Realita Hidup

Realita Hidup
28


__ADS_3

**Hallo aku up lagi nih hehee


udah pada nungguin ya kelanjutan ceritanya. di iyakan aja ya supaya aku tetap semangat walaupun kenyataan nya nggk kaya gitu sih yang nge like cerita aku ini paling cuman 10 orang aja itu tanda nya cuman segitu kali ya yang baca, tapi tetep bersyukur kok masih ada yang baca dan suka cerita ini .


aku ucapkan terima kasih kepada yang nge like dan terus membaca cerita ku ini yaa readers . semoga nggk bosan untuk terus ngasih jempol nya dan jalan ceritanya yang nggk seperti novel yang lain ini.


bagi yang suka cerita romantis pasti nggk terlalu suka dengan cerita ini , karena di novel ini bisa dikatakan ceritanya seputar keluarga aku lihat kebanyakan readers sukanya cerita romantis yang bikin baper gimana gitu yaa mungkin nanti ada sih di selipkan sedikit cerita kisah cinta saat mereka sudah besar, tapi nggk janji juga aku nya heheee


udah ah curhat nya nanti para readers ngantuk kalo aku banyak bicara ..ya udah kita otewe aja langsung kelanjutan cerita ini** ...


...


ketiga anak itu serentak menoleh kearah sumber suara yang berasal dari arah belakang mereka.


"kak Vani mereka ingin mengambil kupu-kupu ku" adu Alika kepada sang kakak


yah yang datang itu adalah Vania dan yang mengambil botol kupu-kupu dari tangan Re tadi adalah Alika . kakak beradik dari keluarga Hermawan yang juga berlibur di pantai itu


oh my God apakah Bastian dan Dinda


akan bertemu batin readers menduga-duga hehee


mereka saling menatap sengit di sana dengan ekspresi wajah datar masing-masing terutama Re yang wajahnya datar sedari dulu ditambah lagi ia mendengar tuduhan dari Alika yang tidak benar itu


" untuk apa kalian mengambil barang milik orang lain " tanya Vania


" kami hanya ingin melepaskan bukan mengambil " jawab Kay cepat


" kenapa kau melakukan itu , barang itu milik orang lain "


" kak Re menemukan botol itu di semak-semak sana jadi kami tidak tau jika itu milik dia " tunjuk Kay kepada Alika


" dan juga kasihan sekali kupu-kupu itu mati terkurung di botol itu " lanjut Kay


" ini barang milikku terserah aku dong mau diapakan kau jangan ikut campur urusan orang lain" celetuk Alika nyolot kearah Kay


" kau jahat sekali mengurung binatang itu" jawab Kay tak kalah nyolot


" jahat ..kau jangan menuduh orang sembarangan yah" jawab Alika lagi


Vania dan Re hanya menyaksikan adu mulut kedua bocah itu sesekali mereka juga saling menatap tajam satu sama lain. kakak kakak itu hanya bisa mengawasi dan mendengarkan adu mulut antara Alika dan Kayla yang semakin memanas


" memang benarkan kau menyiksa mereka sampai mati , lihatlah kupu-kupu itu " tunjuk Kay kepada botol yang di pegang Alika


" mereka mati karena habis umur" jawab Alika melotot kearah Kay


" iya dan penyebabnya adalah kamu..jahat" jawab Kay tak mau kalah


sepertinya perdebatan itu akan terus berlanjut jika tidak di hentikan , kedua bocah itu terus saling menyahut seperti burung saja akan tetapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karena tidak ada celah untuk menghentikan perdebatan itu .


" kau.." jawab Alika mengepalkan tangan nya dan melangkah maju ingin menghampiri Kay


namun pergerakan Alika di cegah oleh kakak nya dengan menangkap tubuhnya, di pihak sebelah juga demikian . Re menghalangi tubuh Kay pertanda ia sedang melindungi adik nya itu.


" kau jangan bersembunyi hadapi aku" teriak Alika


" siapa yang bersembunyi .. kau maju sini" teriak Kay tak kalah nyaring


"hentikan"


"stop"

__ADS_1


teriak Vania dan Re bersamaan


para pengunjung yang cukup dekat dengan mereka merasa kebingungan dengan ke empat anak itu yang tiba-tiba terdengar berteriak namun mereka tidak menggubris mereka pikir anak-anak itu hanya sedang bermain seperti anak-anak yang lain.


suasana sejenak hening angin berhembus sepoi-sepoi, debur ombak terdengar merdu, riuh tawa dari anak-anak lain terdengar samar karena mereka saat ini berada di tepian pantai yang cukup jauh dan orang jarang berada di sekitaran mereka saat ini berada.


" Alika stop" perintah Vania kepada sang adik


" kak Vani dia menghinaku" keluh Alika kepada kakaknya


" kak Re dia memfitnah Kay" adu Kayla juga kepada kakaknya


" Kay hentikan ocehanmu" jawab Re dingin dengan terus menatap datar kearah depan


" kau harus beritahu adikmu jangan berkata kasar seperti itu " ucap Vania kepada Re


" beritahu juga adikmu jangan menuduh orang sembarangan " jawab re datar dengan wajah khasnya


" dan jangan mengambil barang orang lain " lanjut Vania sinis


" jangan menaruh barang sembarangan" jawab re tak kalah datar dari yang tadi


wah sekarang giliran para kakak yang adu mulut . batin readers lagi


Re menyudahi perdebatan itu lalu menarik adiknya dari sana meninggalkan tempat itu tanpa permisi . bertepatan dengan perginya Re dan Kay Bastian datang ke tempat itu juga


" kalian kenapa lama sekali , apa terjadi sesuatu" tanya Bastian yang baru datang sekilas ia menatap punggung 2 anak kecil yang berjalan menjauh membelakanginya


" tidak ada kok pah "


Vania melotot memberikan kode kepada Alika agar tidak memberitahu hal tadi kepada sang ayah karena ia yakin Alika pasti akan mengadu nantinya . beruntung Alika menurut kepada sang kakak


" iya ayo pah pulang" ajak Alika


...


tebakan readers salah nih jika ada yang ngira Bastian dan Dinda akan ketemu..belum waktunya yah mereka ketemu . biar kayak sinetron dulu aja klo pengen ketemu banyak rintangan nya dulu hehee.


