
Dinda membangunkan Bastian yang sedari tadi bersandar di belakangnya.
"Tian bangun kita sudah sampai" sambil menepuk lengan
Bastian mulai merenggangkan otot otot nya yang terasa pegal padahal ia hanya duduk saja di belakang ia turun dari motor itu dengan malas sementara dinda masih berada di atas motornya dan bersiap untuk pulang karena perjalanan menuju rumahnya cukup jauh dari hotel Bastian
namun Bastian tidak akan membiarkan Dinda pulang sendirian karena menurutnya itu sangat berbahaya apalagi ia adalah seorang perempuan namun ia juga tidak bisa mengantar nya pulang karena situasi saat ini sangat tidak memungkinkan
lalu iapun menawarkan Dinda untuk menginap malam ini di tempatnya
Dinda yang sebagai seorang wanita tentu saja merasa tidak enak untuk menginap di kamar seorang laki laki iapun menolak tawaran itu namun Bastian tidak menerima penolakan ia langsung menarik Dinda masuk kedalam hotel itu
didalam hotel
mereka berada di depan pintu yang bertuliskan VIP kemudian Bastian mengeluarkan kartu untuk membuka pintu dan pintu pun terbuka ia mempersilahkan Dinda untuk masuk
Dinda hanya diam terpaku ia ragu untuk melangkah , tentu saja ia merasa takut untuk masuk
"ehemm "
mendengar deheman dinda pun tersadar dari lamunannya
" kau takut"
Dinda mengangguk
" kau mengenalku , aku bukan orang asing"
akhirnya dindapun melangkah masuk dan terpaku melihat keadaan di dalam kamar itu
ya tentu saja selama ini ia tidak pernah melihat ruangan seperti saat ini yang merupakan ruangan yang paling bagus dan indah di hotel itu karena itu adalah kamar VIP
Dinda masih sibuk dengan keterpakuannya mengamati setiap sudut ruangan sedangkan Bastian yang menyaksikan itu hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Dinda
" kau duduk dulu di sana , aku akan ke kamar mandi dulu sebentar"
Dinda mengangguk
" apa kau sudah makan"
dijawab gelengan oleh nya
" nanti kita pesan makanan setelah aku mandi kau tunggu dulu ya"
"iya " tersenyum manis
Bastian melangkah ke kamar mandi dengan membawa handuk dan baju ganti
Dinda memperhatikan sekeliling hanya ada 1 tempat tidur di ruangan itu namun ukurannya cukup besar. pikiran aneh pun bermunculan di benaknya ia terlihat gugup dan beberapa kali menggelengkan kepalanya
Bastian selesai dengan mandinya dan ia menuju nakas di pinggir tempat tidur untuk mengambil ponselnya lalu memesan makanan ke service room hotel itu
"Dinda kau mau makan apa" Bastian bertanya sambil berjalan ke arah nya
Dinda sedikit terkejut dengan kedatangan Bastian karena dari tadi ia hanya melamun saja ( melamun hal yang tidak tidak )
" oh , emch apa saja " jawabnya nyengir
"baiklah kita pesan nasi goreng saja ya"
" emchh iya "
1 detik
5 detik
__ADS_1
1 menit
bastian masih sibuk dengan hp nya sementara Dinda hanya diam dan sesekali melirik Bastian di sampingnya
" Tian bisakah aku ke kamar mandi "
" kau ingin mandi"
"iya, badanku terasa lengket sangat tidak nyaman" keluh nya .
" pakai saja , aku sampai lupa menawarkannya hahaaa" tertawa ringan ke Dinda
Dinda berdiri dan ingin melangkah namun Bastian menghentikannya dan ia menuju lemarinya lalu mengambil salah satu kemejanya dan memberikan kepada Dinda
" ganti aja dulu bajumu dengan ini "
Dinda mengambil baju itu dan segera masuk
beberapa saat setelah Dinda masuk pesanan makanan mereka datang . Bastian membuka pintu dan mengambil pesanan itu .
ia menunggu Dinda selesai mandi dan akan makan bersama
15 menit kemudian Dinda keluar dengan menggunakan kemeja yang ia berikan dan...
