Reinkarnasi Seorang Putri

Reinkarnasi Seorang Putri
Rencana mereka


__ADS_3

"Kalian bisa masuk, dan selamat datang di kota Sorgol."


Dua penjaga itu melepaskan kita dengan senyum. Senyum yang sudah seperti melepas anaknya yang baru saja masuk sekolah, uh cukup menjijikan.


"Via, sangat ku sayangkan koinmu barusan."


Sekedar informasi, untuk memasuki kota Sorgol dibutuhkan sebuah kartu identitas. Yah itu hal yang wajar sih, mengingat semua kawasan lain juga menerapkan hal yang serupa.


Tapi untuk kita bertiga yang sama sekali tidak memiliki kartu identitas, mau tak mau kita dikenakan dua koin perak untuk dapat masuk.


Untung saja kita memiliki Olivia, si penguasa muda yang sukses. Jadi sekarang aku tidak perlu lagi menggunakan koin haram yang kubuat sendiri.


"Yah, itu termasuk biaya yang murah sih sebenarnya."


Lihat sekarang bagaimana sombongnya si bos muda, uh ingin sekali ku injak wajahnya itu.


"Lauren, hati-hati mereka melihat wajahmu."


Leo berjalan mendekat, menarik turun tudung kepalaku dari samping. Setelahnya, entah kenapa tiba-tiba saja ia mengusap kepalaku.


"Leo, kamu membuat tudungnya kembali naik!" Ucapku kesal.


Sebelum memasuki kota ini, kita bertiga kompak mengenakan jubah bertudung yang sudah Olivia siapkan.


Alasannya cukup simpel, untuk terlihat keren saja <⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠>


Hehehehe, tidak-tidak (⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)


Sebenarnya ini dilakukan untuk penyamaran, dan kota ini merupakan permulaan dari penyamaranku sekarang. Niatku melakukan perjalanan awalnya memang hanya untuk mencari rahasia dibalik seluruh misteri ibu, bukan untuk menarik sebuah perhatian.


Jika begini, bukannya sudah seperti seorang gadis pengembara misterius? Uh aku suka itu!


"Maaf, aku kelepasan." Leo berkata sambil terkekeh pelan.


Meskipun tertutup oleh tudung kepala, aku masih dapat melihat senyuman di wajahnya yang teduh.


"Ren, aku tau wajahku tampan." Leo mendekatkan wajahnya tepat didepan wajahku, "Aku malu juga jika terus kamu tatap begitu." Lanjutnya.


Mendengar itu, aku refleks mendorongnya menjauh. Makin kutarik kebawah tudung ku, berharap kain itu dapat menutupi seluruh wajahku.


Uh, kenapa aku jadi malu begini ⁄⁠(⁠⁄⁠ ⁠⁄⁠•⁠⁄⁠-⁠⁄⁠•⁠⁄⁠ ⁠⁄⁠)⁠⁄

__ADS_1


"Ren, Leo."


Kudengar Olivia memanggil kita berdua. Sebelumnya, kita bertiga sepakat untuk menyingkat nama kita masing-masing.


Setelah melewati perdebatan sengit dengan Olivia yang ingin sekali membuat nama samaran kita seperti Twilight, Darkness, Lighting bow dan lain sebagainya, akhirnya terpilihlah nama pendek dari nama kita untuk samaran.


Ia sempat tak ingin berbicara dengan aku dan Leo karena hal ini, bahkan itu hampir dua hari lamanya.


"Iya, ada apa Via?"


Aku mengalihkan pandanganku ke arah Olivia, dapat kulihat ia yang menghadap kearah belakangku.


Aku berbalik, berniat mengikuti garis pandang gadis itu. Dari tempatku, dapat kulihat sebuah bangunan yang sepertinya adalah sebuah tempat makan.


Tertulis 'Holden' pada plang kayu bangunan itu. Terlihat beberapa orang masuk dan keluar, sepertinya tempat itu cukup ramai.


