
Pagi hari...
cuaca di pagi ini sangat cerah namun tidak secerah suasana hati Kayla, pasalnya di pagi ini ia sudah berbuat olah dengan kembali uring-uringan serta cerewet seperti tadi malam. beberapa kali Riana juga terlihat kesal karena sudah menyerah membujuk anak nya.
sementara di kamar Dinda juga tak seperti biasanya . kedua ibu dan anak itu masih tertidur dengan damai dengan saling memeluk satu sama lain . tidak seperti biasanya Re bangun agak kesiangan biasanya ia bangun pagi sekali mengingat itu adalah kebiasaannya sejak dulu . namun hari ini ia bangun kesiangan mungkin karena ia tidur di dekap ibunya .
ketenangan tidur mereka terganggu tatkala mereka mendengar kegaduhan di luar . terdengar samar-samar keriuhan yang membuat tidur mereka terganggu, dan keriuhan itu semakin lama semakin jelas terdengar oleh mereka .
Re perlahan membuka matanya begitupun dengan Dinda sejenak mereka mengumpulkan sisa-sisa kesadaran mereka
pintu kamar mereka di ketok-ketok tanpa henti dan terdengar pula Omelan serta ocehan dari Riana namun sesekali terdengar pula bantahan dari Kayla. ibu dan anak itu berbuat onar di pagi hari .
Ceklekkkk
pintu kamar terbuka menampakkan Dinda yang terlihat masih mengantuk . tanpa aba-aba Kayla langsung masuk kedalam dan langsung menuju ke tempat tidur dimana Re yang masih duduk disana yang juga masih terlihat mengantuk .
" kakaaaaakk" teriak Kayla
" ckk" Re berdecak malas
Kayla menaiki tempat tidur itu dengan terburu-buru seakan ketinggalan kereta jika terlambat .
" kakak tidur nyenyak sementara aku " keluh Kay kepada Re dengan cemberut
" memang kenapa" jawab Re malas dengan mata yang masih sayu
" serius kakak nggk tau" tanya Kay tak percaya
" enggk mau tau tuh " jawab re lagi
" yah...kakak selalu begitu, cuek dengan ku " Kayla terlihat sedih dan menunduk
Re melihat Kayla yang seperti itu merasa bersalah lalu ia mencoba untuk bersikap sedikit perduli kepada Kayla dengan mengacak-ngacak rambut gadis imut yang sudah rapi itu sehingga rambutnya menjadi acak-acakan lagi.
hal itu tidak membuat Kayla marah malah ia menjadi senang karena menurutnya kakaknya sedang membujuknya .
" kak hari ini kita pulang kan" tanya Kayla yang sudah tidak cemberut lagi
Re hanya menganggukkan kepala tanda setuju
sementara Dinda dan Riana sibuk menyiapkan sarapan di dapur
Di pila keluarga Bastian
hari ini mereka juga akan bersiap pulang . kedua anak itu juga terlihat kurang bersemangat memasukkan barang-barang mereka kedalam koper masing-masing . terutama Alika yang masih merasa sedih dengan kejadian tadi malam. namun beberapa saat kemudian Bastian datang menghampiri nya .
" Alika sini sebentar papa ingin bicara" titah Bastian kepada Alika
Alika yang masih mengingat bagaimana papa nya marah tadi malam merasa takut dan gugup namun iya tetap menuruti perintah papa nya untuk mendekat
" i..iya pah" jawab Alika gugup
sejenak Vania juga terhenti dalam aktivitas nya dan harap-harap cemas juga dengan apa yang akan terjadi
" sini sayang duduk dekat papah" perintah Bastian kembali dengan ramah dan lembut seperti biasa
Alika mendekat dengan perlahan ,tentu saja ia masih merasa takut
Bastian merangkul tubuh mungil itu dan menaikan nya ke pangkuan agar lebih dekat lagi
" sayang maafkan papa ya tadi malam papah bentak kamu" pinta Bastian
Alika menoleh tak percaya dan juga sedikit kaget semenjak papa nya merangkul dan memangku nya tadi
" mau kan maafin papah ..hemm" pinta Bastian lagi kali ini ia menoel hidung putri kesayangan nya itu .
