
Re menghembuskan nafas nya lelah dan melangkah kearah tengah lapangan dengan santai tentunya, ia berjungkok dan perlahan memunguti barang-barang yang berhamburan di lapangan itu .
yah ternyata tas nya di buang ke tengah lapangan dengan semua isi nya di keluarkan secara berhamburan. sejauh ini Re tidak menggubris apa yang di alaminya, ia hanya heran mengapa seseorang bisa berbuat hal ini kepadanya
....
Di kediaman Hermawan
Alika terlihat uring-uringan dan tentunya saat ini sedang merajuk kepada orang tua nya, terutama kepada sang papah nya. pasalnya akhir- akhir ini Bastian jarang pulang, dan ibunya pun juga sibuk dengan urusan nya dengan bisnis baru . Alika merasa akhir- akhir ini ia terabaikan oleh orang tua nya.
kebetulan keluarga Hermawan itu semuanya berkumpul di meja makan setelah beberapa waktu tidak berkumpul lengkap seperti itu.
tentu saja ini menjadi kesempatan bagi Alika untuk mengeluarkan keluh kesah nya terutama kepada sang ayah tersayang nya.
" papah kok jarang pulang sih sekarang" Alika memulai percakapan
" papa sibuk sayang, banyak yang harus di urus" jawab Bastian sejenak menghentikan suapan makan nya lalu kembali menyantap makanan nya
keluarga ini tidak menerapkan aturan makan yang ketat seperti tidak berbicara sebelum selesai. mereka terbilang santai saja tidak ada aturan yang memberatkan . jika ingin berbicara saat di meja makan silahkan saja.
malahkan terkadang berbicara di meja makan itu terasa berbeda daripada yang duduk di tempat khusus.
" Lika kan kesepian dirumah pah dan juga papah jarang sekarang main sama Lika" keluh Alika cemberut
" papah kerja kan juga buat kalian, lagian kan mami kamu ada dirumah, kakak kamu juga ada tuh" lirik Bastian kepada mereka yang di sebutkan .
" mami juga sibuk, kak Vani juga nggk mau Lika ajak main" dengan nada memelas ya Alika berucap
Bastian menatap kearah 2 wanita yang duduk bersebelahan di sisi kanan nya sedangkan Alika di sisi kirinya .yang di tatap tentu saja paham dengan maksud tatapan itu
" mamah juga sibuk pah sekarang buka cabang baru di bisnis mamah" bela Celine
" aku kan sekarang banyak tugas pah mana bisa di tinggal" bela Vania juga pasalnya ia malas. mana mungkin ia menemani adiknya bermain Barbie sedangkan ia sudah mulai beranjak remaja tidak mungkin lagi ia bermain hal-hal seperti itu.
Bastian menghela nafas memang alasan yang di berikan oleh Celine dan Vania masuk akal membuat nya sedikit pusing dengan masalah ini .
" Lika bermain saja dengan bibi sum jika bosan sayang " usul Bastian kepada anak nya yang memang manja dari kecambah ini
" bi sum udah tua pah nggk seru main sama bibi" protes Alika
" kau kan punya teman, main saja dengan mereka. nanti papah suruh sopir jemput teman-teman kamu kerumah kalau kamu ingin bermain dengan mereka" usul Bastian kembali membujuk Alika
" memang Alika boleh ngajak temen-temen main kerumah pah,, papah serius kan" tanya Alika memastikan dengan binar ceria dimatanya
" tentu sayang " jawab Bastian
" yeeeyyy , sayang papah" teriak girang Alika
Vania dan celine bernapas dengan lega pasalnya mereka harap-harap cemas sedari tadi karena besar kemungkinan salah satu di antara mereka akan di tunjuk oleh Bastian yang akan di repotkan oleh ajakan Alika bermain yang tentunya akan sangat membosankan .
....
