Realita Hidup

Realita Hidup
14


__ADS_3

Pagi hari pun tiba sesuai dengan apa yang di katakan oleh ibunya hari ini Dinda dan pamannya Hendra akan datang ke panti itu lagi nanti sore .


Hari ini seperti biasa di meja makan semua sudah berkumpul menyantap sarapan masing masing.


Re sudah rapi dengan seragam sekolahnya ia bisa menyiapkan keperluan sekolah sendiri tanpa harus merepotkan ibu nya ataupun yang lain.


(maklum lah dewasa sebelum waktunya kan)


Mina terlihat gembira hari ini entah apa yang membuatnya senang


Re sudah selesai dengan sarapan nya , ia memang selalu yang paling awal selesai karena ia harus berjalan kaki ke sekolah maka ia harus pergi lebih awal agar tidak terlambat


Re pergi ke dapur menemui ibu nya untuk berpamitan


Mina yang melihat Re yang ingin berangkat akhirnya ia juga mengikuti Re untuk berpamitan


" ibu , Re pamit " Salim kepada ibunya


" iya , hati hati nak" tersenyum hangat


dari arah belakang Mina datang


" Bu , Mina juga pamit"


" semangat belajarnya anak anak ibu"


" Siap " Mina


" tersenyum menampakan lesung pipi nya" Re


dan mereka pun keluar berbarengan


Mina menarik Re menuju arah sepeda nya


" sini kau ikut aku " ke arah sepeda


" mau kemana kak"


" hari ini kau pergi bersamaku naik sepeda"


tiba tiba Re berhenti dan Mina juga ikut terhenti dari jalan mereka


" Beneran kak" tanya Re dengan berbinar


pasalnya selama ini Mina tidak mau membawa Re ke sekolah walaupun sekolah mereka sama dan membiarkan adik nya itu berjalan kaki sendiri setiap hari.


Re yang juga tidak di sukai murid lain serta di jauhi membuatnya menjaga jarak juga dengan adiknya itu . tanpa sadar ia juga terkadang ikut membuli sang adik dan sebisa mungkin ia menjaga jarak mencari aman.


" kenapa , kau tidak mau" ???


" bukan begitu kak tapi .."


" ayo cepatlah naik , anggap saja ini hal terakhir yang ku lakukan dengan mu"


akhirnya mereka berangkat setelah sedikit perdebatan itu


di jalan tak henti henti nya Re tersenyum karena begitu senang bisa naik sepeda apalagi bersama kakak nya . memang selama ini ia ingin sekali memiliki sepeda namun ia juga tidak mungkin minta di belikan ke ibu asuhnya . ini pertama kali ia bisa merasakan bersepeda.


kebayang kan anak kecil senang naik sepeda


tidak ada percakapan di antara ke 2 anak kecil itu namun di saat mendekati sekolah tiba tiba Mina menghentikan sepedanya


" Kenapa kak "


" kau cepat turun"


Re menurut untuk turun


" kebaikan ku cukup sampai disini" lalu pergi

__ADS_1


" terima kasih " gumam Re dengan senyuman nya dan ia kembali berjalan kaki menuju sekolah yang sudah hampir sampai .


....


Kediaman Bastian


Vania dan Alika saat ini sedang di bantu untuk memakai seragam mereka oleh baby sister masing masing , sedangkan pembantu yang lain juga sibuk menyiapkan keperluan sekolah yang akan di bawa mereka


segala sesuatu memang selalu di siapkan oleh pelayan mereka yang harus selalu siap siaga kapan saja jika di perlukan.


setelah rapi berpakaian mereka akhirnya turun ke meja makan yang disana sudah ada Bastian dan Celine


hari ini mereka membawa barang barang hadiah yang mereka dapat dari pesta kemarin dan sebagian ada juga yang mereka pakai untuk di pamerkan kepada teman


( misal kaya pita atau alat tulis gitu ya )


mereka memang suka pamer barang barang mahal begitu juga teman teman mereka sama saja , perkumpulan anak orang kaya pamer barang mewah dianggap biasa saja.


selesai sarapan mereka berangkat ke masing masing tujuan


Bastian pergi ke kantor


Vania dan Alika pergi ke sekolah


Celine pergi menghabiskan uang suami 😁


Bercanda aku heheee


Celine juga memiliki bisnis yang di kelolanya bersama teman teman sosialitanya


...


