
...Happy reading...
.......
.......
Bocah laki-laki bernama Leo itu membawaku kesebuah pertunjukan jalanan kecil. Kenapa aku memanggilnya bocah? ya karena yang kutahu ia baru berumur dua belas tahun. Hanya beda dua tahun dari umurku yang sekarang dan terlebih, ia terlalu jauh untuk umurku yang dulu.
"Lihat-lihat, dia memainkan empat bola dalam satu waktu!"
"Benar, seberapa lama kedua tangan itu berlatih?"
"Kau tau, menangkap keempat bola bergantian itu butuh fokus yang tinggi!"
"Benar, dan dia juga memutar keempatnya dengan putaran yang sempurna!"
Beberapa pujian terdengar untuk sang penghibur jalanan. Mungkin jika didunia ini pertunjukan itu merupakan hal baru, tapi tidak denganku.
Aku sudah banyak melihat adegan-adegan itu dalam serial televisi atau sirkus. Bahkan jika sudah masuk kedalam atraksi sulap, mereka lebih melakukan hal yang akan lebih gila dan aneh lebih dari pada itu.
Bosan sih, yah tapi dari pada itu–
"Leo, kau lihat paman itu dapat memainkan empat bola dalam satu waktu!" pekikku antusias.
-ada satu misi yang harus kulakukan...
Leo yang sejak tadi menatapku lembut kini mengalihkan pandangannya kearah si paman penghibur dengan sinis, "Cih, dia hanya melemparkan bola-bola tidak jelas saja." Setelah berdecih dan mengatai, ia kembali menghadapku. "Apa yang kau senangi dari itu?!" lanjutnya bertanya dengan, ketus mungkin (?).
Aku menghadapnya dan membalas tatapan ketusnya tak terima, "Dia hebat, tak banyak orang yang dapat begitu tau!" balasku cemberut.
Sambil bersedekap dada, aku mulai berjalan meninggalkannya. "Leo orangnya tidak asik!" Menghadapnya sesaat, aku kembali berjalan. "Lauren benci dengan orang yang tidak asik!"
Kau rasakan kemarahan seorang makhluk yang selalu benar itu, bocah sok tampan! B-)
Aku akan membuat mentalmu itu Break dance mulai dari sekarang (⌐■-■)
Author Pov
Leo menatap tak percaya punggung si gadis kecil yang mulai menjauh. Rahangnya mulai mengeras dengan gigi yang terlihat mulai mengerat satu sama lain, "Apa yang salah?!" gumamnya.
Tak urung, Leo segera mengambil langkah cepat untuk mengejar jalan kecil kedua kaki si gadis.
"Lauren, tunggu!"
Tanpa menoleh, Lauren menjawab. "Lauren sudah tak ingin lagi berteman dengan orang yang tidak asik!" ucapnya.
Setelah sampai dan dapat mengimbangi kecepatan langkah Lauren dengan berjalan dibelakangnya, Leo menghela nafas pasrah. "Baik-baik, Leo kali ini akan belajar menjadi orang asik." ucap Leo.
Lauren yang tiba-tiba berhenti membuat Leo yang dibelakang mau tak mau ikut berhenti, "Beneran Leo mau jadi orang yang asik?" tanya Lauren memastikan.
Gadis itu berbalik lalu mengangkat satu kelingkingnya tepat didepan ujung hidung Leo, "Janji tidak akan datar seperti sebelumnya?!"
Lauren yang menggerakkan kelingkingnya kekanan dan kekiri membuat Leo tersenyum tipis. Menatap langsung kearah netra biru laut Lauren, ia tersenyum tipis. "Iya, Leo janji."
"Apa lagi?" Leo bingung, bukannya ia sudah menjawab tapi kenapa gadis didepannya ini terus saja memelototinya? apa ada yang salah, pikirnya.
"Janji kelingking!"
"Hah?"
__ADS_1
"Janji kelingking, masa Leo tidak tau sih!"
"Tidak, Leo tidak pernah melihatnya."
Melihat tidak adanya kebohongan dari kedua mata Leo, Lauren mengangguk lalu mengambil satu tangan Leo.
