
jam pulang sekolah telah tiba semua murid terlihat sudah meninggalkan kelas masing masing kini tinggal lah Re seorang diri di dalam ruangan itu . Hari ini enggan rasa nya ia pulang ke rumah pantinya tak seperti biasanya memang.
waktu pulang sekolah sudah berlalu setengah jam lama nya namun ia masih tidak beranjak dari kelasnya sedari tadi ia tidak henti hentinya mengamati ke sekeliling ruangan . hal ini dilakukannya untuk perpisahan kepada sekolah nya
**maklum lah nggk punya temen jadi sama kelas beserta meja & kursi aja pamitan nya **
karena cukup lama berada di sekolah itu akhirnya Re pulang berbarengan dengan Mina
mereka beda kelas makanya waktu pulang juga beda Mina kelas 4 sedangkan Re baru kelas 2
saat berjalan di depan kelas Re ia menoleh kedalam kelas dan melihat Re masih duduk di sana saat ia ingin masuk Re berdiri dan keluar maka jadilah mereka saling bertemu muka
" kau belum pulang"
" emchh ini mau siap siap pulang" menggendong tas nya ke belakang
" kenapa baru pulang , apakah kau menungguku dan ingin menumpang lagi" sinis Mina
memang jam pulang mereka berbeda sehingga tidak pernah pulang bareng
"tidak kok" jawab nya datar
" lalu apa lagi , cepat pulang " perintah nya ketus
Re tidak menyahut dan berjalan keluar dengan acuh
Mina juga mengekor di belakang dan mereka berpisah saat di luar kelas karena Mina menuju arah parkir untuk mengambil sepedanya
Re berjalan dengan sangat perlahan hari ini terlihat anak kecil itu sangat uring uringan berkali kali ia menarik napas panjangnya dan membuangnya kasar
namun Mina yang sedari tadi mengikutinya di belakang merasa sangat kesal pasal nya beberapa kali ia hampir jatuh dari sepedanya dan akhirnya terjatuh juga.
Brukkk
Re menoleh ke belakang tanpa ekspresi terkejut sedikit pun.
"awwwh" keluh Mina memegangi tangannya
yang sedikit nyeri karena menumpu dirinya yang terjatuh
Re tetap berdiam di tempat nya berdiri tanpa bergerak dan hanya memandangi Mina dari tempatnya berdiri yang tidak jauh dari nya yang hanya beberapa meter saja.
Mina yang terjatuh berharap di tolong namun tidak ada tanda tanda pertolongan dari adiknya itu
" hey kau hanya diam saja disana" kesal nya
"......." hening
" cepat kemari dan bantu aku" marah Mina dengan nada tinggi
Re tidak menyahut namun ia bergerak menuju Mina dan membantu membangunkan sepeda nya yang tergeletak disana
Mina masih kesal dengan adiknya itu dan terus memarahinya
" mengapa kau tidak peka sekali , jika kamu melihat orang terjatuh atau terluka kau harus cepat menolong " omel Mina sambil membersihkan Rok nya yang kotor akibat terjatuh tadi
" ini semua gara gara kamu aku jadi terjatuh "
" aku "
" iya kamu" menunjuk Re sambil memelotot kan matanya
__ADS_1
" itu salah sepedamu"
" tidak , ini salah kamu yang berjalan terlalu lambat" masih dengan nada kesal nya
Re jadi bingung apa salah nya jika ia berjalan lambat
" tidak ada hubungannya dengan jalanku" Re membela diri
" tentu saja ada , kau berjalan terlalu lambat sehingga aku tidak bisa menyeimbangkan sepedaku" kali ini dengan nada yang normal
" kenapa kau tidak mendahului ku saja , aku kan tidak menghalangi jalan mu"
" aku tidak mau"
" kenapa"
" karena aku ingin melihat kamu berjalan untuk yang terakhir kalinya " dengan tawa sinis dan jahat
" apa kau akan mati" tanya Re dengan polosnya
Mina yang mendapat pertanyaan itu menjadi emosi lagi
" bukan aku tapi kau" kesal nya
" aku masih kecil , sisa umurku masih banyak" jawab Re dengan santainya
