Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Pertempuran di Sebuah Pulau


__ADS_3

Sebuah helikopter melintasi lautan menuju sebuah pulau tempat dimana di lakukan transaksi oleh Lexi,kelompoknya yang berkerja sama dengannya saat di luar negeri mendapatkan target di sebuah pulau di negeri ini.


Transaksi di lakukan di malam hari di sebuah hutan yang telah terdapat sebuah rumah besar.


Disanalah sarang seorang mafia lebih tepatnya saingan Lexi dalam bisnis ini,namun mereka bersaing sehat tidak saling menjatuhkan,sang ketua mafia Gobi tak bisa mencari celah kelemahan Lexi saat ini.karena Lexi begitu sangat tertutup.


Dia bahkan merahasiakan keberadaan ibu dan adik-adiknya dan juga para sahabatnya,dia rela keluar dari kehidupan normalnya sebagai seorang anak,seorang kakak dan seorang sahabat karena dia sudah terjun terlalu dalam dan sulit untuk keluar lagi.


Mobil jeep pun sampai di depan sebuah rumah besar setelah menjemput sang pesaing di pesisir pantai tadi.


Saat Lexi dan beberapa anak buahnya turun dari jeep tersebut Lexi langsung di sambut oleh Gobi sang ketua mafia.


"Lexi...apa kabar kawan"ucapnya sambil membentangan kedua tangannya seperti akan memeluk tubuh Lexi.


"Hemft sejak kapan elu anggap gue kawan Go...bukannya selama ini elu anggap gue saingan elu?"ucap Lexi cuek.


"Ck...udah lah jangan kebanyakan basa-basi kita mulai ajah dengan apa yang jadi tujuan kita sejak awal kita merencanakan pertemuan ini disini"tatap Lexi dingin.


Lexi bila sudah berurusan dengan dunianya yang satu ini seolah menjadi sosok yang berbeda dari sosok Lexi yang biasanya,dia tidak segan menembak kepala orang karena kesal dengan orang tersebut dan dengan santai meninggalkan mayat orang tersebut dengan langkah tanpa beban meski darah mengotori bajunya.


Sudah puluhan tahun dirinya berkecimpung di dunia hitam ini sejak dirinya di rekrut dengan nyonya Lilyan sang ratu mafia,dan sekarang Lexi mempunyai kelompok sendiri sejak sepuluh tahun yang lalu,banyak pengikut setianya karena selain Lexi itu hebat dia juga tak pernah perhitungan dengan anggotanya kecuali sang anggota menghiyanatinya tak ada kata ampun bagi Lexi untuk membiarkan sang penghiayanat hidup begitu saja.


Lexi yang di dampingi oleh Rey dan kedua anak buahnya yang lain melakukan transaksi jual beli senjata malam ini.


Tapi saat di periksa barang tak sesuai dengan apa yang di tawarkan hingga Lexi tak mau meneruskan transaksi ini,dia tetap membawa uangnya dan bersiap pergi dari markas tersebut,tapu Gobi sangat licik hingga dia mengepung dan menjebak Lexi disana.


Lexi dengan santainya dengan wajah santai tak kenal takut seolah ini adalah santapan sehari-harinya.


Mulai mengeluarkan senjatanya dari saku jasnya.


"Elu fikir gue takut sama gertakan sambel kaya begini Go..."ucap Lexi dingin.


Dan saat itu juga mulailah terjadi baku tembak di dalam markas tersebut,Lexi melemparkan koper berisi uang tunai ke arah anak buahnya untuk di bawa lari dan Lexi juga Rey membereskan semua yang ada di markas ini.


"Sial kurang ajar mau kemana kau Go"ucap Lexi.


Dor...dor...dor...

__ADS_1


Lexi melesatkan tiga peluru ke arah Gobi dan tepat mengenai dada Gobin.


Dor....


Peluru pun melesat ke arah lengan Lexi dia terkena sasaran dari anak buah Gobi.


Rey berusaha menolong Lexi,dan berusaha agar mereka tetap keluar dari pulau ini.


Beberpa tembakan trus bersahutan disana dan banyak terjadi korban disana.


"Tuan ayo cepat kita keluar dari pulau ini,Bono sudah menyiapkan semuanya tadi"ucap Rey.


