
1 Minggu telah berlalu sejak kejadian itu , kini Dinda mengetahui bahwa pemilik restoran tempat nya bekerja itu adalah milik Bastian sungguh Dinda tidak menyangka bahwa usaha yang dimiliki Bastian sangatlah banyak dan semua berjalan dengan sukses dulu ia hanya tau usaha yang dimiliki keluarga Bastian hanyalah usaha bidang properti saja dan sekarang bastianlah yang menjalankan bisnis itu .
disebuah kamar hotel VIP Bastian menginap hotel yang merupakan miliknya sendiri
"dreeeet dreeeet"
suara telpon Bastian berbunyi itu menandakan ada telpon yang masuk
tidak ada respon atau pergerakan dari nya karena ia masih terlelap dalam tidur nya dan waktupun masih menunjukan pukul 06:00 ini terlalu pagi bagi nya untuk bangun mengingat semalam ia telah lembur.
dreeeet dreeeet dreeetttt dreeeettt
telpon nya kembali berbunyi kali ini cukup lama sehingga membuat nya terusik dan mengerjapkan matanya perlahan untuk mengumpulkan sisa sisa nyawanya yang masih melayang itu
kembali telponnya berbunyi kali ini Bastian langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa penelepon nya
" haloo" dengan suara beratnya khas bangun tidur
" sayang, kenapa kau baru mengangkat telpon ku apa kau baru bangun " suara dari seberang sana
"emchhh" jawabnya singkat
"sayang kapan kau pulang , anak kita akan mengadakan pesta selamatan 7 bulanan pekan ini"
Bastian pun baru teringat dengan putrinya Vania yang sudah berumur 7 bulan itu karena tanpa terasa ia sudah hampir 3 bulan lebih berada di luar kota untuk pengembangan bisnis restorannya dan sekarang proyek itu sudah hampir selesai
" lusa aku akan pulang ,besok aku mau meresmikan pembukaan cabang restoran yang baru dulu , apakah Vania baik-baik saja"
Celina segera mengalihkan panggilan ke video call dan Bastian segera mengangkat panggilan tersebut . terlihat sesosok wanita cantik sedang memangku seorang bayi perempuan nan menggemaskan sedang tersenyum kearahnya sambil berceloteh tak karuan karena baby Vania sudah mulai bisa berceloteh sekarang.
"paaap paaapaa paaa" celoteh bayi itu
Bastian tersenyum melihat sapaan anak nya yang terlihat begitu senang melihat papa nya
" halo princes ny papa , tambah cantik aja"
" papa cepet pulang " suara celin menirukan suara bayi sambil menggoyangkan tangan anak nya .
" papa akan secepatnya pulang sayang , tunggu papa yaa"
hening sesaat hanya wajah imut Vania yang ada di layar itu dan terlihat baby Vania ingin memakan hp itu sambil mengeluarkan celotehan yang tidak jelas
Bastian tidak hentinya tersenyum bahkan sesekali ia tertawa melihat tingkah menggemaskan putrinya walaupun ia menginginkan anak laki-laki tapi tidak di pungkiri ia tetap menyayangi anak nya tersebut . setengah jam telah berlalu akhirnya mereka pun menyudahi panggilan tersebut Bastian masih menatap ponselnya itu sambil bergumam seandainya saja dia anak laki-laki
di tempat lain seorang wanita yang telah rapi dengan seragam kerjanya tengah di sibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk , banyak yang harus di kerjakan nya mulai dari menata meja dan kursi , memastikan bahan makanan sudah lengkap dan masih banyak lagi .
