Reinkarnasi Seorang Putri

Reinkarnasi Seorang Putri
Ratu Celes


__ADS_3

...Happy reading...


.......


.......


"Jaga diri ya Falley, Lauren. Ayah akan kembali secepatnya!!"


"Ayah, mau sampai kapan ayah mau membuat pak kusir menunggu?"


Kak Fall menatap ayah dengan kilatan petir dikedua matanya, jangan kalian lupakan juga dengan bibirnya yang agak mengerucut dan kedua tangan yang bersedekap dada angkuh.


"Falley, bukannya kamu sudah sama cerewetnya seperti ibumu?!" Pekik ayah tak terima.


Netra kak Fall kian membola, "Sudahlah berangkat sana cepat!!" Titahnya berteriak dan akhirnya mendapatkan anggukan kecil dari Fansev.


Kereta kuda ayah yang melenggang pergi berangkat mulai menghilang menjauhi daerah istana.


"Dasar ayah, jika tidak begini dia tidak akan pernah berangkat!" Keluh kak Fall menghela nafas gusar.


Hehehe, memang ayahku di- tunggu tunggu, aku baru ingat (☉。☉)!


"Kak!"


Kak Fall menoleh kearahku bingung bagai muncul tanda tanya diatas kepalanya, "Ada apa, Ren?"


Aku menundukkan kepala lalu mulai memilinkan kedua jari telunjukku, "Emm.. aku ingin dengar lanjutan kisah kakak kemarin, apa boleh?" Tanyaku ragu-ragu.


Kak Fall terkekeh lalu tersenyum lembut, "Hahaha... Baiklah, nanti datang keruangan kakak ya."


"Baik!!"


"Kakak masih ada banyak tugas untuk dikerjakan, sampai nanti lagi ya Ren." Kakak mulai pergi dengan lambaian kecil tangannya dan kubalas juga dengan lambaian, berbeda darinya yang santai aku lebih terlihat seperti orang aneh karena sampai harus melompat-lompat sendiri.


"Sampai nanti kak! Selamat berkerja!" Pekikku keras.


..._____...


Aku berjalan menyusuri istana yang luas ini berharap menemukan tempat sepi untuk eksperimenku, iya tempat untuk eksperimen sihir lebih tepatnya.


Rasa penasaran akan sihir sudah tidak dapat lagi kubendung, entah kenapa rasa keinginan tahuanku terus saja meluap-luap tanpa sebab bagai seorang vampir haus darah yang minta darah anak perawa- eh darah suci maksudnya!


Ugh, hampir saja keceplosan (>0<;)


Kembali ke sihir. Mau bagaimanapun, aku bisa tak bisa harus mencoba sihir secepatnya!


Sihir is number one in isekai kawan, jadi bagi kalian yang bersuku selain wibu jangan heran ya kenapa aku ingin sekali bisa sihir!


Apalagi jika ada sihir untuk menghilangkan diri, ketika ke pemandian se- akh kemana lagi jalan pikiranku ini ya tuhan (๑•﹏•)


Setelah berjalan cukup jauh ke arah barat istana kerajaan, kutemukan sedikit lahan kosong. Bukan lahan kosong sih, lebih tepatnya lahan yang tidak terpakai dan bingung mau dibangun apa lagi •́ ‿ ,•̀


Jiwa-jiwa misquenku meronta-ronta kawand-kawand, mang sedih mang sedih (´ . .̫ . `)


Walaupun tak sebesar taman air mancur tengah istana (yang besarnya hampir 6 kali dari rumaku yang dulu) untuk fase pertama sihir, mau tempat seperti apapun tak jadi masalah!


"Ayo diriku yang gentengnya membuat alam semesta bertekuk lutut, kamu pasti bisa!" Ucapku antusias, yah jika untuk masalah menyemangati dan memuji diri sendiri memang akulah yang terjago kuakui itu ಡ ͜ ʖ ಡ


Mengotak atik isi otakku, aku mengambil contoh bacaanku dan coba memulai satu persatu tahapannya.