Alika hanya bisa mengangguk tanpa bersuara ia langgsung memeluk sang ayah
" maafin Alika juga yah pa"
Vania ikut mendekat dan juga ikut memeluk ayah dan anak itu
" papah lupa sama Vani" keluh nya yang semakin erat memeluk ayah dan adiknya
"hahahaha" mereka tertawa bersama-sama
akhirnya mereka bersiap-siap berangkat untuk pulang ke kota asal mereka .
...
__ADS_1
Di kediaman Dinda
mereka juga sudah siap untuk berangkat pulang . Dinda dengan telaten memasukkan barang bawaan Re yang sebelumnya ia bawa dan rencananya ia ingin menambah barang bawaan Re dengan barang yang ia beli sebelum nya namun sepertinya koper kecil itu tidak muat menampung barang yang bertambah banyak itu .
Re hanya menyaksikan ibu nya yang terlihat grasak-grosuk bahkan mundar-mandir sedari tadi membuatnya sedikit pusing.
" sepertinya harus diganti dengan yang lebih besar" Gumam Dinda
" mah jangan berlebihan"
" tidak sayang kamu harus terima baju dari mama, kamu jangan menolak" titah dinda tak terbantahkan
" tidak muat mah, sudah cukup" pinta Re yang sudah lelah melihat ibunya yang sedari tadi kesulitan untuk menutup koper nya
" muat kok sayang , sedikit lagi" jawab Dinda dengan memaksakan menutup koper kecil itu
" terserah lah " batin re menyerah
beberapa saat kemudian akhirnya Dinda berhasil menutup koper itu dengan susah payah dan mereka pun keluar kamar menemui Kayla dan Riana yang juga sudah menunggu di ruang tamu rumah itu
" sudah siap" celetuk Riana yang melihat mereka datang
" iya sudah na"
" Dindaaaa" teriak Riana tiba-tiba memeluk Dinda dengan erat dan penuh drama
anak-anak sempat terkejut dengan teriakan ibu bar-bar itu terlebih lagi Dinda yang di peluk .
" aishh , mama kok lebay .Kay kaget tau" celoteh Kay dengan memegang dadanya
Re pun menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Kayla
" seperti tidak akan bertemu saja " Dinda geleng2 kepala membalas pelukan sahabatnya itu yang memang selalu mendramatisir keadaan.
" heheeheee " Riana hanya tersenyum simpul
beberapa saat mereka pun melepas pelukan yang penuh drama itu
" anak-anak ayo pamitan juga terutama kamu Re " titah Riana
Kayla bergegas menuju kearah Dinda ia memeluk erat tantenya bahkan tanpa ragu mencium pipi Tante cantiknya itu
" iya sayang ,jangan bosen main kesini lagi ya " jawab Dinda dengan penuh kelembutan
" oke Tante" jawab Kay dengan mengedipkan sebelah matanya
kayla sudah selesai berpamitan kini tinggal giliran Re
tidak ada tanda-tanda pergerakan dari anak itu ia masih tetap berada di posisi nya berdiri sekarang .
Riana dan Kayla menatap dengan serius menunggu apa yang akan Re lakukan dan Dinda demikian sama penasaran nya dengan ibu dan anak itu .
re yang ditatap seperti itu jadi tambah tak nyaman
" kenapa " tanya nya kepada mereka semua
" giliran kakak "
"kau tidak ingin berpamitan"
ucap Kayla dan Riana secara bergantian
Dinda hanya diam menyaksikan
Re melihat kearah ibunya yang terlihat tersenyum hangat kepadanya . dengan perlahan ia melangkah maju menuju ibunya setiap langkahnya tidak luput dari pantauan ibu dan anak yang ada di sana juga . mereka terlihat tegang dan begitu serius menyaksikan . mereka menunggu-nunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
akhirnya re sampai di depan ibunya . ia masih terdiam dan sesekali ia melirik ke arah samping tempat Kayla dan Riana berada. sementara mereka terlihat geregetan dengan Re yang begitu kaku menurut mereka . terlihat mulut mereka kumat-kamit memberikan perintah namun Re terlihat tidak mengerti dengan ucapan serta kode-kode mereka yang tanpa suara itu. bahkan hal itu membuatnya jadi jengah .
