Reinkarnasi Seorang Putri

Reinkarnasi Seorang Putri
Sedikit mengenai...


__ADS_3

Lauren POV


Pagi ini menjadi salah satu pagi yang sangat menyenangkan untukku. Bagaimana tidak, setelah sekian lama membadut diistana dan tidak boleh pergi kemana-mana, akhirnya aku mulai bebas juga!!


Huu mana sorakannya (⁠つ⁠≧⁠▽⁠≦⁠)⁠つ


Yah meskipun itu keluar hanya untuk memenuhi sebuah undangan, aku sudah cukup senang!


Masalahnya undangannya tidak main-main. Undangan itu dari pemerintahan sebelah, Kekaisaran Timur.


Sempat kukira waktu kak Silla memberitahu ku mengenai undangan itu dan meminta ku untuk datang bersamanya sebagai perwakilan kerajaan Celestine, itu hanya candaan.


Mana ia sampai-sampai membawa-bawa mengenai cari jodohnya kak Fall, emang ya wanita ku satu itu ಡ⁠ ͜⁠ ⁠ʖ⁠ ⁠ಡ


Tapi ketika mendengar celutukannya waktu diruang kerja kak Fall dan kejadian yang terjadi sekarang, aku sudah tidak dapat meremehkan lagi power dari seorang ajudan Silla yang terhormat (⁠ノ⁠*⁠0⁠*⁠)⁠ノ


Membuat kak Fall yang biasanya cerewet, penuh akan perhitungan dan segala kemungkinan, menjadi seorang yang dengan enteng mengatakan...


"Iya, kamu boleh pergi kesana dengan Silla."


Sungguh kata-kata yang membuat ku Syok lahir dan batin. Kukira ketika kak Fall memanggil ku untuk menghadapnya, aku akan disajikan oleh sihir kak Fall dan Aurelian milik kak Silla.


Ini bukannya aku menyukai perkelahian mereka ya, jangan salah paham kalian ಠ⁠ω⁠ಠ


Tapi ya ternyata, persiapan mental ku ternyata kurang untuk menghadapi kenyataan yang amat manis ini.


KAK FALL MENYURUH KU UNTUK DATANG MEMENUHI UNDANGAN KEKAISARAN!


Maaf teman-teman, sampai harus kuulangi lagi. Mungkin terkesan lebay, alay atau sebagainya. Tapi aku jujur, aku jujur aku sangat, sangat sangat senang sekarang.


Biasanya aku yang tak pernah sempat untuk menikmati keindahan dunia luar, karena ya memang waktunya ya terbilang cukup sempit.


Aku yang hanya dapat sembunyi-sembunyi ketika keluar, kini dapat menghirup udara segar dengan bebas tanpa takut para pelayan mencari ku.


Biasanya yang sampai memohon pada David untuk diberikan jamkos pelajarannya agar aku dapat berkeliling keluar, kini aku hanya dapat santai tanpa harus memikirkan alasan apa nantinya yang harus kubuat untuk David ketika ditanya kemana aku.


Yah intinya sekarang, aku sangat senang! (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)


"Lauren, sudah siap?" Kak Fall sudah berdiri sambil bersandar diambang pintuku. Bahkan seperti biasanya, wajahnya yang amat cantik itu seakan tiap saat membius hatiku.


"Sudah semua, kak!" Marin terlihat berdiri di belakangku dengan sebuah koper minimalis ditangannya.


"Kakak tidak tau kamu nanti sampai berapa hari disana." Kak Fall mulai berjalan mendekati ku.


Dielus lembut suraiku yang sudah terdapat sebuah bando diatasnya, "Kak Fall pesan kamu ja-"


"Jangan mudah langsung percaya pada siapapun, terutama untuk seorang lelaki karena mereka adalah makhluk yang sudah tercemar oleh hawa nafsu yang mengerikan. Mereka bisa saja menjadi binatang tiba-tiba, selalu camkan itu."


