Realita Hidup

Realita Hidup
13


__ADS_3

Di rumah sakit


Terlihat Dinda tengah mendapatkan perawatan dari dokter beserta suster disana dan Hendra juga menemani disana


btw Hendra ini saudara ayah Dinda yaa yang baru pulang dari luar negeri dan baru terlihat dekat juga dalam beberapa bulan ini dulu sih nggk tau menau dengan saudara oh ya kalau orang tua Dinda sudah meninggal sejak ia masih remaja alias belum menikah.


dokter selesai dengan pemeriksaan dan menyatakan kondisi Dinda baik baik saja hanya perlu mengontrol emosi perasaan agar kondisi mental tidak tertekan kembali.karena keadaan Dinda baik baik saja maka ia pun tidak dirawat di sana dan pulang ke kediaman Hendra .


di perjalanan pulang Dinda terlihat murung dan hanya diam saja Hendra paman nya itu tentu tau apa yang membuatnya jadi begitu


helaan nafas panjang terdengar dari Dinda yang sedari tadi hanya diam membisu


namun tidak lama setelahnya akhirnya dia berucap


" paman " menoleh kearah pamannya dengan nada lirih nya


" paman tau , nanti setelah keadaan tenang kita kembali lagi ke sana" jawab paman nya


Dinda hanya bisa mengangguk pasrah dengan keadaan .


...


Tiga hari kemudian di kediaman Bastian


Beberapa pelayan sibuk dengan persiapan pesta ulang tahun yang akan di laksanakan malam ini . ke dua kakak beradik itu tentu saja juga ikut sibuk , namun bukan dengan persiapan pesta melainkan dengan gaun pesta yang akan mereka kenakan malam nanti. karena ada sedikit kesalahan dalam gaun pesta mereka yang di buat sama persis.


" Mami , lihatlah gaun kami kenapa Vita nya dijahit disini " keluh Vania yang memang tidak menerima kesalahan sedikitpun dengan gaun nya . sang Mami memperhatikan gaun ke 2 putrinya secara bergantian dan memang benar jahitan pita gaun itu sedikit bergeser dari tempat yang di inginkan.


( beda dikit aja ribet hadehhh🙄)


Celine mengambil telpon nya dan langsung menghubungi desainer tersebut .


" Hallo nyonya "


" ada kesalahan dengan gaun anak saya , cepat datang kemari dan segera perbaiki tuuut " langsung mematikan sambungan tanpa menunggu jawaban


Vania terlihat cemberut sedari tadi dan sang mami menyadari hal itu


" sayang sebentar lagi desainer itu datang jangan cemberut begitu nanti cantiknya nggk kelihatan loh" bujuk Celine


" mami harus memecat dia Vania tidak suka dengan nya "


" oke nanti mami pecat dia tapi setelah pesta ini ya sayang"


Vania mengangguk dengan wajah yang bersungut sebel .


tidak berapa lama Bastian pun pulang dari kantornya ia sengaja pulang lebih awal karena tidak ingin terlambat datang di hari bahagia anaknya .Seperti biasa Alika lah yang paling antusias menyambut kedatangan Bastian dan mereka menceritakan kekesalan mereka hari ini . Bastian hanya menggeleng dengan tingkah angkuh putrinya itu . karena belum saat nya ia menerapkan didikannya yang akan membuat sang anak mungkin tidak akan menyukai hal itu nantinya.


akhirnya malam pesta pun tiba terlihat banyak yang datang di pesta itu terutama teman sekolah Vania dan Alika beserta orang tua mereka masing masing tentunya yang kebanyakan dari mereka merupakan kalangan orang kaya juga.


pesta itu berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun . acara itu tidak terlalu lama di selenggarakan mengingat anak anak harus bersekolah besoknya. jam 09:00 tepat acara itu sudah berakhir dan semua tamu sudah pulang kerumah masing masing kini yang tersisa hanya para pelayan yang membereskan sisa pesta itu .

__ADS_1


Di Ruang tamu


terlihat beberapa pelayan membawa banyak kado ke ruangan itu . karena banyak tamu yang datang maka banyak juga yang memberi kan hadiah kepada mereka.Vania dan Alika sangat bersemangat membuka kado yang mereka terima , walaupun yang ulang tahun Vania namun mereka tetap berbagi dengan hadiah yang didapat begitu pun sebaliknya jika Alika yang ulang tahun .


sementara Celine terlihat duduk tidak jauh dari anak anak nya ia sangat kelelahan dengan pesta itu.


