
Hari ke 2 Vania MOS ( masa orientasi siawa )
...
hari ini adalah hari kedua sekolah elit itu mengadakan MOS di sekolah mereka, seperti biasa semua murid baru diarahkan untuk berkumpul terlebih dahulu untuk mendapatkan pengarahan beserta beberapa peraturan perlombaan bersangkutan.
di hari yang kedua ini semua terlihat antusias dan bersemangat sehingga semakin menambah keseruan perlombaan.
tak jarang terdengar yel-yel dari kedua belah pihak untuk menyemangati anggota kelas mereka ketika bertanding .
bagi tim Vania sudah merasa di atas angin karena sudah memenangkan perlombaan di hari pertama namun bagi tim lawan mengalami kekalahan pasti akan menyusun strategi kembali dan bertekat memenangkan pertandingan hari ini dan besok juga tentunya.
terlihat seorang gadis cantik ayu nan ramah serta murah senyum begitu di bangga-banggakan di kelompok lawan Vania . gadis itu sama populernya dengan Vania di angkatan tahun ini dan tentunya menjadi bintangnya juga di kelasnya . ia adalah Mina Putriana siswi berprestasi yang masuk sekolah itu lewat jalur beasiswa berkat kepintarannya .
pertandingan di hari ini di menangkan oleh kelompok lawan dari Vania, hak ini membuat ia menjadi kesal dan marah karena berhasil dikalahkan oleh tim lawan . semua orang beralih memperhatikan serta memuji Mina yang menjadi pahlawan di kelompok nya itu.
perhatian semua murid sekarang tertuju kepada Mina bahkan kakak kelas mereka juga kagum dengan nya . serta ada beberapa juga anggota kelas Vania yang secara terang-terangan memuji kepintaran gadis ayu itu di depan Vania, membuat Vania semakin kebakaran jenggot ( lebay ya aku haha ) Vania kan cewek mana ada punya jenggot
....
Di Tempat Bastian ( kantor )
pengusaha sukses yang sedang berbahagia ini sangat sibuk ( super sibuk ) dengan pekerjaan kantor nya yang mengalami peningkatan tahun ini. saking sibuk nya ia bahkan tidak sempat lagi memeriksa laporan yang di berikan Rico kepadanya beberapa Minggu yang lalu. ia baru kembali dari luar kota karena menangani proyek .
meskipun umur Lelaki itu sudah ber kepala empat namun ia masih terlihat tampan dan serasa masih umur 30 an . orang-orang yang melihat nya pasti tidak akan menyangka kalau umurnya sudah kepala empat, padahal ia sudah memiliki 2 orang anak yang salah satunya sudah memasuki usia remaja pula.
( note : tambah 1 anak dan 1 istri lagi ya, jangan lupakan Re dan Dinda )
Bastian sangat antusias membuka amplop berwarna cokelat yang baru saja di ambilnya di dalam berangkas tempat dokumen penting yang biasanya ia simpan, perlahan ia membuka lembar demi lembar kertas yang ada di sana sepertinya detektifnya itu sangat detail melaporkan temuannya itu . seulas senyum tergambar di wajah lelaki yang saat ini sedang berbahagia itu tatkala ia mendapati sebuah foto seorang anak perempuan yang terlihat berfose formal memakai latar merah dengan wajah datar khas gadis itu.
senyuman nya terlihat menyurut saat matanya menangkap kalimat " Re kyell . H " di nama anak itu . ia mengerutkan kening seraya heran mengapa nama anak nya seperti itu pikirnya bingung, namun ia tak mempermasalahkan hal itu ia terus memperhatikan wajah sang anak dengan senyuman yang tak henti-henti dari bibirnya pasalnya ia sangat kagum dengan wajah anak nya itu, bisa di katakan 90% wajah nya sangat mirip dirinya dengan versi perempuan kecil yang cantik tentunya.
Bastian sangat tidak sabar ingin bertemu putrinya setelah melihat serta meneliti laporan yang diterimanya, namun keinginan nya itu tidak semulus jalan tol di kota author tentunya. tidak mungkin kan tiba-tiba ada seorang lelaki datang menemui seorang anak dengan mengaku sebagai ayah kandungnya, mana mungkin orang percaya begitu saja.
