
di dalam kamar Bastian kembali membuka isi pesan yang diterimanya tadi dengan tidak sabar pasalnya kabar itu telah lama iya tunggu-tunggu selama ini. dengan penuh ketelitian ia membaca setiap tulisan yang tertera di layar hp nya. ia begitu tidak puas jika hanya menerima laporan berupa huruf-huruf saja dan akhirnya Bastian pun menghubungi pengirim e-mail itu segera.
tuutttt...tuttttt...tuuuttttt
masih belum ada jawaban di seberang sana membuat Bastian sedikit kesal.
dan setelah beberapa detik kemudian akhirnya panggilan telepon itu di angkat.
" Hallo pak"
" kenapa lama sekali mengangkatnya Riko" kesal Bastian dengan suara geraman yang tertahan pasalnya ia cukup berhati-hati jikalau tiba-tiba Celine datang dan mendengar percakapan itu
" maaf pak tadi saya baru selesai mandi" jawab Riko sang detektif rahasia Bastian
" ckk, apa benar yang kau laporkan itu" tanya Bastian dengan nada bicara mengintimidasi
" tentu saja pak mana mungkin saya berbohong" jawab Riko dengan mantap
" kenapa tidak ada data maupun informasi terkait yang lengkap tentang nya " tanya Bastian lagi kali ini terdengar ramah
" saya sengaja tidak melampirkan itu pak , semua data dirinya bahkan foto nya ada pada saya dengan aman " jawab Riko lagi kali ini suaranya terdengar percaya diri
" lalu kenapa tidak kau kirimkan" desak Bastian
" seperti yang saya katakan di email saya pak sebaiknya kita bertemu secara langsung sekaligus membicarakan bonus saya" jawab riko penuh percaya diri
" huh kau ingin memeras ku" penuh penekanan dengan nada tak ramah
" tenang pak bos bukan begitu maksud saya , anggap saja ini penghargaan karena saya telah bekerja keras selama ini hehee" jawab Riko dengan tawa licik nya
iya setelah dipikir-pikir memang benar apa yang dikatakan detektif rahasia nya itu selama ini Riko memang telah bekerja keras walaupun kadang kinerjanya kurang memuaskan tetapi sekarang hasilnya sudah terlihat dan sebentar lagi ia akan menemukan apa yang selama ini ia cari
ceklek pintu kamar terbuka menampakkan seorang wanita cantik masuk ke kamar itu
Bastian yang masih menelepon segera mengakhiri panggilan itu
" besok kita bertemu akan ku kirim lokasi nya"
tuuut tutttt
belum ada jawaban Bastian langsung mematikan sambungan telepon itu dan sejenak menghapus beberapa e-mail yg dikirim oleh Riko tadi.
" anak-anak sudah tidur" tanya Bastian kepada Celine yang baru masuk dan menghampirinya ke tempat tidur
" iya mas mereka sudah tidur" jawab nya singkat
" bagus lah" jawab Bastian singkat pula
" kenapa kau semarah itu ke Alika tadi" tanya Celine yang penasaran
" tadi aku hanya sedikit kacau dan kau tau kan aku tidak suka di tuduh" jawab Bastian
" wajar saja Lika curiga kau sedari tadi sibuk dengan hp mu tidak seperti biasa nya kan " selidik Celine
" kau juga menuduhku sekarang" sengit Bastian juga tak mau kalah
" aku juga penasaran " jawab Celine
" huh..aku tidak ingin berdebat dengan mu, itu hanya tentang masalah pekerjaan makanya aku sedikit emosi tadi " jawab Bastian memijit pelipisnya
" seberat apa sampai kau membentak anak kesayanganmu" sengit Celine
" yah aku salah besok aku akan meminta maaf . kau puas"
" aku akan puas setelah anakku memaafkanmu besok"
" iya , sebaiknya kita tidur besok kita harus pulang" titah Bastian tanpa ada bantahan lagi dari celline
dan kedua pasutri itu bersiap untuk tidur
setelah 20 menit berlalu Celine ternyata belum juga tertidur sedari tadi ia hanya memejamkan matanya saja ia masih curiga dengan suaminya itu . ia berniat untuk memeriksa hp Bastian secara diam-diam . sementara Bastian sudah tertidur lelap dengan nyenyaknya tanpa tau apa yang dilakukan istrinya kepada hp nya itu
perlahan Celine turun dari tempat tidur nya menuju nakas yang diatas nya terletak hp Bastian . ia mulai mengutak Atik hp itu dengan serius . ia langsung menuju pesan yang masuk namun tidak ada yang mencurigakan disana lalu ia lanjut menuju e-mail ada beberapa pesan yang memang masuk tentang pekerjaan . namun pesan itu dikirim sehari yang lalu tetapi ia tidak curiga dengan itu .lalu yang terakhir menuju ke panggilan telepon yang dilakukan dengan nomor yang tidak dikenal hari ini pada setengah jam yang lalu hal itu juga tidak membuat Celine menjadi curiga karena tadi ia sempat mendengar samar-samar suara laki-laki dari telepon itu dan kecurigaan Celine terbantahkan. ia kembali meletakkan hp itu dan bisa beristirahat dengan tenang.