" Dinda cepat kemari" panggil sang manajer
yaa wanita itu adalah dinda karena besok akan di adakan pesta pembukaan cabang baru restoran tempatnya bekerja jadi semua pegawai sangat sibuk banyak keperluan yang harus mereka siapkan
" iya pak ada apa" tanya Dinda
" bantu teman mu menghias agar pekerjaan ini cepat selesai " sahut manajer itu
__ADS_1
" baik pak " segera Dinda menuju tempat temannya itu untuk membantu
di lain tempat Bastian datang untuk mencek persiapan pembukaan restoran nya yang di sambut oleh manajernya yang saat ini sedang mengawasi kegiatan para bawahannya . Bastian ikut bergabung dan sedikit tanya-tanya tentang kesiapan acara tersebut
"bagaimana persiapan pesta nya " tanya Bastian
" sudah hampir selesai pak , tinggal menghias sedikit lagi saja"
pandangan Bastian melihat ke sekeliling dan sedikit senang dengan dekor yang menurutnya cukup bagus itu dan ia melihat Dinda yang ada di sana yang sedang ingin menggantung bola lampu di tengah-tengah ruangan dengan sedikit menaiki anak tangga yang di pegangi oleh teman wanitanya.karena merasa kurang sampai untuk menjangkau lampu itu akhir nya dinda memutuskan untuk menaiki satu anak tangga lagi karena tidak memperhatikan langkahnya akhirnya ia tergelincir dan ....
"praaaakng "bunyi lampu yang pecah
(bener nggk bunyi lampu pecah kaya gitu)🤣
dinda memejamkan matanya " kok nggk sakit"
katanya perlahan tanpa membuka mata
" tentu saja tidak , kau jatuh di tubuhku" jawab suara Briton yang Dinda kenali
sontak Dinda membuka mata dan langsung berteriak
"aaaaaaaakhh"
teriakan Dinda membuat orang yang berkumpul di sana menutup telinga mereka karena mereka yang ada di sana segera berkumpul ketempat kejadian akibat mendengar ada sesuatu yang terjatuh begitu pun dengan Bastian yang berada paling dekat dengan Dinda ikut menutup kuping nya akibat teriakan Dinda yang begitu nyaring
Dinda segera bangun dari tubuh Bastian yang ditindihnya dan melihat ke sekeliling dengan malu.
" kenapa kau baru teriak sekarang , kenapa pas jatuh tadi tidak teriak" tanya Bastian sambil berdiri dan merapikan pakaiannya
Bastian mengernyitkan alisnya pertanda bingung
" maaf untuk apa "
"maaf karena tadi saya terjatuh mengenai tuan , saya jadi kaget dan berteriak" jawabnya dengan tertunduk
semua yang ada di sana jadi hening dan bingung dengan keadaan saat ini akhirnya bastian pun membuka suara
" tidak apa apa jika saya tidak cepat menolong mu maka saya juga yang akan repot"
"semua nya kembali bekerja" katanya lagi
Semua orang membubarkan diri dan kembali ke pekerjaan mereka masing masing seperti semula di saat Dinda ingin pergi Bastian menghentikan langkah nya
"kau baik baik saja"
"iya tuan "
" kenapa kau memanggilku tuan"
"Anda adalah bos saya"
"tidak perlu seformal itu Din" tersenyum
__ADS_1
panggil aku seperti biasa saja
"iya baiklah" tersenyum manis
beberapa saat berlalu...
semua sudah selesai dan mereka pun berkumpul dan Bastian memberikan sedikit pidato nya
terimakasih untuk semua kerja keras kalian hari ini semoga besok acaranya berjalan dengan lancar setelah acara ini saya akan memberikan kalian bonus ucapnya
semua yang mendengar senang dan bertepuk tangan.
baiklah kalian semua boleh pulang besok kalian harus datang tepat waktu jangan terlambat
siap boss sahut mereka serempak
kemudian mereka membubarkan diri
Dinda juga terlihat membubarkan diri tapi sebelum itu ia menghampiri Bastian dan terlihat ingin mengatakan sesuatu
Bastian yang melihat Dinda mendekat kepadanya segera bertanya
" ada apa Din"
"emchhh te terimakasih tadi kamu menolongku berkat kau aku tidak terluka"
"tidak masalah " jawab nya singkat
" kalau begitu aku permisi pulang dulu"
" kau pulang sendiri"
" iya "
" ayo aku antar kamu " menarik tangan Dinda menuju parkiran
.
.
.
.
.
.
.
*sampai disini dulu ya ceritanya tangan sama otakku udah pegel buat nulis sama mikir
ini alur ceritanya memang aku buat sedikit lambat ..menceritakan orangtuanya dulu nanti setelah beberapa tahun kemudian baru deh masuk ke cerita inti anak-anak nya
__ADS_1
semoga readers suka sama ceritanya terimakasih yang udah mau baca
jangan lupa like dan jadikan favorit yaaaa*