
jika menyangkut cucu kesayangan mereka kakek dan nenek itu selalu adu mulut membela kesayangan masing-masing Kevin dan Riana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat orangtua mereka yang bertingkah sama seperti anak mereka yang tidak pernah akur.
" pah ,ma udah dong kapan kita mulai makan nya " kevin menengahi cekcuk kakek nenek itu
akhirnya sarapan pun dimulai
" opa , who are they " tanya Kayla kepada kakek nya
gadis kecil itu bernama Kayla putri kedua dari Kevin dan Riana saat ini berumur 5 tahun
" oh itu Tante Dinda dan anaknya , sekarang mereka akan tinggal disini juga " jelas Hendra kepada cucunya
" yes i have a Sistar " teriak Kay kegirangan sambil tertawa nyaring
pasalnya anak kecil itu dari dulu ingin mempunyai kakak perempuan namun takdir berkata lain kakak nya seorang laki laki dan itu tidak bisa dirubah lagi . dan sang kakak pun tidak menyukai adik perempuan juga
semua yang ada disana juga ikut tersenyum melihat tingkah Kayla yang lucu menurut mereka terutama Dinda yang merasa lega karena anak kecil itu menerima kehadiran anak nya dengan baik.
Re sedari tadi sangat acuh dengan keadaan ia hanya fokus dengan sarapan nya yang hampir habis ia makan .
" hey Sistar what your name" tanya Kay kepada Re yang ada di seberang nya
Re tidak menjawab pertanyaan itu karena ia tidak tau apa yang di tanyakan oleh Kay dan ia tidak sadar kalau pertanyaan itu di tujukan untuk nya karena sedari tadi ia hanya fokus ke arah makanan nya saja tidak memperhatikan ke sekeliling .
sejenak orang yang ada di meja makan itu menghentikan makan mereka , semua yg ada di sana juga penasaran dengan nama anak itu yg sedari tadi diam tanpa suara sementara Dinda juga ikut menghentikan aktifitas makan nya bukan kerena penasaran dengan nama anaknya namun karena merasa heran dengan apa yang di ucapkan oleh Kayla ia juga kurang mengerti dengan bahasa Inggris
Hendra menerjemahkan pertanyaan cucu nya kepada Dinda yang saling bertatapan
" kayla bertanya siapa nama anak kamu " jelas Hendra kepada Dinda
" oh nama " jawab Dinda dengan tersenyum kearah Kayla yang fokus menatap Re
" nama ku Re" tiba tiba Re menyahut dengan datar dan wajah dingin nya
yang ada di sana terlihat mengernyitkan dahi tanpa terkecuali Dinda dan Hendra
" Re ?? hahaaaaa nama apa itu " celetuk Al dengan tawa mengejek nya
" itu adalah namaku " jawab Re menatap tajam ke arah Al
Al pun tak kalah tajam nya membalas tatapan Re
" kenapa nama mu jelek sekali hanya 2 kata saja " tanya Al dengan santainya dan terkesan meremehkan
" nama mu juga jelek hanya Al saja" jawab Re dengan datar
Al mulai tersulut emosinya dengan balasan ejekan oleh Re
" namaku ALDI SANTOSO kau dengar itu sangat panjang dan keren " jawab Al dengan penuh percaya diri
orang dewasa yang ada di sana hanya menjadi penonton perdebatan ke dua anak kecil itu seakan mereka ingin tau siapa yang akan menjadi pemenang nya
" lalu kenapa sedari tadi kau mau dipanggil Al" jawab Re dengan santai dan tetap tenang seperti biasa
" itu panggilan kesayangan untukku terutama Oma " sambil menyandarkan kepala ke bahu nenek nya dan di balas oleh Lidya dengan pelukan seakan ia sedang memamerkan bahwa ia adalah cucu kesayangan nenek nya
__ADS_1
Re sedikit tersenyum menyeringai menatap ke arah Al dan berkata
" Re juga nama kesayangan yang di berikan oleh ibuku tapi namaku tidak hanya menjadi kesayangan oleh ibuku saja namun akan menjadi kesayangan bagi semua orang yang memanggilku "
Al menegakkan badan nya merasa kesal
dengan jawaban yang di berikan Re
" siapa yang akan menyayangimu" tanya Al dengan sengit
" semua orang yang memanggil namaku"
jawab Re acuh
orang dewasa yang ada disana pun akhirnya menengahi perdebatan anak anak itu jika tidak di hentikan maka mungkin akan sampai besok perdebatan itu
akhirnya mereka kembali ke kamar masing masing setelah sarapan .