" apa sih maksudnya, nggk jelas" batin re memutar bola matanya jengah
" ingin mengatakan sesuatu" tanya Dinda sedikit gemas melihat tingkah anaknya yang menurutnya kaku itu
re tidak bisa diam dari tempatnya berdiri ia melirik kesana kemari bahkan ia tidak menatap mata ibunya
" aku pulang" jawabnya sedikit melirik ibunya
" itu saja" jawab Dinda yang bertambah geregetan dengan putri dingin nya itu
" aku pamit" jawab re singkat lagi
__ADS_1
" lalu" jawab ibunya kembali tak kalah singkat
re tidak menjawab lagi ia hanya diam tanpa kata hal itu membuat Dinda tidak bisa menahan kesabaran nya lagi
" ckk , kau ini " keluh Dinda menghampiri putrinya dan langsung memeluk Re dengan erat
Re pun hanya diam merasakan pelukan hangat dari ibunya tanpa membalas pelukan itu.
" seperti ini rasanya di peluk ibu" batin re
pelukan itu terlepas setelah beberapa saat Dinda memberikan beberapa nasehat kepada Re dan selalu di iyakan oleh nya .
akhirnya mereka masuk ke mobil dan bersiap untuk berangkat .
" hati-hati Na nyetirnya" Dinda berpesan
" iya Din pasti kok " balas Riana
" dahhhh Tante" Kayla melambaikan tangan keluar kaca jendela mobil melewati tubuh re yang memang berada di sisi paling pinggir dekat jendela mobil itu . Re merasa terhimpit dan kesal .
" dah Kayla" balas Dinda
Re melirik kearah ibu nya namun tak ada kata maupun gerakan dari dirinya . Dinda pun mengerti dengan anaknya yang memang berperangai seperti itu .ia tetap menampakkan senyuman hangat nya ke arah Re, dan mobil pun perlahan berjalan meninggalkan rumah itu dengan Dinda yang masih melambaikan tangan kearah mereka.
terlihat jelas di kaca spion Dinda yang masih menunggu kepergian mereka dan re juga tak mengalihkan pandangan nya sama sekali dari spion itu sampai bayangan ibunya tak terlihat lagi di balik spion itu .
re menghela napas nya dengan pelan. ia sedikit melamun dengan pikiran-pikiran nya
" apa aku durhaka tidak berpamitan pulang , aku ingin tapi aku tidak tau bagaimana mengatakan nya , aku tidak bisa seperti Kay yang dengan mudah akrab dengan orang lain bahkan dengan ibuku sendiri sekalipun" batin re berkecamuk
Kayla melirik kakak nya yang ternyata melamun itu, sedari tadi ia berbicara namun tidak di gubris oleh Re ia sedikit menyenggol lengan Re sehingga ia tersadar dari lamunan nya dan juga terkejut dibuatnya.
" kenapa kakak melamun" tanya Kay penasaran
" tidak melamun" bantah re
" kakak ngaku aja " desak Kay
" memang kenapa kalau iya" tanya Re balik
" kalau iya berarti Kay benar kan" jawabnya bangga
" cih" re hanya berdecih
" kakak jangan khawatir nanti kita main lagi kerumah Tante" pungkas Kay lagi
" biasa aja" jawab re seadanya
" kalau biasa kenapa kakak sedih " kembali Kay berargumen
re mengerutkan keningnya mendengar penuturan kayla
" siapa juga yang sidih, sok tau" kesal Re
" tadi kakak melamun itu berarti kakak sedih kan" Kay menjelaskan
" jangan sok tau anak bawang" sanggah re
perbincangan itu menemani perjalanan mereka menuju pulang
.
.
.
.
.
**Bersambung. . .
tidak banyak pintaku duhai readers
tolong like dan komen juga kalau mau
terimakasih yang masih setia membaca
yang tidak setia semoga setia kembali 😆
__ADS_1
RE²**