Realita Hidup

Realita Hidup
12


__ADS_3

Suasana di ruangan itu Kembali hening namun hawanya agak sedikit panas


semua orang dewasa di sana sibuk dengan pikiran mereka masing masing sedangkan Re sejak tadi terus menatap wanita dihadapan nya dengan tatapan tajam nya yang terlihat penuh amarah.


wanita yang di tatap sedari tadi hanya menunduk dan matanya terpejam sesekali air matanya meleleh di pipi tak mau berhenti.


Dinda mencoba menguasai dirinya dan mencoba menjelaskan apa yang di alaminya selama ini sehingga ia tidak bisa merawat anak nya itu. Dinda mengangkat kepalanya dan mencoba menatap anaknya yang selama 6 tahun tidak pernah di lihat bahkan tidak pernah di beri nya asi.


memang setelah beberapa hari melahirkan mereka tidak pernah bertemu lagi karena kondisi mental Dinda yang langsung drop tidak kuat menerima kenyataan.


dulu memang Dinda menyalahkan dan membenci anaknya karena anak itu perempuan , ia menyalahkan kehadiran anak itu karena tidak sesuai dengan harapan Bastian sehingga lelaki yang di cintainya meninggalkan nya begitu saja


....


Dinda terlihat memindai anaknya itu dengan teliti dari ujung kaki sampai ujung kepala seakan ia memastikan apakah ada kekurangan fisik dari sang anak namun rasa takutnya sirna setelah melihat putri kecilnya yang terlahir dengan sempurna tanpa kekurangan fisik apapun


dan sekarang tatapannya terhenti pada wajah sang anak yang seketika mengingatkannya kepada orang yang selama ini membuat hidupnya berantakan .


wajah Re begitu mirip dengan Bastian


hidung yang mancung, kening yang tebal dan tatapan mata begitu tajam yang saat ini menatapnya intens


hanya bibir yang diwariskan oleh Dinda kepada anak itu. namun satu lagi warisan dari Dinda yang belum ia ketahui yaitu lesung pipi nya , Re memiliki lesung pipi di kedua pipinya yang akan terlihat jika ia tersenyum itu adalah warisan dari Dinda yang juga memiliki 1 di pipi kanan nya . dan saat ini Dinda belum mengetahuinya mengingat ekspresi wajah Re yang datar .


wanita itu kembali berkaca kaca mengingat alasan nya tidak bisa merawat putri nya itu apalagi wajah anaknya begitu mirip dengan orang yang menyebabkan hal itu terjadi membuat hatinya terasa teriris . dan tangisnya pun akhirnya pecah dan semakin menjadi jadi


terlihat laki laki yang berada di samping Dinda mencoba untuk menenangkan begitupun dengan dokter Andi yang berada disana juga terlihat panik dengan kondisi Dinda sekarang


bukan tanpa alasan mereka melakukan itu mengingat baru beberapa bulan ini Dinda sembuh dari penyakitnya ,mereka takut penyakit Dinda akan kambuh kembali dan semakin parah .


" sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja pak hendra agar bisa di berikan perawatan ,saya takut penyakit nya kambuh lagi" saran dokter

__ADS_1


Hendra mengangguk dan segera membawa Dinda yang sudah tidak sadarkan diri sejenak tatapan nya bertemu dengan Re yang terlihat biasa saja di tengah kepanikan yang terjadi .


ibu panti juga terlihat khawatir dan ikut mengantarkan ke depan sambil membawakan barang barang Dinda sementara Re tetap terdiam di ruangan itu dengan wajah yang sulit di artikan


di depan rumah


" setelah keadaan Dinda membaik kita bicarakan lagi masalah ini . Saya harap ibu bisa menjelaskan kepada Re apa yang terjadi kepada ibunya "


" nak Hendra tenang saja saya akan mencoba menjelaskan kepadanya , ia pasti akan mengerti"


akhirnya mereka pergi dari panti itu dan menuju rumah sakit


ibu itu segera masuk kedalam rumah dilihatnya ruangan itu sudah kosong ia segera melangkah ke kamar Re ia mencoba mendorong pintu namun pintunya terkunci dan beberapa kali mengetok pintu tapi tidak ada respon dari Re sejenak ibu itu menarik napas dan melangkah pergi jika sudah seperti itu maka yang bisa dilakukan hanyalah menunggu suasana mereda .


