
kini tinggal Kay dan Re yang ada di
kamar itu Re memutar bola matanya jengah mendengar tangisan dari Kay . Ia berdiri dari duduknya lalu melangkah ingin keluar kamar itu .namun semakin dekat langkah nya menuju pintu semakin kencang pula
tangisan dari kay , Re berusaha untuk tidak memperdulikan hal itu tetapi hati kecil nya berkata lain.
Re menghentikan langkahnya tepat di depan pintu ia berdiam diri sejenak dan memalingkan wajahnya lalu menatap tajam ke arah sepupu manja nya itu kemudian berjalan kearah Kay yang sedari tadi masih menangis namun tangisannya sudah mulai mereda setelah ia tidak jadi keluar kamar
re mendudukkan dirinya di kasur sembari melipat kedua tangannya di dada dan menatap Kay jengah , ia sungguh jengkel dengan tingkah sepupunya itu
sementara Kay yang duduk di pojok juga ikut menatap kakak dingin nya itu dengan masih berderai air mata dan masih memeluk boneka
tidak ada apa pun yang dilakukan oleh re ia hanya duduk saja disana bisa dibilang ia hanya menunggui Kayla menangis disitu
tiba-tiba tangis Kayla sudah tidak terdengar hanya sesegukan yang sekali kali anak itu keluarkan ia berdiri dari duduknya dan menghampiri Re ke atas kasur.
Re sedari tadi mengikuti pergerakan Kay yang saat ini sudah berada di samping nya ia menggeser kan dirinya agar sedikit menjauh dari adiknya itu sementara sang adik merasa cemberut dengan tingkah kakak nya itu yang tidak mau dekat dekat dengan nya
btw para orang tua pada pergi keluar yaa karena ada yang di urus sebentar . . .
" kakak peluk key " pinta sang adik dengan manja
" tidak akan " tolak re dingin
" opa se...la..lu meluk key jika key nangis" keluh key sambil sesegukan
" tapi aku bukan opa mu" jawab re dengan malas
" aaaaaaaa kakak jahat" Kay kembali menangis sambil menendang- nendang kakinya ke sembarang arah
" iya memang jahat" jawab re acuh dan mengalihkan pandangan ke arah lain
memang saat Kay menangis opanya selalu memeluk dan mengelus kepalanya itu menjadi kebiasaan bagi nya tidak hanya dengan opanya saja terkadang dengan ibunya Riana juga sering melakukan itu ditambah lagi sifat manja yang dimiliki anak itu.
" peluk" pinta Kay lagi kali ini iya merentangkan ke dua tangan nya ke arah Re namun tidak di gubris oleh kakak nya yang dingin itu
Kay sudah berhenti menangis namun tujuannya kali ini ingin di peluk oleh kakak nya itu
" kak" panggil Kay dengan lirih
"apa " jawab re menoleh
sejenak mereka bertatapan
" kenapa kakak nggk mau meluk aku" tanya Kay
" aku nggk suka berpelukan" jawab re
" kenapa nggk suka " tanya Kay lagi
Re tidak menjawab iya juga bingung kenapa ia tidak suka
" kok kakak diam sih , dipeluk itu enak tau kak rasanya hangat dan nyaman " jelas Kay sambil memperagakan kepada boneka yang ada di samping
__ADS_1
Re hanya diam dan merasa tidak suka dengan penjelasan dari Kay
" kak re , coba peluk aku kalau nggk percaya" bujuk Kay dengan meyakinkan
Re berdecih mendengar tawaran Kay yang menurutnya adalah jebakan itu
" tidak , terima kasih" jawab re singkat
tanpa terasa mereka banyak mengobrol hari ini walaupun kadang re tidak menjawab celotehan dari Kay yang begitu cerewet itu ia akan menjawab jika menurutnya menarik saja.
