Reinkarnasi Seorang Putri

Reinkarnasi Seorang Putri
Sevasmos


__ADS_3

Kereta kuda yang kutumpangi sampai didepan sebuah gerbang mansion yang amat besar. Setelah selesai mendaki gunung lewati lembah, akhirnya aku bisa melihat mansion yang menjadi tangga awalku dikekaisaran ini.


Mansion ini dinamakan Mansion Sevasmos, mansion yang sudah digunakan oleh kekaisaran secara turun temurun sebagai tempat tinggal para tamu terhormat yang menginap.


Tidak sembarang tamu yang dapat menginjakkan kakinya di mansion ini. Semua bukan soal uang, semua juga bukan soal tinggi jabatan dan kekuasaan. Tapi yang kutahu pasti untuk saat ini, kaisar saat ini adalah pencinta kekuatan.


Mungkin bagi kalian yang tidak tahu, Celestine pernah terlibat perang hebat dengan kekaisaran Destegraf. Dan yang perlu kalian ketahui juga, era ayahku adalah yang paling menegangkan.


Peperangan antar dua otoritas ini sudah terjadi ketika awal pengangkatan ayahku, atau lebih tepatnya masa akhir jabatan dari kakekku.


Aku tidak tahu pasti masalah awalnya kenapa. Tapi secara garis besar yang sudah kubuat, mereka terlibat peperangan karena wilayah.


Yah, seperti standar era zaman dimana ego sang penguasa yang mengambil keputusan.


Singkatnya perebutan wilayah terus terjadi, sampai dimana ayahku mengambil tahta.


Ayah muda tak sepenuhnya seperti kak Fall, yang mengambil semua keputusannya dengan otak dan pemikiran yang matang.


Seorang pria yang sudah dibesarkan bersama pedang, pria yang sudah berhasil membantai para monster yang hendak memasuki wilayah kerajaannya, pria yang butuh sebuah pengakuan atas pedang tajamnya.


Bagaimana lagi cara menghalangi pria itu? Ya, sama sekali tidak ada.


Peperangan yang awalnya selalu didominasi oleh kekuatan tempur kekaisaran, kini mulai secara perlahan tergeser oleh bengisnya kekejaman seorang raja yang turun langsung kelapangan.


Ayah tidak segan-segan untuk membunuh seluruh musuhnya, itu yang selalu kudengar.


Jadi ga heran kenapa mereka memberikan Mansion ini untuk saya (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠)


Secarakan ya, aku ini adalah putri dari kerajaan yang berhasil memukul mundur bahkan mengusir kekaisaran dari tanah yang sudah didudukinya.


Sebuah kerajaan yang lebih kuat dari kekaisaran, judul yang unik dan mengambil banyak sekali peminatnya.


Jadi ya jangan heran, apalagi kunjungan kali ini bukan hanya ada mereka-mereka orang dari kekaisaran.


Poin pentingnya, semua yang dimulai dari sini dilakukan untuk menarik minatku.


Jika saja aku seorang putri antagonis yang bodoh, aku pastinya akan merasa starsyndrom atas semua ini.


Jika saja aku seorang pencari muka, pasti ada kebanggaan tersendiri yang sudah tersebar luas kemana-mana.

__ADS_1


Jika saja aku putri dengan rasa tau yang cukup tinggi, pasti dapat kupastikan mereka membuat ku mencari segala bentuk kebaikan atas mereka.


Tapi melupakan itu semua, bagaimana jika mengambil peran seorang putri polos saja bak dicerita-cerita.


Peran yang kuambil dari sekarang jelas akan mempengaruhi cara pandang setiap orang kedepan. Mereka yang selalu menggambarkan bagaimana sifat seseorang putri dari kerajaan Celestine pasti akan mengatakan "Oh begitu rupanya sifat tuan putri itu."


Mulai dari sana berbagai macam bentuk pendekatan akan terbentuk. Tentunya tujuannya kembali lagi, untuk menarik minatku.


Jika saja sebuah perwakilan dari kerajaan lain menarik minatku bahkan sampai titik dimana aku menyukai mereka, bukan hal yang tidak mungkin itu akan sangat berpengaruh pada kerajaannya.


Ini bukan berarti aku ini kepeDean atau apa, ini lebih ke perkiraan yah.


