Raluna

Raluna
Dira Ku


__ADS_3

..."Kamu yang selama ini ku cari, Aku bahagia sekaligus terluka"...


Aku berbaring di rerumputan taman sekolah memandang langit dan mencerna apa yang terjadi pada diri ku sendiri.


Mencoba mencari kebenaran benar kah Dira sudah tak menempati tahta dihati ku, Apa kah mungkin Aluna telah mampu mengganti kan posisi nya.


Ku pejam kan mata ku, sekilas Bayangan saat Aluna tertawa, saat dia dengan semangat menghampiri diriku saat tatapan terluka karena sikap ku, semuanya berputar dalam otak ku.


Ahh aku ingat bahwa Aluna memfollow akun instagram ku walau sampai sekarang belum aku konfirmasi, semoga aku bisa mendapat kan petunjuk dari sana.


Langsung saja aku berselancar di ponsel, terakhir Aluna memposting foto adalah hari saat aku mengantar kan nya pulang, ia memposting punggung ku saat mengemudikan motor untuk pulang "Terimakasih Aku bahagia hari ini, bahwa alam mendukung kita untuk bersama" kalimat yang tampak nya ia sangat bahagia bisa bersama dengan ku.


Terus saja aku melihat semua foto yang sebelum nya ia posting, sangat banyak aku baru tau bahwa ia sangat aktif bermain sosial media, pengikut nya pun sangat banyak dan setelah aku periksa rata-rata adalah kaum adam.


Kebanyakan foto yang di posting adalah siluet dan foto bersama ke dua teman nya, sedikit kerinduan ku tentang nya terobati melihat foto nya yang tertawa dengan lepas, Tunggu, aku rindu?? bagaimana mungkin, apakah itu berarti... Ahh sudah lah aku pusing memikir kan nya.


Ada satu foto yang berbeda terselip diantara yang lain nya, itu foto Aluna bersama kedua orang tua nya dengan caption "My everithing terimakasih mamah & papah" tapi sepertinya foto itu di ambil bukan ketika ia berada di bangku SMA.


Ku pandangi foto itu, kenapa sepertinya aku mengenal dua orang ini, lama ku pandangi berusaha mengingat sekira nya bertemu dimana aku dengan mereka.


Seketika tubub ku menegang, ini tidak mungkin, mereka tidak mungkin orang tua Aluna.


Aku langsung bangkit dari tidur ku dan melangkah kan kaki ku dengan cepat, untung lah saat ini kelas itu tak ada guru sehingga aku bebas untuk masuk ke dalam nya.


"Keysa.. apa nama kepanjangan Aluna" tanya ku cepat.


"Apaan sih lo gaje banget tiba-tiba nanya nama lengkap nya Aluna" keysa menjawab dengan tetap bercermin menambahkan lip los di bibir nya.


"Bel.. lo tau kan nama panjang nya Aluna" Raka beralih bertanya pada Bella yang tampak nya lebih bisa di ajak berbicara.


" Emm putri Aluna D" jawab Bella yakin.

__ADS_1


"D, Apa kepanjangan dari D" tanya Raka tak sabaran.


"Apa ya aku kupa soalnya Aluna kalau nulis nama cuman gitu di lapor nya juga cuman D" sahut bella.


"Ayo lah bel coba diinget-inget lagi lo kan temen nya masak gak tau" kata Raka memaksa.


Sedangkan keysa tampak tak perduli ia tetap saja melanjut kan kegiatan nya sambil bersenandung kecil.


"Du duddudu duduuuu" senandung keysa dengan nada sumbang.


"Aluna pernah ngomong kepanjangan nama nya ka, bentar aku inget-inget dulu" jawab Bella sambil memejamkan mata dengan gestur orang yang sedang berpikir.


"Hmmm hmmm hmm hmmm" keysa terus saja bersenandung seperti sengaja membuat Bella terusik.


"Key diem dulu aku lagi mikir" kesal bella dengan memukul pelan lengan keysa.