...


" dia jahat sekali kepada kupu-kupu itu , mereka mati terkurung di botol dan ia tidak perduli malah ia menuduh ku mencuri barang miliknya . kakak nya itu juga sama membiarkan adiknya berbuat seperti itu, kenapa ia begitu manja dan menyebalkan" gerutu Kayla sepanjang jalan sepertinya gadis kecil nan juga manja ini masih kesal dengan kejadian tadi


Re menghentikan langkahnya mendengar ocehan adiknya itu tanpa henti sedari tadi dan otomatis Kay juga terhenti langkahnya karena Re berjalan lebih dulu menarik tangan adiknya yang cerewet itu . ia sangat heran kenapa Kayla bisa se cerewet itu bahkan sangat manja kepada dirinya.


" kau bilang ia manja" tanya re


" emmmch" di angguki oleh Kay dengan pasti


" dia menyebalkan" tanya re lagi


" iya dia sangat me.. Nye.. bal.. kan kak" jawab Kay penuh penekanan


" sekarang kau tau rasanya kan " tanya re lagi


Kay mulai bingung dengan pertanyaan re


" maksud kakak ,rasa apa " tanya Kay bingung


re tidak mau memperpanjang pembicaraan itu ia memilih untuk diam dan kembali melanjutkan jalan mereka . Kay tentu saja masih bingung dengan pertanyaan ambigu kakaknya itu namun dengan adanya pertanyaan itu membuat kay berhenti mengoceh sepertinya adiknya itu masih memikirkan apa maksud dari kakaknya tadi itu


akhirnya mereka sampai ke pondok tempat ibu mereka duduk bersantai terlihat kedua ibu itu menyiapkan beberapa buah serta makanan ringan yang mereka bawa untuk di makan

__ADS_1


" kalian dari mana saja , tadi mami hampir saja melapor ke pos keamanan untuk mencari kalian" keluh Riana kepada dua bocah yang baru datang itu


" kami sudah kembali mami" jawab Kay tak bersemangat


namun semangatnya kembali lagi setelah ia melihat Dinda yang memotong apel kesukaannya ia mendekati Dinda yang sedari tadi sibuk mengupas buah buahan.


" Tante boleh kay minta apel nya " tanya Kayla dengan antusiasnya


" tentu saja ambil saja sesukamu " jawab Dinda dengan tersenyum


" makasih Tante cantik" puji Kay kepada Dinda


Re mendudukkan dirinya di dekat keranjang buah yang mereka bawa mata tajam nya terlihat mencari cari sesuatu di keranjang itu terdengar sedikit helaan nafas dari mulutnya pertanda kecewa. sepertinya yang ia cari tidak ada di keranjang itu pergerakan Re tak lepas dari pengawasan Dinda saat ini


" sayang kau mau buah" tanya Dinda kepada re


" tidak " jawab re tanpa menoleh


" kau yakin tidak mau ini" tanya Dinda lagi


" aku tidak suka apel" jawab


" ini jeruk sayang kesukaan mu "


mendengar jeruk Re langsung menoleh terlihat jelas dimatanya kalau re sangat menyukai buah yang rasanya asam manis ini


" sini mendekatlah " panggil Dinda dengan lembut


re tentu tidak menolak jika menyangkut buah kesukaan nya itu ia dengan ragu mendekati ibunya


" ini makanlah mama udah mengupasnya" tangan Dinda terulur menyerahkan satu jeruk yang sudah ia kupas tadi sebelum memotong apel dan buah-buah yang lain


re menyambut jeruk itu lalu memakannya dengan lahap karena rasa jeruk nya sangat manis sehingga tidak butuh waktu lama jeruk itupun habis ia makan .


" kau mau lagi ...aaaaa" dinda ingin memberikan re jeruk lagi namun sekaligus juga ingin menyuapi anaknya itu


" aku bisa sendiri"


" ayo buka mulut kamu sekali saja" pinta Dinda kepada anaknya itu


Re dengan canggung membuka mulutnya dan Dinda berhasil menyuapi putrinya itu dengan senyum yang merekah . wanita itu ingin lebih dekat lagi dengan anak nya ia ingin membangun suatu hubungan yang baik ia akan berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka yang selama ini kurang baik itu


" kay juga pengen di suapin Tante " pinta Kay juga karena sedari tadi ia menyaksikan adegan itu dan ingin juga untuk di suapi


" iya Tante suapin ..aaaa"


tidak berapa lama Riana datang setelah tadi menerima telepon entah dari siapa.


"anak-anak , sepertinya besok kita harus pulang " kata Riana lesu


.


.


.


.


.


***Bersambung . . .

__ADS_1


RE²***


__ADS_2