"Pfhhh hahahaha!" Kulihat kak Silla yang berdiri tak jauh dari kami mulai tertawa keras tak kala mendengar ku mengucapkan seluruh wasiat dan pepatah nenek moyang yang selalu diwanti-wanti oleh kak Fall untukku.


Yah sangking banyaknya diulangi aku jadi sampai dengan mudah menghapalkannya (⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)


"Kenapa kau tertawa Silla?! Bukannya itu benar!" Kak Fall mulai menatap Silla dengan tatapan kesalnya, dan itu bersama dengan gembungan kedua pipinya.


Uhhh imut sekali, nikmat mana lagi yang kau dusta kan wahai manusia ಡ⁠ ͜⁠ ⁠ʖ⁠ ⁠ಡ


Eh tunggu sebentar, kenapa ada yang...


Lauren POV end.


"Iya Fall aku tau." Silla terlihat mencoba menghilangkan sisa-sisa tawanya, "Tapi bukannya itu berlebihan? Kau juga tidak bisa percaya bukan kalau saja Lauren kita ini akan tiba-tiba saja menyukai seseorang?!"


"Ta-tapi, aku baca dibeberapa novel." Dengan suara kecil, Falley mulai melanjutkan. "Di-disana tertulis, seorang putri yang tiba-tiba saja tertarik oleh pangeran kerajaan lain dalam pandangan pertama."


Silla tak dapat menyembunyikan ekspresi kagetnya, "Ha-hah? Kamu percaya itu?! Percaya pada karangan seseorang yang suka menghayal itu?!"


"SILLA!!" Falley mulai berlari kearah Silla, dan hebatnya wanita itu malah juga ikut berlari.


Jadilah mereka kejar-kejaran didalam kamar Lauren. Ya, kejar-kejaran.


"Yang mulia, nona Silla, bukannya kalian disini untuk mengantarkan kepergian tuan putri?" Marin berucap dengan jengah. Oh ayolah, melihat dua orang wanita dewasa yang tengah kejar-kejaran itu cukup aneh.


Apalagi mereka berdua itu juga merupakan salah seorang yang amat sangat berpengaruh dibenua. Ketika orang luar tau bahwa ini lah ratu dan menteri kerajaan mereka, entah reaksi apa nantinya yang akan diperlihatkan.


"Kalau bukan karena Lauren, aku sudah pasti akan melemparkan mu kekandang Sina!"


Falley cukup tau dengan sifat Sina, singa kesayangan ayahnya. Singa ayahnya itu sangatlah menyukai Silla, bahkan pernah waktu itu Silla hampir dikira sebagai saudara tak sedarahnya.


Silla tidak diperbolehkan untuk keluar kandang, selalu dijilat ketika Sina merasa Silla kotor dan bahkan singa itu rela membagi jatah makan siangnya untuk Silla.


Sungguh tiga hari yang melelahkan. Iya, kalian tidak salah lihat. Silla menginap, uh tidak, Silla dipaksa menginap oleh singa itu sampai tiga hari lamanya.


Falley mencoba beberapa kali menyelamatkannya, tapi penjagaan Sina terlalu ketat sehingga hanya makanan masak saja yang dapat sampai kepada Silla sebagai cobaan bantuan.

__ADS_1


Sungguh mengenaskan jika kembali diingatkan. "Aku ingat sekali ketika kau melumuri seluruh tubuhmu dengan kotorannya, sehingga akhirnya dapat kabur dari sana!"


Tawa Falley mulai pecah tak kala ingatan itu kembali masuk ke kepalanya.


"Phff..." Marin yang masih setia berdiri tepat dibelakang Lauren terlihat menahan tawanya, bisa bahaya kalau dia terlihat tertawa lepas seperti yang mulia Ratu itu.


"A-aku tak pernah tau ada kejadian itu!" Silla melirik kearah Lauren yang memasang raut wajah bingung, "I-iyakan Lauren, ka-kakak tidak pernah begitu kan?"


"Hoo sekarang mencari pembelaan dari Lauren." Tatapan menggoda Falley mulai terarah kearah Silla yang sudah seperti orang kepanasan, tidak bisa diam sama sekali.


