
"LAUREN, POKOKNYA INGAT PULANG!"
"LEONARDO, OLIVIA, AKU PERCAYAKAN LAUREN KEPADA KALIAN!"
"JANGAN KALIAN MENIKAH DULUAN MELANGKAHI AKU!"
Oke, dua kalimat sebelumnya itu dari Kak Fall dan satu kalimat setelahnya itu dari Silla.
"Sihir kuno: Pemindahan."
Tepat sebelum kak Fall mengeluarkan banyak lagi petuah dan nasehatnya, aku sudah lebih dulu menyelesaikan rapalan sihir pemindahan.
Exsalia sebelumnya sudah menandai beberapa titik diluar ibukota. Melalui energinya, aku dapat mengecoh sihir pelindung dan akhirnya dapat berpindah ketempat dimana energinya berada.
Jika hanya dengan sihir pemindahan, aku bisa yakin seratus persen bahwa perpindahan tak akan bisa menembusnya.
Entah kenapa energi Exsalia memiliki sedikit bentuk Mana yang dapat menyalurkan pola sihir, karena itu akhirnya aku bisa berpindah dengan mudah.
Ini menjadi pertanyaan tersendiri untukku.
Jika energi alam itu disebut Natural energy dan energi roh itu Spirit energy, maka milik manusia itu Mana energy.
Sekalipun energi roh itu menyatu dengan Mana manusia, itu sebutannya tetap menjadi energi roh.
Kecuali jika energi alam yang menyatu dengan Mana manusia, maka itu bisa dikonversikan menjadi Mana manusia ataupun sebaliknya.
Lantas bagaimana Exsalia dapat menyalurkan Mana milikku?
Dan jika ia menggunakan energi roh, maka harusnya sudah dari lama Mana milikku akan dikonversikan menjadi bagian dari energinya.
Ini tidak normal, entah kenapa aku baru menyadari semuanya sekarang.
Semuanya tentang dirinya maupun diriku, rasanya masih sangat semu.
..._____...
Lauren, Olivia dan Leo sampai pada tengah-tengah hutan yang tak jauh dari gerbang masuk ibukota.
Olivia sedikit terperangah, sedangkan Leo masih nampak biasa saja.
"Ren, kamu dapat menggunakan sihir kuno?" Tanya Olivia.
Pertanyaan itu bukan hal yang aneh, apalagi mengingat umur Lauren yang masih sangat belia.
Sihir kuno merupakan sihir tingkat tertinggi yang dapat dicapai oleh umat manusia. Selain karena efeknya yang diluar nalar, pembentukan pola sihir kuno terbilang sangat rumit dan Mana yang digunakan didalamnya tidak main-main banyaknya.
__ADS_1
Tidak banyak bahkan manusia yang dapat mencapai tingkatan ini, dan apa yang Olivia lihat sekarang Lauren dapat menggunakannya dengan mudah.
"Hm, ada apa Via?"
"Kamu sama sekali tidak memberitahuku!"
Lauren mengangkat satu alisnya, melayangkan tatapan sinis terhadap Olivia.
"Untuk apa? Bahkan kamu tidak memberitahuku apapun mengenai kekuatan mu."
Olivia serasa kelu, bingung harus menjawab apa. Ia juga sebenarnya merahasiakan kekuatannya dari Lauren, sampai sekarang ia belum memberitahukan apapun.
"Baiklah, kita selesaikan sekarang juga." Olivia nampak memijit keningnya, lalu melayangkan tatapan bergantian antara Lauren dan Leo.
"Aku ialah seorang penyihir roh, juga..."
Olivia mengambil sesuatu dari ujung telinga kanannya, itu adalah anting yang selama ini ia pakai.
Begitu kedua anting itu terlepas, telinga yang tadinya normal mulai memanjang perlahan.
"Seorang High Elf."
Leo masih nampak biasa, dan untuk Lauren...
