Realita Hidup

Realita Hidup
26


__ADS_3

terlihat dua orang wanita cantik tengah duduk di ruang tamu rumah itu , tak lain dan tak bukan mereka adalah Dinda dan Riana . kedua ibu muda itu tengah menikmati secangkir teh dan beberapa cemilan yang di siapkan Dinda sebelum mereka mengobrol.


" Riana apa yang ingin kau bicarakan" Dinda memulai pembicaraan.


" ini tentang anak mu Din" jawab Riana


" Re maksud kamu"


" iya memang siapa lagi"


" kenapa dengan anak ku" Dinda penasaran


" selama ini dia tinggal bersama dengan ku jadi aku cukup tau apa yang ia sukai dan tidak sukai" ucap Riana


" lalu " jawab Dinda serius mendengarkan


" anak mu itu tidak suka dengan hal-hal yang peminim seperti itu, apalagi dengan boneka yang begitu banyak di dalam kamarnya "


" darimana kau tau dan kenapa dia tidak suka"


" aku setiap hari bertemu dengan nya jadi mana mungkin aku tidak tau dan kau harus tau Re itu tipe anak yang tomboy "


Dinda hanya diam dan masih mencerna apa yang dikatakan oleh Riana itu


" mana mungkin anakku seperti itu" jawab Dinda kurang yakin


" kau tidak lihat sikap nya dan caranya berpakaian " tanya Riana


Dinda kembali menelusuri keadaan Re dengan menerka-nerka . memang benar apa yang dikatakan Riana selama ini Re memang tidak pernah terlihat memakai pakaian yang mencerminkan gadis peminim.


" aku sangat iri dengan mu" lirih Dinda


" iri , kenapa " bingung Riana


" kau tau keadaan anakku sedangkan aku.." jawab Dinda dengan sedih


" hahahaha" tawa Riana pecah


Dinda bingung dengan sikap Riana yang bar bar itu bisa-bisa nya wanita itu tertawa disaat yang kurang tepat ini


" kau tertawa" tanya Dinda bingung


" hehe maafkan aku , asal kau tau walaupun tiap hari bertemu aku juga tidak begitu dekat dengan anakmu yang super dingin itu . hanya dengan melihatnya saja semua orang juga akan tau perangai nya . ada apa dengan mu mengapa kau tidak peka dengan sifat anakmu sendiri kau sungguh ibu yang buruk" tanya Riana


Dinda membenarkan ucapan Riana yang mengatakan ia ibu yang buruk karena ia mengakui selama ini ia egois dan mengabaikan anaknya yang masih membutuhkan perhatian dari orangtua


....


ditempat lain


keluarga Bastian sedang menikmati pemandangan taman bunga dengan berjalan kaki mengelilingi taman itu sambil berselfi ria Celine juga terlihat antusias mengambil foto dengan view yang indah itu sementara Vania dan Alika berlarian mengejar kupu-kupu yang ada di sekitar bunga-bunga disana


seharian ini mereka memang pergi ke tempat-tempat wisata yang ada di kota itu tanpa merasa lelah karena niat mereka memang piknik maka rasa lelah pun tidak terasa . dan hari pun juga cepat berlalu jika di jalani dengan kebahagiaan


" anak-anak ayo kita kembali " ajak Bastian sambil melihat jam loker nya yang menunjukan tepat pukul 05 : 00 sore menandakan hari mulai gelap

__ADS_1


" pah Alika masih mau nangkap kupu-kupu " teriak nya sambil berlari kearah bunga yang banyak kupu-kupu berlalu lalang


" sayang sudah cukup , botol kamu sudah hampir penuh" perintah Bastian


" lihat pah kupu-kupunya tambah banyak" teriak Alika lagi kepada sang papa


memang jika sore hari banyak kupu-kupu yang beterbangan di sekitaran bunga-bunga yang ada di sana


"kak Vani cepat sini " ajak Alika kepada sang kakak yang sedari tadi ikut duduk di samping orang tuanya terutama sang ibu yang sedari tadi asik makan dan selfi-selfi berdua.


Vania tertarik ingin ke sana menyusul sang adik untuk menangkap kupu-kupu namun suara deheman Bastian menghentikan niat nya .


Bastian berdiri menyusul putri bungsu nya yang sedari tadi tidak mau pulang itu beberapa kali ia mencoba membujuk dengan cara yang lembut namun sampai sekarang tidak berhasil juga .


" sayang ayo kita pulang hari sudah mulai petang " ajak Bastian berdiri di sekitar Alika yang sedari tadi tidak berhenti bergerak


" belum dapat pah" jawab Alika acuh dan terus berusaha menangkap seekor kupu-kupu


" botol kamu sudah penuh kemana lagi kamu menaruhnya" tanya Bastian tetap sabar


pergerakan anak itu terhenti sejenak menyaksikan botol yang memang sudah penuh dengan berbagai jenis kupu-kupu yang ditangkap nya bersama sang kakak namun ada satu botol lagi yang masih kosong di samping botol itu rupanya itu adalah botol Vania . karena setiap kali mereka dapat menangkap pasti selalu dimasukkan kedalam botol Alika jadi botol Vania tidak terisi.