Shittt
bastian terpaku , bagaimana tidak Dinda keluar dengan kemeja yang kebesaran serta rambut yang masih basah terurai itu membuat kesan sexy baginya . ia tidak membawa handuk saat masuk tadi maka ia tidak bisa mengeringkan rambutnya
Dinda menghampiri Bastian yang duduk di sofa dan menanyakan handuk untuk mengeringkan rambutnya
" Tian mana handuk kamu aku pinjam sebentar"
Bastian jadi kaku dan beberapa kali menelan salivanya kasar
" aku pinjam dulu yaa" menuju arah kasur
" emmmch"
dinda mengeringkan rambutnya kearah cermin yang ada di samping tempat tidur
sementara Bastian terus memperhatikan nya sedari tadi dengan gusar menahan sesuatu
"sial kenapa dia terlihat menggoda seperti itu"
tiba-tiba Dinda berbalik dan Bastian terciduk sedang menatapnya
Dinda yang merasa di perhatikan jadi salah tingkah . Bastian yang terciduk pun merasa malu sendiri akan tingkahnya itu
"emm apa kamu sudah selesai, aku sudah lapar menunggumu"
" kau dari tadi menunggu ku , ahh maafkan aku " buru buru menuju kearah sofa dan segera duduk
" iya , tidak enak saja aku makan lebih dulu "
akhirnya mereka makan dengan lahap terutama Bastian yang sejak siang td belum makan
makan pun selesai , mereka memutuskan untuk menonton tv karena jam baru menunjukan pukul 21.15 malam dan mereka belum mengantuk
di depan tv mereka asik bercerita tentang masa lalu mereka sambil bercanda gurau lalu mengenang kebersamaan mereka dulu yah tidak dapat di pungkiri hubungan mereka dulu tidak hanya sebatas teman namun lebih dari itu .
" apa kau ingin kopi" tawar Bastian
" aku tidak suka kopi"
" kau masih suka susu ya" tertawa kencang
__ADS_1
" tidak lagi ..itu kan dulu" jawabnya malu
" lalu kamu suka apa sekarang"
" teh saja"
" tunggu ya" pergi ke dapur
Bastian datang membawa 2 buah cangkir minuman
" ini teh mu"
" terima kasih" menerima cangkir itu
Bastian mengambil remot tv dan memindah Chanel nya karena sedari tadi siarannya hanya sinetron Indonesia saja
tangan Bastian terhenti saat melihat film Hollywood . ia adalah penggemar film action dan film itu bergenre action dan ia ingin menuntunnya
" aku suka film action , tidak apa kan kalau kita nonton ini
" iya tidak apa"
sebenarnya ada yang ingin Dinda tanyakan sedari tadi namun ia masih mencari waktu yang tepat . ia kembali ingin meminum teh nya namun saat melihat ke layar tv ia menyemburkan teh nya dan menumpahkan ke bajunya sebagian
Bastian tentu saja kaget dan terpaku sesaat namun ia segera mengambil tisu untuk melap muntahan air teh itu dari Dinda
" kau kenapa " tanya Bastian
" aku kaget tadi " sambil melap mulutnya
Bastian juga ikut membantu melap bajunya yang basah itu
" apa yang membuatmu kaget begitu sampai menyembur" tanya nya heran
tiba tiba suara tv berbunyi
aaahhh..ahhhh shaaaa aaaah faster baby ahh
aaah ahhh faster ahhh
mata Bastian melotot dan menoleh kearah tv
ia melihat adegan itu sedangkan Dinda hanya tertunduk dan tangannya tidak henti membersihkan bajunya . pipinya merona entah kenapa tapi ia berusaha menyembunyikan itu dan bersikap acuh seolah ia tidak mendengar suara itu
Bastian pun mengambil remot nya namun ia hanya menekan tombol volume kurang agar suara itu hilang (kenapa nggk di mati in yaa)
mungkin gugup kali yaa saking shok nya jadi nggk tau lagi apa yang di tekan ..mungkin
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
RE²
__ADS_1