
"Raka.. Aku" Aluna berhenti sejenak.
"hmm" ucap Raka masih asik menikmati makanan nya.
"Raka.. Aku.. Aku.. kita.. kita" ucapan Aluna tercekat susah sekali mengatakan nya.
"makan lah dulu setelah itu baru kita bicara" ucap Raka sambil membersihkan mulut nya dengan tisu.
makanan di hadapan Raka sudah tandas, kini Raka menatap Aluna yang menunduk, memikirkan kata yang tepat untuk ia ucapkan.
"makan lah dulu" ucap Raka lagi.
Aluna menggeleng, mata nya sudah berkaca-kaca, sebelum ia menegakkan kepala nya, Aluna harus memberanikan diri agar nanti tangis nya tidak pecah.
"huuuhhh... okey kau dulu yang bicara" ujar Raka mempersilahkan.
beberapa saat Aluna terdiam, memejamkan mata nya sebentar, mencari keberanian berbicara.
"Raka.. aku minta maaf" ucap Aluna mulai bersuara
"dulu aku sangat mengharapkan keadaan ini.. tapi kamu menolak kehadiran ku.. meskipun aku sudah mati-matian berusaha membuat mu melirik ke arah ku.. menyingkirkan setiap gadis yang berusaha mendekati mu"
"Aluna.. maaf aku"
"tidak Raka bukan salah kamu" potong Aluna
"Aku sadar hati tidak bisa dipaksakan.. meskipun aku telat menyadari nya.." sesal Aluna
"Aku bahagia sungguh.. tapi kamu datang begitu tiba-tiba untukku.. mengatakan bahwa aku adalah Dira yang aku sendiri tidak ingat pernah memakai nama itu untuk nama panggilan ku.."
"kamu mungkin hanya lupa Aluna.. aku sangat yakin kamu Dira" jawab Raka cepat.
"anggaplah aku memang Dira.. tapi bisakah kamu tanyakan dulu pada hati mu cinta mu itu untuk siapa.. karena Aku yang sekarang bukan Dira Raka Aku Aluna"
__ADS_1
"apa beda nya Aluna kamu dan Dira adalah orang yang sama" balas Raka lagi.
"tentu beda Aku telah menjalani hidup lama, banyak hal yang telah aku lalui.. Aluna ketika SMA dan Aluna yang sekarang juga berbeda Raka.. setiap orang akan berubah karena keadaan" ucap Aluna dengan mata kosong.
"tanya kan pada hati mu jika hati mu menjawab Dira.. maka maaf Raka akan aku katakan Aku bukan Dira Aku Aluna.. Aluna yang juga berbeda dari orang yang kamu kenal ketika SMA"
Raka menghembus kan nafas nya kasar, sungguh dia tidak mengerti dengan cara berpikir Aluna, apa beda nya toh mereka adalah orang yang sama Dira atau Aluna buat Raka sama saja karena hanya nama itu yang mampu mengalihkan perhatian Raka.
"Raka.. Aku akan katakan juga pada mu ini.. seperti yang Aku katakan tadi Aluna yang sekarang tidak sama seperti yang dulu.. bagi ku sekarang cinta bukan lah tujuan ku Raka" ucap Aluna lirih.
"jadi lupakan.. lupakan Dira.. lupakan Aluna.. anggap kita tak pernah bertemu... aku sangat yakin Raka kamu akan mendapat kan wanita yang jauh lebih baik dari Aku" Aluna kembali menunduk menyembunyikan air mata nya yang telah jatuh.
"maaf Raka.. papa ku lebih membutuhkan semua waktu ku" lirih Aluna dalam hati.
"sudah.. kau sudah selesai berbicara" kini Raka duduk bersandar di kursi dengan tangan melipat di dada.
Aluna mengangguk pelan menjawab pertanyaan Raka.