" botol kakak masih kosong" jawab Alika sumringah


Bastian menyerah membujuk dengan cara baik-baik akhirnya ia mengambil tindakan


dengan menggendong tubuh mungil Alika secara paksa ia tidak perduli dengan berontakan serta jeritan putrinya dalam gendongan nya yang penting mereka segera pergi dari tempat itu dan segera beristirahat untuk pergi ke tempat lain nya besok hari


....


Re hanya sendiri dikamar itu rupanya Kayla sudah bangun dan entah kemana ia sekarang ia segera mandi dan berganti pakaian lalu keluar dari kamar itu karena ia mulai merasa lapar


terdengar samar-samar suara televisi di ruang tamu Re perlahan menuju ke arah sana terlihat Kayla duduk disana sambil memangku boneka beruang kecil yang Re yakini berasal dari kamar nya


ia tidak menyapa adiknya yang terlihat serius menonton cartoon kesukaan nya sehingga tidak menyadari kehadiran kakak nya . Re mendudukkan tubuhnya di bangku yang berbeda dengan Kayla.


sejenak ia menatap ke kanan kearah ibu dan tantenya yang sedari tadi juga sibuk memasak dan tak henti hentinya mengobrol di dapur


ruang tamu dengan dapur memang satu ruangan namun masih sedikit terhalang oleh dinding penyekat sepinggang tapi arah pantri nya membelakangi jadi jika ingin menonton tv tinggal berbalik saja sudah bisa melihat


Re memperhatikan sekeliling ruangan itu cukup nyaman menurutnya pandangan nya terhenti ke sebuah bingkai foto cukup besar yang iya yakini adalah dirinya saat masih kecil dulu . ia mulai bertanya tanya dari mana ibunya mendapatkan foto itu namun Re tidak ambil pusing dengan hal itu dan cuek saja.


pandangan nya kembali menjelajah lalu terhenti di sebuah kulkas . ia sedikit haus dan tanpa sengaja mengeluarkan bunyi deheman hal itu didengar oleh Kayla dan membuat gadis kecil itu menoleh


" kakak sudah bangun , sejak kapan kakak disini " tanya Kay dan ingin menghampiri kakak nya itu yang duduk cukup jauh darinya


saat itu acara tv juga tepat sedang iklan makanya perhatian Kayla bisa teralihkan


" stop ..jangan kesini" perintah Re kepada Kay dengan mengacungkan kelima jarinya tanda berhenti


otomatis Kayla berhenti bergerak mendengar perintah kakak nya yang wajib di taati itu dan ia kembali duduk dengan wajah cemberut menatap sang kakak. namun yang di tatap malah acuh dan cuek menatap ke arah lain


memang kebiasaan Kay jika melihat kakak nya selalu ingin menghampiri dan menempel nempel seperti seekor kucing yang minta di elus elus kepala nya


" kak Re" panggil Kay dengan manja nya

__ADS_1


namun Re tidak menjawab ia malah berdiri menuju arah dapur. Kayla yang merasa di acuhkan bertambah kesal


" mamiiii.... huhuhu" teriak Kay nyaring mengalihkan perhatian kedua wanita yang ada di dapur itu mereka menoleh secara bersamaan


Riana segera mematikan kompor dan melepas sembarang sayuran di tangan nya yang ingin ia rebus tadi dan berlari kearah ruang tamu berpapasan dengan Re yang dengan santai nya menuju kearah dapur meninggalkan ruang tamu itu


" sayang kamu udah bangun , ada apa " tanya Dinda yang sedikit bingung melihat kearah ruang tamu


" mah aku haus "


perhatian Dinda beralih kearah anak nya


" kau haus , mau minum apa sayang " jawab Dinda memegang bahu Re sedikit membungkuk kan kepala karena tinggi Re sudah mencapai dada ibunya di usianya yang masih 8 tahun itu


"air putih saja" jawab re singkat


" tunggu sebentar mama ambilkan kamu duduk dulu" perintah Dinda yang dituruti oleh re dengan patuh


Dinda segera menuju kulkas yang tidak jauh dari tempatnya berdiri lalu menuangkan nya kedalam gelas dan segera memberikan nya kepada Re .


Re segera meminum sampai habis air yang di tuangkan oleh ibunya itu tanpa sisa karena memang ia sedang haus Dinda yang melihat hal itu tersenyum senang


" mau lagi" tawar Dinda


dibalas gelengan kepala oleh Re


tidak lama Riana datang dengan wajah yang kecut ke dapur itu


....


flash on


" sayang kenapa , ada apa " tanya Riana panik menuju ruang tamu


" mamiii kak Re cuekin Kay " keluh Kay


" KAYLA SANTOSO" keluh Riana merebahkan tubuhnya ke sofa


**flash off


.


.


.


.


.


Bersambung...


semoga para readers tetap sabar nunggu waktu up yang lama dan kadang nggk beraturan ini . ada kesibukan yang tidak bisa di abaikan . semoga suka dengan ceritanya terimakasih yang sudah ngelike cerita aku ini


RE²**

__ADS_1


__ADS_2