Realita Hidup

Realita Hidup
10


__ADS_3

Kantor Bastian


terlihat Bastian begitu sibuk dengan tumpukan berkas berkas di atas meja kerjanya namun beberapa saat kemudian handphone nya berdering ia terlihat antusias melihat nama si penelpon dan tanpa basa basi ia segera mengangkat panggilan itu.


" hallo , bagaimana hasilnya"


" maaf tuan , saya belum bisa menemukannya ta..." belum sempat menyelesaikan kalimat namun Bastian memotongnya


" bagaimana kinerjamu selama ini , aku meragukan kemampuanmu itu sudah 6 tahun masih tidak menemukan hasil" sarkas Bastian dengan emosi


"hey tuan , anda tidak harus menghina kemampuan saya jika anda tidak puas silahkan cari detektif lain yang mau membantu anda" bentak orang itu juga di seberang sana


" ckk , " terdengar helaan nafas panjang Bastian


" apakah sama sekali tidak ada titik terang " tanya Bastian yang sudah meredakan sedikit emosinya


bukan tanpa alasan Bastian tetap mempertahankan detektif itu ia tidak ingin membuat nama baiknya terancam karena masalah ini, mengingat yang di selidiki nya adalah tentang Dinda dan anaknya jika ia secara terang terangan menyelidiki kasus ini maka akan sangat runyam lagi urusannya .


maka dari itu hanya ada detektif itu yang mau menerima pekerjaan ini .mengingat tidak ada informasi apapun yang di jadikan petunjuk untuk menyelidiki kasus ini membuat beberapa detektif enggan untuk membantu .


namun tidak sepenuhnya juga detektif itu mengerjakan tugasnya ia akan mengerjakan nya bila tidak ada masalah pribadi yang menimpanya . maka dari itu terkadang Bastian geram dengan detektif itu tapi ia tidak bisa berbuat apa apa karena hanya detektif itu yang mau membantunya


bagi detektif itu tugas yang di berikan Bastian hanya di anggapnya seperti selingan saja.


"tadi saya belum selesai melapor tuan , anda sudah memotongnya"


" lalu apa, cepat bicara"


" belum ada titik terang tuan tapi di daerah ini tinggal 2 panti asuhan lagi yang belum saya periksa kemungkinan anak anda ada di salah satu nya "


mendengar hal itu ada sedikit rasa lega dihati Bastian , ada harapan baginya untuk menemukan anak nya itu.


" jika kau berhasil menemukan nya kau akan ku berikan bonus dan akan ku jadikan anak buah ku secara resmi " ucap Bastian dengan tegas


" benarkah tuan"


" tentu saja , aku selalu menepati kata kataku"


" terima kasih tuan , saya akan menemukan anak anda secepatnya "


memang selama ini detektif itu bukan detektif yang resmi dan profesional yang di pekerjakan Bastian


panggilan telpon berakhir Bastian terlihat senang hari ini dengan laporan dari detektifnya tadi . ia kembali mengerjakan pekerjaannya dengan semangat.


.....


di sebuah rumah mewah terlihat seorang ibu dan 2 anak nya sedang bersantai di taman belakang rumahnya . mereka adalah Celine , Vania dan Alika yang sedang menikmati waktu santai mereka .


Celine sedang memilih milih barang belanjaan via online yang akan ia pesan bersama Vania yang menempel di sebelahnya sedangkan Alika asik bermain dengan bonekanya


Vania lebih akrab dengan ibunya dibandingkan Alika , Vania seperti ibunya yang senang berbelanja . sedangkan Alika lebih dekat dengan Bastian . namun iya juga senang berbelanja tetapi tidak separah ibu dan kakanya .

