Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Kawan Lama Lexi


__ADS_3

Lexi berjalan ke arah mobilnya saat dia membuka mobilnya dia memgambil sesuatu benda panjang yang dia sembunyikan di bawah bangku mobilnya,sebuah samurai kecil kawan lama Lexi yang jarang dia gunakan bila bertarung.


Tapi malam ini benda itu dia keluarkan kembali,benda yang haus akan darah itu dia keluarkan lagi untuk membantai seseorang.


"Heh...kau pasti haus kan?mari kita cari sesuatu untuk menghilangkan dahaga mu kawan"ucap Lexi dingin.


Aura Lexi sudah gelap dan matanya pun sudah menghitam puncak kemaran Lexi saat ini tak akan ada yang bisa mencegahnya untuk menghabisi apa yang ingin dia habisi.


"Oke...kita berangkat kawan menuju tempat tujuan kita orang sialan itu pasti ada disana"ucap Lexi sinis.


Dia pun langsung memacu mobil dengan kecepatan tinggi tanpa perduli apa pun yang akan terjadi padanya di jalan,dirinya sudah tak sabar ingin melihat darah keluar dari tubuh orang yang sudah menembak istrinya itu.


Flo mencoba menghubungi Lexi namun tak di jawabnya.


"Bagaimana?"tanya Ricard.


"Tak di jawab"ucap Flo.


"Sebaiknya kamu susul saja tuan ke tempat tujuannya,gunakan pelacak GPS yang sudah terhubung dengan ponsel tuan"ucap Ricard.


"Baiklah"Flo pun langsung melacak letak keberadaan Lexi melalui sinyal GPS yang menunjukan arah kemana tuannya itu pergi saat ini.


Flo langsung mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi,wanita itu sudah terbiasa mengejar waktu dengan kecepatan maximal,mungkin memang kelihatan gila tapi begitulah untuk dapat mengejar Lexi dan mencegah Lexi berbuat hal di luar nalar maka Flo harus mengemudi bak pembalap jalanan.


Semua anak buah Lexi tahu benar ini adalah puncak kemarahan bosnya karena baru pertama kali mereka melihat mata bosnya yang seperti itu,aura menghitam dan menakutkan sangat terasa di dekatnya,begitu dingin seolah sudah tak ada lagi rasa belas kasih dari hati Lexi yang tersisa.


Brak....


Mobil menabrak pagar sebuah rumah besar,beberapa panjaga langsung menghampiri mobil yang menabrak pagar hingga pagar rusak dan melihat pengemudi mobil tersebut.


Sang pengemudi keluar dari dalam mobil dengan aura negatifnya,para penjaga mencoba menghalangi sang pengemudi tersebut.


Senyum sinis dia keluarkan saat para penjaga mengacungkan pistol ke arahnya,tak ada raut ketakutan di wajah Lexi,dia mulai mengeluarkan samurai kecil dari sarungnya.


"Kita mulai kawan"bisiknya pada senjata miliknya itu.


Bola mata yang berubah menjadi hitam semua membuat para penjanga gemetar ketakutan,apa lagi saat Lexi mengibaskan dan memainkan samurainya di tangannya.


"Minggir elu pada"ucap Lexi dingin pada para penjanga yang berniat menghalangi jalannya.


Namun para penjaga tersebut tak mau minggir.


Dor...


Seorang penjaga menembak ke arah Lexi namun karena gemetar jadi arahnya meleset.


"Hehe berani lu sama gue"Lexi mendekati seorang penjaga yang menembaknya.

__ADS_1


Dan tanpa ragu lagi.


Jleb...


Lexi langsung menusuk tubuh penjaga itu dan mencabut samurainya dengan cepat tanpa rasa iba,bahkan darah yang menyembur tubuhnya saat ini tak di hiraukannya,kini bajunya yang berwarna putih itu berubah menjadi merah karena sejak tadi darah istrinya dan juga darah penjaga yang di habisi ini menempel di tubuhnya.


Beberapa panjaga yang melihat itu langsung mundur teratur saat melihat itu,mereka tak berani menghadapi kebengisan Lexi yang sudah gelap mata saat ini.


Lexi berjalan ke dalam rumah tersebut,tak lama mobil yang di kendarai Rey pun tiba padahal Rey berangkat lebih dahulu dari pada Lexi namun dia sampai belakangan karena kecepatan mengendarainya kalah cepat dengan bosnya.


Rey melihat orang tegeletak dengan luka darah yang sangat parah.


"Pasti tuan Lexi yang sudah membantai orang ini,dia pasti menggunakan senjata andalannya,oh astaga ini sangat berbahaya"gumam Rey.


Dia tahu benar bila Lexi sudah mengeluarkan samurainya itu artinya tak akan ada yang bisa selamat dari amukannya,itu artinya tangannya ingin dia nodai dengan darah seseorang yang telah membuat hatinya terluka.


