Realita Hidup

Realita Hidup
19


__ADS_3

jika menyangkut cucu kesayangan mereka kakek dan nenek itu selalu adu mulut membela kesayangan masing-masing Kevin dan Riana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat orangtua mereka yang bertingkah sama seperti anak mereka yang tidak pernah akur.


" pah ,ma udah dong kapan kita mulai makan nya " kevin menengahi cekcuk kakek nenek itu


akhirnya sarapan pun dimulai


" opa , who are they " tanya Kayla kepada kakek nya


gadis kecil itu bernama Kayla putri kedua dari Kevin dan Riana saat ini berumur 5 tahun


" oh itu Tante Dinda dan anaknya , sekarang mereka akan tinggal disini juga " jelas Hendra kepada cucunya


" yes i have a Sistar " teriak Kay kegirangan sambil tertawa nyaring


pasalnya anak kecil itu dari dulu ingin mempunyai kakak perempuan namun takdir berkata lain kakak nya seorang laki laki dan itu tidak bisa dirubah lagi . dan sang kakak pun tidak menyukai adik perempuan juga


semua yang ada disana juga ikut tersenyum melihat tingkah Kayla yang lucu menurut mereka terutama Dinda yang merasa lega karena anak kecil itu menerima kehadiran anak nya dengan baik.


Re sedari tadi sangat acuh dengan keadaan ia hanya fokus dengan sarapan nya yang hampir habis ia makan .


" hey Sistar what your name" tanya Kay kepada Re yang ada di seberang nya


Re tidak menjawab pertanyaan itu karena ia tidak tau apa yang di tanyakan oleh Kay dan ia tidak sadar kalau pertanyaan itu di tujukan untuk nya karena sedari tadi ia hanya fokus ke arah makanan nya saja tidak memperhatikan ke sekeliling .


sejenak orang yang ada di meja makan itu menghentikan makan mereka , semua yg ada di sana juga penasaran dengan nama anak itu yg sedari tadi diam tanpa suara sementara Dinda juga ikut menghentikan aktifitas makan nya bukan kerena penasaran dengan nama anaknya namun karena merasa heran dengan apa yang di ucapkan oleh Kayla ia juga kurang mengerti dengan bahasa Inggris


Hendra menerjemahkan pertanyaan cucu nya kepada Dinda yang saling bertatapan


" kayla bertanya siapa nama anak kamu " jelas Hendra kepada Dinda


" oh nama " jawab Dinda dengan tersenyum kearah Kayla yang fokus menatap Re


" nama ku Re" tiba tiba Re menyahut dengan datar dan wajah dingin nya


yang ada di sana terlihat mengernyitkan dahi tanpa terkecuali Dinda dan Hendra


" Re ?? hahaaaaa nama apa itu " celetuk Al dengan tawa mengejek nya


" itu adalah namaku " jawab Re menatap tajam ke arah Al


Al pun tak kalah tajam nya membalas tatapan Re


" kenapa nama mu jelek sekali hanya 2 kata saja " tanya Al dengan santainya dan terkesan meremehkan


" nama mu juga jelek hanya Al saja" jawab Re dengan datar


Al mulai tersulut emosinya dengan balasan ejekan oleh Re


" namaku ALDI SANTOSO kau dengar itu sangat panjang dan keren " jawab Al dengan penuh percaya diri


orang dewasa yang ada di sana hanya menjadi penonton perdebatan ke dua anak kecil itu seakan mereka ingin tau siapa yang akan menjadi pemenang nya


" lalu kenapa sedari tadi kau mau dipanggil Al" jawab Re dengan santai dan tetap tenang seperti biasa


" itu panggilan kesayangan untukku terutama Oma " sambil menyandarkan kepala ke bahu nenek nya dan di balas oleh Lidya dengan pelukan seakan ia sedang memamerkan bahwa ia adalah cucu kesayangan nenek nya