__ADS_1


seperti halnya saat ini ibu dan kakanya sangat antusias memilih baju yang ingin mereka beli , karena sebentar lagi acara ulang tahun Vania maka dari itu mereka mempersiapkan gaun yang akan mereka kenakan di pesta nanti


" mami Vania ingin pesta ulang tahun nanti lebih mewah dari tahun yang lalu" pinta nya


" tentu saja sayang , kamu kan putri mami mana mungkin pestanya biasa biasa saja" merangkul Vania dengan gemas


" mami memang yang terbaik , sayang mami" memeluk ibunya dengan erat


Celine membalas pelukan anaknya


Alika melihat kakanya begitu manja dengan ibu mereka tidak mau kalah , ia yang sedari tadi duduk yang sedikit jauh lebih mendekat dan merapat ke ibunya juga .


"mami aku juga mau pesta seperti Kaka" dengan cemberut namun terlihat menggemaskan


Celine merangkul Alika di sebelah tangannya yang kosong


" princes princes mami tidak usah khawatir papi kalian pasti akan memberikan sebuah pesta yang kalian inginkan "


terdengar suara mobil Bastian yang baru pulang dari kantor


Alika yang mendengar itu langsung berlari keluar menyambut ayah nya disusul oleh Vania .


" papi " sapa Alika dengan riangnya


Bastian langsung berjungkok dan merangkul putri bungsunya itu sementara Vania menunggu giliran nya di belakang


setelah acara temu kangen itu mereka masuk kedalam dengan Alika dalam gendongan serta Vania yang digenggam oleh Bastian .


...


sementara di sebuah panti asuhan terlihat seorang anak yang baru saja sampai ke rumah setelah berjalan kaki cukup jauh mengantar kan makanan pesanan .


"Assalamu'alaikum " ucapnya dengan nada lelahnya


"waalaikum salam " ucap serempak dari dalam


Re melihat ada tamu yang datang ia sedikit membungkukkan badannya memberi hormat kepada tamu ibu asuh nya dengan sedikit senyuman nya


pandangan nya bertemu dengan sosok wanita namun iya tidak tau siapa mungkin itu orang yang mau mengadopsi anak disana.


ia segera masuk ke kamar nya untuk mengistirahatkan tubuh mungilnya yang lelah di perjalanan tadi.


tanpa terasa Re tertidur karena kelelahan dan malam hari pun tiba


sang ibu panti masuk ke kamar Re dengan membawa makanan karena Re tertidur pulas hingga sang ibu enggan untuk membangunkan anaknya.


" nak bangun dulu ini ibu bawakan makanan" dengan lembut sang ibu membangunkan anaknya


" emmmch ibu" mengucek mata dan langsung duduk tegak


Re memang tipikal anak yang tidak susah untuk di bangunkan di panggil sekali saja ia langsung bangun .

__ADS_1


" cuci muka dulu gih"


Re mengangguk dan langsung menuruti perintah ibunya .


setelah mencuci muka Re kembali ke kamarnya dan mendapati ibunya yang tidak seperti biasanya masih menunggu nya didalam kamar , biasanya setelah mengantar makanan ibu nya langsung pergi karena ada hal yang di kerjakan nya .


" ibu masih disini" tanya nya sedikit bingung


" kau tidak ingin berlama lama melihat ibu " jawab ibunya dengan raut sedih


melihat raut wajah ibunya yang sedih membuat nya merasa bersalah dengan pertanyaannya


" bukan begitu ibu aku senang bisa melihat ibu setiap hari bahkan aku ingin selalu melihat ibu setiap saat seperti ini " ia bersimpuh di hadapan sang ibu


terlihat mata sang ibu berkaca kaca sedari tadi dan hanya diam saja


re merasa ia sudah berbuat kesalahan kepada ibunya dengan kata kata yang dia ucapkan tadi


" maaf kan aku ibu , jangan marah kepadaku" tatapannya mulai sendu


sang ibu tidak kuat membendung air matanya lagi dan akhirnya terjatuh juga


entah apa yang membuat sang ibu menjadi sesedih ini yang jelas bukan karena pertanyaan yang di ucapkan oleh Re itu.


sang ibu memeluk Re dengan erat seakan tidak mau lepas dengan Isak tangis yang memilukan .


.


.


.


.


.


.


.


*Bersambung


jadikan favorit


like dan vote


kasih komentar juga cerita aku


terima kasih


RE²*

__ADS_1


__ADS_2