
...Happy reading!...
.......
.......
Seperti biasa, lagi-lagi aku dipaksa menggunakan gaun kali ini oleh para pelayan. Huuh!
Walaupun mereka semua sangat menghormatiku, tapi ketika memaksa rasanya tak pernah ada yang namanya tawar-menawar.
"Tuan putri, anda terlihat sangat cantik sekali!!!"
"Benarkah??"
"Yang mulia putri adalah gadis terimut dan tercantik diseluruh kerajaan ini!!"
Nyatanya memang itu bukan hanya sekadar pujian kosong belaka. Mau dilihat dari bagian manapun, putri Lauren memang terlihat sangatlah sempurna.
Aku tak percaya jika wajah anak yang selalu kuimpi-impikan selama ini, kini malah menjadi wajah milikku sendiri.
Di halaman istana, sudah terlihat banyak sekali orang yang bergerombol dan satu persatu mulai memasuki pintu istana.
"Lauren, nanti kamu yang menyapa para rakyat ya." Kak Fall tiba-tiba muncul diambang pintu, entah kenapa senang sekali wanita itu muncul tak tau tempat.
"Kak Fall?! Kenapa harus aku?" Protesku, kalian tau bukan bagaimana jika melihat seorang introverd berbicara didepan umum? Yah walaupun aku dulunya bukan seorang introverd tapi menjadikan itu alasan tidak salah bukan ಡ ͜ ʖ ಡ
"Harus kamu Lauren, kamu ingat bukan acara ini dibuat untuk siapa?" Ah jelas sekali ia tengah menyindirku sekarang.
"Baiklah..." Dari pada harus berdebat lebih panjang mending kusetujui saja, kalian pernah dengar bukan pernyataan tentang wanita itu selalu benar?!
"Oiya, nanti malam juga ayah mengadakan pesta mendadak di istana untuk kesembuhanmu. Jaga sikapmu ya, akan ada raja negara lain dan juga para bangsawan yang bisa saja memperhatikanmu. Hati-hati...."
Hati-hati.... Kah..
..._____...
Kubuka pintu teras yang menghadap langsung kepada seluruh warga Celestine yang tengah berada dihalaman luas istana. Layaknya menyambut kenaikan raja baru, aku mulai melambai-lambaikan tangan kananku.
"Lihat-lihat, itu putri Lauren"
"Dimana-dimana?"
"Syukur lah putri Lauren sudah sembuh..."
"PUTRI LAURENN"
"SELAMAT ATAS KESEMBUHANNYA"
Dan lain sebagainya..
Banyak sekali suara bercambur aduk dalam kerumunan itu. Aku hanya dapat terus tersenyum menjawab semua semangat dan ucapan mereka.
Akh aku senang sekali melihat ini!
Setelah penyambutan usai, aku kembali kedalam dan masing-masing warga juga kembali menikmati festival diluar.
Menurut kata-kata salah satu pelayanku (yang aku masih tidak tau namanya), kebanyakan dari mereka yang ada di festival ini rata-rata pendatang baru yang ingin mencari keuntungan di ibukota.
Banyak hal baru jika saja ingin berkeliling. Bahkan jika bisa, sebenarnya aku ingin sekali keluar istana ini untuk melihat-lihat festival diluar secara langsung. Tapi...
"Tuan putri, diluar sangat berbahaya. Tuan putri Falley meminta kami untuk mendampingi Anda kemanapun itu!"
Yapp, begitulah..
Kemanapun aku pergi, dua orang pelayan terus saja mengikutiku.
"Apa aku betul-betul tidak dapat keluar??"
"Sayangnya tidak boleh, tuan putri."
"Jika anda menginginkan sesuatu, saya akan segera mencarikannya!!" Ucap cepat pelayan satunya.
Terlihat api semangat memancar dari kedua bola matanya, jelas sekali niatnya itu juga ingin pergi ke festival dengan perintah dariku sebagai alibi. Dasar anak muda!
"Sudahlah, aku keperpustakaan saja. Kalian bisa kembali, aku berjanji tidak akan keluar sampai aku bosan."
Mereka berdua mengangguk menjawabku. Meskipun hanya kata-kata, mendengar sebuah janji dari keluarga kerajaan merupakan sebuah pertanda akan kesungguhannya.
Begitulah setidaknya yang kutau...
Mengingat masih banyak sekali waktu senggang sampai malam tiba, perpustakaan menjadi sarana paling tepat untuk memperingan rasa bosan.
