
Lexi memakan nasi goreng buatan Kimi,saat suapan pertama,Lexi tersenyum.
"Apakah enak?"tanya Kimi penasaran.
"Seharusnya enak tapi sepertinya kau lupa memberikan garam hihi"Lexi tertawa kecil.
"Aaaa iya aku lupa,maaf aku baru pertama kali memasak hehe maafin aku ya om"Kimi cengar-cengir.
"Ck...sudah aku bilang jangan panggil aku om,panggil aku kakak"pinta Lexi.
Tapi Kimi tetap tidak mau memanggilnya dengan sebutan kakak.
Lexi menghabiskan makanannya walau tersa hambar tapi dia tidak pernah mau mengecewakan kerja keras orang lain terlebih itu adalah istrinya sendiri,yang note bane memang anak manja yang tidak pernah memasak,pasti Kimi sangat kesulitan saat belajar memasak tadi pagi secara dadakan di dapur.
Lexi mengajak Kimi untuk menengok ibunya di rumah sakit nanti sore,tapi sebelum kesana mereka akan mampir ke toko roti awan milik Mentari karena Lexi memesan cake khusus ibunya dengan takaran diet yang tepat.
Mentari sudah hafal dengan takaran diet ibu jadi dia dengan mudahnya membuat cake tersebut dengan cepat.
Bahkan nanti sore Tari dan Reka akan ikut menjenguk ibu yang sudah seperti orang tua mereka sendiri.
Sore ini Racel datang berkunjung ke toko roti awan bersama Jesy.Racel berbincang dengan Tari bila dia bertemu dengan Lexi tadi pagi di hotel bersama istrinya.
"Oo jadi elu udah lihat Kimi dong ya?"Ucap Tari.
"Jadi namanya Kimi?"tanya Racel.
"Emang elu nggak di kenalin gitu sama Lexi?"Tari bingung.
"Nggak dia cuma bilang itu istrinya dan sepertinya mereka juga sedang bermasalah karena sepertinya Lexi tadi kerepotan dengan istrinya itu"jelas Racel.
Tari tertawa saat mendengar cerita Racel.
"Elu kenapa ketawa begitu?"Racel bingung.
"Elu pasti kaget kalau elu dateng kesini kemarin hihi haha"Tari semakin tertawa tidak jelas.
"Elu kenapa sih Ri?"Racel ketakutan.
"Apa dia pake seragam sekolah tadi? masud gue istrinya Lexi?"tanya Tari.
"Nggak dia pake baju biasa kaya anak-anak mud..."ucapan Racel terpotong dia lalu melihat ke arah Mentari dan Tari hanya mengangguk saja.
"Apa Lexi menikah dengan anak remaja?"tanya Racel ragu.
Tapi anggukan kepala Tari menjelaskan semuanya,hingga Racel menutup mulutnya karena terkejut,dia tidak menyangka 10 tahun yang lalu dirinya jatuh cinta pada Lexi pria yang cuek dan seolah membentengi hatinya tinggi-tinggi sekarang menikah dengan seoranh gadis remaja.
"Berapa usia gadis itu? Apa dia masih sekolah?"Racel penasaran.
__ADS_1
"Belum juga 17 tahun itu anak,ya dia masih sekolah sekarang yang ngirusin sekolahnya ya Lexi hahaha"Tari terbahak lagi.
Racel hanya menggeleng tak percaya saja dengan kenyataan ini.
Tak lama saat mereka sedang asik mengobrol di kafe pintu toko terbuka dan munculah si topik pembicaraan.
Dan dengan ceria Kimi menghampiri Tari.
"Tante Tari..."ucapnya riang saat mendekat Pada Tari.
Dan Lexi berjalan di belakangnya dengan santai.
"Eh...udah mau berangkat?"tanya Tari pada Lexi.
Dan Lexi hanya mengangguk saja.
"Iiihhh ini kan tante yang tadi di hotel apa dia teman tante Tari juga?"tanya Kimi polos.
"Iya ini teman tante namanya Racel"Tari mengenalkan Kimi pada Racel.
Pantas saja dia memanggil Lexi Om karena dia memang masih anak-anak astaga Lexi,tak ku sangka selara mu hebat juga.
Racel tersenyum pada Kimi.
Tari mempersiapkan cake pesanan Lexi kedalam boxnya dan memberikannya pada Lexi.
