Raluna

Raluna
Terkurung


__ADS_3

Raka menyeret Aluna keluar dari mobil menuju rumah nya.. ya Raka membawa Aluna kekediaman Argantara,, karena keamanan yang sangat ketat membuat nya berpikir tidak mungkin Aluna kabur dari sini.


"Raka lepas.. Raka"


"diam Aluna"


mendengar suara gaduh dari bawah Diana turun dengan tergesa-gesa melihat apa yang sebenar nya terjadi.


"astaga Raka.. apa yang kamu lakukan" kaget Diana melihat Raka menyeret Aluna naik keatas tangga.


"tante tolong Aluna tante.. bilang Raka lepasin Aluna tante" mohon Aluna pada Diana yang ada di depan nya.


"Raka lepaskan Aluna nak.. kita bisa bicara baik-baik ya.. lepaskan ya nak" bujuk Bunda Raka.


Namun Raka mengacuhkan Diana dan tetap meneruskan langkah nya membawa Aluna menuju kamar nya.


"Raka sayang.. lepaskan Aluna nak" Diana mengejar Raka berusaha membuat anak nya melepaskan Aluna.


Tapi percuma Raka tidak mendengarkan diana sama sekali dengan cepat dia membuka kamar nya dan bammm,, menutup rapat pintu kamar tanpa mempersilahkan diana masuk.


"sayang... dengar kan bunda nak" Diana menggedor-gedor pintu dari luar.


merasa semua nya percuma akhirnya dia memutuskan untuk menelpon suaminya..


"Ayo.. angkat sayang"


"hallo ada apa" ucap Hanung dari sebrang sana.


"sayang.. gawat.. Raka semakin tidak terkendali.. dia menculik Aluna dan mengurung nya didalam kamar"


"Apaa" Hanung langsung berdiri begitu saja karena kaget.


"aisshh anak itu,,, biarkan saja dulu Diana... sekarang aku sedang mengurus pekerjaan yang terbengkalai karena ditinggalkan Raka"


"tapi sayang aku taku gadis itu kenapa-kenapa" ucap Diana dengan Nada khawatir.


"kamu tidak percaya pada anak mu sendiri.. percayalah tidak mungkin Raka melakukan sesuatu yang buruk pada gadis itu" "paling-paling dia mengurung nya hanya untuk gadis itu tidak kabur sampai mereka menikah" lanjut hanung dengan santai.


"apa kau yakin begitu.." ucap Diana masih tidak percaya.

__ADS_1


"tentu saja sifat ku dan Raka sama.. Aku sangat tau apa yang akan Raka lakukan kedepan nya.. jadi kau tenanglah dan biarkan aku tenang mengurus pekerjaan yang di lalaikan anak mu"


"anak mu juga" ketus Diana tak suka


"hehehe iya iya anak kita.. sudah ya aku tutup dulu.. sampai bertemu nanti dirumah" Hanung langsung menutup panggilan tanpa menunggu balasan dari Diana.


*****


Raka menghempaskan tubuh Aluna ke ranjang nya yang masih berantakan,, dia tak mengizinkan siapapun masuk ke dalam kamar nya sejak ia mengurung dirinya di dalam kamar.


Aluna kaget melihat kamar Raka yang berantakan dan banyak berserakan botol minuman Al**hol yang telah kosong.


"Raka kamu minum-minum" tanya Aluna kaget,, setau nya Raka bukan laki-laki pemabuk dan juga dia sangat suka kebersihan tapi apa ini kenapa kamar nya seperti kapal mau pecah.


"Aluna aku mohon biarkan aku tidur sebentar saja" ucap Raka yang telah membaringkan tubuh nya di samping Aluna.


"Raka.." Aluna tidak jadi melanjutkan perkataan nya saat melihat mata Raka sudah terpejam dengan tenang.


"astaga bagaimana aku keluar dari sini.. kunci nya pakai sidik jari Raka.." Aluna mondar-mandir dengan menggigit jari nya mencari jalan keluar.


sadar seperti nya semua akan percuma,, Akhirnya Aluna menyerah dan memilih membereskan kamar Raka "semoga papa baik-baik saja" Do'a Aluna ia hanya bisa pasrah dan berharap tidak terjadi apa-apa pada papa nya.


