Realita Hidup

Realita Hidup
37


__ADS_3

Seperti biasa Re dan Kayla pergi ke sekolah saat pagi namun nanti pas pulang sekolah Riana menyusul untuk pergi ke tempat bimbel karena tidak mungkin ibu bar-bar itu menunggui begitu lama di sekolah tersebut, walaupun pasilitas di sekolah itu cukup memadai namun ia tidak akan betah jika harus duduk berlama-lama disana apalagi ia hanya sendirian .


di dalam mobil yang melaju sedang itu Re dan Kayla berada, terlihat tak seperti biasanya memang. Re terlihat sesekali sibuk dengan Handphone sepertinya ada yang mengirimi nya pesan dan iapun merespon pesan itu .


sementara Kayla terlihat kesal dan memberenggut, tangan nya bersidekap ke dada matanya memicing dan mulutnya di munyungkan ke depan. sesekali ia melirik ke sebelah Re yang sedari tadi diam tanpa suara namun tangan nya terus bergerak di layar handphone milik nya .


tiba-tiba Kayla memukul handphone yang re pegang dan membuat benda malang itu terjatuh ke bawah, tentu re terkejut dengan tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh adiknya itu. Re repleks berteriak ke arah Kayla


" apa yang kau lakukan Kay" teriak re ke Kayla yang sepontan ia lakukan


sopir pun sedikit terkejut dengan kegaduhan di belakang namun masih tetap tenang mengemudi dan hanya melirik sekilas di kaca spion sebelum kembali fokus ke arah jalan


" kakak mengabaikan ku " jawab Kayla tak kalah nyaring kepada Re


sopir pun kembali dibuat terkejut oleh teriakan Kayla yang begitu nyaring terlebih lagi pak sopirnya sudah berumur membuat beliau mudah terkejut .


Re memungut handphone nya yang malang itu dengan diam ia sepertinya tidak ingin berdebat dengan adiknya itu sepagi ini namun sikap Re ini membuat Kayla bertambah kesal seakan tuduhan nya tadi memang benar adanya .


" benar kan, ini semua gara-gara handphone sialan itu cepat buang kak" perintah Kay yang kesal dan ingin meraih namun Re secepat kilat menghindarkan sambaran tangan Kayla


Re menatap tajam kayla, mereka saling bertatapan saat ini dan Kayla sedari tadi terus berusaha menjangkau handphone milik Re yang disembunyikan di belakang nya


" hentikan Kay darimana kau belajar berkata kasar seperti itu, diam di tempat mu" ucap re sambil berusaha membuat Kayla diam kembali ke tempat duduk nya. dan cara itu cukup ampuh dan di dengarkan oleh Kayla sementara handphone nya sudah ia masukkan kedalam saku jaket nya yang tentunya Kayla tidak akan sampai untuk menjangkau nya .


" kakak tidak perduli sama Kay" celetuk Kayla lirih


" apa yang harus di pedulikan " re mendelik memperhatikan Kayla yang kembali memberenggut


" kakak tidak menanyakan kabarku" keluh Kayla dengan penuh selidik


" tidak penting juga kan, kau terlihat baik-baik saja tuh" jawab Re dingin


" penting dong, agar Kay tau kakak peduli sama aku " jawab Kayla sarkastik


" nggk penting" jawab Re acuh


dan tak terasa mereka sudah sampai di depan sekolah


" kakak berubah" jawab Kayla turun lebih dulu meninggalkan re yang masih di buat bingung oleh sikap adiknya itu.


" di bagian mana aku berubah " batin re menatap sendu kepergian Kayla yang semakin menjauh memunggungi nya


.....


sementara di sekolah Vania ia mengetahui identitas Mina yang hanya seorang penerima beasiswa dan berasal dari keluarga yang terbilang tidak ada apa-apanya dari keluarganya untuk saat ini ia tidak lagi mempermasalahkan kekalahan nya karena menurutnya ia tidak selevel jika harus berhadapan dengan Mina . ia anggap Mina hanya beruntung bisa mengalahkan nya pada hari pertandingan itu.


namun dugaannya salah, kemurahan hatinya tidak bertahan lama setelah ia mendengar begitu populer nya Mina di kalangan kakak kelas membuat keirian hatinya kembali meronta. sehingga sempat terpikir oleh nya untuk merencanakan niatan jahat kepada Mina yang tidak tau menau itu .


" eh guy tau nggk idol kelas sebelah katanya penerima beasiswa " ucap salah satu cowok yang ada di kelas Vania


" wah udah cantik pinter lagi" timpal yang lain


" iya bro, manis lagi senyum nya " puji yang lain lagi


" sombong nggk ya" celetuk yg sebelum nya


" kurasa nggk deh, murah senyum gitu" jawab yang ada disana

__ADS_1


para cowok-cowok pada bergosip di kelas itu dan yang dimaksud Idol tadi adalah Mina, itu adalah nama panggilan dari mereka dan beberapa kakak kelas lain yang memberi gelar seperti itu sehingga panggilan itu menyebar ke mana-mana.


sepertinya kuping Vania panas mendengar kasak-kusuk pujian yang di dengar nya mengenai Mina, setan-setan di kepala nya terus mempengaruhi nya untuk berbuat sesuatu


" cantikan juga bos gue kemana-mana" titah salah satu teman Vania


Vania yang sepertinya sebentar lagi akan gosong itu terselamatkan oleh kata-kata dari teman nya . karena setelah mendengar itu ia seketika menjadi lain ( maksud nya ?? )🤣🤣 lain gimana tuh 😂


" iya, bener banget " di angguki teman yang satu nya


dan Vania merasa di agungkan kembali hanya dengan mendengar beberapa patah kata pujian