Gadis itu mulai menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking sang laki-laki, "Ini namanya janji jari kelingking, dasar Leo begini saja tidak tau!" jelas Lauren terkekeh.
Lauren yang terkekeh membuat Leo terkesima. Wajah berfitur amat cantik dengan pipi chubby dan bibir mungil yang terkesan ranum itu seakan membius jiwa Leo sesaat, bahkan rasanya kedua matanya enggan untuk berkedip sekarang.
"Leo, Leo kenapa malah melamun?"
Pertanyaan Lauren membuat Leo kembali kedunianya, "Ti-tidak, Leo tidak apa-apa." jawabnya menggeleng cepat lalu memalingkan wajahnya kesembarang arah.
Lauren mengangguk. Gadis itu sempat mengeluarkan senyum miringnya lalu dengan cepat mengambil lengan Leo untuk ditempelinya, "Leo, Lauren ingin pergi ke perpustakaan!"
Kedua dada Lauren (yang terbilang cukup besar untuk masa pertumbuhan) menekan habis lengan Leo. Entah karena apa, gadis itu juga mengambil bahu Leo sebagai sandaran kepalanya.
"La-lauren, i-ini terlalu de-"
"Tidak apa-apa Leo, Lauren ingin seperti ini!"
Lauren yang kian makin mengeratkan pelukannya pada lengan Leo membuat sang empu itu meneguk salivanya tegang dengan mata yang beberapa kali berkedip tak percaya, "Ba-baiklah." pasrah Leo pada akhirnya.
"Ayo kita keperpustakaan!"
Hehehe, baru permulaan ಡ ͜ ʖ ಡ
..._____...
"Lauren, Lauren mewarnai rambut ya?" Celutukan Leo membuat Lauren tiba-tiba menjatuhkan kedua buku yang dibawanya.
Leo mengangguk, "Tidak, Leo seperti ada melihat sedikit energi peri disekitaran rambut Lauren."
Ucapan Leo kali ini betul-betul membuat Lauren menegang, ia mencoba menatap Leo yang tengah memunguti kedua bukunya yang terjatuh dengan polos.
Ayo Lauren, kau pasti bisa!
"A-apa yang Leo maksud de-dengan energi peri? Lauren sama sekali ti-tidak paham."
Leo nampak heran, lalu setelahnya ia mengangguk paham. "Lupakan saja Leo tadi bilang apa." Leo mulai memberikan senyuman hangatnya pada Lauren, "Intinya, rambut Lauren itu sangat indah." lanjutnya.
Lauren mengangguk polos mencoba menutupi rasa ngerinya. Gadis itu segera mengambil kedua buku ditangan Leo, "Leo, Lauren sepertinya hanya akan meminjam kedua buku ini lalu langsung kembali pulang." ungkapnya.
Raut wajah sedih terpampang jelas diwajah tampan Leo, "Apa Lauren ingin pulang sekarang?" tanyanya sendu.
Lauren tersenyum hangat, "Iya, tapi lain kali Lauren pasti akan menemui Leo!"
"Baiklah." Leo mengucapkan itu dengan lesu, "Tapi apa perlu Leo antar?" lanjutnya.
Lauren mengambil satu tangan Leo untuk digenggam, "Leo, bibi sudah menunggu di dekat sini. Lauren harus pulang bersamanya, jika tidak akan terjadi masalah." terangnya.
Melepaskan genggamannya, Lauren mulai mengusap pelan surai Leo. "Apakah lain kali kita akan bertemu lagi?" tanya Leo tiba-tiba.
Lauren tersentak, "I-iya, kita pasti akan bertemu lagi." jawabnya.
"Baiklah, aku akan menunggu saat itu."
"Hm, aku juga."
__ADS_1
..._____...
Aku berjalan keluar dari perpustakaan yang mulai kian sepi akan pendatang, ya sepertinya wajar karena sebentar lagi matahari akan terbenam.
Huh seperti biasa, perpustakaan selalu menjadi tempat paling banyak menyita waktuku selama didunia ini ( ´◡‿ゝ◡`)
"Exsalia, bisa kau bawa aku kembali."