"Kak...Kimi" sapa Moon dan Estel anak-anak Tari mereka sudah mengenal Kimi kemarin.
"Aaaa Moon,Estel"Kimi menghambur menghampiri mereka dengan ceria.
Racel hanya tersenyum melihat istri kecil Lexi yang sangat energik dan ceria.
"Ini siapa?"tanya Kimi pada satu anak perempuan lagi.
"Itu Jesy anak ku"ucap Racel pada Kimi.
"Ooo anak tante cantik seperti ibunya"puji Kimi.
Kimi lalu mendekat pada suaminya.
"Om...semua teman Om sudah menikah dan punya anak kenapa om belum?"tanya Kimi polos.
Lexi langsung menepuk dahinya karena istri kecilnya ini tidak tahu tempat dalam bertanya.
Tari langsung tertawa lepas mendengar pertanyaan Kimi.
"Kim...Kim...sudah aku bilang berkali-kali jangan panggil aku om"Lexi kesal.
__ADS_1
"Ck memang sudah om-om kok tapi tidak mau mengaku"Kimi kukuh.
"Kimi...Lexi benar jangan panggil dia Om karena dia sekarang kan suami mu sayang..."jelas Tari.
Kimi mencebik karena ucapan Tari memang tidak salah,saat ini Lexi adalah suaminya.
"Baiklah kak Lexi"dengan terpaksa Kimi mennyebutkan kata itu.
"Dan satu lagi alasan Lexi belum menikah itu karena...dia belum pernah bertemu gadis manis dan cantik seperti kamu"jelas Tari.
"Manis dan cantik tapi ngerepotin juga"celetuk Lexi.
"Ih...siapa yang ngeroptin om tuh yang berlebihan,kalo kesal suka niban aku di kasur"Kimi sewot.
Tapi perkataan itu justru membuat Tari tertawa lagi dan Lexi menjadi malu.
Karena jelas jasa pasti Tari salah faham dengan ucapan Kimi tadi.
Lexi yang sudah kesal akhirnya menarik tangan Kimi keluar dari toko roti tersebut tanpa pamit pada sahabatnya itu.
Kimi yang di tarik paksa oleh Lexi sempat melambaikan tangan pada anak-anak Tari sebelum meninggalkan toko roti tersebut.
Saat di dalam mobil Lexi ngomel lagi dengan Kimi.
"Kamu ini polos atau bodoh sih?hal seperti itu kau bicarakan di depan umum"bentak Lexi.
"Hal apa yang om maksud?"Kimi bingung.
"Astaga Kimberly...sudah aku bilang berapa kali jangan panggil aku OM!"Lexi benar-benar kesal.
"Ck...begitu saja marah-marah nanti anda cepat tua sebelum anda menjadi seorang ayah"ucap Kimi.
Semakin membuat Lexi kesal saja dia pusing sendiri dengan istrinya ini,mungkin kedewasaan masih jauh di fikiran Kimi jadi Lexi harus ekstra sabar menghadapinya.
Mobil pun akhirnya berjalan di kendarai Rey menuju rumah sakit,meski kesal Lexi terus memgingatkan Kimi agar tidak memanggilnya om saat di depan ibunya.
Lexi pun menjelaskan pada Kimi bila kondisi ibunya semakin membaik maka ibunya akan segera keluar dari rumah sakit dan akan tinggal bersama mereka dan bila di rumah,kimi harus menemani ibunya bila selesai sekolah,dan Kimi hanya mengiyakan saja perkataan Lexi,lagi pula dirinya tak keberatan bila harus menemani ibu mertuanya karena dia menganggap ibu mertuanya seperti ibunya sendiri,sebab sejak lahir dirinya tak mengenal sosok ibu,ibunya meninggal saat melahirkannya dan ayahnya tidak menikah lagi sejak saat itu.
Mobil pun tiba di area parkir rumah sakit Lexi dan Kimi berjalan beriringan dengan membawa box cake untuk ibu.
"Apa ibu sangat suka cake ini?"tanya Kimi.
"Iya beliau sangat suka itu,dan itu aman untuknya Tari mengganti beberapa bahan yang tidak boleh di konsumsi dengan bahan yang aman di konsumsi oleh ibu"jelas Lexi.
Mereka berdua berjalan di lorong rumah sakit menuju ruang VVIP tempat ibu di rawat.
...🦋🦋🦋🦋🦋...
__ADS_1