Realita Hidup

Realita Hidup
9


__ADS_3

hari ini sekolah pulang lebih awal karena hari pertama sekolah jadi semua guru sibuk mempersiapkan segala sesuatu .


seperti biasa Re pulang berjalan kaki sendirian , hari ini ia senang karena bisa membantu ibu pantinya yang dianggap nya seperti ibunya sendiri . ia bisa membantu memotong - motong sayuran selama ini ia hanya bisa membantu mengantar saja karena ia harus sekolah . tapi hari ini banyak hal yang bisa di kerjakan nya


di panti itu re pun tidak memiliki teman yang bisa di ajak bermain . satu persatu teman sebaya nya di adopsi oleh pasangan yang menginginkan anak . namun ada juga sebagian yang hilang entah kemana perginya . yang tersisa hanya beberapa anak yang kurang beruntung seperti dirinya yang tidak menarik minat calon orang tua asuh namun usia mereka lebih tua beberapa tahun


( bisa di bilang senior lah yaa ).


bukan tidak menarik minat untuk di adopsi , Re memang tidak di izinkan pihak rumah sakit untuk diberikan kepada calon orang tua angkat karena status nya memang bukan anak buangan , status orangtua nya masih di ketahui .


sejak bayi Re selalu menjadi pilihan pertama para calon ortu untuk di adopsi


wajah nya yang begitu manis membuat siapa saja ingin memiliki bayi itu .


namun mereka harus kecewa karena bayi itu tidak akan pernah di berikan kepada siapapun kecuali yang berhak mengambilnya.


pihak pengasuh nya pun juga sangat menyayangi bayi itu . dan sekarang bayi itu sudah tumbuh besar tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik serta memiliki lesung di kedua pipinya , rasa sayang ibu pengasuh semakin besar bahkan ibu itu barharap tidak akan ada yang menjemputnya dan re tetap menjadi anak asuh kesayangannya ( harapannya jahat** ).


re juga menyayangi ibu itu, baginya sang ibu pengasuh adalah malaikat nya . karena sejak bayi memang ibu itu yang merawatnya hingga sekarang . bahkan sampai membuat anak kandung ibu itu kadang cemburu dengan perlakuan sang ibu kepada re .


anak ibu itu seorang perempuan bernama Mina Putriana yang lebih tua 2 tahun dari Re hanya Mina yang sedikit akrab dengan nya di panti itu namun terkadang karena kecemburuannya itu membuatnya juga menjauhi re seperti anak lain .


sifat Mina sangat berbeda dengan Re , anak itu jarang mau membantu ibu nya seperti Re .mungkin itu yang membuat ibunya lebih sayang kepada Re .


hari ini banyak pesanan makanan yang harus diantarkan oleh Re tetapi yang dekat saja sedang yang jauh yang lain yang mengantar ibu panti tidak akan tega menyuruh re mengantar sebanyak itu . ia tidak akan membiarkan anaknya melakukan itu .


di perjalanan ia tidak sengaja tertabrak oleh seorang laki laki yang menggunakan topi serta jaket hitam.terlihat lelaki itu sedang memegang sebotol minuman serta beberapa makanan ringan lainnya .


re kecil yang tertabrak Terpundur dan terduduk , beruntung makanan yang ia bawa tidak terjatuh. ia sedikit meringis karena bokongnya terhantam ke tanah.


lelaki itu berjungkok dan mencoba membantu re berdiri.


" adek cantik , kamu tidak apa apa "


re mendongak menatap lelaki itu mata mereka bertemu dan re berkata


" tidak apa om " dengan tatapan datarnya


tatapan mata re memang tajam namun juga matanya terlihat indah dengan bulu mata yang lentik serta alis yang tebal memperkuat tatapan matanya yang tajam itu.


lelaki itu sempat terkejut dengan tatapan mata itu . ia seperti pernah melihat tatapan itu namun ia lupa pernah melihatnya dimana.