Pertama cukup fokuskan fikiran, biarkan seluruh energi tubuhku mengalir ke tempat yang ingin kamu jadikan perantara.


Kedua, perhalus mana-mu sesuai dengan bentuk elemen yang ingin kau keluarkan.


Ketiga, mengingat jenis lingkaran sihir dan matra pengucapannya dengan bahasa yang baik dan benar.


Thengg


Muncul lingkaran sihir tepat diatas telapak tanganku.


Berhasil persis seperti tutorial dalam buku, hahaha sepertinya aku harus memberikan hadiah pada penulis yang sudah mati itu (✿^‿^)


Kembali lagi. Setelah berhasil membuat lingkaran sihir, tahap selanjutnya adalah mantranya!


Apa jadinya kalau nasi goreng tidak bernasi? Tentunya itu bukan nasi goreng namanya kawan! Begitu pula perumpamaannya dengan sihir manual ini, harus ada mantra untuk bisa disebut sebagai sihir.


Kalian semua, lihat dan pelajari diriku yang hebat ini ya <( ̄︶ ̄)>


"Sihir api : Fire ball"


Eh?


Kenawhy?


Setelah hampir 1 menit kutunggu tapi masih tak terjadi apapun.


Hey, ap**a maksudnya ini ヽ༼⁰o⁰;༽ノ


Bukannya seharusnya akan ada hal bagus yang terjadi sekarang? Misalnya seperti tembok yang akan hancur berkeping-keping, atau mungkin bahkan setengah istana yang tiba-tiba lenyap dalam satu pagi contohnya!


Kenapa ini tidak terjadi apapun (ノಠ益ಠ)ノ


[Huahhh Master-master, dasar tukang berhalusinasi!]


"Dasar kunti senangnya datang tanpa diundang, dan apa maksudmu dengan mengatai orang hebat ini dengan sebutan kang halu hah?!"


[Apa ma- akh sudahlah, bukannya sudah saya beritahu ya kemarin?]


[Master itu mustahil untuk menjadi penyihir mana. Karena keberadaan saya yang sekarang, mau beratus-ratus kali bahkan beribu-ribu kali dicobapun jawabannya tetap akan sama, mustahil] Jelas Exsalia datar.


"Apa salahnya mencobanya peri aneh? Bukannya kamu itu pendampingku, kemana aja sih kamu disela-sela waktu kosong biasanya!!" Ucapku ketus, tak peduli lagi aku walaupun dapat berbicara dengannya lewat batin.


Heran sama ni pemandu, maunya datang pas lagi darurat atau penting-pentingnya saja. Sama dah kaya tetangga dirumah-rumah sebelah, datang kalo pas denger berita mau mati aja.


Itupun cuma buat ngucapin kata selamat, memang minta digampar meja panjang anak Sd dah (┛◉Д◉)┛彡┻━┻


[Daripada terus mengoceh tentang itu, kenapa Master tak mencoba saja sihir-sihir kuno:v ]


[Master sudah tau cara kerjanya bukan?]


"Memang benar jika Sihir kuno itu tak memerlukan energi dari para roh. Tapi.."


[Sudahlah, anda coba saja..]


"Baiklah, akan kucoba..."


Untuk malam perta- eh salah lagi! Percobaan pertama maksudnya, haduh dah pada traveling aja ni otak-otak ಠ﹏ಠ


Apa kucoba sihir pemindahan saja ya? Itu yang paling mudah, simpel dan lebih terkesan efisien dari semuanya.


Bagaimana tidak, kamu bisa pindah kemanapun dengan sihir pemindahan. Ingat, bisa kemana saja brow-browku!


(Lauren, kamu sudah ditipu author nak ಠ_ʖಠ )


Mari kita mulai!


Caranya, pertama tinggal pikirkan tempat tujuanmu dan fokuskan Mana inti sihirmu pada sesuatu yang ingin dipindahkan.


Tunggu sebentar, bukannya untuk perpindahan tubuh manusia itu hanya dapat dilakukan oleh beberapa orang?