[Baiklah, waktunya juga sudah tepat dengan]
Sebuah lingkaran hijau dipenuhi beberapa dedaunan bersinar dan muncul dibawah kedua kakiku, "Ini cara baru?"
[Tidak, ini hanya kekuatan dari energi saya]
Exsalia menjawab dengan nada yang terkesan datar. Ada apa dengannya? tidak biasanya orang yang biasanya cerewet bisa jadi pendiam seperti ini.
[Saya akan membawa anda kekamar anda, beruntung disana saya sudah meninggalkan salah satu roh penjaga sebagai penyampai energi]
Aku hanya dapat mengangguk untuk menjawabnya. Jika mungkin sesuatu mengganggunya, aku hanya memilih untuk diam saja sekarang daripada nantinya harus membangunkan seekor singa yang kurang makan ( ꈍᴗꈍ)
Ngomong-ngomong soal roh penjaga yang disebutkan oleh Exsalia sebelumnya. Biar kuperjelas, untuk saat ini ada tiga jenis roh yang ada didunia ini.
Pertama, Roh dunia.
Roh dunia sudah ada semenjak pertama kaki terciptanya dunia tengah, atau yang bisa disebut daratan Eldegard sekarang ini.
Merekalah yang menjadi awal adanya para manusia didunia ini. Karena kesepian sebab para roh yang semuanya tak memiliki emosi dan perasaan, para dewa yang prihatin lalu menurunkan manusia sebagai pendamping hidup mereka satu sama lain.
Roh butuh manusia sebagai pembentuk sebuah emosi dan perasaan, dan manusia membutuhkan roh sebagai kekuatan untuk bertahan hidup di dunia yang dulunya sangat keras ini.
Dari sana penyebutan Roh dunia ada. Mereka semua terdiri atas berbagai elemen dunia, Contohnya air, api, angin, tumbuhan dan angin.
Dan juga, mereka awalnya tidak memiliki wujud alias berbentuk spiritual. Jika sudah bertemu dengan seorang manusia yang dapat membentuk emosinya, maka mereka akan memiliki bentuk makhluk (Hewan mistis) mereka masing-masing.
Kedua, Roh penjaga.
Roh ini sedikit unik karena mereka terbentuk dan tercipta bukan dari campur tangan dewa dunia, melainkan dari sang Raja seluruh alam.
Sang raja yang mati meninggalkan berbagai energi (?) yang tak dapat dikelola dunia secara menyeluruh dan akhirnya terciptalah mereka karena pembentukan yang bersifat alami itu.
Para roh penjaga memiliki kekuatan yang hampir tidak dapat ditangkap oleh nalar manusia. Mereka dapat melawan hukum alam, kinerja dunia bahkan apa yang sudah pasti didunia itu.
Mereka dapat menciptakan benda yang tak pernah ada, berpindah-pindah tempat semaunya, memperkuat diri dll.
Pada dasarnya semua kekuatan mereka itu memiliki kesamaan dengan seluruh bentuk sihir kuno. Karena ya sihir kuno itu bukan menggunakan energi alam, melainkan energi sang raja yang tersisa didunia inilah sumbunya.
Ketiga, Roh buatan.
Ini sebenarnya sangat melenceng dari hukum dunia, tapi itulah nafsu para manusia.
Mereka menyatukan hampir semua energi roh yang berlawanan dan berharap agar roh itu bisa kuat tanpa adanya campur tangan raga manusia.
Intinya, mereka ingin membuat sesuatu yang instan dengan tanpa mengorbankan apapun.
Pembentukan emosi roh memiliki berbagai tahapan dan setiap tahapannya memiliki tenggang waktu yang cukup lama dan terbilang cukup sulit.
Mungkin jika orang berbakat mereka akan dengan mudah mengungkap sifat dan pribadi roh, lalu bagaimana dengan yang tidak?
Untuk itulah projek yang melawan hukum dunia ini dibuat.
__ADS_1
Dan anehnya, Exsalia yang merupakan ratu dunia sama sekali tidak pernah tau mengenai praktik roh ini...