" heeeh berbicara denganmu ini selalu membuatku kesal
" cepat pulang dan percepat jalan mu agar cepat sampai rumah"
" memang kenapa"
" tentu saja agar kau cepat pergi " Mina terlihat senang dengan senyum merekah
" aku tak sengaja mendengarnya"
" kau pasti sangat senang " lirihnya dengan tertunduk
Senyuman Mina memudar sejenak ia menatap adiknya itu dengan intens
sebenarnya ia tidak terlalu membenci adiknya hanya saja terkadang Mina merasa iri kepada sang adik yang lebih di sayang oleh ibunya namun jauh di dalam hatinya ia juga begitu menyayangi adik nya. tumbuh bersama sejak kecil tidak mungkin tidak ada rasa kehilangan di antara mereka
" cepatlah pulang mereka pasti sudah menunggumu"
Dirumah panti
dokter Andi sudah datang karena memang waktu yang di tentukan sudah sampai bahkan terlewat dari semestinya
Di ruangan itu mereka sedikit berbincang bincang menunggu kedatangan Re
sementara Dinda sedari tadi terlihat mulai gelisah perasaan nya tidak karuan
"bagaimana jika dia menolak ku lagi "
" apa yang akan ku lakukan "
" nak maafkan mama "
batin Dinda sedari tadi
"assalamu'alaikum"
__ADS_1
terdengar salam seseorang dari arah luar
"Wa'alaikum salam " jawab yang di dalam serempak lalu menoleh ke sumber suara
nampak seorang anak gadis yang masuk lalu menuju tempat mereka berkumpul saat ini lalu langsung menyalami ibu panti dan juga Dokter Andi beserta Dinda yang ada di sana
"kau sudah pulang nak di mana adik kamu" ibunya bertanya sambil menatap arah pintu
Gadis itu adalah Mina ia tidak sabar menunggu adiknya berjalan yang begitu lambat akhirnya ia pulang lebih dulu
belum sempat Mina menjawab terdengar pintu kembali dibuka dan menampakan sosok yang di tunggu
" assalamu'alaikum"
"wa'alaikum salam" jawab yg ada di sana serempak
Mina meminta izin untuk pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian
Re berjalan menuju ke ruang tamu itu dan langsung menyalami ibu nya namun tidak kepada Dinda dan dokter Andi seperti yang di lakukan Mina tadi
dokter Andi pun memulai percakapan
" baiklah yang kita tunggu sudah hadir disini
sebaiknya saya menjelaskan dulu sedikit apa peran saya di sini" tarik nafas sejenak
" saya adalah dokter yang membantu ibu Dinda dalam proses melahirkan kamu nak dan bisa di bilang saya adalah saksi bagaimana keadaan ibu kamu saat itu . kamu tidak di buang melainkan di titipkan ke panti ini untuk sementara waktu itu karena..."
sejenak melirik ibu panti dan Dinda yang sedari tadi terus menatap Re sedangkan yang di tatap terus memperhatikan penjelasan dokter Andi dengan serius
dokter itu kembali melanjutkan kalimat nya
" karena ibu kamu selama ini mengalami koma sehingga ia tidak dapat merawat mu " tegasnya dengan menyakin kan.
flash on
setelah percakapan Dinda dengan ibu panti itu membuat Dinda menjadi semakin tak bernyali untuk menemui putrinya karena mana mungkin ia akan bisa memberikan keluarga yang utuh bagi putrinya sementara suaminya sendiri tidak menginginkan kehadiran mereka ibu panti yang mendengar penjelasan Dinda tentang suaminya itu juga terlihat kebingungan dengan keadaan ini sampai datanglah dokter Andi yang menyaran kan ide itu untuk di jadikan alasan yang tepat untuk bisa di terima oleh Re
flash off
" lalu bagaimana dengan ayahku" tanya Re mengalihkan pandangan nya ke arah Dinda
Deeeegg
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
happy reading guys
__ADS_1
terimakasih sudah membaca
RE²***