
"Maaf ya, untuk hari ini sepertinya aku hanya akan beristirahat saja dikamar."
Dua orang pelayan wanita yang mengantarkan sarapan pagi ini untuk Lauren terlihat mengangguk paham. Meski awalnya mereka berniat untuk mengajak tuan putri itu berkeliling mansion untuk hari ini, tapi jika lelah ya apa boleh buat.
Apalagi yang mereka dengar-dengar jika tuan putri dari kerajaan Celestine itu memiliki tubuh yang lemah dan gampang terserang penyakit. Melihat permintaannya saat ini bahkan setelah ia yang melewati satu malam penuh dengan istirahat, bukan berarti gosip-gosip yang selama ini berterbangan itu hanya kabar bohong belaka.
"Tuan putri, jika saja anda ingin memanggil kami tolong bunyikan lonceng ini." Salah satu pelayan menaruh sebuah lonceng kecil tepat dimeja yang tak jauh dari kasur empuk Lauren berada.
Lonceng itu memang terlihat seperti lonceng biasa. Tapi jika diperhatikan lebih teliti lagi, dapat dilihat terdapat sebuah lingkaran sihir kecil dibagian dalamnya.
"Silakan dinikmati sarapannya, tuan putri." Pelayan yang sejak tadi sibuk dengan tehnya kini mulai mendorong troli makanan mendekati Lauren yang kini sudah duduk dipinggiran kasurnya.
Makanan itu terdiri dari varian roti dengan berbagai isian. Ada yang diisikan daging, ada yang terlihat memakai sayuran dan ada juga yang menggabungkan antara keduanya.
Selain roti, mereka juga terlihat menyiapkan berbagai jenis kue manis dan juga teh hangat.
"Kamu bisa meninggalkannya disana, aku akan memakannya nanti."
Setelah selesai dengan tugasnya, kedua pelayan itu pamit. Gesture setengah badan yang menunduk hanya dijawab anggukan oleh Lauren, setelahnya pintu yang kembali tertutup menandakan kepergian keduanya.
Melihat sudah tidak ada siapapun, Lauren yang masih dengan setengah jiwa yang sudah mulai terkumpul berjalan pelan kearah balkon kamarnya.
Cahaya matahari pagi yang masuk menandakan bahwa gorden sudah dibuka oleh pelayan tadi, membuat Lauren kini tak usah repot-repot lagi untuk menggerakkan gorden yang menurutnya sangat sulit untuk digeser itu.
"Pagi yang cukup cerah." Dari balkon, dapat dilihat dengan jelas taman-taman indah mansion dan sedikit pemandangan dari ibukota kekaisaran.
Mansion Sevasmos memang dirancang terletak diatas dataran yang lebih tinggi dibandingkan rumah-rumah para penduduk. Terlebih mansion ini memang tidak berada tepat ditengah kota, membuat suasana tenang ketika menginap didalamnya.
"Exsalia, bisa kamu keluar sebentar." Melalui tangan terbuka Lauren, mulai terbentuk sebuah wujud.
Wujudnya masih tak berubah, dengan wujud yang didominasi oleh warna hijau dengan kedua sayap tembus pandang yang mengepak lucu pada punggungnya.
"Master, saya tidak dapat menebak lagi apa yang anda inginkan sekarang." Exsalia, peri berwujud kecil itu berbicara dengan agak sinis.
Exsalia mengepak lebih sayapnya, membuatnya terbang dan mendarat tepat dibahu kanan Lauren yang terlihat terbuka karena tidak beraturannya baju tidur yang dikenakannya.
"Master, saya merasa energi saya lebih bebas disini."
Lauren mengangguk kecil menanggapi perkataan Exsalia. Bukan hal yang asing bagi Lauren, terlebih itu menyangkut seluruh mengenai kekuatan Exsalia.
Sebagai penyihir yang telah menjadi satu dengan Spiritnya, Lauren tau betul bagaimana kapasitas kekuatan dari Exsalia.
Dikerajaan, lebih tepatnya di ibukota Celestine yang mana terdapat sebuah penghalang membuat Exsalia tak dapat sepenuhnya mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Penghalang yang dibuat oleh Ratu Celestine pada saat itu menggunakan sihir kuno, yang dimana mana konsepnya masih kurang terjangkau oleh seluruh penduduk dunia.
Sebagai sihir yang tercipta bukan bersama dengan asal muasalnya dunia, sihir kuno dibilang sebagai sebuah bentuk kekeliruan.