Pertanyaannya, bagaimana jika nanti kalau kupindahkan seluruh tubuhku dan malah hanya setengah yang sampai tujuan dan setengahnya tertinggal.


Akh, auto cosplay jadi mas Demian sudah saya <( ̄︶ ̄)>


"Sihir kuno : Pemindahan!"


Terbentuk lingkaran sihir tepat di bawah kakiku. Tak sampai menghitung waktu perdetik, dalam sekejap sesuatu terasa memindahkan ku langsung tepat di depan ranjang kamarku.

__ADS_1


Wah, Ini tepat seperti yang kubayangkan! Jika digunakan untuk diri sendiri, kesannya seperti teleportesion ya (⌐■-■)


[Selamat Master! Master berhasil menguasai 1 sihir kuno, yeyyy (~‾▿‾)~]


Ugh, aku agak ngilu dengan nada imutnya. "Lalu, bagaimana caraku memakai sihirmu. Apa ada semacam metode khusus?"


Jika aku tidak bisa sihir biasa, maka sekarang hanya sihir Exsalia yang menjadi penopang hidupku saat ini. Maklum masih bocah ingusan yang tak punya pilihan tetap (^3^♪


[Aku bukan sihir tau, aku ini peri penyeimbang dunia ini! Dasar manusia tidak sopan ಠಗಠ]


"Exsalia??" Celutukku.


[Hmmhh...]


Ayolah..


"Maaf-maaf Exsalia, tadi aku bercanda tau."


[......]


"Maaf ya peri manisku..."


[.....]


"Aku mohon, Exsalia..."


[Hmhfm, baiklah kalo Master sampai bilang begitu ⁄(⁄ ⁄•⁄-⁄•⁄ ⁄)⁄]


Hehehehe...


"Jadi, bagaimana?"


[Master tinggal fokus dan membayangkan sebagaimana cara penyihir roh biasa, tapi pastikan untuk jangan berlebihan.]


"Baik lah, kucoba dengan bola api ya..."


[Roh itu...]


Bayangkan bola api... Bentuk dan...


Sebuah bola api muncul dari tanganku melaju menghantam tembok didepanku.


Phoff...


Layaknya tak pernah ada, gumpalan kecil asap bermunculan mulai menutup halus tempat pendaratan.


[Oh sayang sekali. Jika Master bisa lebih fokus lagi, tembok itu pasti dapat hancur berkeping-keping seketika..]


"Jadi aku masih belum fokuskah...."


[Apa yang sedang Master pikirkan??]


"Aku terpikirkan untuk mencampurkan beberapa elemen agar dapat membentuk daya penghancur yang lebih besar, tapi malah berantakan..."


[Hmm, mencampurkan beberapa elemen ya? Saya belum pernah mendengarnya (・o・)]


"Ya dulu ketika masih dibumi, aku mempelajari tentang beberapa sifat-sifat dari zat. Walaupun tak banyaksih yang sebenarnya kuingat..."


Terima kasih pak guru, muridmu ini pasti akan menggunakan ilmu darimu dengan sangat baik ( ꈍᴗꈍ)


[Kalo itu mau Master ya, saya ikut saja]


"Terima kasih ya, Exsalia..."


Pagi itu, aku terus fokus memperlancar sihir pemindahanku, baik pada tujuannya objek benda ataupun diriku sendiri.


Awalnya memang terkesan sulit. Tapi jika ditekuni oleh orang hebat sepertiku, semua terasa sangat mudah (≧▽≦)


Menghabiskan hampir satu jam waktu untuk berlatih. Kini, aku sampai pada titik hingga dapat memindahkan apapun kemanapun tempat yang pernah kukunjungi dengan lancar jaya.


Ya walaupun kinerjanya belum secepat kilat langsung lenyap seperti dalam film-film sih. Tapi setidaknya, kemampuan ini sangatlah berguna ✧◝(⁰▿⁰)◜✧


"Mungkin segini saja dulu, aku harus kembali ke kamar lalu menemui kak Fall...."