"semua sikap mu membuat ku terusik dan aku tak suka saat aku sadar nama Dira mulai tergantikan dengan Aluna" sambung Raka
"Aku sudah terlanjur berjanji akan mencari Dira dan menjadikan nya pasangan hidup ku Aku benci pada diri ku sendiri yang dengan mudah menggantikan Dira dengan mu"
"Aku juga benci melihat mu melukai orang lain hanya untukku.. Aku benci karena Aku tahu kamu bukan gadis seperti itu.. tapi untuk ku kamu berubah Aluna.. dimata ku kamu berubah menjadi monster... dari sana Aku tak yakin kamu mencintai ku, bodoh nya Aku malah berpikir kamu hanya terobsesi pada ku... maafkan aku Aluna" Raka mengatakan sambil mengingat kenangan nya bersama Aluna dulu
hikss.. hikss isak tangis Aluna mulai terdengat tak bisa lagi dia tahan, sungguh ia menyesal pernah melukai teman-teman nya dulu.
"kau tahu betapa hancur nya aku saat tahu bahwa Dira dan aluna adalah orang yang sama.. Aku hancur Aluna semua perlakuan buruk ku semua kata-kata kasar ku berulang bagai kaset yang membuat ku rasanya ingin membentur kan kepala Agar aku bisa lupa" lanjut Raka lagi dengan mata yang sudah mulai berair.
semua orang mungkin akan heran Raka bisa begitu mudah mengeluarkan air mata nya, mengingat saat ia memimpin kata-kata nya sangat tegas dan berwibawa.
"terlebih kamu menghilang begitu saja.. tak ada kabar.. bagai hilang ditelan bumi.. itu membuat rasa bersalah ku makin menjadi" sambung Raka lagi
"bertahun-tahun aku kembali menunggu dan mencari hingga aku memutuskan menyerah.. tapi Tuhan ingin kita bersama Aluna.. lihat Aku menemukan mu"
__ADS_1
"tidak Raka.. tidak kita tidak bisa.. Aku sudah bukan Aluna yang dulu" potong Aluna cepat, ia harus menyelesaikan hubungan nya yang belum juga dimulai.
"kenapa tidak bisa.. karena papa mu benar" tanya Raka penuh selidik.
tepat.. tebakan Raka sangat tepat, hingga Aluna tak mampu menjawab nya.
"jadi karena papa mu.. karena keadaan mu.. apa seburuk itu aku dimata mu" tanya Raka sedih.
"tidak Raka bukan karena kamu.. bukan.. hikss.. hiksss"
"Lalu kenapa.. apa menurut mu aku tidak mampu berbagi beban dengan mu sampai kamu menolakku karena ini"
"aku mencintai mu bukan karena status mu yang dulu berada bukan karena papa mu yang sehat gagah dan berkedudukan bukan Aluna.. jika Aku mencintai mu karena itu maka sudah dari dulu aku menerima mu Aluna" kini Raka telah mengambil tangan Aluna dan digenggam nya dengan erat.
"hikss.. hikss Raka kita beda ka kita sudah beda.. Aku hanya akan menyusahkan mu nanti nya.. dan keluarga mu apa mereka akan menerima keadaan ku ka.. lalu orang-orang lain apa yang akan mereka katakan tentang kita" ucap Aluna mengeluarkan pendapat nya.
"kenapa harus dengarkan orang lain ini tentang kita Aluna.. lalu apa menurut mu keluarga ku adalah orang yang membeda-beda kan status hah" Raka mengatakan nya dengan nada kecewa, ia tidak habis pikir Aluna berpikir buruk tentang keluarganya.
"tidak.. aku.. hiks" Aluna berhenti tak menemukan alasan lagi.
"dengarkan aku Aluna.. Aku bisa membantu mu merawat papa.. biarkan aku menjadi bagian dari hidup mu Aluna" pinta Raka
"tidak Raka.. itu yang aku tidak mau dari mu" ucap Aluna pelan.
"papa adalah tanggung jawab ku Raka.. tolong aku tak mau nanti nya kamu menatap ku dengan rasa kasihan... Aku hiks"
tintong.. tingtong bunyi bel apartemen kembali terdengar untuk yang kedua kali nya.
"ck siapa lagi ini" Raka berucap dengan kesal karena acara nya diganggu.
langsung saja Raka beranjak membukakan pintu, "awas saja kalau sampai yang datang ini Alex, habis kau hari ini"
setelah pintu terbuka mata Raka melotot.. kenapa harus datang sekarang, diwaktu yang tidak tepat.
__ADS_1