"Ma-mau apa kau?" Olivia seakan tak dapat menghindar, ia sedikit mengambil jarak tapi kalah cepat dengan tangkapan Lauren.
Jari lentik Lauren terus aktif menyelusuri setiap bagian daun telinga Olivia, bahkan gadis itu beberapa kali mengelus bagian atas yang tadinya memanjang.
"Re-ren, ahh..."
Suara-suara aneh Olivia akhirnya lepas, tapi itu tak membuat Lauren mengentikan aksinya.
Gadis itu bahkan semakin brutal menggunakan jari-jarinya secara bersamaan untuk mengelus permukaan atas kedua telinga panjang Olivia.
"Ahh... Ren jangan sentuh disa– ahh..."
Serasa puas dengan aksinya, Lauren menarik kedua tangannya. "Ternyata asli." Ucapnya, seakan tanpa satupun rasa bersalah.
Olivia menggenggam erat kedua tangannya, wajahnya sudah menggelap dengan gigi yang mengatup.
"DASAR GADIS CABUL!"
...____...
Karena terjadi aksi kejar-kejaran tanpa henti, akhirnya terpaksa Leo yang harus turun tangan.
__ADS_1
Lelaki itu menarik lengan Lauren yang tengah berlari dan membawa gadis itu kebelakang badannya, "Olivia, sudahlah." Ucapnya.
Olivia yang tadi sedikit lagi sudah dapat mencakar Lauren berhenti, dengan terpaksa ia kembali menyembunyikan cakarnya bak kucing.
Lauren yang timbul dibelakang tubuh tegap Leo entah kenapa kian membuat Olivia muak, tapi apalah daya.
Olivia satu kelas dulunya dengan Leo di akademi Finden, jadi ia sedikit tau bagaimana watak lelaki itu.
Tak ada gunanya jika melawannya sekarang, itu malah akan memperumit keadaan.
"Sekarang kalian, tunjukkan diri kalian." Ucap Olivia.
"Aku ahli pedang, seperti yang sudah kau tau." Leo yang pertama menjawab.
Leonardo De Trean Hristo, merupakan salah satu ahli pedang terbaik dikekaisaran. Aura yang dimilikinya berwarna biru gelap, dengan pedang tajam yang memiliki bilah berwarna hitam gelap bernama Adius.
Teknik pedangnya juga sedikit berbeda dari orang kekaisaran kebanyakan, itulah yang membuat kemenangannya menjadi hal yang berbeda.
Olivia pernah dikalahkan oleh Leo ketika turnamen Jeff dilaksanakan. Turnamen Jeff sendiri ialah turnamen tahunan yang diadakan oleh Finden setiap satu tahun sekali, tujuannya tentu untuk mencari bakat terpendam pada siswa.
Leo sudah menang dua kali berturut-turut dimasa sekolahnya, satu tahun terakhir ia tidak juara itu saja karena ia sama sekali tidak berpartisipasi.
Aura Leo sendiri merupakan mimpi terburuk untuk seorang penyihir. Karena selain memperkuat diri, Aura yang Leo miliki itu itu dapat meningkatkan kecepatan bahkan sampai sepuluh kali lipat.
Sungguh kekuatan yang mengerikan.
Ketika Olivia tahu bahwa Leo akan ikut perjalanan bersama mereka, sedikit membuatnya merasa aman.
Olivia masihlah seorang gadis rumahan, gadis yang sama sekali tidak pernah tau apa itu dunia luar.
Dengan adanya Leo, entah kenapa dapat membuatnya tenang.
"Lauren, sekarang tinggal kamu."
Lauren keluar dari persembunyiannya, menatap Leo dan Olivia yang juga tengah menatapnya serius.
"Aku dapat berpedang..."
Lauren menyentuh pedang yang tergantung di pinggangnya, yang masih terbungkus rapi dengan sarungnya.
"Dan aku juga dapat menggunakan semua jenis sihir biasa dan 12 jenis sihir kun–"
"Kamu bukan manusia."
..._____...
__ADS_1