Bastian terlihat berpikir sejenak . ia terus membaca laporan itu berulang-ulang kali untuk mengambil keputusan dan ia memutuskan untuk menelepon seseorang.
...
Disebuah rumah terlihat seorang pria berumur sekitar 30 an sedang kalang kabut memenuhi permintaan sang istri yang sedang cerewet dan juga sangat sensitive . wanita itu tengah hamil muda di tambah lagi umur nya juga masih muda sekitar 20 an, pasangan itu baru menikah tahun lalu .
" yaaanggg kamu dimana" teriak wanita itu
tidak ada sahutan atau tanda-tanda ada yang datang membuat wanita itu membanting gelas yang di pegang nya saat ini.
praaankk
bunyi gelas milenium terjatuh, anggap aja gelas yg terbuat dari bahan anti pecah ya ππ π
tidak lama setelah itu datang lah sang suami dengan ambyar nya berlari ke arah sang istri yang sedang hamil muda itu.
__ADS_1
" kenapa yang, apa yang jatuh" terlihat kepanikan masih di wajah lelaki itu
sang wanita hanya memberenggut tak menjawab sang suami. sepertinya wanita itu kesal karena makanan yang ia inginkan tidak sesuai di tambah lagi td sang suami tidak menyahut panggilannya .
lelaki itu memungut gelas malang yang Ter banting oleh istrinya tadi lalu ia duduk mendekat ke samping sang istri yang merajuk itu yang tak mau bicara.
" kenapa, hemm" bujuk nya dengan sabar
sang istri menatap nya dengan tajam dan masih memberenggut namun sang suami juga masih dengan kesabaran nya
kali ini sang suami tak berbicara namun hanya tersenyum manis kearah istrinya yg sedang bertatap-tatapan dengannya
melihat gelagat sang suami yang seperti itu membuat sang istri menjadi luluh dan akhirnya mau sedikit berbicara.
" kenapa buburnya dimasukin kacang" celetuk nya
" hah, masa" jawab si suami sambil melihat ternyata memang benar ada kacang nya
" maaf sayang aku lupa tadi ngasih tau" jawab nya dengan cengiran
" kok lupa"
" iya tadi ada telpon penting makanya aku kurang fokus"
" jadi lebih penting telpon dari pada aku dan anak mu" desak wanita hamil itu mengelus perutnya yang masih rata karena kehamilan nya baru 2 bulan lebih 3 hari
" bukan begitu yang, itu dari pekerjaan aku makanya aku kurang fokus tadi" jelas lelaki itu
" ya sudah aku belikan lagi aja ya " ucap lelaki itu tanpa semangat di wajah nya tak seperti saat pertama ia pergi tadi .
" nggk usah deh " wanita itu jadi merasa bersalah kepada suaminya karena tempat nya jauh dan juga terlihat ada masalah di wajah suami nya
" nggk pp sayang demi kamu Dan anak kita " ingin melangkah pergi
" yang nggk usah . biar kamu aja yang makan kacang nya yah" bujuk wanita itu
" bener nggk papa yang" suami nya memastikan
diangguki oleh sang istri akhirnya mereka pun makan bersama bubur itu .
....
di sebuah gedung pencakar langit duduk 2 orang yang sedang membicarakan sesuatu
" kau punya rencana untuk mereka" tanya lelaki paruh baya kepada lawan bicaranya
" punya, tapi masih ragu" jawab lawan bicara yang terlihat lebih muda dari lelaki itu
" kau yakin ingin melakukan nya, bagaimana jika ini berdampak buruk bagi mereka" tanya lelaki paruh baya itu lagi
__ADS_1
" ini tidak akan berbahaya" jawab nya pasti
" papa percaya padamu, asal jangan berdampak buruk bagi cucuku" jawab lelaki paruh baya itu sedikit khawatir
...
di sekolah
saat Re masuk ke kelas nya ia mendapati mejanya penuh dengan coretan yang memenuhi seluruh permukaan meja itu, ia menatap ke sekeliling kelas nya hanya terlihat beberapa anak yang ada di sana yang terlihat acuh dan sebagian asik membaca buku, ia tidak ambil pusing atau bahkan menanyakan siapa yang melakukan itu baginya itu sangat merepotkan jika ia harus bertanya ataupun mengeluarkan suara nya.