Bono salah satu anggota Lexi yang ahli dalam pembuatan senjata tadi saat menuju ke dalam rumah mewah itu Bono menebar beberapa bom waktu kecil disana hingga bila ada kejadian seperti ini Bono tinggal menekan tombol dan seisi hutan itu bisa meledak seketika dan berkeping-keping.


Lexi sudah tiba di tepi pantai saat Rey mengendari jeep itu sudah seperti setan menerobos hutan di malam yang gelap.


Dan saat mereka semua tiba dan menaiki helikopter Bono langsung menekan tombol yang sejak tadi di persiapkannya.


BOOMMMM


"Sialan itulah hukuman bagi orang yang curang Go dasar kurang ajar,berani melawan gue dengan cara licik begitu dasar tua bangka kurang ajar"Lexi terus mengomel saat di atas helikopter.


"Tuan...luka anda harus segera di obati"ucap Rey.


"Hem...Bon bawa gue ke rumah sakit kita,dasar kurang ajar kalau begini gue harus ninggalin istri gue lebih lama gara-gara luka ini ck"keluh Lexi.


Rey tersenyum saat mendengar ucapan tuannya.


"Kenapa elu ketawa-ketawa begitu?"Lexi sewot.


"Tidak tuan maaf hanya saja saya baru kali ini mendengar anda memikirkan seorang gadis kecil saat selesai pertempuran"Rey menahan tawanya.


"Bukan begitu Rey dia itu istri gue dan dia itu beda sama cewe lain,susah di atur,manja kadang nggak jelas kelakuannya bikin pusing pokoknya,oia elu udah ngirim orang ke sekolahnya buat ngawasin kelakuan dia di sekolah?"


"Sudah tuan dia menjadi salah satu guru honorer disana"


"Cewe apa cowo?"tanya Lexi.

__ADS_1


"Wanita tuan...dia flower anda kenal dia kan?"tanya Rey.


"Hemmm ya dia wanita yang pandai menyamar dan pandai berkelahi juga,salah satu wanita yang sama seperti kedua sahabat ku yang tak pernah tertarik dengan ku hahaha"Lexi tertawa.


"Bagus kau kirim dia kesana dia pasti akan mengawasi Kim...Kim dengan baik"Lexi puas dengan kerja Rey mengirim Flo di tempat yang tepat saat ini.


Heli kopter yang membawa Lexi tiba di landasan heli di sebuah atap gedung yang tinggi.


Lexi dan semua kawanannya turun dari heli kolter tersebut dan Lexi langsung mendapatkan perawatan oleh seorang dokter yang bekerja sama dengannya dr. Ricard si jenius dalam hal medis.


dr. Ricard mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di lengan Lexi.sesekali pria itu meringis karena Ricard mencongkel bagian lukanya.


Setelah berhasil mengeluarkan peluru dari dalam daging di lengan Lexi Ricard membalutnya dengan perban.


"Tuan anda harus di rawat selama beberapa hari dahulu"jelas dr. Ricard.


"Iya gue tahu gue nggak mungkin pulang dengan keadaan begini,istri gue bisa nanya nggak ada hentinya kalau nggak di jawab"


"Is...tri...?sejak kapan?"dr. Ricard terkejut dan melihat ke arah Rey.


"Sudah hampir dua minggu ini"Jelas Rey.


"Dengan wanita mana?siapa wanita hebat yang bisa menruntuhkan benteng hati mu itu tuan?"tanya Ricard penasaran.


"Bukan wanita biasa dr. Tapi seorang gadis remaja yang cantik,manis dan sangat energik hingga bos kita ini selalu pusing di buatnya"jelas Rey.


"Rey tutup mulut mu itu atau mau aku sumpal dengan basoka?"Lexi sewot saat mendengar Rey memuji isrinya cantik dan manis.


Ricard menahan tawanya dan menarik Rey dari ruangan tersebut dia masih ingin mendengar cerita Rey tentang istri kecil Lexi itu.


Mereka akhirnya bergosip ria di luar ruangan tersebut.sesekali tawa tersengar dari arah mereka berdua membuat Lexi sangat kesal.


"Kaliam berdua memang hama yang harus di basmi oleh pestisida"ucap Lexi dengan geramnya.


Rey dan Ricard langsung terlihat pucat karena saat ini aura Lexi benar-benar menyeramkan salah sedikit melayanglah mereka ke akhirat.


...🦋🦋🦋🦋🦋...

__ADS_1


__ADS_2