
Di depan rumah
semua penghuni yang ada di panti itu terlihat mengantar kepergian Re kecuali Mina yang terlihat tidak ada disana.
Sopir yang mengantar Dinda segera mengambil alih tas pakaian yang di bawa salah satu bibi club nya setelah melihat mereka keluar dan segera memasukan nya kedalam mobil
Dinda dan Re berjalan secara beriringan masih ada kecanggungan diantara ibu dan anak itu
kini sampailah sudah mereka di depan mobil sang sopir membukakan pintu mobil untuk mereka , Dinda yang sampai lebih dulu telah masuk kedalam mobil sementara Re menghentikan langkah nya . Dinda yang sudah berada di dalam mobil tentu saja merasa was was jika Re berubah pikiran untuk ikut bersamanya.
" ada apa nak, apakah ada yang tertinggal " ucap Dinda yang kembali keluar dari mobil nya
namun Re tak menjawab , ia sedari tadi hanya menunduk dan dengan perlahan ia membalikan badan nya , lalu mulai mengangkat kepala memperhatikan orang orang yang ada di depan nya .
wajah yang dulu terlihat sangat dingin dan tanpa ekspresi itu kini sangat terlihat sedih menatap ke depan nya .
yang di depan pun tak jauh berbeda keadaan nya , tetesan air mata sejak tadi tak henti hentinya mengalir dari mata mereka . bahkan teman teman nya pun juga ikut menangis karena terbawa suasana menyedihkan itu.
tak kuasa menahan perasaan akhirnya sang ibu kembali menghampiri anak kesayangan nya, di ikuti oleh yang lain nya dan mereka pun saling berpelukan semua sekaligus sepertinya ini memang benar benar pelukan mereka yang terakhir.
Dinda dan sopir nya pun juga ikut merasakan kesedihan itu , walaupun sopir seorang laki laki namun melihat keadaan itu hati nya juga terenyuh menyaksikan itu.
di dalam rumah tepatnya di kamar lantai 2 panti itu terlihat Mina sedari tadi juga menyaksikan kejadian itu, ia juga tak henti hentinya menangis menyaksikan kepergian adik nya .
beberapa saat kemudian
suasana kembali terkendali tangisan yang saling bersahutan sudah mereda.
Re mulai menyadari ketidak hadiran sang kakak disana ia sedari tadi terus mengedarkan pandangan nya ke arah rumah namun tidak ada tanda tanda kakak nya akan muncul menemuinya ataupun menenguk nya dari kejauhan sebentar saja .
" kak Mina memang sangat membenciku" batin Re
akhirnya Re masuk ke mobil dan sang sopir segera menjalankan mobilnya
di perjalanan tidak ada sepatah katapun pembicaraan diantara mereka , Dinda pun cukup mengerti dengan keadaan sang putri yang saat ini tengah bersedih ia membiarkan keadaan hati anaknya tenang dulu.
cukup lama perjalanan menuju kediaman paman Dinda yang berarti adalah kakek Re
sampai membuat Re tertidur di perjalanan
Dinda yang tak tega melihat anak nya yang terlihat tertidur pulas akhirnya memberanikan diri untuk memangku sang putri . ini adalah kontak fisik yang pertama bagi mereka setelah beberapa kali bertemu , dengan lembut ia membelai rambut sang anak senyuman terlihat merekah di bibir nya
Re pun nampak nyenyak dalam tidur nya
sang sopir yang di depan pun juga ikut tersenyum melihat suasana damai itu
Sampai di kediaman Hendra
akhirnya mobil itu berhenti di sebuah rumah yang mewah , rumah itu tak lain adalah rumah milik Hendra yang merupakan seorang pengusaha yang cukup sukses.
sang sopir secepat kilat ingin membantu untuk mengangkat Re yang masih tertidur lelap di pangkuan nya
" biar bapak bantu membawa nya kedalam nona muda " ucap sopir itu
" terimakasih pak " dengan senyum nya
__ADS_1
" dan panggil saya Dinda aja pak " pinta nya kepada sang sopir
" secara tidak langsung kau juga anak tuan hendra , jadi memang seharusnya bapak memanggil kamu ..."