Jangan pernah anggap aku narsis paman (⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧


"Lauren, mulai dari sini kakak akan memanggil kamu tuan putri." Kak Silla berbicara seperti itu untuk ketiga kalinya. Biar kuulangi sekali lagi, untuk ketiga kalinya!


"Iya kak aku tauu." Jika kuperhatikan sejak tadi, kak Silla itu seperti orang yang gelisah.


Bukan rahasia lagi jika aku hampir mengetahui setiap mimik dan gerak gerik wanita itu. Aku sudah lebih lima tahun bersama dengan raga Lauren ini, setiap bentuk lingkungan sudah kuambil dan kuadaptasi dengan baik.


Oh iya sedikit tambahan, sebenarnya sejak terbangun diraga Lauren ini aku sudah seperti bukan diriku yang dulu. Bisa dibilang, perubahan ini terlalu gila.


Awalnya hanya dari cara berbicaraku, memang wajar jika mengingat kadang cara berbicara seorang lelaki dan gadis itu cukup berbeda jauh.


Tapi tanpa adanya suatu bentuk latihan yang lebih, cara bicaraku sudah bagai beradaptasi sendiri.


Dulu yang awalnya lebih sering mengumpat dan berkata-kata kasar, sekarang bahkan bisa dibilang aku sudah melupakan seluruh perkataan kasar itu.


Dari sana, perubahan terbesar di dalam diriku mulai terlihat jelas.


Kak Fall, yang awalnya kuanggap sebagai seorang wanita yang dapat dinikahi, kini hanya terlihat sebagai seorang kakak yang amat menyayangi adiknya.


Pelukan hangat dengan dua dada besar sebagai sandaran itu awalnya mengundang nafsu tersendiri untukku, maklum namanya juga laki-laki.


Makin lama dengan pelukan itu bukan perasaan nafsu lagi yang kudapat. Bahkan jika lelaki dewasa yang kadang selalu mendapatkan pelukan hangat setiap hari, itu terasa monoton tapi nyaman.


Jika bisa dibilang, aku sudah menganggap pelukan kak Fall itu sebagai penenang tersendiri.


Bukan dua gumpalan lemak lagi yang muncul dikepalaku, tapi bagaimana cara ia mengelus pelan rambutku dan bagaimana ia yang mengeluarkan kata-kata penenang untukku.

__ADS_1


Itu semua terasa hangat, sangatlah hangat.


Mungkin aku yang sama sekali tidak pernah merasakan rasa ini dikehidupan sebelumnya.


Akh kita sepertinya terlalu jauh.


Hehehehe, maafkan Lauren paman (⁠ʘ⁠ᴗ⁠ʘ⁠✿⁠)


"Kak Silla, apa yang sebenarnya kamu lihat?" Aku melihat kedua tangan Silla yang sudah terkepal kuat diatas pahanya, ditambah pandangannya yang selalu mengarah kejendela kereta kuda.


Hm gimana bilangnya. Dari tatapannya, dia seperti sedang melihat musuh bebuyutannya, begitu mungkin?


"A-ah ti-tidak apa-apa, ka-kakak cuma ngeliatin..." Kata-katanya terjeda, nampak pupil wanita itu mulai memutar kesekeliling.


"I-itu! Ta-taman tadi terlihat jelek!" Oke, kali ini dia tengah menunjuk taman yang baru saja kita lewati.


Dan perlu digarisbawahi, apa yang dia tunjuk itu lebih ke arah taman labirin.


"Nona Silla, saya akan memberitahukan kepada seluruh pelayan untuk menata ulang kembali taman itu jika semua tidak sesuai dengan keinginan anda." Perkataan dingin Viana menyahut tiba-tiba.


Nada yang datar ditambah dengan ekspresi wajah yang seakan mengatakan, "Apa kau bodoh?! Apa yang sebenarnya kau harapkan dari taman labirin itu?"


"Ti-tidak perlu, begitu saja sudah cukup."


Sekarang Silla nampak lesu, huh dasar wanita. Makhluk yang bisa tiba-tiba saja merubah moodnya, aneh tapi itu lah mereka.


"Selamat datang di tanah kekaisaran Destegraf, tuan putri Lauren van Cyles Celestine."


Sekarang, siapa lagi lelaki tampan yang tiba-tiba saja menyambut ku ini!


..._____...


Bonus :



...Silla van Houston...


*contoh ilustrasi

__ADS_1


__ADS_2