Realita Hidup

Realita Hidup
29


__ADS_3

Hay Hay aku balik lagi heheee


pasti para readers pada kesel ya sama aku karena lama baru up lagi hee ...


yah begitulah kehidupan novel nggk sama kayak kehidupan nyata ya readers . harap maklum juga klo aku itu punya kesibukan lain selain ngehalu di novel ini


oh ya selama aku nggk up, aku juga baca ulang loh karya aku sendiri karena aku lupa alur ceritanya makanya harus baca ulang dulu .


Dan kalian tau apa yang aku rasakan saat baca cerita sendiri ... ayo dong tebak !! hee


eh tp jangan deh ..aku nggk mau repotin readers cukup minta like aja itu udah cukup kok


perasaan aku saat baca cerita sendiri toh malu readers . tau kenapa ?, karena tulisan aku ancur bangeeeeettt😭 , banyak kesalahan nama dalam penyebutan juga 😌 untung yang baca nggk banyak hahaaa🤭.


dulu setelah selesai nulis nggk di tinjau dulu langsung up aja, emang sih salah sendiri karena kurang teliti sama ceroboh juga tapi sekarang udah di review kok episode² sebelum nya yang ancur itu .


ya udah langsung lanjut aja ya ke jalan ceritanya cusss otewe . . .


.....


Di perjalanan pulang hanya hening yang tercipta di dalam mobil yang mereka tumpangi . hanya suara mesin yang terdengar di mobil itu tidak ada percakapan antara mereka seperti saat mereka berangkat .


tentu saja suasana hening karena yang suka berceloteh tertidur pulas karena kelelahan bermain . hanya percakapan santai yang sesekali terdengar di arah depan mobil itu antara Dinda dan Riana . sementara Re dan Kayla berada di belakang dengan Re yang memangku kepala sang adik di pahanya yang sedang tertidur pulas.


singkat waktu akhirnya mereka sampai di rumah Dinda .


" akhirnya sampai juga" celetuk Riana di depan setir mobil sambil meregangkan otot-otot nya .


tidak ada balasan jawaban dari Dinda ia hanya tersenyum kearah Riana lalu menoleh kebelakang menyaksikan anak-anak mereka tertidur nyenyak .


mereka kebingungan harus bagaimana. anak-anak tertidur dan mereka tidak akan kuat untuk mengangkat bocah-bocah itu masing-masing . walaupun tubuh Kayla lebih kecil dari Re namun tetap saja Riana juga tidak akan sanggup menggendong putrinya . disisi lain mereka juga tidak tega membangunkan bocah-bocah itu yang tertidur begitu pulas walaupun di dalam mobil.


" Na bagaimana ini, mereka tertidur" tanya Dinda kepada Riana yang juga ikut menoleh kebelakang


" iya bagaimana ya ,mereka sudah besar kita tidak mungkin kuat mengangkat mereka lagi" keluh Riana juga sama bingung nya dengan Dinda


" aku tidak tega membangunkan mereka" Dinda berucap


" aku juga " di iya kan oleh Riana


" lalu kita harus bagaimana" tanya Dinda


" aha aku punya ide" jawab Riana heboh


" ssst jangan berisik nanti mereka bangun"


" oppps heheee " cengir Riana sambil menutup mulut nya


" ide apa " tanya Dinda penasaran


" bagaimana kalau kita hubungi polisi saja" jawab Riana dengan anteng nya


Dinda dibuat melongo dengan ide yang baru saja dikatakan oleh Riana itu . bisa-bisanya ibu 2 orang anak itu mempunyai ide yang konyol seperti itu pikirnya

__ADS_1


" kenapa , itu ide yang bagus kan . tugas polisi kan memang membantu dan mengayumi masyarakat" tanya Riana yang juga sekaligus meyakin kan Dinda akan ide konyol nya itu


sementara Dinda hanya terdiam sambil memijat pelipis matanya tanda sedikit pusing dan berpikir


" kau benar tugas polisi memang membantu masyarakat namun bukan membantu mengangkat anak-anak kita ke kamar juga kelesss Riana" jawab Dinda ngegas


Re terbangun mendengar perdebatan 2 ibu-ibu konyol itu namun matanya masih sulit untuk di buka tapi pendengaran nya sudah berfungsi dengan sempurna . namun ia enggan untuk membuka mata ia memilih mendengarkan perdebatan ibu-ibu di depan .


jam sudah menunjukkan pukul 7 malam sdh 15 menitan mereka sampai namun masih berada di dalam mobil itu tanpa ada yang keluar


" ide ku itu tidak salah Din, kita saat ini membutuhkan laki-laki yang kuat untuk menggendong mereka" bela Riana tak mau kalah dengan ide nya


" kau jangan konyol na , mana mungkin kita memanggil pihak polisi hanya untuk menggendong anak kita masuk " sanggah Dinda


Kayla juga terusik dengan perdebatan ibu dengan Tante nya itu akhirnya iapun bangun juga . saat membuka mata dilihat nya sang kaka yang sedari tadi juga terdiam menyaksikan perdebatan itu. Kayla bangkit dari tidurnya dan menatap bengong kearah ibu-ibu bar bar di depan nya dengan mata yang masih sayu namun ia tidak bersuara dan masih terdiam .


