Raluna

Raluna
Prahara Nasi Goreng


__ADS_3

Raka syok melihat nasi goreng di depan nya dengan tampilan yang ambur radul. berulang kali Raka menatap makanan lalu sebentar kemudian menatap Aluna dengan cengiran yang lebar.


"tenang ini mah cuman bentuk nya aja Rasa nya enak kok" ucap Aluna percaya diri.


dengan Ragu Raka mengambil sendok dan mencicipi nasi goreng buatan Aluna.


Lama sendok itu hanya berada di depan mulut Raka, rasanya ia menyesal meminta Aluna memasak, tau seperti ini Raka lebih baik memesan saja tadi..


melihat wajah Aluna yang melihat nya dengan tatapan penuh harap, membuat Raka mau tidak mau memasukkan sendok yang berisi nasi goreng dengan cepat ke mulut nya.


"gimana rasa nya enak kan" tanya Aluna dengan antusias.


glukk, susah sekali bagi Raka menelan nasi goreng ini "ehemmm" Raka hanya bisa membalas ucapan Aluna dengan itu sambil mengangguk kan kepala.


"tuh kan apa aku bilang, rasa nya pasti enak" Aluna sudah tersenyum bahagia, senang sekali rasanya ternyata ia punya bakat juga dalam memasak.


baru saja tangan Aluna ikut menyendok kan nasi goreng nya, tangan nya sudah di tangkap oleh Raka.


"jangan aku laper, kamu pesen makanan lain aja" ucap Raka cepat, ia sangat bahagia melihat Aluna tersenyum cerah karena pujian nya yang ambigu, kalau saja Aluna cicipi makanan nya Raka yakin bukan saja wajah nya yang cemberut tapi mode galak nya juga akan aktif kembali.


"ihh pelit amat, minggirin gak tangan nya aku mau coba masakan ku gimana rasanya" Aluna tetap kekeh ingin mencicipi masakan nya.


"Aku laper lun, nanti kalau kamu minta aku gak kenyang" balas Raka lagi.


"cuman satu sendok doang, ihh" ucap Aluna dengan mencubit punggung tangan Raka.


"awww" Raka repleks melepaskan tangan nya dari Aluna.


hap sendok itu sudah terlanjur masuk ke dalam mulut Aluna.


satu dua tiga "hueeekkk,... cuih... cuih" Aluna langsung mengambil air putih dan dengan cepat menandaskan nya.


sedangkan Raka bergidik ngeri melihat Aluna memuntahkan makanan nya.


Nafas Aluna naik turun, tatapan nya tajam melihat kearah Raka "kenapa bohong bilang makanan nya enak, ini mah gk enak asin banget" oceh Aluna pada Raka.


"kan tadi aku udah bilang biar aku aja yang makan salah siapa kamu maksa" elak Raka mencoba mengelak ia salah.

__ADS_1


"aku tanya kenapa bohong, kenapa malah jawab nya itu, lagian emang kamu mau habisin ini, gihh aku pengen liat kamu habisin" tantang Aluna pada Raka.


Raka tak menjawab ia langsung mengambil ponsel nya dan mengotak-atik sesuatu " kita pesen makanan saja " putus Raka, rasanya ia sendiri juga tak sanggup memasukkan sesendok pun ke dalam mulut nya lagi.


"heleh sok mau jadi romantis, ditantang gitu aja ciut kan" ejek Aluna.


"aku masih belum mau kena darah tinggi karena makan-makanan kamu"


"lagian ini salah kamu, dulu makanan yang kamu kasih ke aku enak-enak rasanya, kamu dulu bilang itu masakan kamu,,, jadi itu semua bohong" tanya Raka balik dengan penuh selidik


"mampus" ucap Aluna dalam hati.


ia berusaha menghindari tatapan Raka yang balik menatap nya tajam.


"ekhmm itu, aku ikut masak kok bantuin mba nya" jawab Aluna pelan membela diri.


"bantuin apa, potong sayur doang" tanya Raka kesal, ekspektasi nya adalah Aluna akan menghidangkan masakan enak seperti masakan yang dulu ia bawakan untuk nya.


