
2 bulan kemudian
sikap Bastian berubah drastis kepada Dinda bahkan sekarang ia sangat jarang menemui Dinda. walaupun begitu ia tetap memenuhi kebutuhan nya beserta bayi nya tersebut.
namun bukan materi yang di ingin kan Dinda , memiliki perasaan cinta yang begitu dalam membuatnya sangat tertekan dengan perlakuan Bastian kepadanya . Dinda tau mengapa Bastian melakukan itu , tapi siapa yang bisa mengubah kehendak Tuhan
Dinda melampiaskan kemarahan dan kebenciannya kepada bayi mungil itu. ia menyalahkan segala yang terjadi kepada bayinya . selama ini bahkan Dinda tidak pernah memberikan ASI nya kepada bayi itu.
sungguh tega memang melihat apa yang di lakukan oleh Dinda , namun kebencian di hatinya membuat hati nurani nya tertutup.
di sebuah ruangan di salah satu rumah sakit itu terdengar suara tangisan bayi setiap hari tangisan itu terdengar sangat berbeda dari tangisan bayi pada umumnya .
tangisan itu bukan tangisan karena merasa haus atau lapar melainkan tangisan merindukan pelukan ibu maupun ayahnya bayi yang baru berumur 2 bulan itu saat ini hanya di berikan ASI eksklusif rumah sakit itu. sang ibu membenci nya sedangkan sang ayah tak menginginkannya.
bahkan perawat yang selalu memberikannya ASI merasa sangat iba dan tak jarang ikut menitikan airmata , sungguh malang nasib bayi itu.
sementara Dinda yang tak kuat menghadapi kenyataan akhirnya terganggu mentalnya ia hanya terduduk melamun seperti orang mati rasa, diajak bicara pun tidak pernah merespon
di tempat Bastian
keadaan disini juga kurang baik , keadaan perusahaan nya sedang mengalami penurunan banyak masalah yang terjadi hal ini membuat ia melupakan tanggung jawabnya kepada Dinda dan sang putri keduanya yang bahkan tidak diberinya nama .
ya setelah kejadian itu Bastian kembali ke ibu kota karena memang terjadi masalah di usahanya
lalu bagaimana dengan nasib bayi itu???
pihak rumah sakit memutuskan untuk menitipkannya ke sebuah panti asuhan yang juga bekerja sama dengan rumah sakit itu
sementara sang bayi dirawat dan di besarkan disana sembari menunggu kesembuhan sang ibu yang juga dirawat akibat ketergangguan mental.
beberapa bulan berlalu keadaan usaha Bastian kembali normal dan ia juga mendapat kabar bahagia dari istri pertamanya Celine yang kembali mengandung . tentu saja harapan Bastian ingin seorang anak laki laki kembali untuk saat ini . entah apa yang terjadi jika kali ini harapannya tidak sesuai dengan apa yang di inginkannya .
tiba tiba Bastian sedikit teringat dengan Dinda dan anak nya itu . ia berinisiatif untuk mencari tau keadaan mereka secara diam diam saja karena selama ini Dinda tidak pernah sekalipun mengusik kehidupannya . mereka seperti kehilangan kontak begitu saja . jika dulu sebelum melahirkan Dinda sering menghubungi nya dan selalu menanyakan kabar namun sekarang tidak pernah lagi tidak di pungkiri ia juga penasaran apa yang terjadi kepada mereka .
disebuah rumah sakit khusus Dinda dirawat keadaannya tetap sama tidak memburuk tidak juga membaik , sementara putrinya semakin sehat dan tumbuh dengan baik sekarang usianya sudah 7 bulan .
banyak yang ingin mengadopsinya , namun pihak panti tidak akan bisa memberikannya begitu saja karena status bayi itu bukan dibuang orang tua nya melainkan hanya di titipkan sampai orangtuanya sembuh .