"Selamat datang, putri Lauren.."
Seperti biasa, Hodrik (setelah beberapa kali bertemu, aku baru tau nama si paman Elf) selalu menyapaku setiap masuk ke dalam perpustakaan.
Kuhampiri lorong rak asing bagiku. Mengambil buku yang belum pernah kubuka, aku mulai membuat tujuanku. Apalagi kalau bukan belajar, memang anak rajin sekalilah diriku ini ᕙ(͡°‿ ͡°)ᕗ
Tepat seperti perkataanku, aku ingin menamatkan seluruh perpustakaan ini jika bisa.
..._____...
Karena kemarin waktuku habis pada sejarah dunia dan beberapa pengertian dan berbagai macam mantra sihir, kini yang kubutuhkan hanya ini.
Pembagian penting Celestine.
Kalau mengambil penjelasan singkatnya. Di kerajaan Celestine ini, terdapat 3 kota besar selain ibu kota.
Kota pertama, pusat dari Academy ksatria, kota Machites. Tempat lahirnya banyak pejuang-pejuang terkenal kerajaan.
Berbeda dengan penyihir yang bergantung pada sumber energi (Mana dalam tubuh) dan penyihir roh yang juga kekuatannya bergantung pada roh miliknya. Ksatria dan para pejuang lebih kegaya bertarung, jenis senjata yang dipakai dan seberapa kuat Aura nya.
Ksatria terbagi dalam beberapa kelas. Sparthi (pedang), Psealid (tombak), Velous (busur), Wielder (kapak), Aspidas (perisai), Cristheis (senjata ganda) dan banyak lagi jenisnya.
Dan points hebatnya, didunia ini terdapat beberapa senjata yang memiliki kekuatan mengerikan.
Dalam Legenda disebutkan, bahwa senjata-senjata itu terlahir dari ciptaan dewa perang yang gagal dan harus berakhir dengan terbengkalai.
Dianggap sampah dan dibuang, beberapa senjata itu akhirnya jatuh ke berbagai penjuru dunia dan konon katanya hanya ksatria sejati saja yang dapat memilikinya.
Kota kedua, tempat sekaligus pusat dari Academy sihir, kota Ravdi. Kota yang dipenuhi oleh penyihir dan banyak Alchemis terkenal.
Dan yang terakhir, Kota Phevma. Pusat dari Akademy Roh dan juga merupakan kota pusat perdagangan laut kerajaan Celestine karena daerahnya yang berbatasan langsung dengan laut. Kota itu kadang disebut kota pelabuhan.
__ADS_1
Academy, Sepertinya akan sangat menarik jika nanti aku masuk kesana!
..._____...
Sekilas masuk dari jendela, cahaya matahari yang memudar mulai menghilang bersama wujudnya yang tenggelam.
Tepat saat itu, sudah banyak sekali buku di perpustakaan yang selesai tercetak ulang dikepalaku.
Berbeda dengan lantai 1 yang rak bukunya tak terlalu banyak karena lebih termakan ditempat untuk kursi, meja dan lain-lain, lantai 2 dan 3 kebanyakan hanya berisi rak-rak yang penuh dengan tumpukan buku.
Tak enak rasanya menyebut tumpukan didepan Hodrik yang rajin setiap hari membersihkannya ಠ ͜ʖ ಠ
Mengejar waktu yang ada, aku kembali kekamarku.
Berbaring di tempat tidur adalah hal pertama yang kulakukan setibanya dikamar. Sambil melihat langit-langit ranjangku yang amat besar ini, lengan kecil mulai berpindah menutupi dahiku.
Pesta dan Bangsawan? Entah kenapa sepertinya aku punya firasat buruk tentang ini (☉。☉)!
Setelah merenggangkan seluruh tubuhku yang kaku karena hampir duduk seharian, aku rasa saatnya pergi menuju pemandian air panas istana.
Pemandian air panas memang tempat terbaik untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas.
"Oyy, Exsalia kamu dengar??"
[Hm, Ada apa Master? Memanggilku ketika berendam. Hohoho, saya sudah bisa menebaknya. Bagaimana? Apa sudah biasa dengan tubuh seorang putri?]
"Aku bukan membicarakan itu sekarang, dasar peri mesum!"
[Jahad ಥ‿ಥ]
"Kamu pernah bilang sebelumnya bahwa aku hanya dapat memakai sihir kuno, berapa sihir yang dapat kupakai??"
[Hmm...]
"Jangan memperlambat jawaban!"
