Realita Hidup

Realita Hidup
34


__ADS_3

Re tidak tau bahwa ibunya rutin mengirimkan uang untuknya melalui Riana namun mereka merahasiakan hal itu entah apa alasan nya. dan juga Re memang jarang meminta sesuatu kepada keluarga Santoso itu, Riana sering menawarkan sesuatu tetapi memang Re tidak pernah ada yang di inginkan nya . pernah ada satu kali Re meminta sesuatu itu pun karena di paksa oleh Riana harus meminta sesuatu dan itu juga mengatas namakan ibunya dan terpaksa ia menerima karena permintaan ibunya . barang yang dibelinya pun tidak macam-macam hanya sebuah novel kesukaan nya yang kebetulan pelirisan episode terbaru juga . hanya itu yang iya pinta selebihnya tidak pernah lagi.


Tinggal 1 tahun lagi ia akan pergi dari rumah itu , pergi berkumpul bersama ibunya . pergi meninggalkan rumah yang beberapa tahun ini menjadi tempat berteduhnya . kenapa dikatakan tempat berteduh karena memang kenyataannya seperti itu, rumah itu bagi Re tidak seperti rumah yang di maksud orang lain , rumah yang menjadi tempat ternyaman untuk pulang . rumah yang menjadi tempat terdamai untuk kembali . baginya rumah itu tempatnya singgah saja seperti saat hujan.


jika seseorang kembali kerumah pasti akan disambut oleh keluarga tercinta yang menunggu kita pulang, ada ibu yang menyiapkan kita makan, ada ayah yang mungkin saja menanyakan kapan kita sampai dan adik yang entah sedang bermain apa di ruang keluarga serta kakak yang mungkin sibuk dengan hp nya namun masih sempat melirik kedatangan kita dan menjawab salam kita saat masuk.


namun itu bagi seseorang yang dianggap di keluarga tercintanya, bagaimana dengan Re yang hanya sebagai anak yang dititipkan di keluarga itu . rasanya pasti akan berbeda bukan, hidup sendiri di dalam keluarga orang lain . menyaksikan keharmonisan yang terjalin di sebuah keluarga , perhatian kakek nenek yang berlimpah kepada cucu nya. ibu yang selalu memanjakan anak nya. canda tawa mereka saat berkumpul bersama. semua itu di saksikan oleh Re dengan hati yang bergetar .


keluarga itu tidak menindas nya secara fisik tidak juga mengabaikan nya . Riana sangat baik kepadanya tantenya itu juga sering memperhatikan nya . apalagi Kayla yang bisa dikatakan adiknya itu sangat sayang kepadanya dan tidak bisa di bayangkan nanti saat mereka berpisah apa yang akan terjadi kepada bocah itu nanti.


katakan saja Re cemburu dengan suasana itu , Re cemburu dengan kebahagiaan keluarga itu. kadang ia canggung saat berkumpul bersama keluarga itu. reaksi apa yang harus ia berikan sementara perasaannya sangat kacau. ia hanya bisa berharap agar secepat nya bisa berkumpul bersama ibunya. walaupun hanya ibunya paling tidak ia tinggal bersama keluarga sendiri tidak seperti sekarang ini . memang keluarga ini juga merupakan keluarganya tetapi jika bukan keluarga yang sebenarnya rasanya pasti tidak akan sama seperti keluarga kandung.


.....


diruang makan keluarga Santoso


malam ini semua orang kebetulan berkumpul di meja makan keluarga itu, biasanya Aldi jarang makan dirumah semenjak ia mengikuti kegiatan ekstrakulikuler serta les di sekolahnya . yah sekarang Aldi sudah remaja ia sudah duduk di kelas 3 SMP sebentar lagi ia akan lulus dan melanjutkan sekolahnya ke tahap selanjutnya .


