
**Hello author kembali lagi nih, setelah sekian lama menghilang dari dunia perhaluan ini 🤭
mohon maaf ya kalo selama ini author up nya lama dikarenakan mood mengarang cerita nya tiba-tiba hilang dan kurang semangat juga... etttss tapi ini bukan karena dukungan dari readers yang kurang ya hehee... ini murni karena memang berasal dari author sendiri
author pengen ngucapin terimakasih banget kepada readers yang setia menunggu kelanjutan cerita yang masih banyak kekurangan ini bahkan kadang salah dalam pengetikan kalimat nya juga . sekedar readers tau aja sih kalo author ini orang nya sedikit kurang teliti makanya nggk berani kerja di bank takutnya salah pencet angka nol bisa bangkrut dalam sehari kan itu bank ( author halu )
oh ya sebenarnya author juga ngerasain sih gimana rasanya nunggu up lama loh...
karena author juga suka baca cerita orang sambil cari inspirasi, makanya tau juga rasa nunggu kelanjutan ceritanya tapi belum ada juga up nya.... rasanya tuh pengen protes terus maksa biar cepat up kalo bisa up nya crazy biar puas bacanya hahaa ...tapi ini hanya pikiran aja ya mana berani author bilang Kaya gitu apalagi sampai maksa . sekarang tuh karena udah memiliki karya sendiri jadi tau apa aja alasan kenapa up nya lama atau bahkan hilang selamanya juga.
udah kita lanjut saja ya kebanyakan curhat nih author jadi hilang nanti inspirasi nya , sekedar info aja sih author klo nulis langsung aja apa yang ada di kepala di tuangkan nggk di bikin konsep atau catatan dulu intinya langsung ngetik aja berbekal episode sebelumnya, nggk tau kalo author yang lain**
......
Dinda sibuk merangkai karangan bunga pesanan dari pelanggan nya sesekali iya melirik handphone nya . entah kenapa perasaan nya tiba-tiba menjadi resah dan tak karuan .15 menit yang lalu ia bertegur sapa dengan Re namun sampai sekarang belum ada balasan pesan dari Re untuk dirinya walaupun sering terjadi seperti ini namun kali ini iya merasa tidak tenang entah apa yang salah dengan nya hari ini .
karena tidak fokus membuat karangan bunga yang di kerjakan nya menjadi berantakan dan sebagian bunga ada yang rusak karena salah memotong hal ini juga menjadi perhatian bagi pegawai nya yang ikut membantu
" sepertinya ibu sedang memikirkan sesuatu " sanggah pegawai yang memperhatikan Dinda yang memang kurang fokus itu
Dinda segera sadar dari lamunan nya dan melirik pegawai nya
" kau mengatakan sesuatu " tanya Dinda yang memang tidak fokus
" apa ada yang mengganggu pikiran ibu " tanya pegawai itu kembali dengan hati-hati
" tidak tau, tiba-tiba saya kepikiran dengan Re" jawab Dinda dengan helaan nafas yang berat
" apakah ibu sudah menghubungi nya " tanya pegawai itu lagi
" sudah, tapi tidak ada balasan lagi bahkan saat di telpon pun tidak diangkat " keluh Dinda
" mungkin Nona Re sedang sibuk Bu" ucap pegawai
" iya mungkin saja, mungkin juga ia kesal dengan ku" ucap Dinda lesu
pegawai itu tampak bingung dengan jawaban Dinda
" maksud ibu...kesal bagaimana"
terdengar helaan nafas panjang dari Dinda
" sepertinya dia kesal karena saya sering menghubungi nya akhir-akhir ini makanya ia mengabaikan pesan-pesan saya " ucap Dinda sedih bahkan mata nya terlihat berkaca-kaca
sang pegawai tidak bisa berbuat apa-apa dan ia pun berhenti untuk bertanya lagi ia juga tidak berani memberikan saran maupun ide kepada bos nya . walaupun bos nya baik terhadap pegawainya namun ia juga tau diri di mana posisi nya sekarang .