Teman Vania yang terlihat akrab hanya 2 dikelas itu, itu pun sudah lulus seleksi oleh nya. yah tau kan cerita awal most wanted ini pilih-pilih teman


oh ya kenapa author nggk beri nama teman- temen Vania sama Mina itu karena author suka lupa terus takutnya nanti ketuker-tuker juga nyebut nya kalo kebanyakan nama . jadi untuk menghindari supaya nggk salah sebut


....


di belahan tempat lain


tibalah sebuah mobil di depan sebuah rumah yang cukup besar, rumah itu terletak di kawasan perumahan yang cukup nyaman


" sepertinya benar ini alamat nya" ucap Rico


" nggk salah yang" jawab ara tak percaya


" iya aku nggk yakin juga yang, sebentar aku turun dulu mau ngecek " rico turun dari mobil itu menuju depan rumah


tidak berapa lama Rico kembali ke mobil nya


" gimana " tanya Ara penasaran


" nggk nyangka Rumah nya semewah ini " takjub Ara


" kita pasti betah " jawab Rico menimpali tersenyum sumringah


Rico menurunkan 2 buah koper berukuran cukup besar dan membawanya ke depan rumah itu lalu ia mengeluarkan kunci yang beberapa saat sebelum ia berangkat ia dapat dari kiriman oleh Bastian . pintu pun terbuka dan mereka langsung masuk kedalam.


Ara begitu terkagum-kagum dengan desain bangunan itu yang menurutnya mewah . bukan nya norak tapi memang desain nya baru pertama kali ia lihat jadi kesan nya bagus aja gitu. pasutri ini termasuk keluarga yang berkecukupan juga kok aslinya jadi jangan bilang ini atau itu ya tentang mereka.


" ini terlalu mewah nggk sih yang" gumam Ara yang terus mengedarkan pandangan nya kesekeliling


" kurasa juga begitu " Rico juga ikut memandang sekeliling


" lalu dimana anak itu " tanya Ara


" ada di sekitaran kompleks ini tapi aku belum mendapatkan alamat nya " jawab Rico


" aku sangat penasaran dengan anak itu" gumam Ara


.....


Disekolah Re hari ini melakukan ujian walaupun kemaren saat materi terakhir ia tidak ikut pelajaran bukan berarti ia tidak bisa menjawab , hanya beberapa soal yang memang tidak ia pelajari dan ia yakini pelajaran yang ia tidak hadiri namun karena kepintaran nya berpikir membuatnya tidak sulit untuk menjawab soal itu dan bahkan ia sudah selesai mengerjakan soal itu 15 menit sebelum waktu habis . ia keluar kelas lebih dulu dari pada teman-teman nya .


berbagai tanggapan pun muncul pastinya


ada yang kagum karena sudah selesai lebih cepat, ada yang jadi gugup karena melihat ada teman yang sudah selesai dan mungkin pikiran orang yang menjahili Re kemaren pasti tidak bisa menjawab lagi makanya menyerah.

__ADS_1


Re keluar membawa handphone nya dan meninggalkan tas nya karena guru yang mengajar belum memperbolehkan murid nya pulang sebelum ujian nya selesai .


sejak 5 menit yang lalu getaran terasa di tas nya itu pertanda ada yang menelepon nya dan untung nya ia sudah selesai mengerjakan ujian nya . lalu re keluar kelas setelah mengumpulkan jawaban nya dengan hanya membawa handphone di tangan nya


lalu ia memeriksa panggilan yang masuk, terlihat 3 kali panggilan dari ibu nya yang belum sempat ia jawab. ia pun menghubungi ibu nya balik


" hallo mah"


" hallo sayang akhir nya mama bisa denger suara kamu" jawab Dinda dengan senang


" ada apa" jawab nya datar


" mama rindu kamu" celuteh Dinda


hening tak terdengar jawaban ataupun respon dari Re


" hallo sayang, kamu dengar mama kan" merasa tak ada respon


" iya denger " jawaban santai re


" kamu gimana sayang " goda Dinda ke anak cuek ini


kembali tidak ada respon dari Re yang membuat Dinda hilang selera untuk menggoda putri introvert nya ini


" kamu dimana nak" tanya Dinda


" di sekolah " jawab re


Dinda sejenak melihat jam yang melingkar di tangan nya dan yah iya tidak sadar lagi kalau ini masih jam sekolah


" astaga nak, mama terlalu bersemangat nelpon kamu hehee" kekehan Dinda terdengar


hening kembali menerpa sepertinya mereka sedang canggung saat ini namun bel pulang sekolah berbunyi sehingga mereka pun mengakhiri panggilan itu.


saat re masuk ke kelas tas nya tidak ada di tempat ia menaruh nya ia mengedarkan pandangan nya kepada setiap teman nya dan berekspresi datar membuat teman-,teman nya takut hanya dengan tatapan matanya.


namun hal itu tak juga membuat tasnya kunjung kembali, malah teman nya yang lain langsung keluar kelas itu dan ingin pulang .


semua penghuni kelas sudah pergi, hanya re sendiri yang masih berada di kelas itu ia mengelilingi kelas itu dengan berjalan sambil melihat-lihat ke sekitaran. tetapi tetap saja tidak menemukan tas nya


ia pun akhirnya menyerah setelah cukup lelah berpikir dimana teman jail nya meletakkan miliknya itu


saat ia sudah hampir keluar lingkungan kelas matanya tak sengaja melihat sesuatu di tengah lapangan yang sepertinya ia ketahui...


.


.


.


.


.


**Bersambung. . .


yaww readers author paksain buat up biar nggk di tinggalin cerita ini. mohon maaf kalau ceritanya kurang seru, tapi tetap kasih like ya reader . nggk minta macem² kok author nya

__ADS_1


see you . . .


RE²**


__ADS_2