[Kenapa anda, apa sudah saatnya puber jadi suka marah-marah begini?]
"....."
[Master, rupanya anda bisa serius ya ( ̄ヘ ̄;)]
"....."
[Saya rasa, sepertinya Master bisa menggunakan semua jenis sihir kuno. Asalkan Master mengerti cara kerjanya.]
"Semuanya?!" Apalagi ini? Kau yakin semuanya?
[Kenapa tidak Master coba saja sihir kuno yang sudah Master tau?]
"Sudah seperti cheat saja lagi.."
[Cheat?]
"Ah lupakan yang tadi. Btw, baru 3 sihir kuno yang kuketahui..."
[Itu nanti saja kita urus, sekarang yang terpenting. Masterkan masih ada pesta kerajaan nanti, Selamat berjuang!!]
..._____...
Banyak sekali kereta kuda berdatangan masuk melalui gerbang istana, melihat itu tak terasa tubuhku sedikit gemetar karena gugup.
Ketika hidup, aku tak pernah mengikuti pesta yang seformal ini sebelumnya, apalagi ini menyangkut kerajaan.
Jika aku bersikap aneh-aneh, maka martabat seorang putri Lauren bisa jatuh dihadapan para tamu undangan. Begitulah jelas guru tata kramaku.
"Tuan putri, acaranya sudah mulai. Diharapkan tuan putri segera menuju aula.."
"Iyaa aku segera kesana...."
Yoss persiapanku sudah sempurna 100%. Saat nya berangkat.
Aku berjalan menuju aula kerajaan dengan sepatu tinggiku.
Jujur saja, hal yang paling sulit untuk kupelajari adalah bagaimana cara berjalan menggunakan sepatu ini. Huuhhh, lagi-lagi dibuat mengingat masa kelam pelatihan..
"PUTRI LAUREN TELAH SAMPAI."
Para pelayan sengaja mengantarku masuk melalui tengah-tengah perhatian, sepertinya gerakan mereka semua atas perintah Kak Fall.
Dasar kak Fall (ノಠ益ಠ)ノ
..._____...
"Bagaimana penampilan putri Lauren itu? Apa anda tau?"
"Entahlah, saya bahkan belum pernah melihat secara langsung..."
"Apa dapat disejajarkan seperti bunga kerajaan kita putri Falley?"
"Apa anda bercanda?"
"PUTRI LAUREN TELAH SAMPAI."
Pintu bagian kanan lantai dua terbuka, aula yang sebelumnya nampak berisik sedikit hening memandang kearah pintu.
Perwujudan seorang gadis yang masuk mematahkan semua argumen mentah. Seakan tak percaya, semua lelaki yang hadir dibuat merona dengan wajah imut mempesonanya, rambut putih keabuan-abuan panjangnya terurai cantik dengan tiara kecil diatasnya, pupil biru laut dimatanya menggambarkan jelas wibawa keluarganya, siapakah dia??
Itulah aku, ya begitulah setidaknya orang melihatku.
Awalnya aku ragu untuk masuk ke dalam mengingat situasi yang ada. Kamu masih ingat masalah introverd? Sepertinya aku jadi ingin bergabung menjadi salah satunya ರ╭╮ರ
Suara gesekan pintu yang tertutup makin menguatkan kehadiranku, ya entah kenapa sekarang rasanya aku terus saja dihantam oleh para tatapan-tatapan memuja.
Atau mungkin hanya saya yang keGRan, ayo kalian-kalian beritahu lah saya ¯(ツ)/¯
Perlahan kulangkahkan kaki ku untuk maju dan mulai menuruni anak tangga satu persatu.
Dibawah sudah terdapat ayah dan kak Fall yang sedang menungguku, senyum mereka sejak tadi masih saja terlihat segar.
"Kemari, Lauren..."
Ayahku mengulurkan tangannya kepadaku. Melihat kak Fall yang mengangguk kecil, akupun menjawab uluran ayah dengan penuh semangat.
__ADS_1
Sesampainya aku disamping sang raja, ia mulai menarik panjang nafasnya.
"PESTA INI KUBUAT KHUSUS UNTUK MERAYAKAN KESEMBUHAN PUTRI BUNGSUKU, PUTRI KEDUA KERAJAAN CELESTINE. LAUREN VAN CYLES CELESTINE."
"Untuk semua yang hadir, kalian bisa menikmati makanan sepuasnya!!" Lanjutnya agak mengecilkan volume.
