Realita Hidup

Realita Hidup
32


__ADS_3

di sebuah cafe tak jauh dari kantor Bastian terlihat seseorang tengah menunggu dengan sangat gusar ,pasalnya sedari tadi hp nya terus berbunyi namun hanya dia abaikan sesekali ia mengumpat kesal kepada seseorang yang ia tunggu.


" sial... jika bukan karena dia bos, sudah ku pastikan akan menghajar nya " umpat nya dengan kesal


" orang kaya memang semaunya datang terlambat" gerutu nya lagi


tidak berapa lama akhirnya orang yang ditunggu pun datang dengan santainya


" akhirnya datang juga " batin Riko


" maaf saya terlambat tadi ada rapat dadakan" ucap orang itu langsung duduk


" tidak masalah bos" jawab Riko padahal dalam hatinya menggerutu kesal


tiba-tiba telpon orang itu berdering dan Ia mengangkat nya dengan mimik wajah yang terlihat serius


" baik , saya segera kesana" jawab Bastian


orang yang ditunggu itu adalah Bastian, bos yang di maksud oleh Riko . mereka memiliki janji untuk bertemu perihal informasi yang akan di berikan oleh Riko kepada bos nya itu namun sepertinya Bastian sangat sibuk dengan perusahaan nya sehingga tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama meninggalkan perusahaan nya yang sedikit mengalami masalah sepeninggalan nya liburan beberapa hari yang lalu.


handphone Riko juga sedari tadi bergetar pertanda ada yang menelepon namun tidak ia angkat .


" langsung saja mana berkasnya , saya tidak punya banyak waktu" perintah Bastian


"memang anda pikir situ aja yang sibuk" jawab Riko bergumam pelan


Bastian menghentikan aktivitas nya yang sedang mengotak-atik hp ia langsung menatap tajam kearah Riko .


" maksudnya" tanya Bastian memastikan


" ah .. tidak ada pak, ini berkas yang saya maksud tapi sebelum itu pak bos tidak lupa kan dengan bonus saya" jawab Riko menjunjung sebuah amplop kuning yang cukup besar.


Bastian sejenak memperhatikan amplop itu dengan masih tidak percaya


" kau tidak bohong kan mengenai ini" tanya Bastian was-was


" tentu saja .untuk apa saya menipu Anda" jawab Riko meyakinkan


" awas saja jika kau sampai menipu " Bastian berkata penuh ancaman lalu ia mengambil selembar cek di saku jas nya .


" ini bonus mu, sebelum itu aku harus memeriksanya dulu " ucap Bastian sambil menyodorkan cek yang masih di tahan nya di atas meja yang mereka tempati.


"silahkan saja bos" jawab Riko menyerahkan berkas itu kepada Bastian


namun kembali hp Bastian berbunyi membuat nya mengurungkan niat untuk melihat berkas itu . ia mengangkat telpon dengan tidak ramah


" hallo "


" apa kau mendadak bodoh, cepat ulur waktu" jawab Bastian membentak membuat Riko sedikit terkejut .


Bastian menutup telpon itu dengan wajah yang tak ramah dan langsung berdiri


" jika hasil berkas ini tidak memuaskan maka kau akan tau akibat nya " ancam Bastian dan langsung pergi meninggalkan riko yang belum sempat menjawab


" cih ..jika bukan karena bonus yang besar aku tidak akan bekerja dengan boss angkuh itu" gumam Riko dalam hati yang nampak kesal dengan sikap bos nya itu.


hp Riko berdering kembali menampilkan orang yang sama memanggil nya sedari tadi dan kali ini ia mengangkat panggilan itu


sudah 13 kali tertera panggilan dari orang itu dan yang ke 14 baru diangkat olehnya


" hallo sa.." jawab Riko


" kau masih hidup" teriak orang di sebelah sana membuat Riko menjauhkan hp nya sejenak .


" tentu saja kau pikir aku sudah mati" jawab Riko sarkas


" sebentar lagi kau akan mati ditangan ku" jawab seorang wanita di seberang sana


" jika aku mati kau akan menjadi janda" balas Riko santai


" itu bagus ,aku akan mencari suami lagi " jawab wanita itu dengan enteng nya

__ADS_1


" langkahi dulu mayatku " jawab Riko geram


" setelah kau mati aku memang akan melangkahi mayat mu" teriak nya nyaring


" ckk sayang kenapa kau durhaka kepada suami mu ini" jawab Riko sedikit melemah


" kau meninggalkan ku sendiri" terdengar parau seperti mau menangis


" sayang maafkan aku tadi aku.."


" huaaaaaaa hiksssss..hikssss" tangis wanita itu pecah dengan nyaring


" sayang jangan menangis, ingat anak kita" bujuk Riko khawatir


" cepat pulang hiksss" jawab istri nya dengan nada yang teramat sedih


" iya sayang aku pulang, tunggu aku jangan menangis yah" bujuk Riko kepada istri nya yang tengah hamil muda itu .


....


di kediaman Santoso


libur sekolah masih belum berakhir itu tandanya tidak ada kegiatan bagi Re , seperti yang ia ceritakan kepada ibunya beberapa waktu yang lalu jika tidak sekolah maka ia tidak memiliki kegiatan di setiap harinya . anak santuy itu hanya membaca buku dan buku di setiap harinya . dan seperti yang dikatakan nya juga Kayla selalu mengganggu ketenangan nya dimana pun ia berada seperti halnya saat ini.


