Realita Hidup

Realita Hidup
3


__ADS_3

Acara pesta pun dimulai semua pegawai tengah sibuk melakukan tugasnya masing-masing terlihat cukup banyak pengunjung yang datang di karenakan restoran itu memberikan makanan gratis serta banyak promo makanan menu terbaru yang tersedia sehingga pengunjung sangat antusias ingin mencoba masakan terbaru itu


terlihat Dinda dan para pelayan yang lain sedikit kewalahan melayani para pelanggan yang semakin banyak memesan makanan yang hanya sekedar ingin mencicipi setiap menu yang ada di restoran itu. karena walaupun itu sebuah pesta tetapi para pelanggan tidak di biarkan mengambil makanan sendiri melainkan harus memesan dulu seperti saat makan di restoran pada umumnya


Bastian tidak hanya tinggal diam saja ia juga ikut turun tangan untuk melayani para pelanggan sekaligus sedikit bertanya-tanya pendapat para pelanggan tentang rasa dari makanan itu dan tentang menu-menu baru yang di keluarkan apakah pelanggan menyukai atau tidak .


Bastian melihat Dinda yang sedikit kesusahan membawa beberapa piring makanan dan ia segera membatu nya untuk mengangkat piring itu


"biar aku bantu"


" kenapa kamu ikut, ini adalah tugasku"


" aku tidak bisa melihat wanita kesusahan,apalagi di depan mataku" jawab Bastian dengan gombalannya


"aisssh kau ini bisa saja menggombal"


Dinda memberikan beberapa piring kepada Bastian untuk di antarkan ke meja pelanggan yang sudah cukup lama menunggu itu


sampailah mereka di meja ber nomor 5 dan terlihat ada 4 orang pria yang sedang asik tertawa dengan acuh tanpa memperhatikan orang di sekeliling yang merasa terganggu dengan keributan mereka.


para lelaki itu terlihat memakai setelan jas serta ada sebagian hanya memakai kemeja saja . terlihat dengan jelas ID yang menggantung di leher mereka kalau mereka kemungkinan bekerja di sebuah perusahaan dekat restoran tersebut karena restoran yang di bangun Bastian ini sangat strategis dan berada di pusat kota yang berdekatan dengan kantor pemerintah maupun perusaan sekitar


Dinda sedang sibuk menaruh piring makanan yang ia bawa tadi dan mulai menyusun nya ia sedikit kebingungan untuk meletakan piring itu karena meja yang di tempati para lelaki itu sudah hampir penuh dengan piring makanan dan minuman ia melirik Bastian yang juga masih memegangi dua piring di kedua tangannya


sedari tadi ke empat lelaki itu terus menatap Dinda dengan tatapan yang sulit di artikan dan hal itu tidak luput dari pandangan Bastian yang sedari tadi diam saja . sesama lelaki Bastian tau arti tatapan ke 4 lelaki itu .


"maaf tuan meja anda sudah penuh" ucap Dinda sangat sopan


salah satu laki-laki itu mulai berbicara


"hey nona manis, jika mejanya sudah penuh berarti kau harus mengosongkannya" dengan tersenyum jahat


"maaf tuan tapi makanan ini masih ada dan bahkan sebagian belum anda makan" jawab Dinda lagi


"nona , bisakah kau membantu kami menghabiskannya, ayo kemari duduklah di dekat ku" jawab laki laki yang memakai jas sambil menarik tangan Dinda


Bastian sedari tadi masih terdiam dengan masih menahan kesabarannya sambil memperhatikan tangan Dinda yang di cengkram lelaki itu sambil mencoba menarik Dinda untuk duduk di dekatnya.


Dinda meronta mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan lelaki itu


" maaf tuan , saya disini bekerja untuk mengantar makanan bukan untuk menemani tamu makan" jawab nya dengan masih mempertahankan kesopanan

__ADS_1


lelaki di sebelah pria itu juga ikut berkata


" nona yang cantik , jangan menolak ajakan bos kami , ia adalah manajer perhotelan terbesar di kota ini kau tidak akan menyesal menemaninya " sambil tertawa licik


Dinda melirik Bastian dengan tatapan memohon bantuan .Bastian yang sudah geram akhirnya bertindak ia segera menarik tangan Dinda agar terlepas dari genggaman laki laki yang di sebut bos itu dan iya mulai mengeluarkan suara


" tuan - tuan jika anda membuat keributan disini sebaiknya anda pergi sekarang juga dan perlu anda ketahui ini adalah tempat makan bukan klub malam" dengan nada santai


lelaki yang sedari tadi diam mulai berbicara dengan nada yang sedikit tinggi


" hey pelayan , memang kau siapa berani mengusir kami , kami adalah pelanggan disini dan kami adalah raja yang harus dilayani, kau hanya seorang pelayan saja ,pergi kau layani yang lain kami hanya ingin di layani nona ini " menunjuk Dinda yang berada sedikit berlindung di belakang Bastian .


