
di pagi hari Re bersiap untuk pergi ke sekolah pagi ini terasa berbeda baginya karena tidak terlihat ibu asuhnya di meja makan , biasanya sang ibu selalu menyambutnya di meja makan namun hari ini ibunya tidak ada .
sampai ia selesai makan pun ibunya tak kunjung ada akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke sekolah karena berjalan kaki akan memerlukan waktu yang cukup lama.
seperti biasa dalam perjalanan ia hanya sendiri namun hari ini sedikit berbeda suasana hatinya tidak dalam kondisi yang baik , sepanjang jalan ia terus memikirkan ibu asuhnya yang bersikap berbeda kepadanya .
sepanjang perjalanan Re tidak fokus dengan jalan sehingga tanpa sengaja ia menabrak salah seorang anak yang juga bersekolah di sana sehingga membuat anak itu terjatuh
sang ibu yang melihat hal itu langsung menghampiri sang anak yang menangis akibat terjatuh
( anak anak ya kalo terjatuh pasti nangis )
" dek kalo jalan liat liat dong , ini anak saya jadi terjatuh. makanya kalo Makai jaket jangan nutupin seluruh muka jadi nggk liat jalan kan " omel ibu itu namun tidak terlihat marah
" dimana ibu kamu, saya ingin bicara" cerocos ibu itu lagi
sepertinya anak ibu itu murid baru di sekolah itu sehingga tidak tau tentang latar belakang Re . sebagian orang tua mengetahui latar belakang Re yang tidak memiliki orang tua
memang Re sering menggunakan jaket yang over size yang jika di tutup kan tudung kepalanya akan menutupi seluruh wajahnya . hal inilah yang membuat citra dirinya di mata orang orang seperti anak yang misterius yang berkepribadian tak terduga ditambah lagi Re pendiam dan tak banyak bicara menambah kesan menakutkan anak anak sekitar.
" maaf ,saya salah" hanya 3 kata itu yang keluar dari mulut Re
" dimana orangtua kamu "
"....." tidak ada jawaban dari Re
salah seorang ibu ibu mendekati orang tua murid yang di tabrak Re tadi dan berbisik bisik kepada ibu itu
ibu murid itu sedikit melirik kepada Re dan mengangguk angguk tanda mengerti .
tanpa berbicara lagi ibu ibu itu segera membubarkan diri beserta anak mereka menuju kelas masing masing
Re tentu saja mengerti apa yang di bicarakan ibu tadi karena ia memiliki memori yang sangat kuat untuk mengingat setiap wajah yang pernah di temui nya terutama kepada ibu itu .
ya ibu itu adalah orang tua salah satu murid yang sekelas dengannya sekolah sering mengadakan acara berbagai macam lomba yang mengharuskan orang tua murid berhadir tentu saja Re tidak ada yang mewakili nya karena ia tidak memiliki orang tua mungkin itu yang di bicarakan ibu ibu tadi kepada orang tua murid itu sehingga masalahnya tidak di perpanjang lagi oleh orangtua si murid . kenapa orang banyak yang tau tentang Re itu karena Re merupakan siswi yang pintar dalam hal pelajaran untuk mengambil hadiah tidak ada orang tua yang mendampingi sedangkan untuk mengisi raport tentang identitas orangtua hanya perwalian saja dari ibu asuhnya .
semua murid telah masuk ke kelas dan pelajaran akan segera di mulai ...
....
jam pulang sekolah pun tiba semua murid antusias untuk pulang dengan di jemput oleh orangtua masing masing yang sudah menunggu di depan sekolah .
Re selalu keluar yang paling akhir dari yang lain karena ia tidak suka dengan suasana berdesak desakan dan rusuh seperti yang sering terjadi saat semua siswa keluar bersamaan
Re menyukai suasana yang tenang makanya ia memilih untuk menunggu suasana damai setelah suasana tenang barulah ia pulang .
ia berjalan sambil berlari kecil agar cepat sampai kerumah, ada beberapa hal yang harus ia pastikan dan tanyakan kepada ibu asuhnya yang bersikap aneh itu.