" maaf ya dek , om nggk sengaja tadi nggk lihat ada kamu " tentu saja tak melihat lelaki itu berjalan sambil melihat hp nya.


hanya anggukan balasan dari Re


memang ia tidak banyak bicara apalagi dengan orang asing yang tidak ia kenal


lelaki itu sibuk dengan hp nya yang sejak td terus berbunyi .sementara Re sudah duduk di salah satu bangku depan mini market dekat situ menunggu orang mengambil pesanan nya.


lelaki itu sudah selesai dengan hp nya dan menghampiri re yang sedang duduk.

__ADS_1


karena sejak re berjalan ke arah kursi pria itu sempat memperhatikan nya tadi.


" menunggu siapa decan"


Re melirik sedikit namun tidak menjawab pertanyaan lelaki itu, pandangannya lurus kembali.


lelaki itu sedikit malu karena tidak di hiraukan tapi untung saja tidak ada orang disana ia terus berusaha mengajak re berbicara


" kamu tidak bisu kan decan td om jelas mendengar suara kamu "


" dan apa yang kau bawa itu decan"


lelaki itu memberi pertanyaan tanpa jeda


namun re tetap tidak menjawab


lelaki itu menarik nafas panjang dan sepertinya ia sudah gemas karena sedari tadi di cuekin anak kecil . akhirnya ia memegang kedua bahu re dan membuat nya berhadapan


" om dari tadi ngomong kok nggk di jawab, kamu sengaja ya bikin om kesal, om nanya baik baik loh , dan kamu harus sopan sama orang yang lebih tua , belajar dari mana kamu decan bersikap sombong kaya gini heeem " cerocus lelaki itu panjang lebar tanpa jeda dengan satu kali nafas ( kaya ijab kabul aja ).


entah mengapa lelaki itu tertarik ingin mengobrol dengan anak itu. ia merasa seperti ada sesuatu yang menarik dari anak itu hingga membuat ia merasa tertarik


(untuk ngobrol loh ya bukan macam²)


dengan santai dan wajah tenang akhirnya re menjawab


" Namaku buka Decan om"


lelaki itu tertawa kecut , bisa bisa nya anak itu menjawab seperti itu . membuatnya menggelengkan kepala


" baiklah sepertinya kita harus berkenalan dulu ya , siapa nama kamu "


" Re"


"Re" ulang lelaki itu


" Rena"


Re menggeleng


"Resa"


Re menggeleng kembali


"Renaldi, rendi"


kali ini re melambaikan tangan tanda tidak


" udah ya dek jangan main tebak tebakan kaya gini" keluh lelaki itu prustasi menebak.


" namaku Re om "

__ADS_1


lelaki itu mengerutkan kening tanda tidak percaya


" hanya re saja "


Re mengangguk mengiyakan


" nama yang pendek yang pernah aku dengar, orangtua kamu tidak kreatif sekali" tertawa ringan sambil mengacak rambut re gemas


" oh ya kamu sedang apa duduk disini sendirian lagi , nggk takut ibu kamu nyari in "


Re terlihat sedikit sedih namun tertutupi dengan wajahnya yang tenang


" saya mengantar makanan ini " menunjuk makanan di samping nya dan ia tidak menjawab perihal pertanyaan ibu tadi.


" ya ampun decan , kamu kenapa nggk bilang dari tadi kalo nganter makanan om udah laper nih nunggu pesanan Dateng "


" om yang mesan "


" iya decan, sini mana pesanan nya" sambil menyerahkan uang 50 ribu an .


Re menyerahkan makanan itu dan mengambil uang nya


" ambil aja kembaliannya decan" tersenyum senang


re mengangguk dan melangkah pergi dari sana dan berkata


" terimakasih om dan namaku bukan decan"


lelaki itu hanya tersenyum sambil memandangi kepergian anak itu


.


.


.


.


.


.


.


*Bersambung...


jadikan favorit yaa


kasih like sama vote juga biar semangat


terimakasih

__ADS_1


RE²*


__ADS_2