.....
hari sudah mulai sore sebentar lagi malam akan menggantikan siang namun 2 anak keluarga Santoso itu belum juga pulang kerumah, Hendra dan Kevin pun sudah pulang dari kantor mereka tetapi seperti ada yang kurang saat mereka datang. biasanya saat baru di depan pintu Kayla selalu berlari kearah kakek nya untuk menyambut nya datang tetapi hari ini rumah terasa sepi seperti tidak ada penghuni
__ADS_1
" aneh sekali, kemana cucu kesayangan ku" gumam Hendra sambil mengamati sekeliling berharap menemukan Kayla
Kevin juga merasa sedikit aneh dengan hari ini namun ia tidak mempermasalahkan hal itu
" mungkin ia sedang fokus belajar pah sehingga tidak mendengar kita pulang" celetuk Kevin sambil menuju kamar nya
tidak ada jawaban dari Hendra ia pun segera menuju kamar nya
....
dikamar Hendra mendapati istrinya Widya sedang duduk santai di kursi sambil bermain handphone dengan serius, saking serius nya bahkan tangan nya juga ikut meliuk-liuk sesekali ia meracau tak jelas . suami masuk pun tidak tau karena terlalu fokus bermain
Hendra mengernyitkan dahi nya melihat tingkah istri nya itu ia penasaran dan menanyakan apa yang dilakukan Widya
" mah sedang apa" tanya Hendra
namun tidak ada jawaban
Hendra pun mendekat kearah Widya dan mencoba melihat apa yang di lakukan oleh istri nya itu dan ternyata...
" astaga main game cacing rupanya" gumam Hendra geleng-geleng kepala
sedangkan Kevin juga baru sampai di kamar nya karena tadi ia pergi ke dapur dulu untuk mengambil minum. dari jauh terdengar musik dari dalam kamar nya dengan di putar berulang-ulang dengan waktu yang singkat . semakin dekat langkah nya semakin keras pula musik nya terdengar .
saat ia di depan pintu kamar musik nya berhenti, segera Kevin membuka pintu kamar terlihat Riana yang sedang berdiri membelakangi nya dan saat itu pula musik kembali terdengar dan dilihatnya Riana asik bergoyang di depan kamera handphone sambil sesekali juga ikut bernyanyi . Kevin yang melihat itu tentu sudah tau apa yang di lakukan oleh istrinya ia hanya bisa geleng kepala dan bergumam tak jelas lalu menuju kamar mandi .
....
" kemana mereka" gumam kakek itu
segera ia keluar untuk menanyakan kepada anggota keluarga yang lain nya
" dimana Kayla " teriak Hendra menggema di ruang tamu
sontak semua orang keluar saat mendengar teriakan kakek ini
" ada apa sih pah teriak-teriak " tanya Widya yang baru keluar dari kamar nya
" dimana cucuku " tanya Hendra datar
" dikamar nya kan pah" jawab Kevin
" dia tidak ada di kamar " jawab Hendra
" bukan kah mereka sudah pulang siang tadi" celetuk Riana yang berjalan menuju kamar mereka ( Re dan Kayla )
sesampai nya di kamar Riana tidak menemukan kedua anak itu dan iya pun kembali ke ruang keluarga dengan wajah khawatir
" kemana mereka " ucap Riana khawatir
__ADS_1
" bukan kah kau yang selalu menjemputnya " tanya Kevin kepada Riana
" tidak hari ini aku ada urusan makanya tidak ikut menjemput mereka" terlihat Riana semakin khawatir
" Kevin sebaiknya hubungi sopir yang menjemput cucuku sekarang " perintah Hendra tegas dengan sedikit emosi
Kevin pun mencoba menghubungi sopir yang biasanya bertugas menjemput Kayla dan Re
sambungan pertama tidak ada jawaban dari sang sopir
" tidak diangkat " ucap Kevin
" hubungi kembali sampai ada jawaban " perintah Hendra lagi
sementara Riana terlihat semakin khawatir
sambungan kedua akhirnya telepon pun di jawab namun yang berbicara bukan sopir itu
" hallo" jawab seseorang di seberang sana
" hallo siapa ini " tanya Kevin bingung karena ia mengenali suara sopir nya yang sudah lama bekerja di rumah mereka
" saya dari rumah sakit pak, pemilik handphone ini sedang kritis dan masih menerima penanganan " jawab orang itu
" apaaaa...rumah sakit" jawab Kevin berteriak
sontak membuat yang lain juga terkejut dengan teriakan Kevin dan juga mendengar kata rumah sakit tentunya
Hendra yang tidak bisa tenang merebut handphone dari tangan Kevin
" apa yang terjadi bagaimana dengan cucu saya apakah ia terluka" desak Hendra kepada orang di telepon itu
" sebaiknya anda datang ke rumah sakit biar lebih jelasnya pak" saran orang itu
tanpa pikir panjang semua keluarga Santoso itu pergi ke rumah sakit dengan perasaan yang campur aduk tentunya
.
.
.
.
.
**Bersambung. . .
Sampai sini dulu ya ceritanya, tahan dulu biar pada penasaran . di usahakan cepet up nya karena klo kelamaan author lupa juga sama alur ceritanya heheee** ...
__ADS_1
like, comment , subscribe ..ehh salah vote maksudnya ( bukan YouTube keless😁 )
RE²