"Kamu pernah mendengar Holden sebelumnya?" Olivia menatapku, seakan meminta jawaban atas pertanyaannya.


Holden? Aku tak pernah mendengar nama itu sebelumnya.


"Tidak, aku baru mendengarnya sekarang."


"Memangnya ada apa dengan itu?"


"Holden merupakan nama Guild dari petualang yang disewa oleh kekaisaran Destegraf sebelumnya."


Olivia mengetuk-ngetuk dagunya, kepalanya menengadah keatas nampak berfikir.


"Aku berfikir ada yang menarik disana, sampai bahkan hanya untuk membasmi kumpulan monster saja pihak kekaisaran sendiri yang memintanya."


Ya, itu terdengar cukup aneh. Jika hanya untuk sekedar kumpulan monster, aku yakin seratus persen bahwa kekaisaran pasti dapat mengatasi itu sendiri.


Dalam hal ini, aku hanya dapat melihat banyak celah dengan keuntungan yang sangat tipis.


Keuntungannya, mereka dapat mengetahui kekuatan dari para petualang dengan menyewa mereka.


Petualang bisa dibilang pihak yang netral, berbeda dari para tentara bayaran yang hanya dengan uang dapat menarik mereka ke sisi kita.


Dengan mengetahui kekuatan tempur para petualang, kekaisaran pasti dapat menentukan tingkatan yang mereka miliki.


Menurut Olivia, pihak kekaisaran sekarang tengah merencanakan mengenai pembentukan sebuah guild petualang.

__ADS_1


Guild bisa dibilang bisnis yang menguntungkan, apalagi itu dipegang oleh instansi kepemerintahan besar seperti kekaisaran.


Bisa dibilang, ini ajang bisnis terbaru untuk mereka. Dari pada menyewakan pasukan pribadi mereka, lebih logis jika menyewakan para petualang yang bekerja untuk mereka.


Karena rancangan pembentukan itu, dibutuhkan garis batasan kekuatan. Bisa jadi kerena itu, kekaisaran mengundang para petualang.


Untuk kerugiannya, bisa dibilang itu cukup tidak imbang.


Dengan mengundang para petualang kedalam, pihak luar dapat mengartikan bahwa perlindungan kekaisaran Destegraf melemah.


Apalagi untuk pihak dalam, kemungkinan untuk terjadi pemberontakan semakin besar.


"Bagaimana tanggapan ayahmu?"


Olivia mengendikan kedua bahunya, matanya menatap lurus dengan acuh. "Aku tidak tahu, lagipula itu bukan urusanku." Ucapnya.


Setiap membahas mengenai orang tuanya, pasti begini tanggapan Olivia. Aku tak tahu apa yang sudah terjadi, tapi itu pasti mengenai hal yang buruk.


"Sekarang, apa yang ingin kamu cari tau disana?" Aku kembali ke topik utama, berniat melupakan pembicaraan sebelumnya.


"Bagaimana jika kita menjadi petualang?"


Menjadi petualang? Sebenarnya bukan hal yang buruk sih.


Dengan menjadi petualang, kita dapat memiliki beberapa akses yang tidak dimiliki oleh orang biasa.


Terlepas dari status tinggi kita bertiga, dalam penyamaran ini kita tidak dapat semaunya. Bisa dibilang ini dimulai dari awal lagi.


Menjadi petualang bisa menjadi pondasi utama untuk status dari karakter yang kita ciptakan. Dengan menjadi petualang, yah bisa juga jadi kerja sampingan.


"Itu ide yang bagus." Aku menghadap kebelakang, dimana Leo berada.


"Bagaimana dengan kamu, Leo?"


Leo mengagguk, sama sekali tidak mempermasalahkan keputusanku dan Olivia.


"Oke, sudah dipastikan!" Olivia menggenggam tanganku, sepertinya aku sudah tau apa yang akan terjadi.


"Kita akan jadi petualang dengan identitas baru!"


..._____...

__ADS_1


__ADS_2