
apa yang membuat seorang Bastian menitikan air matanya , apakah ia menangisi takdirnya yang sampai sekarang tidak memiliki keturunan anak laki laki atau mungkin itu tangis kebahagiaan yang di rasakannya. ( hanya author yang tau hehee )
Bastian kembali teringat kepada Dinda dan anak mereka , dulu setelah anak mereka lahir Bastian tidak pernah sekalipun menggendong nya bahkan untuk namapun tidak ia berikan. begitu malangnya bayi itu dan ditambah lagi ibunya tidak merawat anak itu karena mentalnya terganggu.
dan yang lebih membuat nasib anak itu bertambah buruk adalah saat ini dia tidak tau dimana keberadaan anak itu , apakah ia masih hidup atau bagaimana keadaan nya saat ini .
berbeda dengan Alika , baby itu begitu beruntung . ia mendapat sambutan hangat dari kedua orang tuanya dan juga Kaka nya. kehadirannya sangat di terima di keluarga itu
Bastian yang tidak ingin mengulang kembali kesalahannya di waktu lalu sekarang ini. ia akan menerima keberadaan anak nya walaupun bukan laki laki karena ia tidak ingin jatuh ke lubang yang sama .
sudah cukup dosa yang telah di lakukan ya selama ini yang telah menelantarkan anak dan istri ke 2 nya. ia akan berusaha memperbaiki kesalahan itu sebisa mungkin.
Bastian sudah bertekad bahwa ia tidak akan berusaha untuk mendapatkan keturunan laki laki lagi . ia akan mensyukuri apa yang telah ia dapat selama ini . dan untuk masalah mewarisi usaha nya ia akan memikirkan nya nanti . ia berharap anak anak nya ada yang memenuhi kriteria nya suatu hari nanti.
saat ini ia hanya fokus untuk terus memperbesar dan memperkuat bisnisnya serta mendidik anak anaknya agar nanti dapat diandalkan untuk meneruskan bisnis turun temurun keluarganya itu.
tidak terasa anak anaknya sudah memasuki usia sekolah dasar . waktu memang cepat berlalu ( maklum lah , cuman cerita pantasi )
sedang untuk anak nya dengan Dinda sampai saat ini ia masih belum menemukan titik terang keberadaannya . namun keadaan Dinda sudah mulai membaik dan hidup dengan normal kembali.
di sebuah sekolah elit 2 gadis cilik itu bersekolah . menjadi anak seorang pembisnis yang sukses tentu saja di dambakan oleh setiap anak manapun .
ke 2 kakak beradik ini sangat popular di sekolah mereka itu karena orang tua mereka yang terkenal dan di segani . walaupun anak anak yang lain juga memiliki orang tua yang kaya namun tidak sepopular keluarga Hermawan.
Vania Hermawan Kyell
anak tertua dari Bastian Hermawan Kyell yang saat ini sudah berusia 8 tahun
sedangkan adiknya Alika Hermawan Kyell berusia 5 tahun
sifat ke dua nya tidak jauh berbeda , mereka terbiasa hidup dengan kemewahan , dan menyukai barang barang mahal yang di wariskan oleh ibu mereka sendiri . mereka begitu pemilih terutama soal teman , itu juga hasil dari didikan sang ibu .
ke 2 nya sangat manja kepada Bastian terutama sang adik Alika yang harus selalu di turuti keinginan nya
sedang Vania karena ia anak tertua yang cenderung memiliki sifat mengalah
Bastian sebenarnya ingin mendidik anak anak nya menjadi tangguh dan tidak terlihat lemah . namun melihat sifat dan perangai anak anak nya itu membuatnya harus berusaha ekstra untuk membentuk pribadi yang ia inginkan .
hari ini adalah hari ajaran baru untuk sekolah Bastian dan Celine menyempatkan diri dari kesibukan mereka untuk mengantar anak anak mereka ke sekolah.