Rey mengejar langkah Lexi ke dalam rumah tak ada yang berani menghangi langkah Rey setelah melihat kegilaan Lexi.


Lexi melangkah masuk kedalam rumah besar tersebut dan langsung berteriak.


"Woi anjing keluar lu bangsat sialan"teriaknya menggema di ruangan tersebut.


"Jangan coba-coba ngumpet lu percuma gue pasti bakaln nemuin elu bangsat"teriaknya lagi.


Rey tiba dan mendekat pada Lexi.


"Cari si bangsat bawa ke hadapan gue"Perintah Lexi pada Rey.


Dan saat Rey membawa orang yang di maksud dengan tubuh gemetaran orang itu berada di hadapan Lexi.


Lexi tersenyum sinis.


"Gue mau bawa berita bagus buat elu kesini"ucap Lexi dingin pada orang tersebut dia mengacungkan samurainya ke leher orang tersebut hingga kulitnya tersayat dan mengeluarkan darah sangking tajamnya mata samurai itu.


"Anak lu mati karena tembakan lu njing"ucap Lexi dingin.


Tuan Glen langsung menangis saat mendengar Kimi mati.niat dia membunuh Lexi untuk membebaskan Kimi dari tangan mafia kejam seperti Lexi malah dia menembak anaknya sendiri.


"Kenapa elu nangis heuh?"tanya Lexi yang sekarang mengcungkan samurai itu di dagu Glen.


"Tuan bunuh saja saya tuan bunuh saya"pinta Glen dia sangat merasa bersalah karena dirinya Kimi mati.


"Heuh...enak bener lu minta mati"ucap Lexi santai.


"Gue pasti emang bakalan bunuh elu"Lexi meraih tangan Glen dan menaruhnya di atas meja.


"Tapi sebelumnya tangan ini harus di hukum dulu karena berani ngebunuh wanita kesayangan gue"

__ADS_1


Deg....


Jantung Glen berdegub karena dia tak menyangka kalau Lexi benar-benar mencintai putrinya.


Jleb...


"Aaaaaaaaa"teriak Glen sekeras mungkin saat Lexi menancapkan samurai di tanganya hal gila memang Lexi tak langsung membunuh pria tua ini tapi menyiksanya perlahan.


"Gimana enak?"tanya Lexi tanpa dosa.


Dan saat Lexi mencabut dan mengarahkan samurai ke mata sebelah kiri Glen karena dia ingin menusuk mata itu juga,karena dengan mata itu lah Glen membidik senjatanya dan mengarahkannya ke arah Lexi.


"Tenang ajah mertua ku akan aku tambahkan siksaan untuk anda hahaha" tawa Lexi menggema di ruangan tersebut.


Rey sudah merinding melihat Lexi menyiksa orang biasanya dirinya tak akan sekejam ini,Lexi pasti akan langsung menghabisi tanpa ampun tak di siksa perlahan seperti ini,mungkin karena saat ini bosnya itu sudah terlalu gelap mata maka kekejamannya sudah melewati batas normal.


Flo beralari kedalam rumah besar itu setelah dirinya sampai dan menmukan keberadaan Lexi.


Saat sampai di dalam dirinya benar-benar terkejut saat melihat wajah tuannya yang berubah menjadi seorang iblis.


Dengan nafas yang terengah Flo mendekat pada Rey yang berada di depan Lexi,Lexi tak memperdulikan kedatangannya.


"Tuan"ucap Flo memberanikan diri.


"Hem..."hanya itu yang Lexi jawab dia masih bersiap menusuk sebelah mata Glen.


Flo akhirnya memberanikan diri berbicara karena ini sangat penting.


"Jantung nyonya kembali berdetak tuan saat anda pergi"ucap Flo akhirnya.


Lexi langsung melihat ke arah Flo.


"Seruis lu?!"tanya Lexi seolah tak percaya.


"Iya tuan tadi saya berusaha menghungi anda tap...."


Flo tak dapat meneruskan kata-katanya karena Lexi langsung bangkit dari duduknya dan mendekat pada mereka berdua.


"Bawa si bangsat ke markas,jangan matiin dia dulu sebelum istri gue bangun ngerti lu berdua"perintah Lexi dan hanya di angguki oleh mereka berdua.


"Dan ini tolong elu bersihin gue mau lihat Istri gue dulu"Lexi memberikan samurainya kepada Rey,samurai yang bermandikan darah.


"Oh astaga tuan..."Rey hanya pasrah menerima perintah tuannya.


Karena tuannya bisa berubah sekitika bila mengenai istrinya.


...🦋🦋🦋🦋🦋...

__ADS_1


Kawan mampir ke novel ku yang satu ini yuk...bagi yang suka romasa fantasi-non human bergenre teen ⬇️⬇️⬇️



__ADS_2