di kediaman Bastian
__ADS_1
kehamilan Celine sudah besar dan sebentar lagi akan melahirkan Vania sudah berusia 3 tahun dan tumbuh menjadi gadis cantik yang menggemaskan dan sedikit mirip dengan bastian.
beberapa hari yang lalu sang mata mata yang di kirim nya untuk mencari tau keadaan Dinda dan anaknya memberikan laporan. tentu laporan itu membuat Bastian terkejut dan di hantui rasa bersalah dan penyesalan
namun ia mencoba menebusnya dengan memberikan perawatan yang terbaik untuk Dinda tanpa diketahui orang orang sementara tentang anaknya ,ia tidak tau keberadaannya karena rumah sakit itu sangat sulit untuk di mintai keterangan menyangkut perihal data atau infomasi balita disana . tapi ada sedikit titik terang yang mengatakan bahwa bayi yang ditinggalkan disana akan di rawat di sebuah panti asuhan ..namun tidak di sebutkan nama panti itu.
mendengar itu tentu saja hati Bastian terasa nyeri , walaupun ia tidak menginginkan anak perempuan namun anak itu adalah darah daging nya sendiri . ada penyesalan dalam dirinya .
ia mulai mengerahkan kemampuannya untuk mencari anak itu dan berharap bisa menebus sedikit kesalahannya.
1 minngu kemudian
moment yang di tunggu tunggu Bastian datang kembali hari ini ia akan menantikan kelahiran anaknya kembali
di luar ruangan ia menunggu istrinya sambil memangku Vania
bagaimana orangtua mereka orangtua Bastian udah meninggal ke 2 nya sedang orangtua Celine ada namun ibunya meninggal dan ayah nya menikah lagi dan kurang perduli .dan mereka menikah karena bisnis orangtua masing -masing
tidak beberapa saat terdengar suara tangis bayi , Vania yang mendengar itu kegirangan karena dedek bayinya sudah lahir .
Bastian juga sedikit lega namun terlihat raut kecemasan pula di wajahnya. ia gugup menantikan jenis kelamin anak nya itu
" selamat pak bayi anda perempuan"
tidak ada kata kata yang dapat di ucapkan lagi oleh Bastian , mungkin ini adalah sebuah kutukan atau takdir yang diterimanya . sekuat apapun keinginan dan usaha jika tuhan tidak menghendaki maka tidak akan terjadi pula.
Vania yang berada di gendungan Bastian mencoba meraih adiknya dan menciumi nya berkali kali , ia terlihat sangat senang karena memiliki seorang adik . sementara Bastian hanya diam.
ia segera masuk menemui Celine yang sudah di pindahkan ke ruang rawat. mereka terlihat berbincang bincang dan perawat pun masuk dengan mendorong kereta bayi .
Celine terlihat sumringah melihat kedatangan bayinya , bidadari ke 2 nya . Vania apalagi ia sampai teriak teriak saking seneng nya
perawat menyerahkan bayi itu kepada Celine dan disambut hangat olehnya. tidak lupa Vania yang sedari tadi menempel kepada ibunya dan juga ikut memperhatikan adiknya
Bastian yang melihat itu sedikit teringat masa saat beberapa waktu dulu ..saat dimana Dinda dengan senyum bahagianya menggendong bayinya
panggilan Celine membangunkan Bastian dari lamunannya
" sayang , kau mau menggendongnya"
__ADS_1
dan ya kata ini juga pernah di ucapkan oleh Dinda kala itu
hening ,diam dan terpaku
namun tangan Bastian terulur tanpa sadar untuk meraih bayinya, yang ada di pikirannya bayi itu adalah buah hatinya bersama Dinda
ia terus menatap bayi itu dalam
dan tanpa sadar ia berucap
"namanya adalah Alika Hermawan Kyell"
airmata Bastian terjatuh seketika , entah itu airmata pertanda apa
" *papa don't cry" ucap Vania sambil memeluk lengan Bastian
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
jadikan favorit ya cerita aku
kasih vote sama like juga
terima kasih
RE²*
__ADS_1