__ADS_1


Re sedikit tersenyum menyeringai menatap ke arah Al dan berkata


" Re juga nama kesayangan yang di berikan oleh ibuku tapi namaku tidak hanya menjadi kesayangan oleh ibuku saja namun akan menjadi kesayangan bagi semua orang yang memanggilku "


Al menegakkan badan nya merasa kesal


dengan jawaban yang di berikan Re


" siapa yang akan menyayangimu" tanya Al dengan sengit


" semua orang yang memanggil namaku"


jawab Re acuh


orang dewasa yang ada disana pun akhirnya menengahi perdebatan anak anak itu jika tidak di hentikan maka mungkin akan sampai besok perdebatan itu


akhirnya mereka kembali ke kamar masing masing setelah sarapan .


Dinda sedari tadi hanya menatap nanar kepada anak nya yang sejak kembali dari sarapan tadi mereka hanya duduk berdiam diri di sofa sambil menonton tv


pikiran Dinda masih terbayang perihal nama dari anak nya itu , memang benar apa yang di tanyakan oleh Al td kenapa nama begitu singkat dan tidak memiliki arti dan hal ini baru terpikirkan oleh nya .


ia harus memikirkan nama untuk putrinya yang begitu bagus dan keren agar tidak di oluk oluk oleh orang lagi


berkali kali Dinda menarik nafas dan menghembuskan nya kasar hal itu membuat Re menjadi terganggu dengan ketenangan nya menonton tv


namun Re tidak mau kepo dengan mama nya ia hanya sedikit melirik kearah Dinda dan kembali fokus ke depan menonton tv


" nak" panggil Dinda sembari menghadap Re


" ganti namamu" pinta Dinda


Re mengecilkan volume tv yang ada di depan nya


" Tidak mau " tanpa menoleh ke arah mama nya


" kenapa tidak sayang " tanya Dinda


" kenapa diganti" tanya re balik dan kali ini ia menghadap ke arah mama nya


" karena ...karena nama itu terlalu pendek " jelas Dinda


" biarkan saja , aku suka " jawab Re acuh


" sayang ganti ya nama itu mama mohon " pinta Dinda penuh harap


" mama malu nama aku kaya gitu" tanya re dingin


" bukan begitu sayang , mana hanya ingin kamu punya nama yang bagus seperti yang lain , mau yah di ganti " kembali bujuk Dinda


" memang mama mau ganti dengan nama apa " tanya re menatap Dinda


" emmmch ..belum tau sayang mama belum punya nama yang pas untukmu nanti mama akan pikirkan " tersenyum senang


" Aku juga akan pikirkan usul mama" pergi keluar kamar

__ADS_1


senyuman Dinda hilang begitu saja mendengar penuturan re tadi .


...


di tempat lain


dering telepon Bastian berbunyi dengan nyaring , saat ini ia sedang menikmati waktu liburnya dengan membaca koran dan di temani secangkir kopi hitam


Bastian menerima panggilan telepon itu terdengar seseorang mengatakan sesuatu yang membuat nya tidak senang karena dapat dilihat dari ekspresi wajahnya yang terlihat marah dan kesal baru saja ia ingin memaki orang tersebut namun tiba tiba Celine datang menghampirinya , Bastian pun mengurungkan niatnya dan segera mematikan sambungan telepon itu .


" pah kenapa kok mukanya kesel gitu " sapa Celine lalu duduk di sebelah Bastian


" nggk kok mah td orang salah sambung "


" ohhh "


terlihat Bastian memikirkan sesuatu entah apa itu dan membuat Celine kembali bertanya


" papah kok melamun , apa ada masalah di kantor "


Bastian tidak menjawab


" pah "


tidak ada jawaban kembali


" papah"


hening


" sayang" teriak Celine begitu nyaring


Bastian terkaget dan sedikit kesal dengan teriakan Celine itu


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ...


**semoga suka


tunggu eps selanjutnya


RE²**

__ADS_1


__ADS_2