"Sihir kuno: Pemindahan!"


Sebuah lingkaran sihir sampai membawaku pada sang ranjang impian. Mencoba melepas lelah, tubuhku yang lemas terbaring cepat diatas kasur.


Kira-kira seperti apa ya pelajaran sihir di Academy itu, apa pelajarannha lebih mudah atau lebih keras dari pada ini ⊙﹏⊙


Hah, nanti kutanyakan sajalah ke kak Fall (ー_ー゛)


..._____...


Kuketuk pintu kantor tempat kak Fall berada yang segera direspon oleh si empu.


"Masuk!" Teriak kecilnya dari dalam.


Mendapatkan ijin, aku segera memutar perlahan knop lalu mendorong si pintu. "Permisi kak.." ucapku.


"Lauren?" Tanyanya masih fokus pada beberapa lembar perkamen didepannya.


"Maaf mengganggu kak..." Setelah aku berkata begitu, kak Fall segera menoleh kearahku dengan senyum lembutnya.


"Tak apa, duduklah dulu..."


Kak Fall membunyikan sebuah lonceng kecil disampingnya.


Tok tok tok...


Seorang pelayan memasuki ruangan. Dengan sopan, ia bertanya.


"Apa ada yang anda butuhkan, tuan putri?"


"Tolong buatkan teh dari timur yang baru datang pagi ini, aku ingin bersantai." Titah kak Fall.


"Mohon tunggu sebentar tuan putri"


"Iya.."


Pelayan tadi pergi meninggalkan ruangan. Melihat tindakan mereka yang seakan sudah terbiasa, sepertinya kak Fall memang tidak suka ada pelayan jika ia sedang bekerja.


"Lauren? Ada apa?" Ucapnya tiba-tiba.


"Ah, iya. Tidak apa-apa, hanya melamun saja.."


"Jangan banyak melamun! Kata orang dulu kalau banyak melamun itu tidak bisa dapat jodohloh!" Mudahan saja perkataan itu benar! Lanjut Falley membatin.


"Hehehehe..." Cengirku, akh aku tidak dapat berkata-kata melawan perkataannya itu ( ´◡‿ゝ◡`)


"Jadi, sampai mana cerita kita kemarin?"


Saatnya dimulai! "Wanita berpakaian hitam kalau aku tak salah ingat, kak!" Ucapku semangat.


"Wanita berpakaian hitam, baiklah.."


Kak Fall berdiri dari kursi meja tempat kerjanya. Berjalan sedikit kearahku, ia mengambil tempat tepat disebrangku sekarang duduk.


"Mungkin ini akan menjadi cerita yang lebih singkat."


Aku mengangguk, "Ya, tak apa!"


Kak Fall tersenyum tipis, "Tepat setelah selesai memantraimu, penyihir itu lalu pergi keluar melalu jendela sambil berkata..


SATU LAGI KEHANCURAN UNTUK SEBUAH NEGRI, HAHAHAHA ᕦ༼ຈل͜ຈ༽ᕤ


Kak, bahkan cara tertawamu itu kedengaran sangat realistik bahkan untuk sebuah contoh ಠ﹏ಠ

__ADS_1


Diriku yang berumur 14 tahun waktu itu belum tau apa maksud perkataannya. Satu-satunya yang kupikirkan saat itu hanyalah adik kecilku yang sudah tergeletak lemas dilantai. Sudah kucoba berulang kali membangunkanmu tapi sama sekali tak ada hasilnya."


Ekspresinya terus berubah, apa cerita ini sangat se-emosional ini bagi kakak?


"Para prajurit yang tersisa kakak kerahkan untuk memanggil para pendeta yang ada."


"Setelah mengangkatmu ke ranjang. Kakak waktu itu dengan cepat segera menulis surat ke ibu yang sedang melawan para monster didepan mengenai hal yang terjadi di istana dan keadaanmu saat itu."


