
di sebuah mobil yang terparkir di tepi jalanan yang sepi itu terdapat sepasang anak manusia yang begitu eratnya berpelukan untuk menghangatkan diri satu sama lain dan mereka terlelap dengan begitu nyenyaknya tanpa sadar hujan telah berhenti turun. Dinda mulai menggeliat dan sedikit membuka matanya perlahan mengumpulkan kesadarannya.
ia menatap lekat laki-laki yang mendekap nya erat itu yang masih memejamkan mata dengan begitu pulasnya senyuman terlihat di bibir Dinda melihat lelaki yang merupakan cinta pertamanya berada di depan matanya. tidak dapat di pungkiri bahwa sampai saat ini perasaan Dinda kepada Bastian masih sangat dalam karena Dinda begitu sangat mencintai lelaki itu tapi dia tak pernah mengungkapkan perasaannya karena dia terlalu malu dan sadar diri siapa ia dan perbedaan status yang begitu jauh membuat ia memilih untuk menerima perpisahan yang terjadi dulu di antara mereka dan tidak ingin memperjuangkan perasaannya kepada lelaki itu.
dan sekarang takdir mempertemukan mereka kembali, takdir membuat mereka dekat kembali dan mengulang kembali masa-masa yang dulu , masa dimana mereka bisa merasakan cinta dan sekarang Dinda akan mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia sembunyikan dan ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama lelaki pujaannya. ia akan melakukan apapun untuk dapat bersama lelaki yang di cintai nya. Dinda terus menatap Bastian yang masih terlelap tangannya perlahan terulur menyentuh alis tebal Bastian dan ia mulai mengelus nya hal ini membuat Bastian
sedikit terganggu tidurnya karena ulah Dinda sebenarnya Bastian sudah terbangun dari tidur nya hanya saja ia enggan untuk membuka matanya dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh dinda.
Dinda pun mulai menurunkan tangannya ke bibir bastian yang tebal dan merah itu . reflek Bastian langsung membuka matanya hal ini membuat Dinda terkejut dan langsung menarik tangan nya ia mengutuki dirinya sendiri karena terlalu agresif menyentuh Bastian sehingga lupa diri.
saat Dinda ingin menjauh dari hadapan Bastian namun Bastian langsung mencegah nya dan menarik Dinda ke hadapannya kembali . hal ini membuat Dinda terkejut dan detak jantungnya tidak beraturan hingga membuat tubuhnya panas dingin. Bastian menatap lekat wajah Dinda yang memerah seperti tomat itu dan dia ingin menjauh dari hadapan lelaki itu tetapi Bastian kembali menarik nya dan wajah mereka semakin dekat .
" dia terlihat lucu sekali saat salah tingkah begini " batin Bastian sambil tersenyum licik
" Tian lepasin aku "
" lepas , apa aku menangkap mu"
Dinda kebingungan dengan jawaban ambigu Bastian yang menggoda nya
" maksud aku jauhkan tangan kamu dariku "
" lihatlah tangan ku ini dari tadi jauh darimu"
memperlihatkan tangannya yang memang tidak menyentuh tubuh Dinda"
Dinda merasa di bodohi oleh kelakuan Bastian yang menjahili nya karena memang posisinya dinda lah yang menindih tubuh Bastian .
tadi dia yang menarikku , tapi kenapa seperti aku yang memeluknya gerutu Dinda namun masih di dengar Bastian dan ia hanya tersenyum mendengarnya. mereka pun akhirnya pulang dan Bastian segera mengantar kan Dinda kerumahnya karena jam pun sudah menunjukan pukul 22.30 malam .
ke esokan paginya Dinda berangkat bekerja di salah satu restoran sebagai seorang pelayan pengantar makanan dan minuman karena ia hanya lulusan SMP saja dan posisi yang bisa ia dapatkan hanya sebagai pelayan . pekerjaan ini sangat ia syukuri karena di tempat tinggalnya ini sangat sulit mencari pekerjaan apa lagi restoran tempat ia bekerja ini adalah restoran satu satu nya yg ada di daerahnya . tanpa Dinda ketahui ada sepasang mata yang memperhatikan setiap gerak nya dari kejauhan .
dia adalah Bastian yang merupakan pemilik restoran tersebut kebetulan pada hari ini jadwalnya memeriksa perkembangan restoran yang dia kelola beberapa tahun ini . seorang manajer dari restoran itu datang menghampiri nya dan dengan detail melaporkan dan menjelaskan keadaan restoran yang terbilang cukup sukses itu karena memang tidak ada pesaing bagi mereka .