Re sedang serius membaca buku novel edisi terbarunya di kamar namun tiba-tiba Kay datang dengan tangis nya yang histeris membuat nya kaget . bukan kaget karena Kay yang menangis tapi karena mendengar suara bocah itu yang begitu nyaring di dekat nya entah apa lagi ulah Kayla kali ini . pasalnya sedari pagi tadi ada saja olahnya yang sengaja ingin merepotkan re


" kakaaaaak hiksss" wajah Kayla memelas


" apa lagi " tanya re jengah


" Petty hilang huhuuuu" tangis Kayla


Petty adalah kucing kesayangan Kayla yang ia dapat dari oppa nya hadiah ultah nya tahun lalu.


" mungkin dikandang nya" jawab re pelan


" nggk ada hikss hikss" tangis Kay semakin menjadi dengan berderai air mata


" mungkin dia kabur" jawab re cuek


" huaaaaaa hiks hiksss" tangis Kay semakin nyaring dengan air mata membasahi pipinya dan Re melihatnya


" sepertinya tidak bohong " batin Re


" mungkin dia bermain ditaman" jawab re sedikit perduli


" petty nggk pernah main diluar" bantah Kayla


" tentu saja nggk, orang dia selalu dikurung" batin re menggerutu


" cari aja ditaman sana" usir re kepada Kayla


" kakak temenin Kay" pinta Kayla sesegukan kepada sang kakak nya


namun tak di gubris oleh Re ia hanya mengibaskan tangan nya mengusir Kay untuk pergi


Kayla dengan langkah guntai nya keluar kamar itu menuju taman untuk mencari Petty kucing kesayangan nya yang hilang sendirian .


Re menatap kepergian sang adik yang terlihat sedih itu namun ia kembali melanjutkan membaca bukunya


....


Kayla perlahan berjalan menyusuri taman rumah nya yang cukup besar itu sendirian dengan sesekali memanggil kucingnya . taman itu ditumbuhi banyak bunga yang lumayan besar dan tinggi sehingga hampir menutupi tubuh mungil nya . ada juga beberapa pohon yang cukup rindang di sisi sisinya membuat suasana cukup sejuk dan sedikit gelap karena rimbun nya daun pohon itu.


Kayla melangkah dengan sedikit takut , walaupun itu siang hari namun ia disana seorang diri saja di taman yang cukup luas itu


terdengar suara sesuatu di semak-semak dekat nya berdiri membuatnya kaget dan repleks berteriak


" akhhhh... kakak" teriak Kayla berjongkok memejamkan matanya sambil menutup kedua telinga nya


....

__ADS_1


Re selesai membaca bukunya dan sepertinya ia juga sudah lelah. ia beberapa kali merentangkan dan menggerakkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal.


" Kayla" gumam re


ia melangkah keluar kamar ingin menyusul adik nya itu ke taman dan memastikan ia baik baik saja karena ia di titah kan tantennya untuk mengawasi dan menjaga Kayla selama Riana pergi ke acara perkawinan teman lama dengan Kevin beserta Al juga . sementara Widya dan Hendra pergi juga entah kemana.


Re berjalan menyusuri taman dengan santai sambil mencari - cari keberadaan adiknya samar-samar iya mendengar Isak tangis dari kayla dengan cepat ia menuju sumber suara itu.


" Kay" panggil Re yang sudah menemukan adiknya dalam keadaan menangis dan ketakutan memeluk lutut nya


" kakak" jawab Kay lirih


Re berlari kearah Kay dan langsung memeluk adiknya untuk menenangkan


" kenapa menangis disini " tanya Re


namun Kay hanya diam dengan masih sesegukan sesekali ia melap ingusnya dengan punggung tangan nya


" heh juruk sekali " kesal re namun ia tak melepas pelukan nya kepada sang adik


beberapa saat mereka berpelukan seperti itu Kayla mulai tenang dan berhenti menangis mereka melepas pelukan itu .


" Petty belum ketemu" tanya re


diangguki oleh Kayla


" ayo kakak bantu cari " ucap re sambil bangkit dari duduk nya dan mengulurkan tangan nya untuk membantu Kay berdiri juga lalu disambut oleh Kayla dengan senyuman nya .


mereka berjalan menyusuri taman itu dengan gandengan tangan yang tak lepas dari tadi terutama re yang begitu erat menggenggam tangan sang adik .


setelah mereka mengelilingi taman itu tidak ada juga tanda-tanda Petty muncul . mereka sampai berkeringat karena kelelahan berjalan mengelilingi taman itu.


" sepertinya Petty tidak ada disini" celetuk re


" lalu dia dimana" tanya Kay polos


" manaku tau" jawab re mengedikkan bahu nya


" Petty" keluh Kay mulai ingin menangis lagi


" kau sudah mencek ke kamar " tanya re


dijawab gelengan oleh Kayla


re mengerutkan alis nya


"serius kau tidak mengecek nya "


" iya , setelah Kay lihat kurungan Petty kosong Kay langsung menemui kakak"


" masuk " perintah re yang berjalan ke dalam rumah tanpa memperdulikan adiknya


setelah sampai dah mereka langsung menuju kekamar dan ternyata....


Petty sedang enak-enakan tidur di ranjang mereka dengan merentangkan kedua tangan nya keatas kepala .


.


.


.


.


.


Bersambung . . .


happy Readers guys


RE²

__ADS_1


__ADS_2