Misalnya saja sihir kuno perpindahan, yang mana konsep dasarnya seseorang dapat berpindah dari satu tempat ketempat lainnya yang sudah pernah ia kunjungi sebelumnya dengan mengorbankan Mana sihir dalam dirinya.
Semakin besar dan kecil Mana yang dimiliki seseorang penyihir, maka itu juga dapat berpengaruh pada kecepatan perjalanan dan penempatan sampainya seseorang.
Mengambil contoh seperti kereta cepat dan kereta biasa. Orang tentu dapat dengan cepat sampai ke tujuan jika menggunakan kereta cepat dan terkesan agak terlambat jika menggunakan kereta biasa.
__ADS_1
Tapi kembali lagi, biaya yang digunakan kereta cepat juga lebih mahal dari pada kereta biasa.
Dan lagi, ketika seseorang menempuh sebuah perjalanan jauh dan sudah menggunakan seluruh uangnya untuk satu keberangkatan dengan kereta cepat dan tidak dapat melanjutkan perjalanannya lagi karena kehabisan biaya, mereka hanya dapat sampai pada stasiun terakhir.
Jika ingin menggunakan bis untuk sampai tepat pada tujuan, maka dibutuhkan biaya lagi.
Maka dapat dipastikan sekali lagi, sihir kuno itu sangat sangatlah bergantung dari bagaimana Mana sang pengguna. Kuat dan sebagaimana efisien cara penggunaannya, sangat tergantung pada sang penyihir itu sendiri.
"Jadi menurutmu, disini tidak sama sekali terpasang sebuah penghalang?" Lauren mengelus kepala Exsalia menggunakan jari telunjuk kanannya, yang sama sekali tidak ditolak dan dibiarkan bebas oleh peri itu.
"Ada, hanya saja tidak sekuat milik Nuela." Exsalia melihat kedua tangan kecilnya yang kosong, nampak sebuah butiran cahaya hijau yang terlihat berkilauan disana.
"Jika di Celestine, saya bahkan harus meletakkan energi saya ditempat lain hanya untuk sekedar berpindah dan kembali." Lanjutnya menyindir.
Mengingat kejadian yang lalu dan selalu terjadi, yang dimana Lauren yang senang sekali menyelinap keluar istana untuk hanya sekedar berkeliling dan berjalan-jalan.
Karena Sihir kuno yang Lauren kuasai belum sampai titik dimana ia dapat menembus segel perlindungan ibukota, maka jalan satu-satunya yang dapat Lauren lakukan ya hanya merengek ke Exsalia.
Pertama kalinya Exsalia terima, kedua kalinya masih seperti biasanya, ketiga kalinya mulai timbul rasa kesal, keempat kalinya mulai mengungkapkan kekesalan, kelima kalinya terjadi perdebatan, dan seterusnya sampai dimana titik Exsalia mulai menyerah dengan semuanya.
Kini menyelinap keluar istana itu sudah seperti hal biasa untuk Exsalia, malah terkesan seperti sebuah rutinitas mingguan.
Dan terlebih dengan adanya Silla yang sekarang memberikannya sebuah alternatif berupa batu energi yang ia titipkan ke beberapa toko yang ada, membuat Lauren dapat muncul dengan cepat dimana saja.
"Exsalia..."
Exsalia terlepas dari rasa nostalgianya. Menghadap kearah wajah cantik tuanya, ia mulai mengangkat satu alisnya. "Ada apa?" Tanyanya.
Bukannya langsung menjawab, Lauren malah tersenyum lebar. Gadis itu mulai mengangkat paksa tubuh kecil Exsalia dan meletakkannya di atas kedua telapak tangannya sejajar dengan wajahnya.
Senyuman lebar tanpa bisa adanya sebuah bentuk penolakan pihak lain yang ada, itu yang sudah Exsalia rasakan selama bertahun-tahun ini.
Jika sudah begitu, siapa lagi yang bisa menghentikannya?
...____...
"Sepertinya Dilegra tidak buruk juga." Setelah melewati beberapa perjalanan yang pendek, aku akhirnya sampai juga di alun alun ibukota kekaisaran, Dilegra.
Kalian tidak salah membaca sebelumnya. Iya, bagi kalian yang tidak memperhatikan, aku menyebut perjalanan kali ini perjalanan yang pendek.
Yah gimana ya jelasinnya (*´ω`*)
Jadi sebelumnya aku sempat berdiskusi sedikit dengan Exsalia mengenai penghalang yang ada di ibukota kekaisaran ini.
Exsalia bilang, Mana yang terdapat pada pelindung ini terdiri atas sebuah gabungan dan terlihat diperbarui setiap minggunya. Yang berarti, pelindung ini dibuat oleh para penyihir kekaisaran dan terus diperhatikan oleh mereka.