sejenak ia melirik Kaka nya ingin meminta penjelasan namun di balas jengkitan bahu oleh kakak nya tanda juga tidak tahu akhirnya mereka hanya menonton ibu-ibu itu berdebat


Kayla kembali menyandarkan kepalanya kepada bahu sang kakak sambil menonton drama di depan mereka sesekali ia menutup mulut nya untuk menguap . sementara Re berdecak kesal dengan tingkah adiknya yang selalu ingin menempel kepadanya.


perdebatan itu terus berlanjut sehingga mereka tidak sadar kalau anak-anak yang mereka debatkan sudah bangun sedari tadi


"ide ku itu tidak konyol din" bela Riana lagi


" aku tidak setuju dengan ide mu itu, jangan membuatku malu na"


" kalau kau malu biar aku saja yang menghubungi polisi itu, berikan nomer nya" pinta Riana


" tidak akan" sanggah Dinda dengan cepat


jrengg jrenggg


" kenapa kalian bangun"


" kapan kalian bangun"


tanya mereka bersamaan


" mami Kay laper" jawab Kayla dengan memelas


sementara Re hanya diam tak menjawab pertanyaan mereka dan membuka pintu mobil lalu ia turun dengan tiba-tiba sehingga Kayla yang bersandar di bahunya menjadi tergengkal ke samping membuat bocah itu kesal.


" kak Re kalo mau keluar bilang Kay dulu kek kenapa langsung turun aja sih" keluh Kayla kepada sang kakak namun tidak di gubris oleh Re yang sdh hampir sampai di depan pintu yang masih tertutup dan terkunci itu


Dinda juga ikut turun menyusul anak nya yang sudah lebih dulu keluar itu sambil tersenyum rasanya ia ingin tertawa terbahak-bahak namun ia tahan ia merasa terhibur dengan kejadian tadi . sementara Riana masih melongo dengan kejadian itu .


"sayang kamu nggk apa-apa kan" khawatir Riana


" nggk apa-apa kok mami" jawab Kay


memang Kayla tidak apa-apa ia hanya terjengkal ke kursi samping tidak sampai jatuh ke bawah atau sampai terguling-guling ketanah, atau bahkan sampai berdarah-darah ( Lebay 🤣 )


....

__ADS_1


di tempat lain tepat nya di penginapan Bastian , keluarga Hermawan itu sedang melakukan makan malam bersama di vila tempat mereka menginap . suasana nya begitu hangat canda tawa selalu menghiasi keluarga kaya itu.


sebuah notifikasi e-mail tertera di ponsel Bastian menandakan ada sebuah kiriman pesan yang masuk. sejenak ia melihat siapa pengirim pesan itu tertera tulisan "rahasia" di alamat pengirim nya . Bastian langsung membuka pesan itu dengan antusias .


ia dengan seksama membaca isi pesan itu dengan senyum yang mengembang di bibirnya hal itu tidak luput dari perhatian Alika yang sedari tadi terus memperhatikan ayah nya .ia menjadi penasaran apa yang membuat ayah nya itu menjadi sesenang itu .


" papa selingkuh kan" celetuk Alika tiba-tiba membuat semua yang ada disana menoleh kearah Bastian


Bastian yang di tuduh seperti itu tentu saja merasa tidak suka


" jaga bicara kamu Alika papa tidak pernah mengajarkanmu berbicara sembarangan seperti itu" sarkas Bastian tegas


" Lika td melihat papa tersenyum-senyum kearah hp itu seperti sinetron yang Lika lihat saat orang sedang Seli..."


" cukup...dan sepertinya papa juga akan mendisiplinkan kalian berdua agar tidak menjawab dan membantah perkataan orang tua " jawab Bastian dengan nada yang agak tinggi lalu berdiri ingin meninggalkan meja makan itu namun ia kembali berkata


" besok kita akan pulang " kata Bastian setelah itu ia pergi ke kamar


Alika terlihat menangis di pelukan Celine ia begitu sakit hati karena untuk pertama kalinya Bastian membentak nya dan berkata dengan nada yang cukup tinggi seperti tadi di tambah lagi kakak nya Vania menyalahkan nya karena mereka harus pulang cepat dari jadwal yang mereka susun sebelumnya.


"Lika kau harus membujuk papa" saran Vania


" aku takut kak Vani , papa tadi marah sama aku" jawab Alika yang sudah terlihat tenang namun masih sesegukan


" tentu saja kau takut ini semua salahmu karena kau liburanku jadi kacau" sarkas Vania yang kesal dengan adiknya


" sudah jangan berdebat , kita sebaiknya berkemas jangan membantah papa kalian" Celine menengahi


" mami juga setuju kita pulang" keluh Vania


" lalu mama harus apa, membantah papa mu yang keras kepala itu " jawab Celine kesal


iya memang benar jika Bastian berkata itu maka semua harus begitu tidak boleh ada yang membantah perkataan dari seorang Bastian .


" heh menyebalkan" keluh Vania


" tapi kenapa papa jadi kesal hanya karena hal itu" Vania bertanya²


semua yang ada disana juga ikut bertanya-tanya dengan apa yang terjadi dengan Bastian.


.


.


.


.


.


**Bersambung. . .


jangan bosan membaca dan ngelike cerita aku yah tetap setia tunggu up juga jangan kelain hati oke readers 😊

__ADS_1


RE²**


__ADS_2