
Setelah selesai dengan toko kue, aku dan Olivia kini memilih untuk berkeliling seluruh pasar.
Tidak-tidak, sebenarnya ini hanya mau dari Olivia saja, aku sebagai korban yang terseret disini.
Di Celestine, aku sudah sering sekali berkeliling kepasaran. Bukan berarti aku tidak suka diajak berkeliling dipasar yang ada dikekaisaran ini, uh lebih tepatnya aku ingin ke sebuah tempat penting dulu.
Lagian juga, bukannya tujuan awalku itu pertama keperpustakaan? Atau mungkin bukan?
Tunggu-tunggu, sepertinya tujuan awalku keluar dari Mansion itu hanya untuk bersenang-senang?
Uhh, maafkan Lauren yang pikun ini kawand (๑•﹏•)
"Lauren, kau membawa uang lebih?" Anggukan kepalaku membuat Olivia kian bersemangat. Sebentar, jangan bilang kamu keluar itu sama sekali tidak membawa uang? Dan lagi, ada apa dengan mata yang penuh dengan keinginan itu!
"A-aku lupa membawa uang, bagaimana jika memakai uangmu dulu? Aku pastikan akan mengembalikan semuanya!" Dia mengucapkan itu tepat setelah memesan tiga macam makanan yang siap diantara setiap stand.
Ditempat kita ada kurang lebih tujuh stand sekarang, dan dia memesan satu disetiap tiga macam makanan. Itu berarti tujuh dikali tiga, dua puluh satu!
Jangan kalian lupakan juga kue yang kita makan sebelumnya, itu juga aku yang bayar!
Uhh, ini seperti sekarang aku tengah mengajak pacarku jalan-jalan.
Temanku dulu pernah berkata kalau memiliki pacar itu ada untungnya dan ada tidak untungnya, mungkin ini termasuk dalam tidak untungnya.
Pilihan terburuk, Olivia yang tidak dapat menghabiskan itu semua dan aku yang akan diminta untuk membawa sisa-sisa nya.
Tidak akan ಠ ೧ ಠ
Tapi sepertinya ekspektasiku dipatahkan olehnya. Tepat setelah kubayar dan ia yang menerima makanannya, makanan itu langsung habis semuanya. Dan itu terjadi disetiap stand.
Bayar–makan–lanjut ke stand selanjutnya.
Memang semua jenis makanannya cukup ringan, ya mungkin bisa dibilang sejenis dengan jajanan SD dikehidupan ku sebelumnya.
Meski begitu, terbuat dari apa Indra perasamu itu? Itu seperti mencampur semuanya dalam satu adonan!
Sebelumnya kita makan kue, karena yang termahal ada tiga jenis jadi mereka menyajikan semuanya. Aku hanya menyantap satu perempat dari tiga jenis kue itu, sisanya dihabiskan oleh Olivia.
Setelah menghabiskan kue yang menurutku sangat manis itu, ia kini beralih kejajanan dan berhasil menghabiskan semuanya?
Terlebih melakukan semua itu dengan tubuh langsing ideal yang amat diidamkan-idam kan oleh para wanita itu, sebenarnya kemana semua jenis makanan itu berproses dan pergi?
Apa dia memasukkan semuanya ke sihir penyimpanan?
Wanita yang cukup aneh.
"Olivia, sebenarnya perutmu itu terbuat dari apa?" Aku mengambil beberapa bulir keringat yang melewati wajahnya menggunakan sapu tanganku, sambil melontarkan pertanyaan yang sejak tadi masih saja belum terpecahkan oleh otakku.
"Hmmm, aku sendiri juga tidak tau." Jawaban Olivia sudah persis seperti orang yang habis maraton.
Oh iya aku lupa, kami sekarang tengah duduk disalah satu kursi taman yang tepat berada dibawah pohon besar.
Karena melihat Olivia yang sejak tadi terus saja sibuk berkeliaran, aku tidak tahan dan jadi menariknya secara paksa kesini. Ya hitung-hitung sekaligus aku juga istirahat.
Cuaca hari ini cukup panas, terlebih aku yang sejak tadi harus terus menggunakan jubah bertudung.