....


Di dalam kamar


" Aku senang tinggal disini di tempat aku di besarkan walaupun orang di lingkungan ku tidak menganggap ku ada dan mengabaikan keberadaan ku itu tidak apa-apa aku tidak perduli dengan hal itu, tuh aku masih tetap hidup walaupun orang lain tidak mau berteman denganku karena aku adalah anak yang tidak memiliki orangtua yang jelas asal usulnya dan sekarang ada seorang wanita yang mengaku sebagai ibu ku, ibu yang katanya telah melahirkan ku dan ingin membawaku jauh bersamanya setelah 6 tahun umurku . Ia datang mencari ku setelah membuang ku, apa yang akan kalian lakukan jika berada di posisi ku . Tentu saja aku merasa marah kepada nya , mengapa ia mencari ku lagi itu pertanyaan yang belum terjawab olehnya . tadi ku lihat wanita itu begitu sedih setelah melihatku entah apa yang membuatnya sedih aku tidak terlalu memperdulikannya , yang aku ingin tau adalah alasannya membuang ku itu saja".


(begini nih jika dewasa bukan pada waktunya)


setelah lelah dengan pikiran nya akhirnya Re pun tertidur di meja belajarnya hingga malam menjelang


sang ibu yang merasa khawatir akhirnya mencoba mengetuk pintu kembali berharap anaknya sudah tenang dan bisa di ajak bicara


tok tok tok tok


"nak,bisa keluar sebentar ayo makan dulu"


memang sedari siang tadi Re belum makan apapun akibat kejadian itu

__ADS_1


kali ini tidak perlu 2 kali untuk memanggilnya pintu itu langsung terbuka dan menampakan gadis kecil yang seperti biasanya yang menggunyingkan senyuman tipis memperlihatkan lesung pipinya terlihat seperti tidak terjadi apa apa sebelumnya.sang ibu menyambutnya dengan senyuman juga dan menuntunnya menuju meja makan


terlihat di meja makan sudah banyak yang berkumpul , hanya Re yang ditunggu oleh semua orang karena sudah menjadi kebiasaan mereka jika makan selalu bersama sama . makan malam pun dilakukan dengan penuh keriyuhan canda tawa .yang sudah remaja dan dewasa saling bertukar cerita tentang pekerjaan mereka dan hal hal lainnya sedangkan yang masih sepantaran dengannya asik dengan perebutan makanan


( banyak orang pasti ribut yaa )


" suasana ini akan ku rindukan nanti melihat sekeliling dalam diamnya" batin Re


sang ibu sedari tadi ternyata memperhatikan Re tanpa henti . tentu saja ia tau apa yang di rasakan anak kesayangan nya itu dan ia juga ikut merasakan kesedihan putri kecilnya itu


walaupun tidak ada yang akrab dengannya di panti itu namun ia sudah cukup merasa senang jika bisa berkumpul seperti itu dan mendengar keributan keributan dari perkumpulan itu . jika bukan di meja makan tidak mungkin semua akan berkumpul seperti itu ,semua akan sibuk dengan urusan masing masing terutama yang sudah remaja dan yang dewasa sudah jarang ke panti itu namun hari ini entah kenapa semuanya terlihat lengkap berkumpul .


akhirnya makan malam pun selesai dan semua orang kembali ke kamarnya masing masing


.


.


.


.


.


.


.


***Bersambung...


RE²***

__ADS_1


__ADS_2