
pagi ini cuaca begitu cerah menghiasi langit kota A . hari ini adalah hari minggu itu berarti hari libur bagi setiap kalangan .
keluarga Bastian bersiap-siap untuk pergi ke wisata selanjutnya yaitu pantai yang tidak terlalu jauh dari vila tempat mereka menginap ini adalah hari ketiga mereka berlibur di kota itu.
di wisata kali ini Vania yang terlihat antusias gadis yang menginjak usia remaja itu sebentar lagi akan memasuki sekolah menengah pertama, Vania sangat menyukai pantai berbeda dengan Alika yang lebih menyukai Alam seperti kemaren ke wisata taman bunga. seperti hal nya saat ini si bungsu itu hanya memegangi botol penuh kupu-kupu yang ditangkapnya kemaren .
dalam perjalanan menuju pantai Alika tidak se cerewet kemaren saat menuju taman bunga ia hanya sesekali menyahut saat di ajak bicara , entah apa yang merasuki anak kecil itu hari ini .
" kenapa kau tidak cerewet hari ini " goda Vania kepada adiknya
Bastian dan celine melirik dari kaca sepion depan dan mengerti dari maksud pertanyaan Vania itu
mereka pergi dengan menggunakan mobil yang mereka sewa dan Bastian yang menyetir karena memang jaraknya cukup dekat dengan vila tempat keluarga itu menginap.
" papa kenapa kita ke pantai sih " tanya Alika kepada Bastian tanpa menjawab pertanyaan kakak nya
" ini mau kakak kamu sayang" jawab Bastian dengan tetap fokus menyetir
Alika memberenggut menoleh kearah samping menatap kakak nya yang menjulurkan lidah kearah nya tanda mengejek
" kau tidak usah main air nanti disana" suruh Vania kepada adiknya
" terus main apa"
"main pasir saja dengan kupu-kupu mu itu"
" pasti membosankan" keluh Alika
" lalu bagaimana lagi kau tidak berani main air" ejek Vania lagi
Alika tidak menjawab lagi ia hanya manyun sepanjang perjalanan
dulu saat usia Alika 5 tahun mereka berlibur ke pantai , awalnya Alika suka dengan pantai tetapi ada suatu kejadian yang membuatnya takut bermain di pantai.Saat itu ia hampir hanyut terbawa ombak beruntung Bastian cepat menolong anaknya sehingga ia bisa selamat . hingga sekarang membuat Alika tidak lagi menyukai pantai seperti kakak nya
akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju setelah beberapa saat berlalu benar saja Alika hanya bermain di tepi dekat dengan pondok tempat berteduh sementara Vania dengan girang nya bermain air bersama Bastian dan Celine mengawasii Alika di pondok itu . wanita itu sepertinya juga tidak terlalu suka dengan pantai.
...
di kediaman Dinda
hari ini mereka juga ingin pergi piknik, terutama Riana yang antusias ingin berjalan jalan di kota itu .
" mau kemana kita hari ini " tanya Dinda kepada yang lain
" Kay mau bermain pasir tante " jawab Kay antusias kepada Dinda
" berarti kita ke pantai dong , bagaimana Riana" tanya Dinda kepada ibu satu itu yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya
" pantai panas sekali sayang sebaiknya kita ke wisata lain saja" jawab Riana yang sudah selesai dengan ponsel nya
" lalu kemana lagi selain pantai " kembali Dinda bertanya
" mami Kay ingin bermain pasir" pinta Kay yang terus merengek dan tetap kekeh ingin ke pantai
" sayang nanti kulit kamu terbakar dan hitam jika bermain panas-panasan " jelas Riana yang sedikit menakuti Kay hal itu sedikit membuat Kayla diam
Re hanya mendengarkan percakapan mereka sambil meminum susu coklat kotak kesukaan nya dengan santai .
" kalau kamu sayang mau kemana" tanya Dinda kepada Re
__ADS_1
" Aku nggk ikut" jawab Re santai menyedot susu kotaknya yang tinggal setengah itu
Kay dan Riana menoleh kearah anak santuy itu dengan kening yang berkerut.
" kenapa kakak tidak ikut " tanya Kay di angguki oleh kedua ibu yang ada disana pertanda mereka juga ingin tau
Sluuurrpp . . . sluuuurrrp . . . slurrrrpp. . .
terdengar bunyi dari kotak susu yang di minum oleh Re pertanda susu itu sudah habis .
kedua wanita dan anak kecil yang ada disana masih setia menunggu jawaban dari anak kecil santuy itu
" memang kenapa jika aku tidak ikut" tanya re balik kepada mereka
" sayang kalau kamu dirumah sendirian mama tidak akan tenang perginya" jawab Dinda
" kalau kamu sendirian dirumah siapa yang mengurus kamu " jawab Riana
" Kay bermain dengan siapa kalau kak Re nggk ikut " jawab kayla
mereka menjawab secara bergantian pertanyaan dari Re itu .