" tidak pak panggil saya Dinda saja saya sudah tidak pantas lagi di panggil seperti itu " potong Dinda dengan cepat
memang benar umur Dinda sudah tidak muda lagi sudah masuk kepala 3 makanya ia merasa kurang cocok di panggil seperti itu
" hahaa , kau masih muda tidak sepertiku yang sudah tua ini , ah bagaimana jika bapa memanggil mu nak saja"
" iya pak itu lebih baik "
akhirnya perbincangan itu selesai dan berakhir dengan sang sopir yang menggendong Re masuk ke dalam rumah
didalam rumah ternyata tidak ada seorang pun yang terlihat disana , hanya pembantu yang terlihat , Dinda pun menanyakan keberadaan paman dan bibinya
" mbak , dimana paman dan tante " tanya nya kepada salah satu pembantu di sana yang terlihat seumuran dengan nya
" tuan dan nyonya belum kembali dari bandara non "
" ohh , makasih "
" ayo pak bawa Re ke kamar saya "
di angguki oleh sopir nya
bapak sopir meletakkan Re dengan perlahan ke tempat tidur
" makasih ya pak "
" emchh"
sopir meninggalkan kamar Dinda
Dinda mendudukkan dirinya di dekat sang anak dan kembali memberikan belaian lembut sambil terus menatap wajah sang anak yang begitu mirip dengan lelaki itu.
Re yang mendapat sedikit gangguan merasa terusik dan membalikan badan nya .
Dinda hanya bisa tersenyum dengan gerakan anak nya yang tidak suka itu.
akhirnya ia memutus kan untuk mandi dan segera menyusul anak nya ke alam mimpi karena jam sudah menunjukan pukul 09:00 malam , ia tidak menunggu paman dan tantenya pulang keinginan nya hanya satu yaitu segera ikut tidur bersama anak nya dan memeluknya dengan erat.
Keesokan pagi nya
jam menunjukan pukul 05:34 pagi Re sedikit mengerjap kan matanya , ia memang sudah terbiasa bangun pagi
Re sulit menggerakkan tubuhnya yang sejak malam tadi di peluk oleh Dinda tanpa henti
ia mencoba untuk keluar dari kungkungan Dinda namun pergerakan nya membuat Dinda terbangun
" nak , kau sudah bangun" seketika ikut bangun
" emchhh" berdiri dan turun dari ranjang
" Nak kamu mau kemana " heran Dinda dan juga ikut turun dari ranjang
__ADS_1
" apa kah itu kamar mandi " menunjuk salah satu pintu
memang ada 2 pintu di kamar itu
" oh kau mau ke kamar mandi sini mama bantu " Dinda menggiring Re ke kamar mandi
ceklek pintu kamar mandi terbuka dan Dinda masuk kedalam bersama Re
" kau mau apa nak " tanya Dinda sedikit menundukkan badan
" mau pipis " jawab Re Pelan
" disana nak " tunjuk Dinda ke arah kloset
Re melangkah ke arah yang di tunjuk oleh Dinda namun setelah sampai disana ia tidak melakukan apa apa
Dinda tentu menjadi heran di buatnya
" kenapa nak , nggk jadi kah "
" mama kenapa masih disini" tanya nya balik
Dinda mengernyitkan kening nya
" tentu saja menunggu kamu" jawab nya
" inikan bukan sekolah kenapa di tungguin" jawab nya spontan
Dinda di buat terkikik dengan jawaban anak nya
" mama hanya ingin membantu kamu nak "
" membantu apa " jawab nya heran
" itu membantu membersih kan ...."
" no..no nggk perlu aku bisa sendiri mama keluar aja " ucap nya menoleh kearah lain
Dinda tidak mau terlalu memaksakan diri untuk mengakrabkan mereka dan ia memilih untuk segera keluar dari kamar mandi itu .
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung...
__ADS_1
RE²***