"Ta-tapi, kalau saja itu bukan singa yang mulia, bu-bukan begitu akhir ceritanya!"


Bukan tidak mungkin untuk Silla menikam Sina ketika tidur. Tapi, ketika kembali mengingat ancaman Fansev padanya.


"Kalau saja terdapat sedikit saja goresan pedangmu untuk Sina, ayah pastikan untuk mendatangkan teman baik ayah diutara sana."


Teman baik yang dimaksud Fansev siapa lagi kalau bukan ayahnya, Read van Houston.


Read merupakan salah satu mantan ajudan Fansev, sekaligus menteri kerajaan pada zaman pemerintahan Fansev.


Merasa sudah aman karena anak sulungnya, Silliar sudah bisa mengambil peran sebagai penguasa Houston. Terlebih Silla, anak keduanya juga sudah dapat menggantikan jabatannya diistana kerajaan.


Dengan itu saja sudah cukup menyakinkan Read untuk pensiun dan tinggal menikmati hari tua bersama istrinya.


Yang Silla takutkan, Fansev selalu saja berkata yang aneh-aneh tentangnya jika saja sudah masuk ranah ancamannya. Dan apalagi jika Fansev sampai ingin mendatangkan ayahnya, kemungkinan nanti tidak tau apa yang akan terjadi padanya.


Apalagi ketika ayahnya datang bersama ibunya, selesai sudah Silla ditanya mengenai pasal cucu dari ibunya.


"Kalau sa-"


"Permisi yang mulia, saya diberi tahukan lewat pesan udara bahwa kereta dari kekaisaran yang menjemput telah tiba."


Oke, perkataan tiba-tiba dari Marin berhasil mengejutkan semua.


...____...


Oke, kembali pada ku sang tuan putri kalian (⁠ʘ⁠ᴗ⁠ʘ⁠✿⁠)


Tepat setelah ucapan tiba-tiba dari Marin, kini kami telah berdiri tepat didepan kereta kuda yang menjemput.


Kereta itu bisa ku bilang mewah, sangat mewah bahkan!


Mungkin jika dihitung-hitung, kalau saja aku mengumpulkan uang sejak aku jadi zigot dikehidupan sebelumnya sampai ketika aku hari ini, pasti tidak akan cukup untuk membeli kereta ini!


Oh iya dan aku lupa! Disamping itu semua, aku dapat melihat bagaimana itu bendera kekaisaran. Mereka berlambangkan gambaran sebuah kepala naga, hm aku juga bingung bagaimana mendeskripsikannya.



Jika lambang Celestine yang menggambarkan dua kuda hitam dan putih sebagai lambang keseimbangan yang kokoh antara keduanya, lantas untuk naga bagaimana?



Disalah satu buku yang pernah kubaca, salah satu makna dari sebuah kepala naga bisa berarti kekuatan yang amat kuat dari identitas makhluk terkuat di Eldegard. Ya, itu adalah naga itu sendiri.


Pernah dikatakan bahwa dalam garis keturunan kekaisaran timur itu mengalir darah seorang naga.


Kenapa seorang? Bukan seekor?


Jawabannya, karena naga didunia ini dapat berubah bentuk layaknya seorang manusia. Intinya yah seperti pada template dunia dunia lain pada umumnya.


Pada buku sejarah kekaisaran Destegraf, disana disebutkan bahwa kaisar pertama pernah menolong seorang naga yang terluka parah akibat peperangan Masa gelap.


Sang kaisar masihlah seorang petualang muda saat itu, yang mana ia memilih bertualang karena hidupnya yang hanya tinggal sebatang kara.


Seorang rakyat jelata yang harus terus berkelana, karena kelamnya Masa kegelapan.


Seorang pemuda dengan mimpi yang rasanya cukup sulit digapai, yaitu menyatukan seluruh benua agar dapat sama-sama membasmi iblis dan lepas dari masa kegelapan yang ada.