Sedangkan keysa hanya cuek tak perduli, membuat Raka geram, ingin sekali rasanya Raka menyumpal mulut keysa.


"Aaaaa Rakaa.." teriak bella, Raka yang diteriaki nama nya sudah menegang siap mendengarkan.


Bahu Raka menurun menandakan ia kecewa, Raka seperti di berikan harapan lalu di hempaskan begitu saja oleh Bella.


"Dirandra.." itu suara keysa yang menyahut.


"Putri Aluna Dirandra" Lanjut keysa dengan tatapan tajam mengarah ke Raka


"Dirandra.. Dirandra.. Dira" ucap Raka dengan nada tak percaya.


"Dira..Dira" berulang ulang Raka mengucap kan kata Dira hingga membuat keysa dan Bella keheranan.


"kenapa tuh orang.. kesambet lagi apa dia bel" bisik keysa, yang heran melihat tingkah aneh Raka.

__ADS_1


"Kalau kamu tanya aku terus aku tanya diapa key" ucap Bella dengan wajah bingung dan mata yang berkedip cepat.


"Eehhhhhh bodo amat bel bodo" ucap keysa sambil sambil meremas udara dengan kedua tangan nya.


Sedang kan Raka dia bersandar pada meja di belakang nya rasa nya lutut nya tak bertenaga untuk berdiri tegak, gadis yang selama ini ia cari adalah gadis yang ia tolak mentah-mntah kehadiran nya.


"Aku janji aku pasti akan mengenali dirimu nanti"


Rupa nya janji masa kecil Raka tak dapat ia tepati, ia tak bisa mengenali mata teduh yang dulu ia puja mata Aluna yang sekarang berbeda, kemana pergi nya mata teduh dan selalu berbinar yang dulu mampu membuat Raka kecil terpesona, itu yang membuat Raka tak mengenali Dira nya


Apa yang terjadi dengan Dira nya, mengapa sifat nya sungguh berbeda.


"Ka. Raka.. hello" Keysa melambai-lambaikan tangan nya untuk menyadar kan Raka dari lamunan nya.


dan ternyata berhasil tatapan Raka beralih pada keysa.


"Mending lo balik ke kelas atau kemana terserah lo, bentar lagi guru bahasa mau masuk, lo gak mau jadi patung disini kan" usir keysa pada Raka, meskipun sesungguh nya keysa bingung ada apa dengan Raka hari ini, tiba-tiba menanyakan dimana Aluna, sekarang menanyalan nama panjang nya, lalu seperti orang linglung begini.


Raka pergi dengan langkah yang begitu lemah, ia pergi kebelakang sekolah dan lang sunh menangis disana "Dira maaf... maafin aku dira" ucap Raka sambil duduk meremas rambut nya sendiri.


"Please jangan hukum aku kayak gini Dir" racau Raka penuh dengan penyesalan.


Andai dia tau bahwa Aluna adalah Dira ia tak, akan memperlakukan Aluna dengan buruk, janji nya untuk melindungi ia ingkari dengan menyakiti hati gadis itu terlalu dalam.


"Kamu dimana Lun,, please balik izinin aku minta maaf sama kamu Lun, izinin Aku penuhi janji ku Lun" Raka seperti orang gila berbicara sendiri lalu menangis.


Raka begitu terpukul gadis yang ia cintai adalah sama dengan gadis yang ia sakiti hati nya,, mengapa takdir mempermain kan dirinya begitu kejam, dengan membuat nya menunggu terlalu lama dan dengan kejam nya memberikan rasa penyesalan yang begitu dalam.


"Murahan, monster, tak punya harga diri" bayangan saat Raka mengucap kan hinaan kepada Aluna berputar seperti film.


Entah harus melakukan apa agar Raka nanti mendapat kan pengampunan dari Aluna.

__ADS_1


"kamu dimana Lun, kenapa disaat Aku udah tau kalau kamu Dira kamu malah menghilang"


Sesal memang datang di akhir, tapi bukan kan setiap manusia mendapat kan kesempatan untuk merubah nya?.


__ADS_2