*K*ediaman Hendra


Dinda terlihat tidak sabar untuk pergi ke panti asuhan setelah tadi ia selesai menerima telepon dari ibu panti yang mengabarkan bahwa anaknya sudah di beri pengertian dan mau mendengarkan penjelasan nya nanti .


ia sengaja datang lebih awal dari jam yang telah di tentukan tentu saja Re belum pulang dari sekolahnya . namun itu memang keinginan nya karena ia ingin sedikit mengobrol dulu dengan ibu panti tentang anak nya .


tetapi dokter Andi belum datang karena jam ketemu mereka belum tiba


tok tok tok


" Assalamu'alaikum "


terlihat ibu panti yang membukakan pintu


" Wa'alaikum salam , eh nak Dinda sudah datang ayo silahkan masuk"


" iya Bu , terima kasih"


" silahkan duduk dulu "


"iya Bu"


"ibu tinggal ke belakang dulu ya ambil minuman " tersenyum ramah


" iya Bu , silahkan"


ibu panti meninggalkan Dinda di ruang tamu


Dinda mengamati ruangan di sekeliling dan tanpa sengaja ia melihat banyak potret anak anak yang menggantung di dinding ruangan


tatapan matanya tertuju kepada sebuah bingkai foto yang berbeda dari yang lain


dalam sebuah foto itu terdapat potret anak kecil yang sama namun berbeda usia terdapat 5 foto dalam bingkai itu sepertinya foto itu di ambil dari tahun ke tahun


Dinda tersenyum melihat foto itu ibu mana yang tidak mengenali anak kandungnya


ibu panti datang dengan membawakan minuman dan mendapati Dinda yang sedari tadi berdiri memandangi foto di dinding

__ADS_1


" ia sangat istimewa bagi kami disini"


ucapan ibu panti membuat Dinda menoleh ke sumber suara dan menuju kursi yang ada di ruangan itu


tatapan ibu panti tertuju kepada bingkai foto di dinding di ikuti Dinda


" dia adalah anak kesayangan kami disini" ucap ibu itu dengan senyuman hangat nya


"......" Dinda


" itu adalah potret setiap tahunnya yang kami ambil secara diam diam" cerita ibu itu dengan renyahnya


Dinda antusias untuk mendengarkan


karena memang ini tujuannya datang lebih awal


" anak itu tidak mau di foto , ia sangat tau jika ada yang ingin memotretnya entah turunan dari siapa itu" tatapan ibu itu beralih ke Dinda


Dinda hanya menanggapinya dengan tersenyum sangat terpancar dengan jelas di matanya sinar kebahagiaan


sang ibu yang melihat senyum Dinda kembali berkata


" sepertinya lesung pipinya warisan dari ibunya" ucap ibu itu dengan nada hangat nya


tentu saja Dinda yang mendengar itu terkejut pasalnya sejak bertemu ia tidak melihat adanya tanda tanda itu.


" benarkah , tapi kemarin saya tidak melihatnya Bu"


" tentu saja ia jarang menunjukannya, ia jarang tersenyum " ucap ibu itu lirih dengan mata yang sedikit berkaca kaca


" mengapa seperti itu " tanya Dinda dengan penasaran


ibu itu sejenak menghela nafas nya panjang


akhirnya ibu itu menceritakan apa yang ia tau tentang Re selama ini


Dinda yang setelah mendengar penjelasan itu menjadi semakin merasa bersalah dan air matanya juga ikut berderai .


" apakah saya pantas di katakan seorang ibu, saya bahkan tidak pernah memberikannya ASI , saya hiks ..saya telah mengabaikan nya hanya karena ke bodohan saya hiksss" tangis Dinda pecah


ibu panti yang melihat Dinda menjadi iba . ia juga tau apa alasan dibalik kejadian ini


ia berusaha menenangkan Dinda dengan memeluknya hangat


" jelaskan lah kepadanya perlahan ibu yakin dia akan mengerti "


" dia pasti akan bertambah membenciku "


" tidak akan , ibu tau dia juga sangat ingin mempunyai keluarga yang utuh seperti teman teman nya"


mendengar keluarga yang utuh seketika tangisan Dinda terhenti


.


.


.


.


.


.


.


***Bersambung...


makasih yang udah baca karya aku

__ADS_1


tinggalkan komentar nya ya


RE²***


__ADS_2