" Al bagaimana keputusan mu" tanya Kevin kepada Aldi


" belum pah, Al masih pikirkan" jawab Al


" turuti saja apa kata papa mu Al " Hendra ikut berbicara


" iya kek aku masih memikirkan " Al kembali mengiyakan


" kalian jangan memaksa cucuku" giliran Widya yang bersuara


" ini yang terbaik untuk dia Bu" Kevin meyakinkan


" jika ia tidak suka aku tidak akan setuju" Widya kembali menyahut dengan sedikit emosi


mereka memperdebatkan masalah Aldi yang akan melanjutkan sekolah nya, keinginan kakek dan ayah nya Aldi bersekolah ke luar negeri sedangkan Widya tidak ingin berpisah dengan cucu kesayangan nya dan juga Aldi sempat memberitahu bahwa ia ingin menjadi seorang olahragawan karena ia suka bermain basket .


" mah ini untuk kebaikan nya juga, siapa lagi yang akan melanjutkan usaha kita kalau buka keturunan kita" bujuk Hendra kepada istrinya


" iya ayah benar mah Aldi harus dilatih sejak dini supaya kelak dia akan menjadi tangguh " ujar Kevin menimpali


Widya hanya diam terlihat wanita paruh baya itu memikirkan apa yang dikatakan suami dan anak nya itu


sementara Riana, Kayla dan Re hanya menyimak perdebatan itu dengan terus memakan makan malam mereka sepertinya ketiga nya tidak perduli dengan perbincangan itu dan Aldi pun yang menjadi perdebatan juga demikian tidak perduli.


....


Dirumah Dinda


terlihat wanita itu juga tengah menikmati makan malam nya . suasana di ruangan itu terasa sepi karena memang ia hanya tinggal sendiri di rumah yang cukup besar itu . sepertinya ia tidak berselera makan .


" apa Re sudah makan" gumam nya pelan


sepertinya ibu ini merindukan putrinya itu sebabnya ia terlihat melamun


Dinda menatap kosong ke arah bangku yang ada di samping nya, bangku itu sempat di duduki Re beberapa Minggu yang lalu saat mereka datang ke rumahnya untuk berlibur .


Dinda mengambil hp nya yang berada di dekat nya dan ingin menelepon Riana


dreeeettttt ....dreeeettttt....dreeeettttt


suara hp Riana yang bergetar karena memang hp nya berada dalam mode getar.


tidak ada jawaban dari panggilan itu karena hp Riana ia letakkan di kamarnya dan ia pun masih makan malam di bawah bersama yang lain


" tidak diangkat, apakah sudah tidur" gumam Dinda ia mencoba menghubungi lagi namun tetap saja masih tidak diangkat

__ADS_1


Dinda menghela nafas nya dan menyudahi untuk menghubungi Riana ia pun segera menyelesaikan makan nya walaupun harus sedikit memaksa karena memang ia tidak ber nafsu untuk makan.


saat Dinda sudah masuk ke kamar dan bersiap ingin tidur telepon nya berbunyi dan itu berasal dari Riana iapun segera mengangkat telepon itu.


" Hallo Na" jawab Dinda


" Hallo Din kenapa kau tadi menelepon ku" jawab Riana


" apa aku mengganggumu " Dinda merasa tidak enak


" tidak Din, tadi handphone ku di kamar jadi aku tidak tau kau menelpon ku. kenapa"


" oh begitu, tidak ada aku hanya rindu dengan Re" jawab nya pelan


" sepertinya mereka sudah tidur " jawab Riana


" iya aku tau " jawab Dinda


" emmch Riana, sepertinya aku akan membelikan Re Handphone agar na.." ucap Dinda di potong dengan cepat oleh Riana


" jangaaannn" teriak Riana tanpa terkontrol membuat Dinda yang di seberang sana menjauhkan hp nya karena terlalu bising di dengar suara teriakan Riana itu


" aku tidak tuli, kenapa kau berteriak" Dinda kesal


" heheee maaf..maaf aku kaget" jawab Riana


" seharus nya aku yang kaget mendengar teriakan mu itu" gerutu Dinda di seberang sana


" hahaaa iya iya sorry . jangan kau belikan Din kau kan tau bagaimana Kayla yang selalu ingin mempunyai barang yang sama seperti kakak nya" jelas Riana kepada Dinda


" lalu bagaimana dengan ku jika ingin menghubungi Re nanti, aku tidak ingin merepotkan mu terus Na" jawab Dinda


" kau tidak merepotkan ku aku seneng kok kau repotkan lagian kan aku nggk ada kerjaan juga" jawab Riana cekikikan