...
malam pun tiba semuanya berkumpul di meja makan Kayla terlihat mengadukan kepada kakek nya apa yang terjadi selama mereka di tinggal di rumah suasana di rumah itu begitu hidup dengan adanya anak kecil di sekeliling mereka
" anak anak besok kalian akan masuk ke sekolah yang baru " Hendra berucap
" wah asik " jawab kay girang
Al dan Re tidak berkomentar
acara makan itupun akhir nya berakhir
Rupanya para orangtua tadi pergi mengurus sekolah anak anak
....
Dinda mengajak Re ke kamarnya untuk bicara
" nak , mama udah punya nama yang cocok untuk mu" jelas Dinda langsung ke inti pembicaraan
" apa ,mah" jawab re penasaran
" nama kamu tetap saja seperti dulu namun akan di tambah lagi dengan Kyell. H di belakang nya jadi nama kamu Re Kyell. H sayang"
" Re Kyell. H" ulang re bingung
" iya nak , mama sudah mengurus pergantian nama kamu di dokumen sekolah terkait jadi mulai sekarang nama kamu Re Kyell. H"
" iya mah" jawab re singkat ia tidak mempermasalahkan nama yang di berikan ibunya itu asal tidak di rubah saja nama yang selama ini ia gunakan .
bukan tanpa alasan Dinda memberikan nama itu ada sesuatu yang menjadi rahasia di balik nama itu nantinya.
.....
hari ini adalah hari dimana anak anak keluarga Santoso itu masuk sekolah dan termasuk juga re . mereka di daftarkan 1 sekolah agar lebih mudah untuk di awasi
hari pertama mereka masuk di antarkan oleh Riana dan Dinda . hubungan ke dua nya sangat baik sejauh ini
Re terlihat senang hari ini karena untuk pertama kalinya ia di antar oleh ibu ke sekolah
30 menit kemudian mereka sampai di sekolah baru
mereka turun secara bersamaan sontak membuat orang orang yang ada di sana menatap kagum ke arah mereka terutama kepada kedua wanita itu yang terlihat cantik ke dua nya memang umur mereka saat ini sekitar 35 tahun masih cukup muda
__ADS_1
mereka berjalan secara beriringan dan menggenggam tangan anak masing- masing
sedangkan Aldi berjalan lebih dulu karena ia tidak perlu lagi di pegangi saat berjalan terlebih lagi ia anak laki laki akan terasa memalukan jika masih di kawal saat berjalan
kelas Re dan Kayla bersebelahan karena memang mereka cuman beda 1 tahun saja
para ibu hanya bisa mengantarkan anak mereka sampai di gerbang saja tidak boleh sampai masuk kedalam kelas.
para orangtua sudah ada disediakan tempat duduk untuk menunggu beserta fasilitas yang lumayan bermanfaat juga ada disana .
sekolah itu lumayan populer dan lumayan mahal juga maka tak heran fasilitas nya juga memadai
saat berjalan menuju kelas seulas senyum terlihat di bibir Re dan terlihatlah kedua lesung pipi indahnya Kay yang berada di samping nya tak sengaja melihat hal yang langka itu
" wah kak ,kau punya lubang di pipimu" kagum Kay sembari menatap kakak nya
Re dengan cepat menghentikan senyumnya dan sebisa mungkin memasang wajah biasa saja
" Lubang apa sih" tanya re pura pura tak mengerti
" itu lubang di pipi kakak sama kaya Tante Dinda " heboh Kay menjelaskan dengan wajah lucu nya
"kamu salah lihat" elak Re lalu berjalan mendahului Kay
" aku nggk salah lihat kok kak" sembari mensejajarkan langkah mereka
" kak apakah pipimu sakit " tanya Kay lagi
Re menghentikan langkah nya
" sakit kenapa " tanya re bingung
" itu pipi kakak berlubang pasti sakit" jawab kay dengan polosnya
.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung...
semoga pembaca suka
RE²**
__ADS_1