanung pada anaknya.


"Jangan mengatai anakku jika kau tidak berkaca.. apa kau tidak ingat kau juga seperti itu saat ingin menikah denganku.. kau lebih parah dari itu... ingin aku ingatkan sayang.." balas Diana dengan senyum mengejek suaminya.


Mendengar balasan dari istrinya Hanung langsung memaksa dengan mendorong istrinya masuk mengikuti dirinya.


"Sayang lepas.. aku harus berada disana.." Ronta Diana berusaha melepaskan rangkulan suaminya.


"Biarkan Raka yang menyelesaikannya.. kau urus saja aku," balas Hanung dengan makin mempererat rangkulannya.


Raka menatap kesal kedua orang tuanya apa mereka tidak tahu situasi, bukannya mencari solusi dan membantunya malah berdebat dengan sesuatu yang tidak tabu bagi Raka dan Ayunda.


****


Terima kasih sudah membaca ingat tinggalkan like dan komenโ˜บ๏ธ

__ADS_1


Dan tunggu up selanjutnya ya!!!!


__ADS_2