
semenjak keluar dari kamar mandi senyuman tak henti hentinya terpancar di bibir nya , pagi ini Dinda begitu bahagia karena untuk pertama kalinya ia di panggil oleh anak nya dengan sebutan "mama" .
setelah beberapa saat Re keluar ia melihat ibu nya sedari tadi duduk di ranjang dan terlihat 1 set pakaian di pangkuan wanita itu rupanya Dinda sudah banyak membelikan pakaian untuk putrinya jauh jauh hari sebelumnya itu terlihat begitu banyak susunan baju di lemarinya.
Dinda segera beranjak dari tempat nya duduk dan menghampiri Re
" kau sudah selesai " sambil menyentuh bahu anaknya.
" iya ma," jawab Re singkat
" kamu segera mandi , ini mama udah siapkan pakaian untuk kamu" sembari menyodorkan pakaian tsb
re mengambil pakaian itu dan segera menuju kamar mandi kembali .
a few moment later
Re keluar dengan pakaian yang diberikan oleh ibunya tadi , kembali Dinda yang pertama di lihatnya setelah keluar dari kamar mandi itu sedari tadi ia cukup merasa aneh dengan ibunya itu . pasalnya Dinda tak henti hentinya tersenyum menampilkan lesung pipi nya .
" kau sudah selesai nak "
diangguki oleh re
" baiklah sekarang giliran mama , kamu tunggu di sini dulu ya nanti kita turun sarapan ke bawah "
kembali hanya anggukan yang di berikan oleh Re
Dinda sudah masuk ke kamar mandi kini tinggal Re yang berada di ruangan itu . ia melihat tasnya di pojok kamar itu dan menghampirinya . dibukanya tas itu dan ternyata isinya kosong ia sejenak melirik lemari yang berukuran besar di sana .
Re mendekati lemari itu dan mencoba membukanya , dan ternyata isi lemari itu di penuhi baju baju nya beserta baju yang ia tidak tau punya siapa .
" semua itu sekarang milik kamu , mama menyiapkan nya untukmu" suara dari arah belakang re terdengar
" kenapa banyak sekali"
" tidak banyak nak, itu masih sedikit nanti kita beli lagi " jawab Dinda sambil ikut mendekati lemari itu dan mengambil pakaian nya
" itu sudah cukup " melangkah ke sofa yang ada di ruangan itu lalu duduk
kali ini Dinda tidak menjawab lagi
akhirnya mereka turun dari kamar itu setelah beberapa saat
di meja makan sudah terlihat para pelayan menyiapkan makanan Dinda ikut membantu menyiapkan begitupun dengan Re meskipun sudah di larang namun tetap saja keras kepala anak nya itu memang tidak bisa di hentikan .
terdengar ada yang menuruni tangga rumah itu perhatian mereka yang ada di sana semua tertuju kepada suara itu para pelayan menundukkan kepala mereka dan memberi hormat Dinda ikut menyapa orang tersebut.
"pagi nyonya" sapa para pelayan
" pagi" jawabnya datar
" pagi tante Widya" sapa dinda dengan senyuman khas nya
sementara Re terlihat acuh di tempat duduknya di samping Dinda sekilas ia menatap namun ia kembali dengan kesibukan nya yang sedari tadi fokus mengupas jeruk kesukaannya .
tidak lama kemudian Hendra juga ikut bergabung disusul oleh 2 orang lagi yang mengekor di belakang
__ADS_1
ke 2 orang itu adalah Kevin dan Riana yang baru kembali dari luar negeri
Kevin adalah putra tunggal dari Hendra dan Widya dan Riana adalah istri Kevin serta 2 anaknya yang masih tidur dikamar
"pagi Din" sapa Hendra kepada Dinda
"pagi juga paman"
"oh ya Dinda kenalkan ini Kevin anak paman dan di sebelahnya Riana istrinya". Hendra memperkenalkan anak dan menantunya
" oh halo saya Dinda " sedikit membungkukan kepala kearah mereka berdua lalu dibalas hal yang sama .