Hampir satu jam Aluna bergerak membersihkan kamar Raka dan tringg akhirnya kamar ini terlihat lebih bisa ditempati oleh manusia.


"aaahhh lelah nya" keluh Aluna merenggangkan oto-otot nya sambil merebahkan tubuh nya di sofa.


"kau membersihkan kamarku"


"ohh Tuhan" Aluna kembali terduduk kaget saat suara Raka menyapa indra pendengaran nya.


"kenapa kaget seperti itu" Raka berdiri melepaskan jas dan dasi yang melekat di tubuh nya dengan santai, lalu duduk disamping Aluna.


"duduk lah mendekat sini" ucap Raka yang kesal melihat Aluna menjauh dan memilih duduk dipinggiran sofa menjauh dari Raka.


"tidak Aku disini saja" tolak Aluna, ia sangat takut terjadi yang tidak-tidak disini,, bagaimana pun mereka adalah dua jenis kelamin yang berbeda di satukan dalam ruangan yang sama terkunci pula.


"kau takut Aku menyentuhmu" tanya Raka dengan memicingkan matanya.


"ternyata benar apa yang aku tanyakan" Raka terkekeh setelah nya.

__ADS_1


Apa nya yang lucu pikir Aluna,, dia seorang gadis perawan memang nya salah mewanti-wanti ini.


"kemari lah Aku janji tidak akan melakukan apa yang kamu pikirkan,, kecuali kalau Aku sedang khilaf hahahahaha" tawa Raka menggema di dalam kamar.


Aluna melongo dia tertawa seperti tidak ada beban entah kemana Raka yang menyeramkan tadi,,, "apa sekarang suasana hati nya sudah bagus.. kalau iya Aku harus bicara pelan-pelan pada nya.. siapa tau kali ini dia akan mendengarkan.."


"emmm Raka.." cicit Aluna pelan.


"hmmm" sahut Raka yang masih tertawa.


"Biarkan aku keluar ya.." Aluna mengatakan nya dengan sangat pelan.


ekspresi Raka langsung berubah menjadi seperti ketika Raka menyeret Aluna ke dalam kamar ini.


brakkk, Raka menggebrak meja yang ada di depan nya.. "pulang.. pulang... pulang itu terus yang kau pinta.. dengar Aluna sekarang ini rumah mu... jangan minta pulang lagi"


"Raka papa ku sendirian kamu sangat tau itu Raka.. Aku tidak mungkin meninggalkan papa ku.. dia lumpuh Raka.. hanya aku yang dia punya" Aluna sudah kembali menangis memohon pada Raka untuk melepaskan dirinya


"sudah aku bilang papa mu aman kau tidak percaya padaku.. hah.. ohh papa mu hanya akal-akalan dirimu saja kan supaya bisa keluar dan bertemu laki-laki sialan itu"


"laki-laki sialan" Aluna berpikir siapa yang Raka maksud


"Ryan" eja Aluna.


"jangan sebut namanya dengan mulut mu lagi.. sampai aku mendengar kau menyebut nama nya lagi ku pastikan laki-laki itu tidak akan selamat" ancam Raka.


Aluna langsung mengatupkan mulut nya, ya Tuhan orang ini benar-benar.. andai dalam keadaan normal sudah ditimpuk nya kepala Raka menggunakan sepatu yang ia pakai.


"okeyyy.. jangan bahas kak Ryan"


"Aluna" teriak Raka penuh peringatan.


"okey laki-laki itu.. sekarang bahas papa ku.. siapa yang akan menjaga papa ku Raka" tanya Aluna yang masih mengkhawatirkan papa nya.


"tidak perlu khawatirkan papa mu.. kau akan bertemu papa saat nanti hari pernikahan kita tiba.. sebelum hari itu datang kau akan tetap di dalam kamar tidak akan kemana-mana"


"kau gila Raka.. aku bukan burung yang kau kurung seperti ini" Aluna tak terima diperlakukan seperti ini oleh Raka.


"ya aku gila.. Aku gila karena kamu Aluna.. nikmati hari-hari mu di dalam kamar ini... karena setelah kita menikah aku akan memboyong mu ke rumah kita sendiri" ucap Raka menutup perdebatan mereka karena setelah itu kedua nya sama-sama terdiam tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2