sungguh laki-laki yang pandai menyembunyikan sesuatu dan selalu beruntung serta selalu teliti dalam bertindak itulah yang Bastian dapatkan selama ini mungkinkah suatu saat nanti ada balasan untuk kesalahan yang ia lakukan di masa lalu . temukan jawabannya ya dengan terus mengikuti cerita ini 👍👍👍👍
__ADS_1
....
di kediaman Dinda
malam ini rasanya seperti menjadi malam perpisahan bagi Dinda pasalnya besok ia dan Re harus berpisah kembali karena hal mendadak yang terjadi . belum sempat ia memanfaatkan waktu bersama putrinya eh malah besok mereka harus kembali lagi.
di ruang makan keempat orang itu menikmati makan malam mereka, memang sedikit terlambat karena setelah datang tadi mereka juga harus memasak dulu baru bisa makan malam bersama.
" nak malam ini mama pengen tidur sama kamu yah boleh kan" tanya Dinda kepada Re yang duduk di sebelahnya
" izin sama Kay" jawab re singkat
pasalnya memang selama ini Kay yang selalu menempel kepada Re dan selalu tidur dengannya bagaimanapun caranya mereka harus tidur bersama
Dinda menoleh ke seberang meja terlihat Kayla juga menatap kearah nya
" Kay mau kan untuk malam ini pisah dulu sama kak Re" tanya Dinda penuh kelembutan dan harap tentunya
" nggk mau" jawab Kay dengan gelengan kepala
" kali ini aja ya sayang Hem, mau ya" bujuk Dinda kembali
" Kay nggk mau pisah sama kakak" jawab Kay dengan mata yang sudah sayu bahkan untuk makan pun ia tidak bertenaga lagi
" sayang kamu juga temenin mami dong kita kan jarang tidur bareng juga" Riana juga ikut membujuk
" nggk mau ..nggk mau ... Kay mau sama kak re huhuuhuu" rengek Kay menangis
" haisss keras kepala " batin Re
" sayang kok nangis, kamu nggk kangen sama mami yah kamu nggk mau tidur peluk mami" Riana juga mendramatisir keadaan
" huh drama lagi" batin Re kembali ia hampir menghabiskan makanan nya yang tinggal beberapa suap
" duh kok jadi begini sih" bingung Dinda
Kay menangis tersedu-sedu sepertinya anak itu menangis bukan karena tak rela pisah tidur tapi karena waktu tidurnya yang terganggu dan mulur dari biasanya itu membuat nya jadi rewel.
" sayang kamu katakan sesuatu dong sama adik kamu" pinta Dinda kepada Re yang sedari tadi sudah menyelesaikan makan nya
pertanyaan itu membuat Kayla bungkam dan menghentikan tangisan nya yang uring-uringan sejak tadi . gadis kecil itu tidak menjawab ia langsung berlalu pergi menuju kamar Riana dengan menghentak-hentakan kaki nya dengan nyaring.
Dinda dan Riana serentak menoleh kearah Re dan tersenyum senang . pasalnya jika anak santuy itu berbicara maka seketika anak manja itu berhenti merajuk . sungguh menggemaskan kelakuan mereka itu Dimata kedua ibu muda itu.
" Din aku tidur duluan ya ..kasian Kay nunggu sendiri maaf nggk bantu beresin piring kotor nya " pamit Riana menyusul Kay ke kamar
" iya , selamat istirahat na"
" Re sayang , Good girl" puji Riana dengan mengedipkan mata tanda menggoda dan berlalu pergi sebelum anak dingin itu bereaksi
Re mengerutkan kening dan tak habis pikir dengan kelakuan Tante bar-bar nya itu
ibu dan anak itu secara bersama-sama membersihkan dan merapikan meja makan lalu setelah itu mereka juga masuk kekamar untuk istirahat .
...
di dalam kamar
Re terlihat meneliti sekeliling kamar itu memindai apa saja yang ada disana ia melihat beberapa foto yang ia yakini adalah foto dirinya yang di ambil secara diam-diam . terlihat hasil foto itu yang tak ada satupun menghadap ke arah kamera . ia melihat hasil foto itu yang terlihat aneh menurutnya .