Panti asuhan
terlihat di panti itu seorang anak berlari menuju dapur dengan memanggil ibu panti yang sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk semua yang ada disana di bantu beberapa ibu lain nya
dengan tergesak- gesak anak tadi sampai ke dapur dengan kabar heboh yang iya akan sampaikan
" ibu kau dimana cepatlah keluar" teriak anak itu dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan
" kau ini kenapa selalu berlari hah" kesal ibu panti dengan menjewer telinga anak itu
__ADS_1
" akhh sakit Bu" keluh nya mencoba melepaskan jeweran dari ibu panti itu
ini panti pun melepaskan jeweran nya ia tidak sungguh-sunguh kesal kepada anak itu
" kenapa kau berlari" tanya ibu panti penasaran
" cepat bu kita keluar kak Mina menelpon " ajak anak itu sambil menarik tangan sang ibu
tentu saja ibu panti tak menolak malah ia juga ikut berlari menuju luar ruangan yang biasa mereka berkumpul dan yang ada di dapur tadi juga ikut keluar semua.
terlihat sudah banyak yang berkumpul di ruangan itu menghadap layar iped yang cukup besar yang menampilkan sesosok gadis remaja cantik yang tersenyum kearah layar . memang setiap kali Mina menelepon lewat panggilan video semua nya antusias untuk berkumpul untuk mencurahkan rasa rindu mereka kepada Mina yang saat ini bersekolah di luar daerah nya itu.
terlihat jelas di wajah sang ibu kerinduan kepada putrinya yang sudah hampir 2 Minggu ini meninggalkan rumah dan sekarang berada di salah satu asrama yang di sediakan oleh pihak sekolah. tak jauh berbeda dengan sang ibu Mina pun demikian sama rindunya dengan sang ibu .
" nak bagaimana kabarmu, apakah sudah makan, apa kamu nyaman tinggal disana" tanya sang ibu beruntun dengan tidak sabar
" ibu satu-satu dong nanya nya, aku baik kok Bu jangan khawatir aku udah makan tadi " jawab Mina tersenyum
" ibu khawatir kamu tidak nyaman tinggal disitu nak" jawab ibu nya lirih
"Bu doakan aja aku semoga baik-baik aja disini" jawab Mina masih dengan senyuman nya
" ibu selalu mendoakan mu nak" balas ibu nya
" kak bagaimana sekolah nya apakah bagus" tanya salah satu anak panti yang juga ingin mengobrol
" iya sangat bagus"
" pasti kakak punya banyak teman baru , kakak kan cantik pasti banyak yang mau temenan sama kakak" tanya anak yang lain
" iya kakak sekarang punya banyak kenalan mereka semua baik sama kakak" jawab Mina
dan obrolan terus berlanjut hingga mereka memutuskan sambungan telepon itu setelah melepas kerinduan . mereka bersiap untuk makan malam bersama
" Semoga putri-putri ku yang berada jauh dariku selalu dilindungi oleh yang maha kuasa" batin ibu panti
....
Dirumah keluarga Santoso
Re mendadak cegukan setelah beberapa suap ia makan ia segera meminum air yang ada di depan nya guna menghilangkan cegukan nya yang tiba-tiba itu. semua yang ada di meja makan itu menoleh kerah nya .
" habiskan minum air nya baby" perintah Riana kepada Re
Re mendelik dengan gelas yang masih bertengger di mulutnya, ia heran dengan Tante bar-bar nya itu yang kadang memanggil nya dengan kalimat yang membuat nya geli untuk di dengar. dengan cepat ia menghabiskan minuman nya dan cegukan nya sudah tidak terdengar lagi.
di sebelah nya Kayla hanya melirik kakak nya itu sejenak, lalu kembali lagi menyantap makanan nya sepertinya adik dan kakak itu masih marah-marahan .
.....
di kediaman Dinda
terlihat ibu ini sedang makan sendirian, sesekali ia mengutak-Atik hp nya melihat sosial media yang ia miliki.
" sepertinya mereka masih makan " gumam nya sendiri karena memang tidak ada yang di ajak nya bicara di rumah itu
" 15 menit lagi mungkin udah selesai"
kembali Dinda bergumam
ternyata sedari tadi wanita itu melihat status story dari Riana yang menampakkan menu makan malam mereka beberapa menit yang lalu, hal ini menjadi wacana bagi Dinda untuk menghubungi purtinya
__ADS_1
skip beberapa menit kemudian
Dinda mencoba menghubungi Re dan benar saja anak itu langsung mengangkat telepon dari nya .