" aku sudah biasa sendirian dan tidak pernah bermain denganmu" jawab re mewakili jawaban pertanyaan dari mereka sambil menunjuk kearah kayla
Kayla mencoba membujuk kakak nya agar mau ikut dengan mendekat kearah Re
" kak ayo dong kita pergi , apa kakak tidak bosan dirumah terus" bujuk Kayla
" iya Re, kamu harus mencoba pergi ketempat ramai melihat dunia luar " bujuk Riana juga
Re memicing kan matanya mendengar penuturan dari Tante nya itu
" memang aku terkurung di gua sehingga harus keluar Tante" jawab re cuek
Dinda terkikik melihat usaha membujuk Riana yang tidak berhasil dan terkesan nyeleneh itu
" ehemm sayang jika kamu tidak ikut mama juga tidak akan pergi"
" mama tidak usah khawatir pergi saja" jawab re sedikit perduli
" tujuan mama nyuruh kamu kesini untuk menghabiskan waktu bersama kamu sayang jika kamu tidak pergi bersama mama akan sia-sia dong usaha mama" jelas Dinda
" Kayla juga nggk pergi"
" Tante juga"
Re menghembuskan nafas kasar nya dengan kesal melihat ekspresi wajah mereka yang di buat-buat sedih terutama Kayla dan Tante bar-bar nya itu tapi tidak dengan ibunya yang memang terlihat sedih
" baiklah " jawab re lirih
"yeeeeeeeyy" teriak Kayla kegirangan
"kemana perginya wajah sedih tadi ,sungguh mengesalkan sekali" batin re menggerutu
" tapi kemana kita akan pergi" tanya Dinda untuk yang ketiga kalinya
" ke pantai saja" jawab re
" yey yeee... Yee Yee " sorak Kayla yang begitu kegirangan
__ADS_1
" ayo kita bersiap karena perjalanan cukup jauh" ajak Dinda
Let's go . . .
akhirnya perdebatan yang panjang itu berakhir dengan keputusan pergi ke pantai sesuai dengan keinginan anak-anak. mereka pergi dengan menggunakan mobil milik Dinda yang ia beli dari hasil usahanya yang sukses selama dua tahun ini . karena perjalanan cukup jauh maka Riana dan Dinda bergantian mengemudikan mobil itu.
setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai di lokasi pantai yang dipadati pengunjung , ini adalah hari libur jadi wajar saja banyak pengunjung yang datang ke pantai itu . mereka cukup kesulitan mencari tempat duduk untuk beristirahat namun tidak berapa lama akhirnya ada tempat yang kosong di salah satu pondok yang ada disana dan mereka segera menempatinya agar tidak keduluan orang lain.
" hah akhirnya bisa duduk santai juga" keluh Riana sambil selunjuran meluruskan kakinya yang pegal
" iya capek banget , banyak sekali wisatawan yang datang kesini" jawab Dinda ikut membenarkan
" inikan libur sekolah juga Din"
" iya kau benar Na"
Kayla sangat sibuk bermain pasir semenjak ia datang di pantai itu , Re bertugas untuk mengawasi adiknya yang sangat menyukai bermain pasir .
Re sangat bosan jika hanya menunggui Kay saja ia berjalan jalan tak jauh dari kawasan adiknya bermain dan ia cukup tertarik untuk memperhatikan seekor kepiting yang berjalan di sekitaran tempatnya berdiri . namun kepiting itu menyadari kehadiran makhluk lain di sekitarnya sehingga ia kembali ke lubang nya dengan cepat. re yang mengikuti nya pun tidak bisa berbuat apa apa padahal ia hanya ingin melihat saja bukan mengganggu binatang itu.
pandangan nya tertuju ke sebuah botol yang penuh kupu - kupu di sekitar semak-semak yang ada di tepi pantai itu. ia mengambil botol itu dan mengangkat nya
" kak apa itu ...waaah banyak kupu-kupu" kagum Kayla
" kasihan sekali mereka terkurung disini "
" emmmch" dibalas deheman oleh Re
" kak lepaskan mereka " pinta Kayla kepada kakak nya karena memang terlihat ada beberapa kupu-kupu yang sudah mati didalam botol kaca transparan itu
re mulai ingin membuka penutup botol itu namun pergerakan nya terhenti saat mendengar suara seseorang dari arah samping mereka
" jangan sentuh barang punyaku" ucap anak itu sambil merampas botol penuh kupu-kupu itu dari tangan Re
" hey kau tidak kasihan melihat mereka yang terkurung disitu" sarkas Kayla kepada anak itu
" itu bukan urusan mu" jawab anak itu ketus ia tidak suka barang miliknya disentuh orang asing
" aku tidak suka melihat hewan di siksa seperti itu" jawab Kay lagi
" kau bisa pergi jika tidak suka" jawab anak itu sinis
sepertinya mereka seumuran terlihat dari tinggi badan serta tutur bicara mereka yang hampir sama itu.
" kak re " panggil Kay kepada kakak nya yang sedari tadi hanya diam
" dek ada apa "
terdengar suara lagi dari belakang dan menghampiri anak kecil itu
.
.
.
.
.
__ADS_1
**Bersambung...
RE²**