" dia anak dari paman kamu Bagas yang papa ceritakan itu" jelas Hendra kepada anaknya
" ohh dia " Kevin berucap
sedari tadi Riana terus memandangi Re yang sampai saat ini masih sibuk mengupas jeruk yang ada di hadapannya entah sudah berapa banyak jeruk yang ia makan nyatanya ia sangat menyukai buah itu dan tak perduli dengan orang yang ada di sekeliling
"apakah dia anakmu" tanya Riana tanpa menoleh
Dinda yang seketika menoleh kesamping dan ia begitu terkejut dibuatnya.
" astaga sayang , sebanyak ini kamu makan jeruk " mengambil jeruk yang ada di tangan re yang tinggal beberapa bagian lagi
" aku suka ma kembalikan jerukku itu" mencoba meraih dari tangan ibunya namun di cegah oleh Dinda
" nggk sayang udah cukup nanti kamu sakit perut" bujuk Dinda
Re berhenti sepertinya ia mematuhi nasehat ibunya itu .
Dinda yang sadar menjadi pusat perhatian merasa tidak enak dan meminta maaf
" ah maaf semuanya jadi terganggu"
" sungguh menyusahkan" celetuk lidya berdesis namun masih bisa di dengar oleh Dinda
Dinda hanya bisa diam seribu bahasa entah apa yang ada di pikiran nya saat ini tantenya itu memang tidak menyukainya
tiba tiba datang seorang anak laki laki berusia 10 tahun ikut bergabung ke meja makan itu
kedatangannya sangat di sambut oleh Lidya anak itu adalah Aldi putra pertama Kevin yang berarti adalah cucu dari Lidya .
" aduh cucu Oma sudah bangun, mau makan apa sayang hemm" tawar Lidya dengan penuh kelembutan
" im like roti with milk Oma" sahut nya dengan masih mengantuk
setelah bangun langsung turun tanpa mandi dulu hadeehhhh😪 kebiasaan buruk jangan di tiru yaa
walaupun mereka tinggal di luar negeri namun mereka masih bisa bahasa Indonesia dengan lancar karena mereka lahir di Indonesia dan pindah beberapa tahun ke luar negeri dan sekarang menetap kembali di indonesia
jadi untuk saat ini bicaranya sedikit campur² dulu ya untuk anak Kevin dan Riana 😄
Lidya dengan penuh semangat mengambilkan apa yang di minta cucunya itu
" oh ya dimana cucu kesayangan opa " tanya Hendra entah di tujukan kepada siapa
__ADS_1
" pasti belum bangun pa " jawab Riana
" kak aaaaaaaaaaal" teriak gadis kecil dari arah tangga begitu nyaring terdengar
semua yang ada di meja makan sontak menoleh ke arah sumber suara termasuk Re yang sedari tadi terus memperhatikan Al yang ada di seberang mejanya
Hendra beranjak dari duduk nya dan segera menghampiri cucu kesayangannya itu lalu menggendongnya ke arah meja makan
kakek sayang kepada cucu perempuan dan nenek sayang kepada cucu laki laki apakah memang sudah hukum alam atau apalah namanya itu
di seberang meja Dinda dan Re hanya diam sedari tadi mereka seperti tidak di anggap keberadaannya disana
" kak Al why you tidak mengajak me bangun" kesalnya kepada sang kakak Aldi
sementara sang kakak tidak memperdulikan keluhan sang adik kepadanya ia terus menikmati suapan demi suapan yang di berikan oleh Oma nya .
gadis kecil itu bertambah kesal dan mengadu kepada kakek nya
" opa look he mengabaikan me " adunya kepada sang kakek
" apa yang harus opa lakukan untukmu princess kesayangan " jawab hendra
" Law he " pinta gadis kecil itu
hendra menoleh kesamping dan disambut oleh tatapan tajam dari Lidya
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung...
huh akhirnya bisa up lagi
akhir akhir ini nggk mood nulis
selain karena kesibukan dunia nyata semangat nya juga kurang .
entah ada atau tidak yang baca karya aku ini
jika ada, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
tolong beri komentar atau masukan ke karya saya . sampai jumpa di episode selanjutnya !!!
RE²***
__ADS_1