__ADS_1
didepan rumah panti itu ia melihat sebuah mobil yang terparkir , ia ingat mobil itu seperti mobil yang kemarin juga datang ke sana
memang benar ada tamu yang datang lagi hari ini dan sepertinya orang yang sama seperti kemaren Re segera masuk dan tidak lupa selalu mengucap salam
" assalamu'alaikum"
" waalaikum salam" serempak
kembali terlihat oleh Re ibu nya seperti sedang habis menangis , entah apa yang terjadi disana .
terlihat pula ada 2 orang laki laki dan 1 orang perempuan di sana yang sedari tadi memandang ke arahnya dengan tatapan masing masing yang sulit di artikan
terlihat dengan jelas di sana hanya ibunya yang sedih bahkan matanya memerah akibat sudah menangis
sang ibu memanggil Re untuk ikut duduk disana bergabung bersama mereka . Re langsung kesana karena ia memang penurut kepada ibu pantinya .
ibu nya mulai berbicara dan memperkenalkan orang orang yang ada disana
"nak yang di sebelah kiri ibu adalah pak Andi dari pihak rumah sakit yang selama ini menjadi donatur panti kita"
"yang di sampingnya namanya nak Hendra kerabat dari ibu yang ada di hadapan mu itu"
"dan ibu itu.." ucapan sang ibu sempat terhenti sejenak namun ibunya kembali meneruskan kalimat nya
Re sedari tadi terus memandangi wanita yang saat ini berhadapan dengannya , begitupun dengan wanita itu
apa yang kalian pikirkan dan rasakan jika berada di posisi Re saat ini
tiba tiba datang seseorang yang mengaku sebagai ibumu setelah 6 tahun lamanya baru mencarimu dan ingin membawamu pergi entah kemana???
pandangan Re beralih kepada sang ibu yang tidak dapat membendung air matanya lagi
" jadi karena hal ini yang membuat ibu sedih dari kemaren" ia mendekati ibunya dan memeluk sang ibu erat sang ibu pun membalas pelukan putri kecil kesayangannya tak kalah erat .
suasana disana mengharukan namun masalah nya belum di mulai
suasana sedikit mereda terlihat ibu dan anak itu sudah sedikit tenang
Re menatap tajam wanita didepannya yang katanya ibu kandungnya itu
" benarkah kau ibuku " tanya nya dengan nada dingin khasnya
wanita itu tersenyum lalu menjawab
" tentu saja aku yang mengandung dan melahirkan mu "
" kenapa kau membuangku" matanya sedikit berkaca kaca
__ADS_1
senyum di wajah wanita itu hilang seketika
" mama tidak membuangmu" menitikkan air mata
" lalu apa lagi alasannya selain membuang"
" ada alasan yang tak bisa mama jelaskan padamu nak "
" katakan saja padaku wanita jahat" ucapnya penuh dengan amarah dengan tatapan tajamnya
sang ibu terkejut dengan sikap yang di tunjukan Re , selama ini ia bersikap sopan kepada orang yang lebih tua namun apa yang terjadi hari ini sungguh di luar dugaan begitupun dengan para pria yang ada disana
" Bu Salma ternyata seperti ini didikan yang diberikan kepada anak anak disini yang berbicara tidak sopan kepada yang lebih tua " tanya pak Andi
Re tentu saja tidak terima dengan perkataan bapak itu
" Om jangan menyalahkan ibu saya , jangan pernah sekalipun menghina cara mendidik ibu saya "
" kau masih kecil sudah pandai berbicara seperti orang dewasa saja " ucap pak Andi tidak percaya
" sebaiknya om diam saja saya tidak punya urusan dengan om"
memang om Andi tak menyahut lagi
Savage untuk om Andi
Dinda sedari tadi hanya diam dan terus menangis melihat anaknya yang membencinya ia tidak bisa berkata apa apa lagi karena tidak mungkin ia mengatakan kalau ia baru sembuh dari penyakit gilanya .
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Like dan jadikan favorit ***yaa
terimakasih sudah membaca
__ADS_1
RE²***