Dinda baru keluar dari kamar mandi dan langsung menyapa anaknya
" sayang kamu mau pipis juga" tanya Dinda
" nggk ma" jawab re dengan masih melihat foto-foto itu
Dinda menuju tempat tidur bermaksud merapikan dan membuat tempat tidur itu senyaman mungkin untuk anak nya tempati
" maaf mama meminta tante mu mengambil foto-foto mu secara diam-diam" celetuk Dinda sambil masih merapikan tempat tidur dengan hati-hati
re hanya terdiam mendengarkan ibunya bicara tanpa berkomentar
" saat mama khawatir setidak nya mama tau kau baik-baik saja disana" celetuk Dinda lagi
" khawatir " batin Re dengan masih membelakangi ibunya
__ADS_1
" mama memang bukan ibu yang baik untuk kamu " lagi Dinda berucap dengan nada yang memberat dan sepertinya ia sudah selesai dengan kesibukan nya lalu duduk di tepi ranjang itu melirik sang anak sejenak
mendengar kata itu re menitikan setetes air matanya namun segera ia tepis seolah tidak terjadi apa-apa . entah hal apa yang membuat nya sedih saat ini . apakah ia yang terlalu bersikap tertutup kepada ibu nya atau memang ibunya yang selalu tidak ada waktu untuknya . entahlah yang jelas saat ini ia merasa sesak mengingat masalah itu .
ekspresinya sudah kembali seperti semula seolah tak terjadi apa-apa pada dirinya itu padahal hatinya sangat rapuh dan ia harus menyembuhkan luka perasaannya sendiri . ia juga tidak mau egois karena mungkin bukan dirinya saja yang terluka mungkin ibunya juga pikirnya . bagi anak sepertinya yang tidak bisa membuka diri kepada orang lain tentu saja sangat menyakitkan memendam masalah sendiri . sementara sang ibu juga bingung dengan keinginan sang anak kepadanya apa.
re membalikkan badan nya ke arah sang ibu yang sedari tadi sudah naik ke tempat tidur
" kamu mau berdiri disana saja , sini kita tidur sayang " panggil Dinda dengan lembut
dengan canggung Re melangkah kearah Dinda dan naik ketempat tidur itu dengan perlahan .
" apakah kau nyaman tidur seperti itu sayang" tanya Dinda yang penuh perhatian
" eemchhh" dibalas deheman oleh Re
" jika ada yang tidak nyaman bilang sama mama yah" sambil membenarkan selimut Re
"mama juga tidur kan" tanya Re
" emmch tentu saja sayang" jawab Dinda tersenyum lembut
hening sesaat
suasana canggung
ke dua nya berpikir keras
tidak ada yang memejamkan mata
sepertinya ibu dan anak itu ingin mengobrol tapi bingung apa yang harus di obrolkan
" sayang ceritakan kegiatan mu apa saja setiap harinya" akhirnya Dinda berbicara
" tidak ada hanya sekolah setiap hari" jawab re
" kau tidak melakukan apapun selain itu" tanya Dinda
" emchhh" jawab singkat re
" bagaimana dengan Kay" tanya Dinda lagi
" dia selalu merepotkan ku" jawab re singkat lagi
"kalian tidak bermain bersama" tanya Dinda lagi dan lagi memulai obrolan
" tidak" jawab re sedikit menguap dan tak luput dari perhatian Dinda
" kau mengantuk ,,tidur lah sayang" titah dinda
re memiringkan posisi nya menghadap sang ibu matanya sayu dan terus memperhatikan sang ibu .Dinda pun ikut memiringkan posisi tidur nya mereka saling menatap
perlahan re mulai tertidur karena merasa nyaman dengan tepukan tangan Dinda di pundak nya yang terasa hangat dan damai
akhirnya re tertidur dengan pulas dan tenang akibat perlakuan ibunya yang menenangkan itu . Dinda tak henti-hentinya menciumi kening serta seluruh wajah anak nya itu . perasaan nya campur aduk saat ini ia tak menyangka bisa sedekat ini dengan anak nya yang ia tau pasti sangat membencinya ini air matanya tentu saja tidak terbendung perlahan iapun juga ikut tertidur memeluk putri kesayangan nya itu.
.
.
.
.
.
**Bersambung. . .
Like ya kalo suka sama cerita nya
biar tambah semangat gitu author nya nulis maaf ya klo lama up nya . jika lupa sama jalan ceritanya baca aja lagi dulu episode sebelum nya biar inget kembali . maaf ya jadi nyuruh²
Happy Readers guys
RE² 😘**
__ADS_1