" ckk kau ini enak ya menjadi istri bos kerjaan nya nggk ada kerjaan" celetuk Dinda juga ikut tertawa


" tunggu 1 tahun lagi ya Din kau pasti akan berkumpul dengan anakmu lagi" Riana kembali serius


" setahun itu lama Na " jawab Dinda lirih


" bersabarlah sebentar lagi " Riana memberikan semangat


" hemmmpp tidak ada pilihan lain juga" jawab Dinda mengeluh


kevin masuk ke kamar dengan perlahan niatnya ingin menguping pembicaraan istri nya . ia penasaran dengan siapa Riana menelepon sehingga terdengar teriakan hingga tawa cekikikan itu .


perlahan ia mulai melangkah mendekati istrinya yang memang sedang membelakangi Kevin dengan berbaring menyamping itu. ia beberapa kali mendengar istrinya menyebut nama Din ..Din dan Din itu membuat ia curiga kepada istrinya ltu


" kau yakin tidak kangen kepadaku " tanya Riana kepada Dinda


Kevin semakin merasa murka mendengar kata-kata yang di lontarkan istrinya itu dan segera mungkin ia merebut hp yang ada di tangan istrinya dan ...


" berani nya kau ..." teriak Kevin dan melihat hp Riana tertera nama Dinda di layar hp itu


sejenak Kevin terpaku melihat nama yang tertera di layar hp ia mematung di tempat sementara Riana juga kaget dan tentu bingung dengan kelakuan Kevin yang tiba-tiba nyelonong itu . Dinda yang berada diseberang telpon itu juga mendengar suara keributan


" sayang kau kenapa" tanya Riana bingung


Kevin masih mematung menatap layar hp itu tanpa berkedip


" sayang " Riana menyentuh tangan suaminya


" huuuh ..iya" jawab nya bengung

__ADS_1


" hp ku, aku masih belum selesai bicara nya" pinta Riana menengadahkan tangan nya ke arah kevin


dengan segera Kevin menyerahkan hp nya kepada Riana


" halo Dinda maaf tadi Kevin tiba-tiba aneh "


" oh Kevin sudah datang, ya udah aku tutup aja telpon nya "


" iya sampai jumpa byee"


" byee"


mereka pun mengakhiri panggilan telepon itu


Riana sejenak menatap suami ny yang tengah keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang mereka.


" tadi itu apa maksud nya coba jelaskan" tanya Riana penuh penasaran


" aku kira kamu selingkuh sama Udin jadi aku tadi emosi" jawab Kevin spontan


" siapa Udin " jawab Riana bingung


" iya aku salah ternyata itu Dinda" jawab Kevin dengan memberenggut


" hahaaaa makanya jangan emosi dulu jadi salah kan "


" kau juga tadi manggil nya Din ..Din aku kita kan Udin " bela Kevin


" dari dulu kan aku emang manggilnya gitu lagian mana mungkin juga aku selingkuh sama Udin nggk keren banget deh " Riana menimpali


" jadi kau mau selingkuh " Kevin bangun dari tidur nya


" mana bisa aku kan cinta sama kamu mas" Riana kembali merebahkan Kevin dan memeluk nya erat


" awas saja kalau kau berani selingkuh dariku" ancam Kevin sambil membalas pelukan Riana


" ini juga berlaku untuk mu mas, akan ku potong bur**g mu kalau berani gitu " ancam Riana juga


Kevin bergidik ngeri mendengar ancaman istrinya itu sehingga ia menyudahi perdebatan itu .


" sayang " panggil Riana


" hemmch" jawab Kevin yang sudah memejamkan matanya


" 1 tahun lagi re akan pindah dari rumah ini" celetuk Riana


" lalu " jawab Kevin acuh


" kau kan tau kalau Kayla sangat lengket kepadanya . bagaimana nanti jika mereka harus pisah . bagaimana dengan si bungsu kita" keluh Riana


Kevin membuka matanya sedikit berpikir lalu ia berkata


" biar author nanti yang memikirkan bagaiman a keadaan Kayla 1 tahun lagi"


.


.


.


.


.

__ADS_1


tak henti-henti nya author minta like dan dukungan nya kepada readers yang baik hati dan tidak sombong suka menabung ini agar semangat terus nulis .


RE²


__ADS_2