" hallo mah" jawab Re
" udah kenyang sayang" tanya Dinda
" udah" jawab re
" sekarang di kamar ya" tanya Dinda
" iya" jawab re singkat
" udah gosok gigi nak" Dinda terus bertanya
" belum" re menjawab tetap dengan singkat
Re melirik kearah Kayla dan ternyata Kayla juga menatap nya sedari tadi dengan tatapan yang sulit di artikan sambil begitu erat memeluk boneka beruang nya
" gosok dulu gih nak" perintah Dinda
" emchh iya" jawab Re yang mengakhiri tatapan nya dengan Kayla lalu melangkah ke kamar mandi yang ada di kamar itu
Kayla bertambah memberenggut kesal dengan apa yang dilakukan oleh kakak nya itu
ia melempar boneka nya kearah kakak nya namun untung saja tidak sampai mengenai Re karena ia sudah keburu masuk ke kamar mandi tanpa tau bahwa Kayla melempari nya dengan boneka namun tak kena .
" ihhh kesel kakak nggk peka " batin Kayla
gadis ini bersidekap duduk di ranjang menunggu kedatangan kakak nya untuk keluar dari kamar mandi sambil meracau tak jelas
10 menit akhirnya Re keluar dengan sudah melakukan ritual tiap malam nya dan ia pun juga sudah mengakhiri panggilan dengan ibunya . tatapan nya bertemu dengan Kayla yang sedang menghunus kearah nya namun Re tidak pernah takut dengan tatapan marah itu karena menurut nya tidak ada seram-seram nya kemarahan adik nya itu dan ia juga tidak tau apa yang membuat adik nya itu suka marah akhir-akhir ini.
Re melangkah mendekati ranjang samping Kayla duduk . karena di sisi kanan ranjang itu adalah tempat Re biasa nya tidur tapi sekarang Kayla malah berada di sisi itu
setelah sampai anak santuy ini hanya berdiam diri di tidak melakukan apapun atau pun berbicara sepatah kata pun, kayla pun demikian hanya keheningan yang ada di ruangan itu .
Re terus menatap tajam kayla yang sesekali juga melirik kakak nya namun saat pandangan mereka bertemu Kayla terus menghindari menghadap kearah lain dengan memberenggut
" ada apa dengan mu" akhir nya re mulai bertanya membuat Kayla sedikit merasa kemenangan
" kakak pikir aja sendiri aku kenapa" jawab Kayla angkuh dengan nada jutek ala Kayla
re tidak menggubris ia melangkah memutari ranjang itu menuju kearah sebelah sisi kiri dan ia pun merebahkan diri nya yang sudah lelah dan mengantuk itu tanpa ingin memperdulikan Kayla lagi namun ketenangan yang ia harapkan tidak berpihak kepada nya tiba-tiba saja Kayla berteriak dan ...
dan author cukup kan sampai disini dulu ya ceritanya nanti di sambung lagi...
.
.
.
.
.
**Bersambung. . .
haduh respect ya sama author lain yang nulis cerita bagus . aku salut sama mereka yang imajinasi nya hebat banget itu . author sebenar nya juga suka kok baca novel tapi up nya on going juga di bikin geregetan sama author nya . kadang tangan suka gatel komen minta up banyak, terus maksa lanjut secepat nya . tapi setelah diri sendiri juga nyoba nulis karya jadi ngerasa sendiri gimana susah nya bikin karya yang di sukai orang . walaupun karya ini nggk ada yang mendesak tapi tetep aja sih kepikiran sama pembaca yang ngasih semangat . intinya sabar aja ya nunggu kelanjutan cerita walaupun bukan di karya ini.
__ADS_1
selalu deh minta jempol readers buat semangat nulis nya . jangan pelit-pelit reader nanti cepet kaya lho.
RE²**