(Bastian sibuk kerja ,Celine sibuk arisan)
__ADS_1
karena hari ini hari pertama Alika masuk sekolah sehingga ia meminta ke 2 orang tuanya mengantar nya .
terlihat beberapa mobil yang mewah berhenti di depan gerbang sekolah elit itu namun ada 1 mobil yang menarik perhatian ,yang terlihat berbeda dari mobil mewah lainnya
siapa lagi kalau bukan keluarga Hermawan
terlihat celine keluar terlebih dahulu dan menurunkan anak anak nya , Bastian yang duduk di depan juga ikut turun
Bastian mencium satu persatu putrinya dan memberikan semangat .
"belajar yang pinter ya , buat papa bangga"
kedua anaknya mengangguk dan memeluk Bastian bersamaan
sungguh keluarga yang harmonis bukan siapapun yang melihatnya pasti akan itu
keluarga yang sempurna
Vania dan Alika menyalimi Bastian begitupun dengan Celine. karena orang tua murid baru akan mendapatkan pengarahan terlebih dahulu hari ini makanya Celine harus bertahan dulu di sekolah itu
di lain sekolah di sebuah desa pinggiran kota
ini bukan merupakan tahun pertamanya sekolah melainkan tahun ke 2 nya menimba ilmu disana .
RE nama anak itu . nama yang terkesan misterius , nama yang tidak sengaja di berikan waktu ia masih bayi dulu
dijalan ia sering di dahului oleh kakak kakak kelas maupun teman seangkatan nya yang menaiki sepeda .
sesampainya di gerbang ia melihat pemandangan yang tidak di sukainya
pemandangan itu tidak lah buruk , hanya saja ia merasa iri setiap kali melihat itu
terlihat beberapa anak di antarkan oleh orang tuanya ke sekolah dan mencium punggung tangan orangtua mereka sebelum masuk .
ada juga orang tua yang terlihat merapikan baju anaknya serta memeriksa kelengkapan alat tulis mereka
hal itulah yang membuatnya tidak suka dengan rasa ke iriannya ini yang selalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin
ia hanya bisa memandang dengan datar moment itu sambil berdiri di seberang gerbang sekolah nya
Re menghela nafas beratnya sambil berjalan masuk menuju kelasnya melewati adegan adegan itu dengan tatapan nanar nya
__ADS_1
anak ini sangat terlihat jelas perbedaannya dengan anak lain nya . jika anak gadis kecil pada umumnya akan menggunakan ikat rambut dan beberapa aksesoris berupa pita pita maupun yang lainnya yang menambah kesan lucu dan imut
maka lain halnya dengan Re , ia tak pernah menyukai ikat rambut bahkan rambut nya di potong pendek sebahu dan di ikat asal . ikat nya pun hanya karet getah yang di dapatnya dari bungkus nasi jika karetnya putus maka ia akan membiarkan rambutnya tergerai .
Re termasuk anak yang di buli di sekolah namun tidak sampai mendapatkan kekerasan fisik ataupun hal yang biasa terjadi di pembulian
ia hanya terbuli dalam sosial . karena di kelas ia tidak memiliki satupun teman , itu karena ia tidak banyak bicara dan sikapnya dingin kepada orang orang . itu membuat anak yang lain merasa takut dan sebagian ada orang tua anak yang lain melarang untuk berteman ataupun dekat dekat dengan nya
Re mengerti akan hal itu . karena ia sudah dewasa sebelum waktunya, ia sudah mengerti tentang pemikiran dan konflik orang dewasa .
ia tinggal dilingkungan yang cepat mendewasakan pemikiran nya namun tidak dengan fisiknya . setiap hari ia mendengar dan melihat kejadian kejadian yang tidak semestinya di saksikan oleh anak usia 6 tahun . tapi beruntung ia adalah anak yang cerdas yang mampu menerima hal hal itu dengan mudah.
yang baru mengenalnya mungkin mengira dia bisu karena tidak terdengar bersuara namun bagi yang sudah lama mengenal tau akan sifatnya . ia akan berbicara jika orang yang bertanya lebih dulu .
selain bersekolah Re juga bekerja membantu mengantar makanan pesanan yang menjadi usaha panti asuhan tempatnya tinggal
hal inilah yang menjadi contoh salah satu kedewasaan dininya.
.
.
.
.
.
.
.
*Bersambung...
jadikan favorit ya
jangan lupa like dan vote cerita aku
terimakasih,
RE²*
__ADS_1