Dinda sedari tadi hanya menatap nanar kepada anak nya yang sejak kembali dari sarapan tadi mereka hanya duduk berdiam diri di sofa sambil menonton tv
pikiran Dinda masih terbayang perihal nama dari anak nya itu , memang benar apa yang di tanyakan oleh Al td kenapa nama begitu singkat dan tidak memiliki arti dan hal ini baru terpikirkan oleh nya .
ia harus memikirkan nama untuk putrinya yang begitu bagus dan keren agar tidak di oluk oluk oleh orang lagi
berkali kali Dinda menarik nafas dan menghembuskan nya kasar hal itu membuat Re menjadi terganggu dengan ketenangan nya menonton tv
namun Re tidak mau kepo dengan mama nya ia hanya sedikit melirik kearah Dinda dan kembali fokus ke depan menonton tv
" nak" panggil Dinda sembari menghadap Re
" ganti namamu" pinta Dinda
Re mengecilkan volume tv yang ada di depan nya
" Tidak mau " tanpa menoleh ke arah mama nya
" kenapa tidak sayang " tanya Dinda
" kenapa diganti" tanya re balik dan kali ini ia menghadap ke arah mama nya
" karena ...karena nama itu terlalu pendek " jelas Dinda
" biarkan saja , aku suka " jawab Re acuh
" sayang ganti ya nama itu mama mohon " pinta Dinda penuh harap
" mama malu nama aku kaya gitu" tanya re dingin
" bukan begitu sayang , mana hanya ingin kamu punya nama yang bagus seperti yang lain , mau yah di ganti " kembali bujuk Dinda
" memang mama mau ganti dengan nama apa " tanya re menatap Dinda
" emmmch ..belum tau sayang mama belum punya nama yang pas untukmu nanti mama akan pikirkan " tersenyum senang
" Aku juga akan pikirkan usul mama" pergi keluar kamar
__ADS_1
senyuman Dinda hilang begitu saja mendengar penuturan re tadi .
...
di tempat lain
dering telepon Bastian berbunyi dengan nyaring , saat ini ia sedang menikmati waktu liburnya dengan membaca koran dan di temani secangkir kopi hitam
Bastian menerima panggilan telepon itu terdengar seseorang mengatakan sesuatu yang membuat nya tidak senang karena dapat dilihat dari ekspresi wajahnya yang terlihat marah dan kesal baru saja ia ingin memaki orang tersebut namun tiba tiba Celine datang menghampirinya , Bastian pun mengurungkan niatnya dan segera mematikan sambungan telepon itu .
" pah kenapa kok mukanya kesel gitu " sapa Celine lalu duduk di sebelah Bastian
" nggk kok mah td orang salah sambung "
" ohhh "
terlihat Bastian memikirkan sesuatu entah apa itu dan membuat Celine kembali bertanya
" papah kok melamun , apa ada masalah di kantor "
Bastian tidak menjawab
" pah "
tidak ada jawaban kembali
" papah"
hening
" sayang" teriak Celine begitu nyaring
Bastian terkaget dan sedikit kesal dengan teriakan Celine itu
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ...
**semoga suka
tunggu eps selanjutnya
RE²**
__ADS_1