Aku tidak mau menggunakan sihir Exsalia semata-mata hanya untuk mengubah warna rambut sekarang. Kami sekarang berada ditempat kekuasaan orang, tidak ada jaminan yang kuat seperti saat di Celestine.
__ADS_1
Bisa saja ada orang yang dapat melihat jejak energi roh seperti Silla? Bukannya itu bisa bahaya?
Jadi karena itu aku lebih memilih untuk memakai jubah. Selain dapat menutup rambutku, ini juga dapat menutupi sebagian wajahku.
Bisa bahaya kalau mereka melihat ada seorang gadis berambut putih disini ⊙﹏⊙
Mungkin jika itu dulu, palingan mereka hanya mengira aku sebagai pengidap Albino. Tapi didunia ini masalahnya tidak ada yang namanya Albino.
Kadang rambut dan mata seorang bisa tergantung dari apa jenis roh yang ia miliki. Dalam kasusnya, biasanya setiap orang yang telah amat menyatu dengan roh yang ada didalam dirinya, warna rambut dan matanya akan dengan sendirinya berubah mengikuti elemen dari roh tersebut.
Contohnya seperti mata merah dan rambut merah, berarti ia seorang penyihir Roh yang bertipe elemen api.
Tapi tidak pernah ada kasus dimana seorang anak muda memiliki rambut sejak lahir, apalagi yang memiliki warna kesilveran seperti milikku ini.
Eh, tunggu dulu sebentar...
Disalah satu buku yang pernah kubaca, rasanya aku ingat ada salah satu rekan pahlawan yang memiliki rambut seperti milikku.
Selain kaisar pertama dan istrinya sang naga, regu pahlawan memiliki beberapa anggota lainnya.
Disebutkan bahwa itu terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki. Salah satu perempuan sudah diketahui memiliki ras sebagai seorang Elf, karena sampai saat ini ia masih menjadi ratu dari kerajaan Elf.
Sedangkan dua yang lainnya, hanya terdapat dua buah petunjuk yang tertulis disana. Si perempuan yang memiliki rambut putih dan si laki-laki memiliki mata merah darah.
Dibuku juga tidak terlalu dituliskan dengan jelas apa kekuatan mereka, hanya dijelaskan secara garis besar. Sang pahlawan, atau yang disebut kaisar pertama ialah seorang ahli pedang aura.
Sang naga, aku masih tidak dapat memastikan dengan jelas apa keahliannya. Selain memiliki mobilitas yang tinggi karena ia yang adalah seorang naga, disana tertulis bahwa ia dapat menyembuhkan dirinya dan seluruh rekan satu timnya.
Setahuku sihir untuk dapat menyembuhkan hanya dapat dilakukan dengan sihir putih. Sihir putih adalah pemberian dewa kepada makhluknya yang taat padanya, biasanya itu hanya ada pada para Angel dan pendeta.
Naga merupakan salah satu makhluk yang memiliki ego yang sangat tinggi, itu pengetahuan yang cukup umum untuk setiap orang. Jadi tak jarang jika menemukan ada salah satu diantara mereka yang bahkan sampai melawan keberadaan dewa hanya untuk harga dirinya.
Ke orang ketiga, ada si perempuan Elf.
Elf disebutkan sebagai makhluk yang paling mengerti mengenai roh, karena bagaimanapun mereka adalah seorang Half spirit.
Makhluk yang terlahir dengan darah seorang roh. Masih tidak diketahui dengan jelas siapa roh yang menjadi leluhur nenek moyang yang sampai melahirkan ras Elf itu, mereka dengan ketat menjaga semuanya sampai saat ini masih menjadi misteri dengan berbagai teori dan konspirasi.
Ah iya, untuk kekuatannya perempuan Elf ini menggunakan tumbuhan sebagai tumpuan utamanya. Mungkin itu semacam roh tumbuhan.
Dan untuk kedua orang setelahnya, masih sama seperti sebelumnya, tak banyak yang dapat diketahui.
Hanya tertulis seorang Penyihir untuk si perempuan, dan seorang Pengendali kegelapan untuk si laki-laki.
Aku tidak tahu kenapa sang penulis tiba-tiba saja terjangkit virus Chuunibyou karena ada kata pengendali kegelapan dibukunya, tapi yah tidak ada yang tahu selain mereka semua yang hidup dimasa lalu.