para lelaki itu mengira Bastian salah satu pelayan di sana karena saat ini ia melepas jas dan dasi nya serta menggolong lengan bajunya sesiku dan kebetulan kemejanya berwarna putih yang membuat pakaiannya terlihat sama dengan para pelayan di sana


Bastian yang mulai terpancing emosi kembali berkata


" kami tidak akan merajakan tamu yang tidak sopan seperti kalian ini , sebaiknya cepat pergi atau saya akan panggilkan pihak keamanan untuk menyeret kalian keluar "


salah satu dari mereka terlihat tidak suka dan mencoba untuk menyiramkan minuman yang ada di meja ke arah bastian.


Bastian yang melihat hal itu refleks menarik tubuh Dinda ke belakang nya agar tidak terkena siraman air itu


Dinda hanya bisa menyaksikan kejadian itu dengan terbengong dan tidak tau harus berbuat apa


Bastian mengepalkan tangannya sejenak ia menoleh kebelakang untuk memastikan Dinda baik-baik saja. tanpa aba aba Bastian melayangkan tinjunya ke pria yang tadi menyiramnya. lelaki itu tersungkur kelantai dengan sudut bibir yang membiru dan sedikit mengeluarkan darah.


ke 3 laki laki yang lain terpaku sejenak para pengunjung yang lain pun kaget dengan kejadian yang tak terduga itu namun akhirnya mereka tersadar salah satu teman membantu lelaki yang terjatuh untuk berdiri dan lelaki yang katanya bos mereka itu mengambil piring yang ada di sana lalu ingin melempar ke arah bastian namun Bastian dengan cepat menangkis dengan tangannya sehingga tangannya mengalami memar dan terasa kebas akibat terhantam benda keras seperti piring itu


lelaki itu kembali ingin melemparkan benda apa saja yang di pegang saat ini kepada Bastian yang terlihat kesakitan memegangi tangannya dan itu memberinya kesempatan untuk menyerang kembali


Dinda yang melihat hal itu dengan refleks memeluk Bastian dan menjadikan tubuhnya tameng untuk melindungi Bastian


Dinda sudah pasrah dengan keadaannya dan siap untuk menerima lemparan benda itu namun hal yang di tunggu² nya tidak tiba-tiba juga malah samar samar ia mendengar kegaduhan di belakangnya tapi ia tetap memejamkan mata dan semakin erat memeluk Bastian


sementara di belakang mereka yang terjadi adalah..manajer dan para pelayan lain serta para pengunjung kompak untuk menghentikan aksi si pria yang akan melempar itu beserta teman teman nya


para pengunjung lain sebenarnya tidak suka dan merasa terganggu dengan ke 4 lelaki itu dan ini menjadi kesempatan mereka untuk memberi pelajaran bagi para lelaki itu yang membuat onar di tempat itu .mereka beramai-ramai menggotong ke 4 lelaki itu keluar dan mengusir mereka dan tidak lupa umpatan-umpatan juga mereka berikan


didalam restoran Dinda masih memeluk Bastian sangat erat tanpa membuka mata


para pengunjung dan pelayan serta manajer sudah masuk kembali ke dalam .sebagian pengunjung mengira mereka adalah sepasang kekasih sedangkan para karyawan bingung dengan kejadian itu

__ADS_1


Bastian sedari tadi hanya diam saja dan nafasnya tersengal Dinda yang merasa keadaan hening mulai membuka matanya


tidak ada pergerakan dari Bastian ia hanya diam Dinda yang menyadari hal itu mulai panik dan merenggangkan pelukannya


" Tian , kamu kenapa" bertanya dengan khawatir dan sedikit menjauhkan tubuhnya


hening tidak ada jawaban dari Bastian


terlihat wajah nya memerah dan susah bernafas


" aku sangat menderita terhimpit oleh gundukanmu dan membuatku sulit bernafas"


batin Bastian dan akhirnya ia jatuh pingsan


ia Dinda memeluk Bastian di kepala dan tanpa sadar meletakan kepalanya di tengah dadanya hal itulah yang membuat ia kehabisan nafas


" Bastiaaaaaaaaaaan".


.


.


.


.


.


.


.


huh akhirnya ketemu juga alur yang bisa di potong ceritanya heheee


tolong beri komentar ya karya aku ini


gimana pendapat readers tentang ceritanya


kalau suka jadi in favorit yaa


sampai jumpa di episode selanjutnya

__ADS_1


RE²*


__ADS_2