** lelahnya karena kebanyakan gosip sama teman teman sosialitanya tuh** **


dan Bastian terlihat sibuk dengan laptopnya


....


Di panti asuhan


terlihat di meja makan hanya ada beberapa anak yang hadir ikut makan sementara yang sudah dewasa tidak terlihat hadir .beberapa anak sudah selesai dengan makan nya dan pergi lebih dulu ke kamar mereka dan tidak berapa lama anak yang lain juga ikut menyusul kini tinggal lah Re , Mina dan juga ibu mereka disana .


Re memang selalu membantu bersih bersih dan mencuci piring kotor setelah makan sementara Mina juga kadang ikut membantu namun jika rasa Iri nya kumat maka jangan harap itu terjadi


" Re setelah ini ibu ingin bicara ya nak ,tunggu ibu di kamarmu jangan tidur dulu "


" iya Bu "


Mina merasa penasaran


" Apa yang ingin di bicarakan ibu" batin Mina


kegiatan bersih bersih pun selesai dan Re masuk ke kamarnya , begitu juga dengan Mina disusul dengan ibunya yang masuk ke kamar Re.


di kamar ibu dan anak itu duduk berdampingan . sang ibu membelai rambut sang anak dengan lembut .


dan diluar ternyata Mina mendengar perkataan ibunya dan rasa Iri nya kumat kembali setelah mendengar pernyataan ibunya yang selalu memuji dan membanggakan Re


tangan sang ibu beralih membelai wajah


Re dan kembali berkata


" seandainya saja kau terlahir dari rahim ku aku akan sangat bersyukur kepada Tuhan karena di berikan putri seperti mu" mata mulai berkaca kaca


Mina yang di luar merasa semakin panas mendengar penuturan sang ibu namun ia masih tetap berada di sana


" ibu , aku putrimu" memegang tangan ibunya yang masih membelai wajahnya


ibunya mengangguk dan segera memeluk putri kecil kesayangannya itu . Isak tangis sang ibu akhirnya keluar juga dan itu terdengar sampai ke luar dimana Mina berada


mendengar ibunya menangis , Mina menjadi bertanya tanya mengapa ibunya sesedih itu


" nak, besok mereka akan datang lagi" ucap sang ibu yang sudah kembali menguasai dirinya


" ..... " tidak ada respon dari Re


sementara di luar Mina kembali bertanya tanya siapa yg akan datang ???

__ADS_1


sang ibu kembali berkata


" ketahuilah nak , mereka tidak membuang mu ada suatu hal yang membuat mereka melakukan itu "


" hal apa itu Bu , hal apa yang membuat orangtua sampai membuang anaknya" jawab Re dengan wajah dinginnya


" hanya mereka yang bisa menjelaskan itu nak ,ibu tidak berhak dan tidak tau alasan mereka maka ibu mohon tolong dengarkan penjelasan mereka " mata sang ibu kembali berkaca kaca


Re mengalihkan pandangannya ke arah lain ia tidak ingin melihat air mata sang ibu


" ibu mohon nak ini permintaan ibu yang terakhir kepadamu "


mendengar kata terakhir untuk pertama kalinya air mata Re akhirnya terjatuh ia menatap sang ibu dan berkata


" apa aku tidak bisa bertemu dengan ibu lagi "


ucapnya dengan berlinang air mata


" mereka akan membawamu pergi nak dan ibu tidak akan bisa melarangnya" dengan tetesan air mata yang semakin deras


" aku tidak mau ikut dengan mereka"


" nak dengarkan ibu, dia adalah ibu kandungmu , ibu yang melahirkan mu apakah kamu tidak merindukannya dan ingin memeluknya


" tapi ibu yang merawat ku "


Diluar terlihat Dinda yang tersenyum sumringah setelah mendengar percakapan itu dan akhirnya ia kembali ke kamarnya dengan wajah yang berseri seri.


entah harus bagaimana lagi membujuk sang putri kecil kesayangan nya ini . sang ibu sudah kehabisan kata kata .


" ibu tau selama ini kamu ingin tau identitas orangtua mu dan sekarang mereka sudah hadir dan mencari mu nak, sekarang kau memiliki orang tua seperti teman teman mu yang lain "


Re terdiam akhirnya kali ini ibunya berhasil untuk membujuk anaknya itu


.


.


.


.


.


.


.


***Bersambung**...


Like dan jadikan favorit ya guys

__ADS_1


terimakasih


RE²*


__ADS_2