Realita Hidup

Realita Hidup
prolog


__ADS_3

Bastian Hermawan Kyell adalah seorang pengusaha yang sukses di bidang properti dan perhotelan serta memiliki berbagai cabang di seluruh Indonesia dan berbagai negara lainnya saat ini usianya 32 tahun . memiliki banyak usaha yang sukses tentunya Bastian ingin memiliki keturunan yang akan mewarisi setiap usahanya kelak dan diapun menginginkan seorang anak laki laki yang akan mewarisi dan menjalankan usahanya kelak, tetapi kenyataan tidak sesuai dengan harapan yang di inginkan.


Celina Hermawan Kyell adalah istri dari Bastian Hermawan Kyell yang merupakan blasteran indo-Jerman . Celina melahirkan seorang putri yang cantik bernama Vania Hermawan Kyell. hal ini membuat Bastian sedikit kecewa karena ia tidak mendapatkan anak laki laki yang dia harapkan, walaupun begitu ia tetap menyayangi anak tersebut karena ini merupakan anak pertama mereka dan berharap bisa memiliki keturunan laki laki di kehamilan selanjutnya.


pada suatu hari Bastian melakukan perjalanan bisnis ke sebuah daerah yang berada di luar kota yang cukup jauh dari ibu kota yang membuatnya harus menginap beberapa hari . di daerah inilah Bastian bertemu dengan mantan kekasih yang merupakan cinta pertamanya dulu. wanita itu bernama Dinda , dia adalah teman semasa sekolah Bastian dulu sebelum pindah ke ibu kota .


Dinda merupakan anak dari sopir orang tua Bastian dulu. dan karena mereka sering bertemu maka timbullah benih benih cinta diantara mereka. pertemuan mereka tentu sangat mengekutkan bagi keduanya terutama Dinda yang masih menyimpan rasa kepada Bastian yang merupakan cinta pertamanya. mereka sering bertemu di salah satu restoran yang dimiliki oleh Bastian banyak hal yang mereka bicarakan terutama tentang masa lalu mereka. hal ini membuat Bastian lupa untuk pulang ke ibu kota.


" Tian sampai kapan kamu tinggal di sini " tanya Dinda


" sampai proyek ku selesai aku akan kembali ke ibu kota "


"apa kamu sudah menikah" tanya Dinda lagi


Bastian hanya diam dan ragu untuk berbicara


" orang sukses seperti kamu mana mungkin belum menikah"


Bastian tersenyum dan berkata


" aku masih sendiri dan belum mendapatkan wanita yang cocok untuk ku "


"benarkah , kamu pasti bohong" sambil tersenyum dengan manis karena Dinda memang manis dan cantik banyak lelaki yang menginginkan dirinya namun selalu dia tolak


"aku tidak berbohong Dinda" .


tidak terasa sudah hampir 2 bulan Bastian berada di daerah itu dan hubungan nya dengan dinda pun semakin akrab dan berubah menjadi hubungan yang tidak semestinya terjadi.


suatu hari mereka akan pergi makan malam di sebuah restoran yang sudah di persiapkan oleh Bastian .malam itu adalah malam yang akan menjadi saksi penyatuan cinta mereka


" Dinda kamu sudah siap"


" iya aku sudah siap "

__ADS_1


Dinda keluar dari rumah dengan menggunakan dres selutut dengan lengan sesiku warna pastel serta ia sedikit memules wajahnya dengan make up tipis dan ia terlihat sangat cantik sehingga membuat Bastian terpana melihat nya


" cantik sekali " batin Bastian


Bastian masih terpaku memandangi Dinda dan itu membuat Dinda menjadi salah tingkah


" Tian , ada yang salah dengan dandanan ku"


Bastian mulai tersadar dari lamunannya


" ah tidak ,aku terpana melihat kecantikanmu malam ini"


Dinda pun merasa malu dan tersipu atas pujian yang di berikan Bastian .


Bastian membukakan pintu untuk Dinda ,setelah Dinda masuk Bastian pun ikut masuk dan segera menuju ke tempat makan malam yang telah ia siapkan. sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang cukup terkenal di daerah itu


makan malam pun berjalan dengan santai dan penuh keromantisan


"setelah ini kamu mau jalan jalan Dinda"


" kemana saja asal dengan mu "


Dinda kembali tersipu , hal ini membuat Bastian semakin gemas melihat tingkah Dinda yang malu malu


"oh ya aku pernah melihat ada tempat untuk berjalan jalan di sekitar sini "


"oke kita kesana saja"


mereka pun akhirnya menuju ke tempat tersebut . sesampainya di tempat itu baru beberapa langkah mereka berjalan dan hujan pun turun mengguyur tubuh mereka sehingga baju yang mereka kenakan pun basah karena hujan yang lebat tiba-tiba mengguyur daerah itu . mereka pun memutuskan kembali ke dalam mobil dan segera pulang. namun hujan yang turun begitu lebat sehingga membuat pandangan terhalang oleh deras nya hujan yang membuat Bastian tidak bisa melajukan mobil nya dengan cepat dan iapun memutuskan untuk berhenti sejenak.


cukup lama mereka berada di dalam mobil untuk menunggu hujan reda . suasana menjadi sunyi . Bastian melirik Dinda sejenak dan tanpa sengaja melihat p*ha mulus Dinda yang kelihatan menggoda akibat terkena air hujan karena saat ini ia menggunakan baju yang terbilang pendek dan hanya sampai selutut saja.


" sial kenapa ga***hku tiba tiba muncul saat seperti ini " batin Bastian

__ADS_1


sesuatu di dalam celana nya mulai berdiri dan dia pun mulai tidak nyaman dengan duduknya


" gerah sekali disini "


" hah gerah ..aku merasa kedinginan " kata Dinda sambil mendekap tubuhnya sendiri


" kamu kedinginan" tanya Bastian


" iya aku kedinginan " jawab Dinda


pikiran me**m Bastian pun muncul


" sini mendekatlah padaku aku akan menghangatkan mu"


"caranya " tanya Dinda dengan polosnya


Bastian kembali tersenyum licik


" mendekatlah padaku"


dengan ragu Dinda pun mendekat dan......


greeerppppppp


Bastian memeluk Dinda tanpa aba-aba hai ini membuat Dinda terkejut dan detak jantungnya pun tidak beraturan


.


.


.


**Bersambung...

__ADS_1


Re²**


__ADS_2