"Pengantarnya masih hidup tau!" Ucapnya sambil menunjuk seekor burung merpati putih yang sedang bertengger di atas lemari.


Merpatinya terlihat enak jika dias- hey apa lagi yang kau pikirkan sekarang (>0<;)


"Kakak yang saat itu hanya bisa berharap agar datang seseorang yang lebih paham masalah ini dan ternyata harapan kecil kakak benar-benar terwujud"


"Dari belakang, ibu tiba-tiba muncul. Sambil tergesa gesa, ibu bilang..


"Falley, bagaimana keadaan Lauren"


"Aku tak tau bu, sudah kucoba membangunkannya berulang kali tapi ia terus saja begitu.."


"Sudah kamu panggil pendeta, Fall?"


"Sudah kuperintahkan beberapa prajurit tadi..."


"Sepertinya butuh waktu lama jika berjalan, tunggu disini sebentar ya.."


Ibu menghilang setelah mengucapkan mantranya lalu kembali lagi dengan seorang pendeta bersamanya.


"Bisakah anda memeriksa keadaan putriku?"


"Akan saya usahakan dulu...."


Pendeta itu menyuntuh dahimu dan perutmu dengan cahaya di tangannya.


"Maafkan saya yang mulia Ratu, sihir suci saya masih belum mengetahui dengan jelas apa yang terjadi pada tuan putri."


"Apa maksudmu?!!"


"Diseluruh tubuh tuan Putri dipenuhi oleh energi gelap. Tapi satu hal yang dapat saya pastikan, masih ada bentuk kegiatan dari energi mana milik tuan putri...."


"Jadi maksudmu, Putriku..."


"Sepertinya masih ada harapan. Walaupun kemungkinan berhasilnya sangatlah kecil, yang mulia Ratu..."


"Apapun itu akan kulakukan...."


"Kita harus menghilangkan seluruh energi gelap dalam dirinya, lalu menyegarkan kembali sumber kehidupannya. Dengan begitu, mungkin saja nyawa tuan putri dapat selamat..."


"Putriku masih bisa selamat bukan?!"


"Iya, yang mulia Ratu..."


"Terima kasih banyak, tuan Eldrik."


"Saya hanya membantu sebisa saya..."


Sejak saat itu, ibu terus saja berpergian membawamu ke semua kuil di kerajaan kita bahkan sampai ke kerajaan lain."


Kak Fall tersenyum miris, "Perlahan-lahan berita tentang sakitnya putri ke 2 kerajaan mulai tersebar. Kinerja ayah juga semakin hari semakin menurun karena mengkhawatirkanmu dan ibu."


"Setelah hampir 9 bulan lamanya, akhirnya ibu kembali dari perjalanannya. Saat kembali, ibu hanya sekedar mengembalikan kereta kuda yang dipakainya ke kerajaan lalu menyampaikan niatnya ke ayah bahwa ia akan berniat pergi ke hutan suci yang berada di tepat di tengah-tengah hutan besar selatan.


"Nuelaa, apa yang sedang kamu pikirkan hah?!!"


"Fansev... Itu satu-satunya cara agar Lauren bisa sela-"


"TIDAK! AKU AYAH LAUREN DAN JUGA SUAMIMU NUELA, TIDAK AKAN KUBIARKAN KALIAN PERGI!"


"FANSEV!"


"Kalau kamu sampai seperti itu biar aku saja yang akan pergi! Cepat katakan apa yang saja yang harus kulakukan disa-"


"Tiada satupun rakyat yang mau kehilangan raja hebatnya, jadi kamu harus tinggal di istana sekaligus menjaga Falley. Aku janji akan kembali sayang, dan kembali membuatkan makanan favoritmu ya...."


"Nuela..."


"Aku selalu mencintaimu dan Falley, ingat itu.."


"NUELA!"


Setelah berpamitan, ibu langsung pergi sambil menggendongmu keluar istana.


Walaupun kakak tidak diberitahu, kakak yakin bahwa ibu saat itu berniat untuk tinggal di hutan besar selatan untuk mencari cara agar menghilangkan energi gelap yang ada pada dirimu...."