"ia itu kan udah bantuin, repot banget sih kan aku dari awal udah bilang aku gak bisa masak terus siapa coba tadi yang paksa aku masak, jadi bukan salah aku" ujar Aluna masih membela diri nya sendiri.


"a.."


"siapkan piring yang lain, itu pasti makanan yang aku pesan" ucap Raka dan berlalu pergi membukakan pintu.


hanya sebentar Raka sudah kembali dengan tentengan kantong plastik di tangan nya.


"wahhh,,, kayak nya enak" ucap Aluna dengan tatapan berbinar melihat makanan yang disajikan Raka.


"makan.. setelah itu baru kita bicara" ujar Raka menyodorkan satu piring nasi goreng cumi pada Aluna.


"mana ada waktu lagi.. abis ini langsung anter aku kekantor, kita udah telat banget"


"kamu mah enak CEO gak masuk juga gak papa, lah Aku bisa-bisa kena damprat sama pak Karyo" lanjut Aluna tak setuju.


"kamu lupa kamu jalan sama CEO disana jadi untuk apa takut" ucap Raka dengan santai.


"ya gak bisa gitu dong,, pokok nya abis ini kita kekantor" tolak Aluna lagi.

__ADS_1


"tapi sayang nya aku sudah bilang pada divisi mu kalau hari ini Aluna tidak akan ada dikantor" balas Raka yang juga tak mau kalah.


"kok gitu, kenapa gak minta persetujuan aku dulu" kesal Aluna pada Raka yang mengambil keputusan sepihak.


"kan tadi bilang nya cuman sarapan, ini apa" sambung Aluna dengan kesal.


"udah gak usah marah-marah dulu, makan makanan nya baru marah" balas Raka menunjuk makanan Aluna yang belum disentuh sedikit pun.


"ya gak bisa gitu dong, aku pokok nya mau langsung kekantor, kalau kamu gak mau nganter ya udah aku pergi sendiri naik ojek online"


sedangkan Raka kali ini tak menjawab ia fokus memakan makanan nya dengan lahap, rupanya Raka benar-benar kelaparan.


"Raka ihh denger gak sih" kesal Aluna yang tak mendapat balasan dari Raka.


"khemm" sahut Raka masih tak menghentikan makan nya.


merasa tak mendapat respon akhir nya Aluna mengalah dengan ikut menyantap makanan nya, kapan lagi ia bisa makan gratis nasi goreng ini, baru sesendok makanan masuk kedalam mulut Aluna, seketika sekelebat bayangan papa nya dirumah membuat Aluna berhenti mengunyah.


"papa dirumah cuman aku beliin sayur bening sama tempe, sedangkan aku disini makan enak" bisik Aluna dalam hati.


Rasa nya makanan enak itu terasa susah masuk kerongkongan nya.


Raka yang melihat Aluna berubah menjadi tak berselera makan merasa heran, perasaan nya ia sudah membeli makanan enak langganan nya.


"kenapa gak suka sama makanan nya" tanya Raka heran.


"enggk aku udah kenyang" balas Aluna yang langsung meminum Air putih.


"sayang kalau gak dimakan, abisin aja" titah Raka, karena rasanya Aluna berbohong, tadi ia seperti orang kelaparan melihat makanan ini mata nya berbinar, bagaimana mungkin ia bilang sudah keyang.


dari kemarin ia makan-makanan enak dibelikan Raka, sejenak ia lupa pada papa nya dirumah, rasanya Aluna ingin menangis sekarang.


baru dua hari bertemu Raka ia bisa merasakan lagi makan-makanan yang dulu dengan mudah ia beli, ia bahagia tentu sudah lama ia tak merasakan nya, tapi rupanya ia terlena hingga lupa dengan makanan papa nya dirumah.


"tidak Aluna ini tidak benar, hidup mu bukan lagi seperti dulu Aluna" ucap Aluna berdialog sendiri dalam hati.


"heii kenapa melamun" Raka menjentikkan jari nya didepan Aluna.

__ADS_1


Lama Aluna memandang Raka, dengan hembusan nafas yang panjang akhrinya Aluna sudah mengambil keputusan


"Raka.... Aku.."


__ADS_2