Jika saja aku menggunakan sihir kuno ku untuk pergi keluar dari mansion ini, maka dapat dipastikan aku bisa saja tertangkap oleh para penyihir itu.
Kenapa begitu?
Meski sihirku yang sekarang lebih kuat dan perlindungan disini yang terkesan versi mungilnya dari pelindung yang ada dikerajaan, bukan berarti itu tidak menjadi masalah untukku.
Aku bisa keluar, tapi itu dapat mengirimkan sinyal berupa sebuah gelombang pada penyihir yang membuat pelindung ini.
__ADS_1
Dan dari gelombang itu mereka bisa menemukan letak awalku, dan mungkin saja mereka bisa menemukan jejak sihirku.
Ingat kawand, aku tidak ingin mencari masalah selama disini (◍•ᴗ•◍)
Entah apa yang akan dilakukan kak Fall jika saja tau aku membuat masalah dikekaisaran ini. Kalau tidak digantung, ya disate.
Hehehehe, bercanda (人 •͈ᴗ•͈)
Penjagaan dimansion ini jelas terbilang ketat, sangat ketat bahkan. Beberapa kali juga aku melihat para assassin yang kadang mengintaiku dari kejauhan.
Mereka bukan orang yang mengincar nyawaku, yah itu sudah terbaca dari tidak adanya hawa membunuh disekitar. Mungkin saja para assassin itu orang sewaan kekaisaran untuk menjagaku, bagaimanapun keselamatanku disini sudah menjadi tanggung jawab besar kekaisaran.
Kembali lagi, bagaimana cara ku melewati mereka semua? Jawabannya cukup mudah, melewati kekuatan Exsalia.
Seperti yang pernah kubilang, Exsalia itu Ratu dari segala roh didunia ini. Selain kekuasaannya yang berada diatas seluruh roh yang ada, kekuatannya juga tidak dapat dianggap remeh.
Selain dapat menggunakan seluruh jenis elemen dunia, Exsalia juga dapat menggunakan energi roh dan alam sekitar untuk dijadikan sumber energinya.
Roh memang pada umumnya dapat memanipulasi alam yang ada disekitarnya, tapi itu sejauh yang hanya satu elemen dengannya.
Air dengan air, api dengan api, angin dengan angin, dan seterusnya.
Ada kondisi dimana sebuah bentuk elemen terbentuk, contohnya kita ambil saja dari topan api.
Topan api termasuk campuran dari kedua elemen, yaitu api dan angin. Kedua elemen ini memiliki hubungan membentuk tak kala disatukan, menjadikannya sebuah bentuk baru yang mungkin saja tidak akan pernah terjadi dengan hanya sebuah proses alam.
Jika ingin membentuk sebuah penggabungan, roh tidak dapat melakukan semuanya sendiri, mereka masih harus diarahkan oleh sesuatu.
Maka dari itu, sebutan untuk seorang penyihir Roh ada.
Mana yang ada didalam diri manusia memiliki kesingkronan tersendiri dengan energi alam, dan itu sudah ditetapkan sejak lahir.
Jika seseorang tidak dapat membangkitkan Mananya pun, mereka masih dapat menggunakan sihir-sihir kecil yang hanya menggunakan energi alam.
Biasanya seseorang yang menjadi penyihir Roh itu cenderung dari kalangan pemilik Mana yang tidak banyak.
Dengan Mana yang sedikit, rasanya cukup kurang jika harus menjadi seorang penyihir yang setiap bentuk sihirnya memakan Mana.
Untuk menjadi seorang penyihir Roh juga tidak sulit, jika disimulasikan itu seperti memelihara seekor peliharaan.
Setiap roh memiliki tingkatannya masing-masing.
Melupakan roh-roh tingkat tinggi seperti Exsalia dan tujuh Roh penguasa elemen, semua jenis roh dinilai bukan dari kekuatan dan bagaimana bentuk mereka sendiri, tapi semua dinilai dari bagaimana cara mereka hidup dan beradaptasi.
Roh memiliki banyak cara untuk berkembang, contohnya seperti bersama dengan seorang manusia.
Menggabungkan energinya dengan Mana milik manusia, bisa dibilang ini sebagai salah satu syarat evolusi dari Roh.
Uhhh cukup sudah membahas Rohnya, cape ( ꈍᴗꈍ)
Okeh, dari pada pusing mending kita berburu makanan saj–
"Kamu, bisa kita berbicara sebentar?"
__ADS_1
Sekarang, siapa gadis cantik dengan rambut hitam ini?
...____...