Bastian tidak begitu mendengarkan ocehan dari bawahannya itu pandangan nya hanya tertuju kepada satu orang yaitu Dinda yang begitu sibuk melayani para pembeli yang begitu ramai. senyuman yang begitu ramah selalu terlihat dari bibirnya saat melayani para pelanggan dan Bastian pun melihat hal itu . Bastian meminta sang manajer memanggil Dinda untuk menemuinya dan betapa terkejutnya ia saat melihat Bastian berada di restoran tersebut.
__ADS_1
" sedang apa dia disini" batin Dinda sambil berjalan menuju meja yang ditempati Bastian
" Hay " sapa Bastian dengan senyumannya yang begitu manis
" Hay ,sedang apa kamu di sini " Dinda tidak mengetahui kalau Bastian pemilik restoran ini karena setahunya Bastian hanya mempunyai usaha perhotelan saja
Bastian mengerutkan keningnya
" tentu saja aku ingin makan " sambil tersenyum
Dinda mengutuki dirinya yang bodoh bertanya seperti itu
" oh iya ini kan tempat makan... haha kenapa aku menanyakan hal itu bodohnya aku "
" iya kau memang bodoh " jawab Bastian dengan senyuman mengejek nya
Dinda terlihat kesal dengan ucapan Bastian itu
" kau mengataiku bodoh " ucapnya dengan wajah cemberut
Dinda terlihat berpikir sejenak dan ia menyadari bahwa ia sendirilah yang mengatakan dirinya bodoh dan mengetuk ngetuk kepalanya sendiri tingkah laku Dinda itu tidak luput dari pandangan Bastian yang merasa gemas dengan kelakuan Dinda yang begitu lucu . tak henti hentinya Bastian tersenyum menatap Dinda hingga membuat yang di perhatikan menjadi salah tingkah di buatnya
" kenapa kau terus menatapku seperti itu "
" kenapa apa aku tidak boleh menatapmu"
" bukan begitu , aku kan jadi malu kamu lihatin terus begitu"
" kenapa malu"
" ya malu aja , kenapa kamu selalu menanyakan hal yang nggk bisa aku jawab sih" keluh Dinda terlihat begitu manja
Bastian semakin terlihat bersemangat untuk menggoda Dinda
"aku hanya menanyakan sesuatu yang biasa"
__ADS_1
" iya ,,tapi kenapa aku selalu tidak bisa menjawab"
"itu karena kau bodoh hahaaaaa"
jawab Bastian dengan tertawa begitu nyaring sehingga beberapa pelanggan pun menoleh ke arah mereka hal itu membuat Dinda semakin malu dan menutup wajahnya dengan buku menu yang selalu di bawanya saat melayani pelanggan .
tidak berapa lama manajer pun datang menghampiri mereka dengan menanyakan kepada Bastian apakah ingin berkeliling untuk melihat kondisi restoran nya Dinda yang mendengar hal itu menjadi bingung dan bertanya tanya mengapa manajernya mengajak Bastian untuk berkeliling memang manajer mengenal Bastian ???
Bastian yang melihat gelagat Dinda yang kebingungan akhirnya merasa sudah cukup untuk menggoda nya akhirnya ia memperkenalkan diri sebagai seorang pemilik restoran ini
" Perkenalkan saya Bastian Hermawan Kyell pemilik restoran ini" sambil mengulurkan tangan ke arah Dinda
" Haaaah"
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung . . .
*ternyata menjadi seorang penulis itu nggk mudah yaa 🤣 perlu berpikir keras untuk membuat jalan cerita menjadi nyambung dan menarik untuk di baca
terima kasih bagi readers yang meluangkan waktu untuk membaca karya aku yang masih asal ini . maaf klo readers kecewa dengan jalan cerita yang aku buat . tolong maklumi karena author masih dalam proses belajar*
RE²
__ADS_1