Ditengah perjalanannya, ia bertemu dengan sang naga yang terluka cukup parah.


Awalnya sang naga menolak tawarannya untuk mengobatinya. Tapi tak kala melihat ketulusan dari pemuda itu, ia memilih untuk menyerah dan bersedia untuk diobati.


Dari sanalah perjalanan mereka dimulai. Dari si pemuda yang kaget bukan main karena sang naga yang dapat berubah wujud menjadi sosok wanita yang amat cantik, lalu juga pernyataan sang naga yang siap untuk membantu si pemuda untuk meraih mimpinya.


Setelah melalui perjalanan demi perjalanan, mereka mulai bertemu dengan berbagai orang yang juga siap membantu mimpinya.


Dimulai dari daerah perdaerah, pulau demi pulau, benua demi benua mereka lalui untuk membasmi seluruh iblis pembuat kegelapan.


Selesai dengan pembasmian, tentu saja dengan kemenangan dipihak mereka. Si pemuda dan sang naga kembali ke benua tempat si pemuda besar, dengan membawa buah cinta diantara mereka.


Seperti yang sudah disebutkan, buah cinta yang dimaksud ialah sang naga yang hamil. Hamil anak dari si pemuda, yang adalah seorang manusia.


Ketika sampai di tanah yang membesarkannya, si pemuda disambut sebagai seorang pahlawan yang telah membebaskan seisi dunia.

__ADS_1


Bahkan beberapa orang disana membaiatnya sebagai seorang Raja, dengan sang naga tadi sebagai Ratunya.


Dan dari sanalah awal mula dari sebuah kerajaan pertama dibenua ini, yang kini kita tau sebagai kekaisaran Destegraf terbentuk.


Sebuah kerajaan yang dinamai dengan lima kata pertama yang berasal dari nama sang naga, dan empat kata setelahnya dari nama si pemuda.


Cerita yang cukup panjang, aku bercerita sampai berbusa sekarang jika kalian ingin tau ಠ⁠﹏⁠ಠ


Baik sudah cukup dengan cerita bahagianya!


Sekarang fokusku hanya satu, bagaimana itu kekuatan seorang keturunan naga?


Yah kasus Half dragon cukup langka, bahkan setahuku hanya keluarga kekaisaran sajalah yang memilikinya.


Jika berbicara mengenai kekuatan naga, mereka bisa dibilang cukup unik. Kekuatan mereka terlepas dari yang namanya energi para roh, energi alam, bahkan energi sang penguasa.


Bagi kalian yang tidak tau, atau mungkin belum kujelaskan? Sepertinya belum kujelaskan, hehehehe..


Maafkan Lauren yang imut dan lucu ini ya teman teman (⁠⌐⁠■⁠-⁠■⁠), eh salah emot (⁠≧⁠▽⁠≦⁠).


Jadi langsung saja keintinya, energi roh itu berasal dari sebuah roh. Dengan menggunakan roh, kita dapat memanipulasi elemen sesuai kemampuan dari sang roh itu sendiri.


Kalau energi alam, itu bisa berarti elemen yang ada disekitar. Kadang para penyihir Mana mengambil energi ini sebagai bentuk pengaplikasian sihirnya, yah energi alam ini bisa ada di manapun. Berbeda dengan roh yang hanya dapat digunakan jika ada sebuah roh disana.


Dan yang terakhir, untuk energi sang penguasa. Aku agak kurang tau dari mana energi ini berasal, karena dalam buku manapun tidak dijelaskan bagaimana asal usulnya.


Tapi satu hal yang kutahu pasti dari Exsalia. Energi ini berasal dari pecahan energi seorang penguasa seluruh dunia Eldegard, pencipta langsung dari tujuh Roh besar.


Pendahulu Exsalia, yang merupakan Ratu Roh dunia sekarang.


...____...


Falley tak dapat menahan air matanya tak kala melihat kepergian kereta kuda kekaisaran yang secara perlahan keluar dari pekarangan istana tempatnya tinggal, dibelakangnya diikuti beberapa ksatria Celestine yang ditugaskan menjaga keamanan sang tuan putri Celestine.