Untuk semua ilmunya, terimakasih pak penulis yang sudah mati (人 •͈ᴗ•͈)
"Lauren, apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" Ucapan Olivia memecah keheningan.
Pertanyaannya membuatku kembali berfikir, apa yang sekarang mau kulakukan?
"Hn, entahlah..." Aku bingung harus apa. Hari masih terbilang cukup siang, sayang jika harus kembali kemansion sekarang.
"Punya ide?"
Olivia nampak memikirkan sesuatu, sampai tiba-tiba aku seperti melihat sebuah bohlam lampu muncul diatas kepalanya.
__ADS_1
"Aku tahu!" Gadis itu berdiri, "Ikuti aku, Lauren!"
Tangannya secara paksa menarik pergelangan tanganku, memaksaku untuk berdiri dan berjalan mengikutinya.
Kemana lagi sekarang gadis ini akan membawaku?!
...____...
"Kamu serius akan hal itu?"
Terlihat seorang wanita tengah berbincang dengan seorang lelaki disebuah lorong. Sama sekali tidak ada perasaan atau hawa romantis diantara mereka, seperti layaknya pertemuan lawan jenis biasa.
"Hanya itu yang ingin kusampaikan padamu, Silla." Lelaki itu menepuk pelan pundak wanita yang berdiri tepat dihadapannya, yang tak lain adalah Silla.
"Aamon, sebenarnya selemah apa pertahanan kekaisaran ini?" Silla menarik tangan Aamon, membuat lelaki yang tadinya ingin pergi itu dipaksa berhenti.
"Aku tidak bisa memberitahukan semuanya lebih detail, itu termasuk dalam kode etik seorang pangeran."
Silla menggigit ujung bibirnya tak kala mendengar jawaban pelan Aamon. Sudah sering rasanya ia mendengar jawaban itu dari lawan bicaranya ini, sebuah jawaban yang amat menggambarkan bagaimana beratnya menjadi seorang anggota kekaisaran.
Silla dan Aamon pernah ada di akademi yang sama, dikelas yang sama, bahkan ditempat duduk yang bersebelahan.
Aamon adalah teman pertamanya di akademi. Dikala ia diharuskan berpisah dengan sahabatnya Falley, Aamon menjadi tempat nya mengeluarkan berbagai macam keluh kesahnya.
Sebagai pangeran yang dilahirkan dari selir yang sudah tidak ada, Aamon sangat sulit untuk mengambil perhatian diantara banyaknya pangeran.
Tak banyak yang tau mengenai statusnya, karena bagaimanapun lelaki itu juga menyembunyikan penampilannya ketika diakademi.
"Maaf, aku lagi-lagi membuat mu berkata seperti itu." Silla menunduk, secara perlahan wanita itu mulai melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Aamon.
"Silla, tak apa." Senyuman kecil Aamon nampak, "Jika bisa, sebenarnya aku juga ingin memberitahukannya kepadamu." Lanjutnya, suaranya terdengar sangat lembut.
"Hn, kamu selalu saja begitu." Silla mulai menatap netra hangat Aamon dengan netra coklat menenangkannya.
"Hey, ada apa dengan ku?!" Tatapan Silla cukup mengganggu untuk Aamon, apalagi ia yang sudah sangat mengetahui bagaimana arti sebenarnya dari tatapannya itu.
"Pasti semuanya kamu lakukan untuk dia, iya kan!"
Satu rahasia terbesar Aamon yang hanya diketahui oleh Silla.
"A-apa katamu! Aku membantu pu-putri itu hanya karena ingin!"
Seseorang yang bahkan belum dengan namanya saja dapat membuat lelaki seperti Aamon sampai harus gugup setengah mati dengan wajah yang memerah.
"Kamu bohong Aamon! Jujur saja!"
"Aku hanya kasihan, kenapa kamu tidak paham?!"
Iya, sebuah rahasia besar diantara mereka berdua...
"Semua demi Falley kan! Jujur saja!"
"Ti-tidak!"
Tentang Aamon yang sangat mencintai wanita bernama Falley, sebagai cinta pertamanya.
Entah kenapa setiap mengingat itu, dadaku rasanya sangat sakit....
__ADS_1
...____...