Re membuka tas nya berharap ia tak melupakan membawa tisu nya namun ia tak mendapati yang ia cari terpaksa ia harus mencari sesuatu untuk melap mejanya yang kotor itu. ia menuju ke arah toilet yang berada di ujung bangunan sekolah itu .
tujuan utamanya ke toilet itu adalah mencari lap lantai yang bisa ia gunakan untuk membersihkan coretan di meja nya, ia menemukan lap itu dan segera mengambil nya. ia mendengar beberapa langkah kaki yang terdengar pergi menjauh dari toilet itu. namun anak santuy itu tak pernah perduli dengan keadaan bahkan untuk sekedar kepo pun tidak akan mungkin. ia segera ingin kembali kekelas untuk mengikuti pelajaran karena besok akan dilaksanakan kuis dan hari ini adalah materi terakhir pelajaran itu dan ia terkejut saat ingin menarik gagang pintu beberapa kali ia mencoba memutar namun tidak bisa di buka memang kunci nya di dalam tetapi ada gagang juga di luar sehingga besar kemungkinan gagang itu terhalang sesuatu dan tidak bisa di buka dari dalam .
Re terus berusaha memutar-mutar gagang pintu itu berkali kali namun tetap saja pintu itu rapat tertutup . sepertinya ada yang sengaja menjahili Re namun tidak berani secara terbuka untuk melawan . karena mengingat Re bocah cuek nan dingin dan juga memiliki tatapan tajam makan itulah sebabnya yang melakukan itu secara sembunyi-sembunyi.
Re buka lah anak yang tidak peka ia tau tidak semua anak murid di kelas nya menyukainya terlebih lagi ia siswa terpintar di kelasnya mungkin membuat sebagian siswa lain iri dan juga dendam kepada nya . sehingga cara seperti inilah yang ditempuh para pesaing untuk menjatuhkan nya karena jika berhadapan langsung mereka mungkin tidak berani dengan ekspresi garang Re tentunya .
anak santuy ini memang benar-benar tidak perduli dengan situasi ia tidak berteriak meminta tolong ataupun melakukan sesuatu yang lain. malah ia duduk di kloset itu dengan nyaman nya sambil membuka tasnya . yah tasnya tadi belum sempat ia taruh di mejanya karena ia langsung menuju ke toilet . mungkin karena tasnya ada bersamanya membuat anak ini santai tanpa merasa panik sedikitpun
padahal saat ini ia terkunci dan materi pelajaran di jam ini sangat penting untuk ujian besok namun ia malah mengambil buku novelnya dan membaca buku itu dengan santai. ia menunggu jam istirahat tiba dan berharap ada murid yang datang dan mau membuka kan kuncian pintu itu dari luar.
...
jam istirahat pun tiba terdengar samar bel istirahat berbunyi . namun Re masih fokus membaca novel nya yang tinggal beberapa lembar lagi, namun saat Re masih fokus terdengar beberapa anak masuk ke dalam toilet itu Re spontan meminta tolong dengan menggedor-gedor pintu tanpa bersuara . membuat anak-anak yang masuk sedikit takut namun mereka memberanikan diri untuk membuka sapu yang menghalangi pintu toilet itu dan menyingkirkan nya sehingga terbukalah pintu itu .
Re keluar dengan wajah datar nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun . namun sebelum itu ia memperhatikan sapu yang di pegang salah satu anak kelas 3 sebentar dan langsung pergi menuju kelasnya, sekarang ia sudah tau benda apa yang membuat pintunya jadi terkunci .
.
.
.
.
**Bersambung . . .
Author nya moody an nih guys
klo mood lagi oke mau nulis + mikir juga
klo nggk ya terbengkalai deh cerita nya
maaf yah readers ,,, walaupun nggk tau juga salah apa hee hee.
Like ya cerita aku, klo nggk mau ya suka aja nggk pp kok atau kasih jempol juga nggk pp
" sama aja" batin readers
__ADS_1
REΒ²**