Para tamu undangan bertepuk tangan menjawab sambutan langsung dari ayahku, beberapa dari mereka terlihat menatap binar kesang raja.
"Silakan dinikmati waktunya!" Teriak kecil kak Fall.
Beberapa menit setelah sambutan tadi, segelintir orang tiba-tiba banyak menghampiriku dengan alibi mengucapkan selamat dan rasa syukur atas kesembuhanku.
"Tuan putri, perkenalkan nama saya..."
"Nama saya..."
"Saya dari keluarga..."
"Anak saya orangnya..."
"Anda cantik sekali tuan putri! Apalagi jika anda berteman bersama putri saya yang tau soal penampilan!"
Ekspresi senyum terus kupasang di wajahku, bibir yang sejak tadi ku-set untuk agar dapat terus senyum sepertinya juga sudah hampir mencapai ambang batasnya.
"Huuhf..."
Berapa lama lagi pesta ini akan berlangsung? Tanyaku membatin.
"Apa anda sudah diberi tau tuan putri, sepertinya raja dari kerajaan tetangga tidak dapat datang malam ini..." Celutuk salah satu nyonya paruh baya yang menghampiriku.
Ugh kau bertanya padaku? Jawaban apa yang kau harapkan dari seorang gadis berusia berusia 10 tahun, dasar rubah tua!!
Tenang, tetap tenang Lauren! Jangan sampai kau cakar tu jambul dikepalanya!
"Begitulah? Sepertinya saya tidak diberitahu.." jawabku santai.
"Benarkah, saya dengar beliau jatuh sakit sekarang..."
Apa peduliku untuknya? Toh mau datang atau tidak ya urusannya lah!
Gitu aja diomongin, tak mengerti lagi aku bagaimana jalan pikir para wanita.
Satu lagi malam yang sangat panjang buat sang tuan putri kita.
..._____...
Pesta berakhir dengan sukses, semua bangsawan juga sudah pulang dan para pelayan terlihat sangat sibuk dengan kerjaannya yang perlahan-lahan mulai menumpuk.
Ayah bilang ia akan melakukan perjalanan ke negri tetangga besok untuk menjenguk temannya, aku hanya bisa mengangguk dan berharap nanti tidak terjadi apa-apa padanya.
Dari seisi pesta yang tadi kuperhatikan, para bangsawan banyak sekali mengulang pembahasan topik mengenai penerus sang raja nantinya.
Dan poin pentingnya, banyak dari mereka yang berharap akulah yang mengambil alih kursi singgasana.
Bukannya mereka tidak waras?! Apa yang mereka harapkan dari bocah ingusan seperti diriku ini ʕಠ_ಠʔ
Sebegitu takutnya kah mereka dengan kak Fall?! Atau memang mereka hanya berfikir bahwa aku nantinya akan mudah untuk dikendalikan (・o・;)
Orang-orang gila!
Menurutku pribadi sih ya, kak Falley itu adalah orang yang sangat cekatan dalam pekerjaannya.
Ketika sesuatu dianggap ada yang kurang atau ia merasakan keganjalan pada kerajaan, ia akan langsung turun tangan sendiri menyelesaikan masalah itu.
Banyak para bangsawan yang tertangkap basah oleh kak Falley dalam melakukan korupsi, menyiksa rakyat biasa demi kesenangan, penjualan budak secara ilegal dan banyak lagi kasus yang diselesaikan pribadi olehnya.
Kak Falley juga adalah orang yang paling berjasa dalam memperbaiki kerajaan dari dalam, yah itu karena ayah yang seorang raja masih sibuk membangun militer yang kuat dan terus keluar kerajaan untuk memperbaiki hubungan.
Baik itu dalam ekonomi, perkembangan wilayah, melepas jabatan orang-orang yang tak bertanggung jawab, mensejahterakan desa-desa kecil yang jauh dari pusat kota dan banyak lagi perubahan yang dibuat kak Falley.
Dikaruniai otak yang cerdas dan cepat mengambil tindakan, tak heran banyak orang-orang besar yang tidak menyukainya jika ia naik tahta.
Dengan adanya adik perempuan polosnya naik tahta bukannya itu menjadi sebuah celah penting buat mereka?
Begitulah caraku mengungkap semua perilaku manis mereka.
Pemikiran orang licik memang selalu dapat mudah ditebak...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oleh orang yang lebih licik juga tentunya, huehehehe ಡ ͜ ʖ ಡ
...***...
Tbc.
__ADS_1