"Sudah hampir setahun semenjak kepergian ibu. Kata ayah, bulan-bulan akhir ini ibu sudah tak pernah mengirim surat lagi. Karena khawatir, ayah menyuruh paman Ricard untuk pergi menemuinya...


"Ayah, kenapa aku tak boleh ikut menemui ibu!?"


"Tenang Falley, kita masih belum tau keadaan ibumu sekarang..."


"Ya kalau begitu biarkan aku ikut bersama paman Ricard, bukannya ayah sendiri taukan kekuatannya? Aku bosan jika terus diam berada diistana aya-"


"AYAH JUGA, FALLEY!!"


Saat itu baru pertama kalinya mungkin ayah membentak kakak.


Mungkin kakak waktu itu yang terlalu egois ya. Tanpa memikirkan semuanya, kakak hanya malah menambah pikiran ayah dengan keluar ruangan sambil menangis tak jelas. Seperti anak kecil, ya padahal waktu itu kakak sudah mau menginjak 14 tahun.... "


Setelah kekehan kecil kak Fall, kami jadi hening sesaat.


"Setelah menunggu hampir sebulan lamanya, paman Ricard akhirnya pulang dengan membawa kabar baik dan buruk. Kakak yang mendengar kedatangan paman Ricard dari para dayang langsung cepat-cepat menyelesaikan mandi dan bersiap...


"Ayahhhh, aku dengar paman Ricard sudah kembali....."


Yang kakak lihat saat itu, ayah yang menunduk menangis sembari memegang sebuah gulungan surat kecil ditangannya.....


"Maaf kan kami yang mulia..."


"Ayah apa yang terjadi, Ibu dimana? Apa ibu sedang menunggu diluar ya buat kejutan, Ayah jawab ayah!!!"


Saat itu, kakak hanya menangis sejadi-jadinya dipelukan ayah...


"Dari cerita orang disana, beberapa bulan yang lalu, seorang pria mengabarkan bahwa di hutan besar selatan ada ribuan monster dan undead yang tak tahu dari mana asalnya menuju desa mereka desa mereka. Tapi setelah ditunggu seminggu lamanya, para monster itu tak juga kunjung datang, akhirnya para warga hanya menganggap itu lolucon. Setelah saya bertemu langsung dengan orang yang mengabarkan berita itu dan memintanya menceritakan ulang cerita, saya tidak menemukan tanda-tanda bahwa pria itu berbohong. Kemungkinan tepat seperti yang ditulis di surat itu yang mulia.... "


Dan kabar baiknya, paman Ricard menemukanmu di sebuah rumah kecil di tengah hutan besar selatan dengan lenyapnya seluruh energi gelap yang sebelumnya memenuhi dirimu.


Syukurlah usaha ibu selama ini tidak sia-sia dengan adanya dirimu sekarang.." Ucapnya tersenyum.


Rumah kecil hutan selatan?!


Plak


Kak Fall memukulkan kedua telapak tangannya keras, "Oke baik, cukup sudah untuk cerita sedihnya. Kakak masih banyak kerjaan sekarang, dan kamu juga sepertinya masih harus keperpustakaan bukan?"


Tanya kak Fall sembari berdiri merenggangkan seluruh badannya.


Aku mengangguk lalu berkerut kening, "Tapi kak, surat dari ibu apa masih disimpan?" Tanyaku penasaran.


"Kalo itu tanya ayah, kakak juga sampai sekarang belum membacanya."


Mendengar itu, aku kembali mengangguk. "Baiklah kak maaf sudah mengganggu waktumu, aku permisi dulu."


"Iya.."


Setelah pintu ruangan tertutup rapat, Falley mulai kembali menyunggingkan senyum tipisnya.


"Maafkan kakak Lauren, kakak tidak bisa membiarkan kamu membaca isi surat itu. Apapun yang terjadi!"

__ADS_1


...***...


__ADS_2