"Yang mulia Ratu, silahkan sapu tangannya." Falley menoleh kesamping, mendapati seorang wanita tua berpakaian pelayan yang menyodorkan sapu tangan berlambangkan bunga diujungnya.


"Bibi Hilma! Bukannya sudah kuminta untuk tidak memakai pakaian itu lagi!" Bukannya mengambil sapu tangan yang disodorkan, Falley terlihat marah pada wanita tua itu.


Hilma, wanita tua itu tersenyum tipis. "Bibi tadi habis mengerjakan beberapa pekerjaan, dan bibi pikir untuk kembali bernostalgia saja dengan pakaian ini."


Tangan Hilma mulai mengusap air mata Falley yang terlihat sudah membanjiri kedua pipi wanita cantik itu. "Kamu sudah besar Falley, kenapa harus menangis? Hm?"


Bukannya mereda, tangisan Falley malah kian mengeras. "Hiks bu-bukannya bibi ada baju pelayan yang lebih baru? Kenapa harus masih pakai yang ini?! Ini berdebu!" Ucapnya sambil merengek kesal.


Hilma masih dengan senyumnya menanggapi hal itu, bahkan ia malah menarik Falley kedalam pelukannya.


"Bilang saja ingin dipeluk, seperti ini kan."


Falley terlihat tak menolak, ia bahkan makin mengeratkan pelukannya pada Hilma.


"Bibi tau kamu tidak bisa menerimanya." Tangannya mulai mengelus pelan surai lembut Falley, "Tapi bukannya lambat laun tuan putri Lauren juga akan meninggalkan istana ini bukan? Kamu harus belajar menerimanya, Falley." Lanjutnya.


Falley mendongak, menatap wajah wanita tua yang sudah mengasuhnya sejak kecil itu. Wajah itu terlihat sudah dipenuhi oleh keriput, tentu dengan rambut yang tentunya sudah didominasi oleh warna putih.


"Falley tau bi, tapi..."


"Sttt sudah sudah, lebih baik kita pergi ketempat yang mulia Fansev."


Falley terlihat bingung, "Ayah? Ada apa dengan ayah, bi?"


"Sepertinya pertahanannya lebih lemah dari kamu. Bahkan ketika bibi lewat tadi, yang mulia Fansev seperti sudah banjir air mata kapan saja." Jelas Hilma.


"Ayah tadi ketika Falley tanyakan ingin ikut mengantarkan kepergian Lauren, dia malah menjawab Falley saja."


"Bukannya yang mulia selalu begitu?"


Hilma mulai mendekap wajah Falley untuk menghadapnya, "Sebuah pedang memang selalu terlihat kuat dan tajam."


Kedua tangannya mulai mengusap salah satu air mata yang keluar dari ujung mata Falley, "Tapi kadang tidak banyak yang tau, setajam tajam dan sekuat kuatnya pedang kadang bisa tumpul bahkan bisa hancur sekalipun ji-"


"Su-sudah bi terima kasih, Fa-falley akan segera ketempat ayah!" Falley keluar dari dekapan Hilma dan segera berlari kedalam istana.


Belum jauh ia berlari, wanita itu berbalik kembali menghadap Hilma yang masih menatapnya lembut.


"AKAN FALLEY USAHAKAN UNTUK TIDAK MENANGIS BERSAMA, SEKALI LAGI TERIMA KASIH BI!"


Angin yang berhembus kuat membuat beberapa dedaunan berterbangan kesana kemari.


Diantara banyaknya dedaunan itu, Hilma menangkap sebuah daun bunga mawar yang terjatuh tepat didepannya.


"Lihat Nuela, mereka semua baik-baik saja bukan?"


Angin kencang kembali berhembus untuk kedua kalinya, membuat daun bunga mawar itu kembali terbang entah kemana.

__ADS_1


"Aku harap kamu dapat melihat semuanya dari sana."


__ADS_2